3 Komponen Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Menyusun Pesan Utama

Jika Anda ditanya oleh audiens Anda, apa satu hal yang sangat penting yang harus diingat oleh mereka setelah Anda selesai presentasi ?

Apa jawaban yang dapat Anda sampaikan kepada mereka ?

Jika Anda tidak jelas apa yang Anda ingin capai dalam presentasi Anda, maka Anda akan kesulitan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Jawaban dari pertanyaan tersebut intinya terletak pada Pesan Utama apa yang hendak ingin Anda sampaikan kepada audiens Anda.

Pesan Utama adalah sebuah pernyataan yang dituangkan dalam sebuah kalimat yang jelas dan ringkas yang membuat audiens Anda peduli yang mudah dimengerti dan diingat oleh audiens Anda.

Pertanyaannya adalah bagaimana Anda menyusun Pesan Utama ?

Ada 3 komponen penyusun Pesan Utama.

Mari kita bahas satu per satu.

Komponen # 1 : Pesan Utama Harus Mengekspresikan Sudut Pandang Anda

Audiens Anda hadir untuk mendengarkan Anda berbicara. Mereka datang untuk mempelajari sudut pandang Anda, dan Anda harus mengartikulasikan pesan Anda dengan jelas dan lengkap.

Misalnya, jika Anda menyampaikan pesan bahwa presentasi Anda tentang “Pembaruan Perangkat Lunak”, maka hal itu hanyalah topik, bukan Pesan Utama. Tetapi, jika Anda mengatakan bahwa “Perusahaan Anda Perlu Memperbarui Perangkat Lunak Manajemen Alur Kerja”, maka hal itu merupakan Pesan Utama dengan perspektif yang unik.

Pesan Utama Anda tidak harus pernyataan yang tidak umum dimana tidak ada presenter lain yang pernah mengungkapkannya sebelumnya. Tetapi, Pesan Utama harus unik, bukan hanya generalisasi.

Komponen # 2 : Pesan Utama Harus Membuat Audiens Anda Peduli

Pesan Utama perlu mengartikulasikan kepada audiens Anda mengapa mereka harus peduli dengan perspektif Anda untuk mengadopsinya. Pesan Utama seperti, “Perusahaan Anda Perlu Memperbarui Perangkat Lunak Manajemen Alur Kerja”, belum membuat audiens Anda peduli.

Jika Anda mengatakan “Perusahaan Anda Perlu Memperbaharui Perangkat Lunak Manajemen Alur Kerja Yang Akan Menghemat Pengeluaran Perusahaan Sebesar 30 % Per Tahun”, maka hal itu akan memberikan alasan yang kuat bagi audiens Anda untuk peduli.

Saat Anda menyampaikan apa yang sangat penting bagi audiens Anda, maka Anda membantu audiens Anda untuk memahami mengapa mereka harus berpartisipasi. Tanpa alasan kuat bagi audiensi untuk terlibat, maka Pesan Utama Anda tidak akan diadopsi oleh audiens Anda.

Untuk membuat audiens Anda peduli, maka Anda bisa memainkan emosinya. Hanya ada dua emosi yang dapat Anda mainkan, yaitu : kesenangan dan rasa sakit. Presentasi yang benar-benar persuasif memainkan emosi-emosi tersebut dengan melakukan salah satu dari hal berikut ini, yaitu :

  • Sampaikan kemungkinan rasa sakit yang besar dan turunkan kemungkinan kesenangan jika Anda prediksi audiens akan menolak Pesan Utama Anda.
  • Sampaikan kemungkinan kenikmatan yang besar dan turunkan kemungkinan rasa sakit jika Anda perkirakan audiens akan menerima Pesan Utama Anda.

Misalnya, jika pimpinan perusahaan menyampaikan pesan pada karyawan perusahaannya bahwa “Perusahaan Kita Mengalami Kerugian” sebagai Pesan Utama, maka hal itu bisa jadi belum membuat karyawannya peduli, karena belum ada rasa sakit yang dapat diderita oleh karyawannya.

Sebaliknya, jika pesan pimpinan perusahaan itu adalah “Perusahaan Kita Mengalami Kerugian Yang Akan Membuat Anda Kehilangan Pekerjaan”, maka pesan itu akan membuat karyawannya peduli, karena pesan itu dapat membuat rasa sakit pada karyawannya.

Komponen # 3 : Pesan Utama Harus Dinyatakan Dalam Sebuah Kalimat Lengkap

Pesan Utama membutuhkan sebuah kalimat lengkap. Pesan Utama memerlukan sebuah subyek (sering menggunakan kata Anda untuk menekankan pada peran audiens) dan predikat (untuk menyatakan tindakan dan menghadirkan emosi).

Jika presenter ditanya presentasi mereka tentang apa, maka mereka biasanya merespons dengan frasa seperti, “Pembaruan Perangkat Lunak,” atau “Perangkat Lunak Baru Perusahaan Kami.” Hal tersebut bukan Pesan Utama. Sebuah Pesan Utama harus dinyatakan dalam sebuah kalimat lengkap seperti, “Perusahaan Anda Perlu Memperbaharui Perangkat Lunak Manajemen Alur Kerja Yang Akan Menghemat Pengeluaran Perusahaan Sebesar 30 % Per Tahun”.

Menggunakan kata “Anda” dalam kalimat lengkap akan membuat lebih baik, karena penggunaan kata “Anda” membuat audiens Anda terlibat yang dapat membuat pesan itu masuk ke dalam pikirannya.

DEMIKIANLAH, tiga komponen Pesan Utama yang layak diingat ketika Anda menyusun Pesan Utama. Pastikan dalam Pesan Utama yang Anda susun mempunyai sudut pandang Anda yang unik, membuat audiens Anda peduli, dan mengekspresikan sebuah kalimat yang lengkap.

This entry was posted in .
10 comments on “3 Komponen Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Menyusun Pesan Utama
  1. bismillah…bagaimana pak untuk mempertahankan sudut pandang yg unik tetapi tetap mempertahankan isi bobot pesan utam agar bisa tetap terlihat sistematis dan terstruktur menurut tata bahasa yg baik dan benar…terima kasih banyak pa saya mahasiswa dari universitas widyatama fakultas bisnis dan manajemen bandung.

  2. Fariz yang baik,

    Pesan utama yang di dalamnya terdapat sudut pandang kita terhadap topik presentasi, itu yang mesti kita susun pertama kali dalam membuat bahan presentasi.

    Pesan utama itu kita susun dalam sebuah kalimat yang spesifik, sederhana, dan ringkas yang membuat audiens kita peduli.

    Kemudian, dari pesan utama tsb, maka kita identifikasi 3 pertanyaan yang sangat penting yang bisa ditanyakan oleh audiens.

    Tiga pertanyaan tsb dapat mengambil pola- mengapa, apa, dan bagaimana.

    Semua yang ada di dalam bahan presentasi yang kita susun seperti data/informasi, cerita, dll mesti merujuk pada pesan utama tsb.

    Dengan melakukan hal tsb, maka presentasi kita bisa terlihat sistematis dan terstruktur.

    Terima kasih atas pertanyaannya.

    • Sangat bermanfaat pak postingannya dan juga mudah untuk dipahami isinya. Hanya saja saya kurang percaya diri saat presentasi di ruang dosen dan sebagainya ,mungkin selanjutnya bisa menjelaskan tentang ‘cara mengurangi rasa gugup saat presentasi atau speaking. Terimakasih pak.

  3. saya mau nanya pak kalau mengenai bagian “audiens anda peduli” bagaimana cara menangkap dan menilai audiens melihat secara fokus dan menanggapi secara jelas apa yg kita sampaikan kepada audiens dan aspek apa saja yg harus sangat diperhatikan dalam isi sebuah persentasi pesan utama?

  4. Achmad Gian Kevin yang baik,

    Insyaa Allah, saya akan buat postingan
    tentang “cara mengurangi rasa gugup saat presentasi atau speaking”.

    Terima kasih

  5. Orellevionnie yang baik,

    Jika dalam presentasi Orellevionnie menyampaikan pesan utama yang menjelaskan kepentingan/kebutuhan dari audiens Orellevionnie, maka audiens Orrelevionnie akan peduli.

    Karena mereka peduli, maka mereka akan memperhatikan apa yang Orrelevionnie sampaikan.

    Kepentingan/kebutuhan audiens itu bisa disampaikan terkait keuntungan yang akan diterimanya kalau mereka mengadopsi/menerima pesan utama yang Orrelevionnie sampaikan atau kerugian yang akan dideritanya jika mereka tidak memperhatikan pesan utama yang Orrelevionnie jelaskan.

    Terima kasih.

  6. Great mesti diakui banyak presenter yang hanya menarik di topik, tapi kontennya tidak tuntas dan kadangkala tidak fokus. Resep Pak Erry memberi solusi praktis. Di komponen 2 memang agak provokatif agar audiens fokus pada perspektif yang disampaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *