Cara Menggunakan Tema Warna Untuk Membuat Slide Presentasi Anda

Warna adalah salah satu elemen desain yang perlu Anda ketahui. Karena warna sangat berpengaruh terhadap kejelasan, keindahan, dan kenyamanan audiens Anda dalam menerima pesan lewat slide presentasi.

Garr Reynolds (2010) dalam bukunya Presentation Zen Design : Simple Design Principles and Techniques to Enhance Your Presentations menyebutkan bahwa warna merupakan stimulus visual yang sangat bermanfaat. Warna dapat digunakan untuk mendapatkan perhatian, mengarahkan mata, dan membangkitkan emosi audiens Anda.

Selain itu, Andy Sukma Lubis (2019) dalam bukunya Melukis Slide Dengan Hati : 4 Pillars Chi of Love to Design Visually Impactful Presentations mengatakan bahwa penggunaan warna pada slide presentasi sangat penting untuk ditentukan sedari awal. Salah tujuannya adalah agar slide yang Anda buat dapat memenuhi prinsip pengulangan. Pengulangan warna dalam slide presentasi akan menampilkan sebuah kesatuan, konsistensi, dan keterpaduan yang jelas. Pengulangan dalam slide presentasi akan menciptakan harmoni dan slide presentasi Anda asyik untuk dilihat.

Disamping itu, Mustofa Thovids (2014) dalam bukunya Slide Design Mastery : How to Design World Class Slide Presentations menjelaskan bahwa terkait warna ada teori dasar warna yang digambarkan dalam bentuk roda warna (color wheel). Roda warna terdiri dari atas tiga warna dasar (primer) yang mencakup warna merah, biru dan kuning. Kombinasi warna antar warna primer melahirkan warna sekunder.

Warna sekunder terdiri atas warna oranye, ungu dan hijau. Kombinasi antara warna sekunder dan warna primer melahirkan warna tersier.

Warna tersier terdiri atas warna kuning-oranye, kuning hijau, biru-hijau, biru-ungu, merah-ungu dan merah-oranye.

Jika dikaitkan dengan roda warna, setiap warna memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada kelompok warna hangat (warm) dan kelompok warna dingin (cool). Keduanya memiliki segmentasi audiens yang berbeda, karena masing-masing warna membawa sifat yang berbeda.

Warna hangat yang antara lain mencakup warna merah, oranye, dan kuning. Warna hangat sangat sesuai untuk audiens dengan rentang usia anak-anak hingga remaja yang penuh semangat dan keceriaan. Warna ini bisa digunakan dalam slide presentasi oleh guru atau dosen untuk menjelaskan sebuah mata pelajaran bagi murid atau mahasiswanya.

Sementara itu, warna dingin yang antara lain mencakup warna hijau, biru dan unggu sangat cocok untuk audiens dengan rentang usia dewasa sampai orang tua. Warna ini bisa digunakan dalam slide presentasi untuk acara forum yang resmi baik publik maupun korporat.

Selain warna hangat dan dingin, juga dikenal warna netral seperti yang dijelaskan oleh Andy Sukma Lubis (2019). Warna netral mencakup hitam, putih dan abu-abu.

Untuk menggunakan warna dalam slide presentasi Anda, maka Anda perlu memperhatikan warna latar belakang (background). Warna latar belakang yang tepat akan dapat memberikan kontras, sehingga obyek utama pada slide presentasi Anda akan terlihat lebih maksimal.

Warna latar belakang dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu dark (gelap) dan light (terang) seperti yang dikemukakan oleh Nancy Duarte (2008) dalam bukunya Slideology : The Art and Science of Creating Great Presentations. Warna latar belakang gelap karakternya cocok untuk memunculkan kesan formal; tidak mempengaruhi pencahayaan baik itu dalam kondisi gelap, redup maupun terang; tidak maksimal untuk handout; tidak maksimal untuk bayangan; cocok untuk ruangan yang luas; dan obyek terlihat bersinar.

Sementara itu, warna latar belakang terang karakternya sesuai untuk memunculkan kesan yang tidak formal; berpengaruh terhadap kondisi pencahayaan, karena bisa membangun perasaan cerah pada audiens; menerangi ruangan; maksimal untuk handout; cocok untuk ruangan yang kecil; dan tidak ada kesempatan untuk pencahayaan yang dramatis.

Dalam menerapkan konsep warna latar belakang ini, maka Anda perlu mencoba terlebih dahulu apakah warna latar belakang dan warna obyek yang ingin diletakkan di atasnya cocok. Prinsipnya sederhana. Jika Anda ingin menggunakan warna latar belakang terang, maka warna obyeknya gelap. Sedangkan, jika Anda mau menggunakan warna latar belakang gelap, maka warna obyeknya terang.

Secara praktis ketika Anda ingin menggunakan warna dalam desain slide presentasi Anda, maka Anda dapat menggunakan tema warna (color palette) yang diambil dari Web penyedia referensi warna. Beberapa Web penyedia referensi warna adalah https://color.adobe.com/explore; https://coolors.co/palettes/trending; dan https://www.color-hex.com/color-palettes/

Warna-warna tersebut nantinya bisa digunakan untuk menjadi warna latar belakang, judul, body text, shape atau garis. Web penyedia warna akan memberikan satu paket warna yang terdiri dari lima warna yang berbeda, bahkan lebih.

Untuk mengaplikasi penerapan tema warna dalam pembuatan slide presentasi Anda, mari kita perhatikan dan ikuti langkah-langkah berikut ini.

Langkah # 1 : Masuk ke Website Penyedia Tema Warna

Misalnya, Anda menggunakan https://coolors.co/palettes/popular. Anda pilih salah satu tema warna yang Anda inginkan. Kemudian, Anda klik tanda tiga titik, maka Anda akan melihat tampilan seperti di bawah ini yang ada di dalam kotak merah dengan garis putus-putus.

Ketika Anda meng-klik fitur view palette, maka Anda melihat seperti gambar di bawah ini dimana Anda melihat kode warna dari kelima warna tersebut dalam bentuk HEX, HSB, HSL,  RGB, CMYK, dan LAB.

Langkah # 2 : Masuk ke Web Yang Dapat Menentukan Kontras Warna

Untuk mengetahui kombinasi warna yang dapat membantu Anda untuk menentukan apakah warnanya mempunyai kontras yang baik atau tidak, maka Anda dapat meminta bantuan Web. Tepatnya, Anda dapat masuk ke https://coolors.co/contrast-checker seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Dengan menggunakan Web di atas, maka Anda dapat memasukan kode warna HEX dari tema warna yang Anda ingin ketahui tingkat kontrasnya.

Dari langkah # 1, Anda telah memilih tema warna yang berisi :

  1. Warna Black dengan HEX : 000000
  2. Warna Oxford Blue dengan HEX : 14213D
  3. Warna Orange Web dengan HEX : FCA311
  4. Warna Platinum dengan HEX : E5E5E5
  5. Warna White dengan HEX : FFFFFF

Dengan tema warna di atas, misalnya Anda dapat memilih warna Black sebagai warna latar belakang. Kemudian, Anda menggunakan color contrast checker untuk mengetahui kombinasi warna yang memberikan kontras yang tinggi dengan warna Black.

Hasil dari color contrast checker, maka kombinasi warna yang bagus adalah :

  1. Black (warna latar belakang) vs Orange Web dengan tingkat kontras 10,39 (very good).
  2. Black (warna latar belakang) vs Platinum dengan tingkat kontras 16,67 (super).
  3. Black (warna latar belakang) vs White dengan tingkat kontras 21 (super).

Langkah # 3 : Buatlah Slide Presentasi Dengan Kombinasi Warna Dengan Tingkat Kontras Yang Tinggi

Dari hasil color contrast checker pada langkah # 2 di atas, maka Anda dapat menggunakan empat kombinasi warna, yaitu warna Black sebagai warna latar belakang, warna Orange Web sebagai warna judul, warna White sebagai warna body text, dan warna Platinum sebagai warna shape atau garis.

Penerapan keempat kombinasi warna di atas, dapat Anda lihat pada slide presentasi di bawah ini.

Dengan repetisi warna yang Anda gunakan pada tiap slide presentasi, maka Anda dapat menciptakan harmoni dalam slide presentasi yang Anda sampaikan. Selain itu, slide presentasi yang Anda tampilkan semakin asyik untuk dinikmati oleh audiens Anda.

Demikianlah, cara menggunakan tema warna untuk membuat slide presentasi Anda.

Anda dapat menggunakan Web penyedia tema warna yang ada di internet untuk memilih tema warna yang Anda sukai. Kemudian, Anda dapat menggunakan Web color contrast checker untuk menentukan kombinasi warna yang dapat Anda gunakan dengan tingkat kontras yang tinggi. Lalu, dengan kombinasi warna tersebut, maka Anda dapat membuat slide presentasi Anda.

Gunakanlah cara ini untuk menampilkan kombinasi warna dengan tingkat kontras yang tinggi pada pembuatan slide presentasi Anda pada masa mendatang.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *