Ada pepatah yang mengatakan bahwa seorang guru yang baik seperti penghibur yang baik. Pertama-tama, dia harus menarik perhatian pendengarnya. Kemudian, dia bisa mengajarkan pelajarannya.

Orang-orang pada umumnya, dan orang-orang yang sibuk pada khususnya, hanya tertarik pada satu hal, yaitu : apa artinya apa yang Anda katakan bagi mereka.

Ketika Anda menyusun presentasi untuk disampaikan kepada orang-orang seperti itu, Anda perlu fokus pada apa yang mereka inginkan dan perlu mereka ketahui. Buatlah bahan presentasi Anda dari sana.

Ini sangat berbeda dari cara kebanyakan orang merencanakan presentasi mereka.

Kita biasanya diajarkan untuk memikirkan hal-hal secara berurutan. Pertama, kita melakukan ini dan kemudian kita mencobanya dan inilah hasilnya. Tidak apa-apa jika Anda menjelaskan alasan Anda kepada seseorang yang mencoba melihat apakah Anda melakukan sesuatu dengan benar, tetapi itu biasanya bukan tipe orang yang menjadi audiens Anda.

Orang lain yang sibuk ingin tahu apa hasilnya yang Anda dapatkan pada akhirnya. Bukan rincian dari kesalahan yang Anda lakukan.

Ada beberapa cara untuk membangun cerita yang berhasil. Salah satunya yang ditunjukkan pada gambar di atas yang menggunakan model : Apa ? Lalu Apa ? Sekarang Apa ?

Misalnya, katakanlah Anda sedang melihat portofolio klien Anda dan telah menemukan sejumlah cara dimana Anda dapat membantu mereka.

  • Kami menganalisis portofolio Anda (apa ?)
  • Dan menemukan banyak peluang (lalu apa ?).
  • Sekarang kami ingin menerapkannya untuk Anda (sekarang apa ?)

Dalam situasi lain, model : Apa ? Lalu Apa ? Sekarang Apa ? dapat berbentuk seperti ini :

  • Ekonomi melambat (Apa ?)
  • Sebagai penyedia jasa pengiriman, Anda akan kehilangan uang (Lalu Apa ?)
  • Kami dapat membantu Anda memotong biaya dan mengurangi dampaknya (Sekarang Apa ?)

Presentasi terkecil yang dapat Anda miliki untuk mengkomunikasikan pesan yang kompleks dapat berupa empat slide.

Yang pertama Anda memberi tahu mereka apa yang penting bagi mereka, yaitu hasil apa yang akan Anda berikan. Misalnya, kami telah menemukan cara untuk menghemat uang Anda sebanyak  Rp 1 milyar per minggu.

Jika Anda mengatakannya, maka hal tersebut akan menarik perhatian mereka.

Setelah itu, tiga slide yang lain Anda dapat menjelaskan apa yang terjadi, apa artinya bagi mereka dan apa yang terjadi selanjutnya yang merupakan model : Apa ? Lalu Apa ? Sekarang Apa ?

Intinya adalah orang tidak tertarik pada semua pekerjaan latar belakang yang Anda lakukan. Mereka ingin tahu apa artinya bagi mereka.

Jadi, katakan saja pada mereka apa yang menarik perhatian mereka.