5 Prinsip Mendesain Slide Presentasi Yang Menarik

Mustofa Thovids (2014) mengatakan bahwa menampilkan slide yang indah dan membuat audiens terpuaskan adalah hal yang kita lakukan. Tentu slide yang didesain tidak asal dibuat atau sekadar menggugurkan kewajiban.

Selain itu, Andy Sukma Lubis (2019) menyebutkan bahwa ketika kita sedang mendesain slide presentasi, maka tanpa adanya prinsip hasilnya pun tak berarti.

Prinsip disini dapat diartikan pondasi yang harus diperhatikan dalam menyajikan slide presentasi yang nyaman untuk dinikmati oleh audiens Anda.

Slide presentasi yang dibangun tanpa pondasi yang kuat, maka hasilnya pun tak akan menggembirakan. Keberadaannya dan pesan yang disampaikan, tak mampu tertancam dengan kuat di benak audiens Anda yang menyaksikan tampilan slide presentasi Anda.

Prinsip dalam mendesain slide sangat penting karena prinsip tersebut ibarat sebuah kompas yang dapat menunjukkan arah untuk membuat slide yang menarik.

Karena sebagai kompas, maka prinsip mendesain slide ini adalah hal pertama yang perlu Anda ketahui sebelum Anda mengetahui elemen, fitur, dan teknik desain slide presentasi.

Ada 5 prinsip mendesain slide presentasi yang menarik yang perlu Anda ketahui.

Prinsip # 1 : Content First, Design Second

Ketika Anda mempunyai rangkaian materi di pikiran Anda dan tanpa berpikir panjang Anda langsung mengambil notebook dan membuat slide power point, maka hasilnya tidak akan menggembirakan. Hal ini karena tampilan slide yang dihasilkan tak lebih dari sekadar dekorasi. Banyak tempelan disana sini. Sistematikanya tidak jelas, karena alurnya lompat sana lompat sini.

Karena itu, sebelum Anda membuat slide presentasi, maka Anda perlu menyiapkan konten terlebih dahulu. Konten itu ibarat kakak dan desain adalah adiknya.

Tanpa konten, tak pernah lahir materi yang terstruktur. Salah satu cara menghasilkan konten terstruktur adalah dengan mulai menuliskan apa yang ingin Anda sampaikan. Ada bagian pembukaan, isi, dan penutupan.

Konten yang Anda siapkan harus sesuai dengan harapan audiens Anda. Konten materi yang benar-benar bisa menjadi solusi atas masalah yang dialami oleh audiens Anda agar apa yang Anda sampaikan dapat memberikan arti bagi mereka (Andy Sukma Lubis, 2019).

Ada baiknya konten yang telah Anda siapkan tersebut yang berisi bagian pendahuluan, isi, dan penutupan dibuat dalam bentuk storyboard. Storyboard adalah draft dari konten yang disajikan dalam bentuk tulisan dengan kata-kata kunci ataupun sketsa gambar yang diuraikan secara berurutan. Dengan adanya storyboard ini, maka Anda akan mudah untuk membuat slide presentasi. Berikut contoh storyboard.

Prinsip # 2 : Visual

Anda dalam menyampaikan presentasi harus berupaya menjadi pemberi solusi bagi audiens yang hadir. Solusi itu dapat dimainkan dengan menggunakan kekuatan verbal dan visual. Yang dimaksud dengan kekuatan verbal, yaitu narasi yang Anda sampaikan, sedangkan kekuatan visual, yaitu slide presentasi yang Anda gunakan.

Oleh karena itu, dalam mendesain slide presentasi yang akan Anda tampilkan, maka Anda harus membuatnya yang dapat menggambarkan tampilan yang visual. Bukan slide presentasi yang dipenuhi teks atau kalimat penjelasan yang sebenarnya bisa Anda ungkapkan sendiri.

Slide presentasi yang Anda gunakan perlu menjadi penguat pesan terhadap apa yang Anda ucapkan dan mempermudah audiens memahami pesan yang Anda sampaikan.

Slide yang tepat dan memiliki kekuatan visual bersifat persuasif. Artinya slide tersebut dapat mempengaruhi perasaan audiens, menjadikan audiens bersemangat, berpikir, dan gembira, bahkan sampai mengambil keputusan untuk membeli produk atau jasa Anda. Apa yang tidak bisa Anda komunikasikan secara verbal dapat disampaikan dengan baik dengan slide yang visual (Mustofa Thovids, 2014).

Berikut contoh slide yang visual.

Prinsip # 3 : Sederhana

Dalam menyampaikan presentasi, Anda harus membuat slide presentasi yang sederhana agar lebih mudah di dalam menyampaikannya serta mudah dipahami oleh audiens Anda. Karakteristik slide yang sederhana adalah menggunakan kalimat ringkas, tidak memakai bullet point dan menyajikan satu pesan satu slide.

Rona Binham (2015) menjelaskan bahwa untuk membuat slide yang sederhana tidak sulit. Tipsnya mudah dipraktekkan. Pertama, tentukan informasi yang ingin Anda sampaikan kepada audiens. Kedua, tentukan kata kunci yang mewakili informasi utama. Ketiga, buang informasi penjelas yang membuat slide menjadi rumit. Informasi tersebut dapat Anda sampaikan ketika melakukan presentasi. Keempat, apabila diperlukan carilah visual yang mendukung materi Anda.

Berikut ini contoh slide yang sederhana.

Prinsip # 4 : CRAP

Robin Williams (2018) menyebutkan bahwa prinsip CRAP ini singkatan dari contrast, repetition, alignment, proximity.

Contrast (kontras) adalah prinsip desain yang berarti perbedaan. Menerapkan prinsip kontras berarti Anda menciptakan perbedaan antar elemen dalam slide presentasi. Menciptakan kontras akan membantu audiens memperhatikan presentasi dengan cepat, dan melihat mana pesan utama dan pendukung.

Untuk menciptakan kontras secara kuat, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan, yaitu dengan mengatur warna, font dan ukuran seperti yang dijelaskan pada gambar di bawah ini.

Repetition (pengulangan) berarti menggunakan elemen yang sama untuk beberapa atau keseluruhan slide presentasi. Pengulangan akan mampu menciptakan harmoni yang tampak asyik dilihat oleh mata.

Pengulangan dalam desain visual yang ditunjukan pada slide presentasi dapat dilakukan melalui penggunaan warna background slide, melalui ukuran dan warna font, dan melalui permainan warna shape yang ada pada setiap halaman slide seperti contoh slide di bawah ini.

Pada gambar di atas, pengulangan tampak pada warna background slide, warna font dan warna shape, sehingga menampilkan kesatuan, konsistensi, dan keterpaduan yang jelas yang disajikan dalam desain slide presentasinya.

Alignment (perataan) dalam desain visual bertujuan untuk membuat tampilan desain menjadi teratur dan rapi. Teks atau penempatan gambar bukanlah sekadar ditulis dan diletakkan secara sembarangan. Kehadiran teks dan gambar dalam slide presentasi adalah hasil sebuah desain dan salah satu hal yang harus diperhatikan adalah alignment.

Dalam aplikasi power point, alignment yang baiknya untuk digunakan adalah rata kiri. tengah dan kanan seperti yang dijelaskan pada gambar di bawah ini.

Proximity berarti kedekatan. Maksudnya adalah elemen-elemen yang sama dalam desain visual slide presentasi didekatkan, sementara elemen-elemen yang berbeda diberi jarak atau dijauhkan.

Proximity ditujukan untuk mendapatkan tampilan yang lebih teratur. Mendekatkan elemen yang sama, sehingga dipandang sebagai satu kelompok yang sama seperti yang ditampilkan pada gambar di bawah ini.

Pada gambar di atas, slide sebelah kiri tidak menggunakan prinsip kedekatakan, karena tidak ada perbedaan jarak pada teks yang disajikan. Sementara itu, slide sebelah kanan menggunakan prinsip kedekatan. Judul slide dan sub judul serta nama dan jabatan si pemapar karena merupakan elemen yang sama didekatkan. Sementara itu, antara judul/sub judul dan nama/ jabatan si pemapar dijauhkan, karena merupakan elemen yang berbeda.

Prinsip 5 : White Space

Andy Sukma Lubis (2019) menyebutkan bahwa white space dalam desain visual diibaratkan seperti oksigen, yaitu sesuatu yang membuat desain seakan memiliki cukup ruang untuk bernafas. Ruangan dalam slide presentasi tidak boleh dihabiskan dan dipenuhi oleh berbagai macam elemen.

Berikan ruang sebagai tempat untuk mengekspresikan kata kunci/kalimat ringkas dan gambar untuk menampilkan pesan. Berikan spasi antar kata karena white space juga bisa berarti spasi, jarak atau ruang kosong yang ada di antara satu elemen dengan elemen lain, diantara satu kalimat ringkas dengan kalimat ringkas lain.

Berikut ini contoh slide yang memberikan white space.

Pada gambar di atas, slide sebelah kiri tidak ada white space nya, sehingga antara gambar dan teks tampak bertumpuk dan sulit untuk dilihat oleh mata audiens Anda. Sementara itu, slide sebelah kanan tampak ada white space yang bisa digunakan untuk menempatkan teks yang Anda ingin sampaikan. White space tersebut dibuat dengan menggunakan gradient shape

Demikianlah, 5 prinsip mendesain slide presentasi yang menarik.

Jika Anda menerapkan kelima prinsip tersebut dalam mendesain slide presentasi Anda, maka tampilan slide presentasi Anda akan semakin indah. Pesannya menjadi jelas dan makin mudah untuk dipahami oleh audiens Anda.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini kepada kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

 

4 comments on “5 Prinsip Mendesain Slide Presentasi Yang Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *