Setiap percakapan adalah presentasi. Wawancara kerja merupakan presentasi yang sangat menentukan bagi Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda impikan. Untuk berhasil, maka Anda perlu meyakinkan calon majikan bahwa Anda adalah orang yang tepat untuk pekerjaan itu.

Wawancara kerja, sebagai tindak-lanjut dari lamaran kerja, membutuhkan persiapan yang tak kalah seriusnya dengan penulisan lamaran kerja. Bahkan, wawancara kerja merupakan momentum yang sangat penting untuk memberikan klarifikasi dan penyampaian kualifikasi dan ekspektasi dari Anda sebagai pelamar kerja kepada calon majikan Anda.

Kegagalan atas lamaran kerja boleh jadi disebabkan karena kurang baiknya capaian dalam wawancara. Sebagus apapun lamaran kerja yang Anda tulis dan persiapkan, ia tak akan banyak membantu jika Anda sebagai pelamar tidak mampu menunjukkan performansi yang bagus pada saat wawancara. Tidaklah mengherankan jika banyak pelamar kerja menganggap bahwa wawancara kerja merupakan langkah mencari kerja yang mencemaskan dan menyebabkan ketidakpastian. Sumbernya mungkin bukan dari kompetensi atau kualifikasi pelamar kerja, melainkan lebih pada strategi dalam menghadapi wawancara tersebut.

Berikut adalah beberapa tips penting untuk penyajian yang efektif yang dapat diterapkan dalam wawancara kerja.

Tips # 1 : Tempatkan Diri Anda Pada Posisi Audiens Anda

Lihatlah setiap pertanyaan dari sudut pandang majikan dan lakukan pekerjaan rumah Anda. Ini berarti melakukan riset terperinci tentang perusahaan dan apa kebutuhan mereka saat ini dan di masa depan. Dengan informasi ini, Anda dapat menjelaskan penilaian Anda tentang tantangan dan peluang mereka dan mengapa Anda dapat membantu mereka mengatasinya.

Misalnya, ketika ditanya mengapa Anda tertarik pada pekerjaan itu, Anda dapat menjawab:

“Saya sudah dua belas tahun di posisi layanan pelanggan, dengan empat tahun mengelola seluruh departemen. Posisi yang Anda tawarkan jelas menuntut aspek layanan yang kuat pada bidang dimana saya memiliki keahlian. ”

Tips # 2 : Sampaikan Jawaban Anda Manfaatnya Bagi Audiens Anda

Apa untungnya bagi mereka ? Ini sangat penting untuk dijabarkan saat presentasi termasuk dalam wawancara kerja. Mereka mempekerjakan Anda untuk menghadapi tantangan baru atau memecahkan masalah. Anda harus menunjukkan kepada mereka bahwa Anda adalah solusi yang ideal.

Seringkali pertanyaan pertama dalam wawancara kerja adalah Anda diminta menceritakan tentang diri Anda atau apa yang Anda lakukan ?

Anda perlu menyebutkan apa yang Anda lakukan, tetapi juga menyoroti nilai tambah yang dapat Anda berikan untuk mereka.

Jika Anda diwawancara oleh organisasi internasional, maka Anda dapat mengatakan:

“Saya adalah mantan jurnalis BBC, juru bicara PBB dan kepala media di WWF International (feature) dengan lebih dari 15 tahun sebagai pelatih yang membantu organisasi internasional untuk berkomunikasi secara lebih efektif (manfaat). Hal ini berarti bahwa saya dapat memberi tahu Anda tentang bagaimana cara yang lebih baik mempengaruhi keputusan kebijakan tentang perdagangan di negara Jerman (nilai tambah).

Teknik ini juga dapat digunakan di acara jejaring ketika Anda harus menampilkan diri dan bisnis Anda. Dalam hal ini, Anda mungkin ingin menciptakan minat dan memberikan kaitan potensial dengan mengatakan sesuatu yang menarik yang mendorong mereka untuk bertanya lebih banyak.

Hal tersebut dikenal sebagai elevator pitch dimana Anda harus dapat mengirimkan pesan yang mengena kepada prospek impian Anda ketika Anda bertemu calon bos Anda pada saat lift turun dari lantai atas ke lantai dasar.

Tips # 3 : Dukung Jawaban Anda Dengan Bukti

Dalam sebuah wawancara Anda akan sering ditanya tentang mengapa Anda adalah orang yang tepat untuk pekerjaan yang ditawarkan. Di sini Anda perlu mengidentifikasi apa yang membuat Anda menonjol dari pesaing Anda yang lain.

Cara termudah untuk melakukan hal ini adalah dengan membuat point dan kemudian mendukung point tersebut dengan bukti.

Misalnya, Anda dapat mengatakan : “Saya memiliki rekam jejak yang sangat baik dalam membantu perusahaan manufaktur untuk menghasilkan laba. Saya mencari tahu dimana mereka dapat memotong biaya atau meningkatkan margin mereka. Dengan upaya tersebut, maka saya dapat memberikan saran untuk meningkatkan laba mereka sebesar 7% di tahun pertama. Contoh lainnya, dengan satu pabrikan mobil, saya bekerja dengan mereka beberapa tahun yang lalu, dan saya merekomendasikan banyak perubahan dan laba tahun pertama mereka naik sebesar 15% “.

Tips # 4 : Jawaban Spontanitas Yang Direncanakan

Anda sebelumnya perlu mempersiapkan jawaban atas pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan, tetapi dalam menyampaikannya seolah-olah jawaban tersebut pertama kali Anda katakan. Mungkin hal tersebut terlihat aneh. Karena itu, Anda perlu berlatih menyampaikannya di depan cermin atau bahkan memfilmkan diri Anda di ponsel pintar. Dalam menyampaikannya, Anda perlu memastikan bahwa nada dan bahasa tubuh Anda memberikan kesan yang positif.

Demikianlah, 4 tips yang dapat Anda gunakan untuk penyajian yang efektif dalam wawancara kerja. Pertama, Tempatkan Diri Anda Pada Posisi Audiens Anda. Kedua, Sampaikan Jawaban Anda Manfaatnya Bagi Audiens Anda. Ketiga, Dukung Jawaban Anda Dengan Bukti. Keempat, Jawaban Spontanitas Yang Direncanakan.