3 Jenis Desain Slide Presentasi Yang Perlu Anda Ketahui

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk menyenangkan audiens Anda adalah dengan mengefektifkan pesan visual yang Anda tampilkan melalui slide presentasi.

Gabungan kekuatan penyampaian pesan secara verbal dengan slide presentasi yang ditampilkan secara visual akan memberikan pengaruh yang lebih baik pada diri audiens Anda.

Karena itu, kehadiran slide presentasi bukanlah sekadar alat bantu, melainkan slide presentasi sesungguhnya menjadi mitra bagi Anda dalam melakukan presentasi. Akibatnya, Anda mesti mengoptimalkan keberadaannya.

Slide presentasi yang Anda siapkan bukan hanya disiapkan ala kadarnya, tetapi buatlah desain slide presentasi dengan optimal dan semenarik mungkin. Lahirkan desain slide presentasi yang bukan cuma indah, tetapi juga informatif dan mudah dipahami oleh audiens Anda ketika ditampilkan. Maknai bahwa desain slide presentasi bukanlah sekadar memasukkan gambar ke dalam slide, lalu digabungkan dengan teks yang menyertainya.

Pada dasarnya, slide presentasi merupakan sebuah bentuk komunikasi. Visualisasi slide presentasi yang serampangan, tanpa desain yang mampu membangkitkan gairah pada diri audiens, dapat membuat mereka tidak semangat untuk memperhatikan presentasi Anda.

Sesungguhnya untuk membuat slide presentasi yang menarik, Anda tidak perlu menjadi ahli desain. Asalkan Anda tahu prinsip, elemen, fitur kreatif, teknik dan sumber inspirasi desain slide presentasi, maka Anda dapat menghasilkan slide presentasi yang menarik.

Jenis desain slide presentasi yang termasuk dalam kategori elemen desain slide presentasi merupakan hal yang perlu Anda ketahui untuk menghasilkan slide presentasi yang menarik.

Ada tiga jenis desain slide presentasi yang dapat Anda gunakan untuk menyajikan slide presentasi yang menarik dari sudut pandang gambar yang digunakan.

Jenis Desain Slide Presentasi # 1 : Rich Design

Andy Sukma Lubis (2019) menjelaskan bahwa jenis slide presentasi ini menggunakan gambar yang sesungguhnya. Dhony Firmansyah (2021) juga menyebutkan bahwa jenis desain ini disebut juga dengan skeumorphic design. Ciri khas desain ini adalah membawa obyek sesungguhnya ke dalam bentuk visual, lengkap dengan teksturnya, bayangannya dan karakter obyek riil.

Berikut ini contoh slide presentasi yang masuk kategori rich design.

Jenis Desain Slide Presentasi # 2 : Flat Design

Dalam flat design tidak ditemukan penggunaan gambar yang sebenarnya. Semua gambar ditampilkan dalam format dua dimensi dalam bentuk vektor.

Andy Sukma Lubis (2019) mengemukakan bahwa flat design ini banyak dijumpai dalam penggunaan infografis. Jenis desain ini menggunakan bentuk shape dan garis untuk mempercantik tampilan visualnya. Flat design adalah jenis desain modern minimalis dua dimensi.

Selain itu, Dhonny Firmansyah (2021) menyebutkan bahwa flat design merupakan pendekatan desain minimalis yang mengutamakan fungsi, dengan ciri khas tampilan yang bersih, ruang kosong yang lebar, sudut yang tajam, warna yang cerah dan ilustrasi dua dimensi. Karena banyak menggunakan ilustrasi dan gambar yang sederhana, maka flat design lebih mudah dibuat.

Prinsip-prinsip yang digunakan dalam membuat flat design sangat bisa diterapkan untuk membuat slide presentasi. Berikut ini contoh slide presentasi yang masuk dalam kategori flat design.

Jenis Desain Slide Presentasi # 3 : Isometric Design

Isometric design adalah salah satu tren yang kini sedang diperbincangkan oleh banyak desainer. Isometric design ini juga tidak menggunakan gambar sesungguhnya.

Menurut Design Pickleisometric design adalah cara untuk merepresentasikan objek 3D (tiga dimensi) dengan mengikuti pengukuran yang tepat.

Saat membuat desain dengan teknik ini ketiga sumbu yaitu lebar, tinggi, dan kedalaman haruslah sama. Idealnya, ketiga sumbu tersebut harus berpotongan di sudut 120 derajat.

Bisa dibilang bahwa isometric design adalah objek yang bukan berbentuk 3D yang asli, karena dibuat dalam 2D (dua dimensi). Hasil visualnya terlihat lebih menarik dan mudah dipahami oleh pengguna. Pasalnya, ada penambahan unsur kedalaman atau depth yang tidak dimiliki oleh desain 2D.

Isometric design ini dapat diterapkan dalam membuat slide presentasi. Berikut ini contoh slide presentasi yang masuk dalam kategori isometric design.

Demikianlah, 3 jenis desain slide presentasi yang perlu Anda ketahui dari sudut pandang gambar yang digunakan.

Dalam praktiknya, Anda dapat menggabungkan ketiga jenis desain ini dalam slide presentasi yang ditampilkannya. Misalnya, sebagian halaman slide menggunakan pendekatan rich design, sementara pada bagian halaman lain dari slide Anda menggunakan pendekatan flat design dan isometric design.

Jika Anda mendesain slide presentasi Anda yang sebagian slide nya dibuat dengan pendekatan rich design dan sebagian lainnya dengan pendekatan flat design dan isometric design, maka variasi dari slide presentasi Anda akan menjadi lebih tampak, disamping Anda bisa juga mengkombinasi elemen desain seperti tema warna, gambar, font dan teknik desain slide presentasi agar slide presentasi Anda terlihat semakin menarik.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar untuk postingan ini dan mohon dapat membagikan postingan ini kepada kolega Anda, agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang dan postingan menarik lainnya dapat muncul tiap hari Senin pagi.

 

 

7 comments on “3 Jenis Desain Slide Presentasi Yang Perlu Anda Ketahui
  1. Terimaksih atas share ilmunya, semoga Tuhan YME melimpahkan kebaikan bagi bapak sekeluarga selalu sehat dan terus berkarya untuk ummat. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *