Chris Westfall (2019) menyebutkan bahwa kira-kira 35 juta presentasi Power Point disampaikan setiap hari kepada lebih dari 500 juta audiens di seluruh dunia.

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa sebagian besar slide presentasi Power Point tersebut merupakan slide presentasi yang buruk. Hal itu dikatakan oleh Guy Kawasaki, seorang pembicara, penulis dan mantan pegawai Apple. Ia mengatakan hal tersebut, karena slide presentasi yang dibuat menggunakan kalimat yang panjang-panjang, membosankan, dan tidak membuat audiens terlibat.

Bagaimana dengan slide presentasi yang Anda miliki atau yang pernah Anda buat sendiri ? Apakah slide presentasi yang Anda buat termasuk dalam kategori 95 % itu atau mungkin yang 5 % yang tampilannya menarik, mudah dipahami, dan asyik untuk dinikmati.

Mendesain slide presentasi sudah menjadi kebutuhan Anda baik bagi Anda yang bekerja di lingkungan akademis maupun di lingkungan kantor. Slide presentasi menjadi media untuk menyampaikan materi atau ide agar lebih mudah dipahami oleh audiens Anda. Jika mereka mudah memahami materi atau ide yang Anda sampaikan, maka mereka akan mudah untuk mengingat materi atau ide tersebut.

Saat ini sudah bukan zamannya lagi Anda menampilkan kalimat-kalimat yang panjang dalam slide presentasi Anda. Ide tersebut sudah usang alias kuno. Jika Anda melakukan hal itu, maka presentasi Anda menjadi membosankan.

Terkait dengan slide presentasi, maka ada 3 aspek yang perlu Anda ketahui.

Mari kita bahas satu per satu 3 aspek tersebut.

Aspek # 1 : Peran Slide Presentasi

Peran slide presentasi bukanlah sekadar alat bantu presentasi saja. Mungkin beberapa orang beranggapan demikian. Karena hanya dianggap sebagai alat bantu, maka slide presentasi kesannya dianggap remeh.

Akibatnya, slide presentasi dibuat secara asal-asalan. Slide presentasi yang dibuat hanya copy  paste (copas) materi dari Microsoft Word atau Excel. Isi slidenya penuh dengan tulisan dan data, sehingga melelahkan mata audiens yang melihatnya. Yang penting hanya memenuhi syarat bahwa untuk melakukan presentasi ada slide presentasinya.

Sekarang mindset kita tentang slide presentasi mesti diubah. Slide presentasi merupakan media partner ketika kita melakukan presentasi. Kita harus memaksimalkan partner kita (slide presentasi), agar tujuan presentasi yang kita lakukan dapat tercapai, yaitu untuk memberikan informasi atau meyakinkan audiens kita.

Sebagai media partner bagi kita, maka kita perlu menjadikan slide presentasi yang kita buat menjadi media dalam memvisualisasikan pesan yang ingin kita sampaikan dan memperkuat pesan yang hendak kita sampaikan.

Aspek # 2 : Mengapa Harus Mendesaian Slide Presentasi Yang Menarik

Slide presentasi yang Anda buat bukan hanya sekadar menggugurkan kewajiban Anda bahwa Anda telah membuat slide presentasi untuk mendukung pesan yang ingin Anda sampaikan, tetapi Anda juga mesti membuat slide presentasi yang menarik. Slide presentasi yang menarik merupakan slide presentasi yang indah dan tampilannya harmonis yang terlihat dari elemen desainnya seperti layout, gambar, icon, shape, garis, kombinasi font, dan tema warna.

Ada tiga alasan mengapa Anda harus membuat slide presentasi yang menarik.

1. Slide Presentasi Yang Menarik Membuat Audiens Mudah Menerima Gagasan Anda.

Anda yang melakukan presentasi tak ubahnya seperti seorang penjual. Seorang penjual punya satu tujuan, yaitu bagaimana barang dagangannya laku. Jika Anda menyampaikan materi pembelajaran, ide bisnis atau program pembangunan, maka Anda tentu mengginginkan bahwa apa yang Anda sampaikan diikuti oleh audiens yang mendengarkan presentasi Anda.

Dalam melakukan presentasi itu, jika Anda menampilkan slide presentasi yang menarik yang menghadirkan keindahan, maka slide presentasi Anda akan memunculkan kegembiraan bagi audiens Anda. Kegembiraan tersebut menjadi pemantik dalam mengubah perilaku audiens Anda (Andy Sukma Lubis, 2019).

Dengan kegembiraan yang ada pada audiens Anda, maka audiens Anda dengan mudah tergerak untuk mengikuti apa yang Anda sampaikan. Sehingga, audiens Anda bisa menerima materi pembelajaran, ide bisnis atau program pembangunan yang Anda utarakan.

2. Slide Presentasi Yang Menarik Membuat Audiens Anda Mudah Melihatnya.

Tampilan slide presentasi yang menarik yang merupakan slide presentasi yang indah dan visual membuat konten presentasi Anda mudah dilihat. Audiens Anda mudah melihatnya, karena slide presentasi yang Anda sajikan menyuguhkan visualisasi informasi, bukan dengan tampilan kalimat yang panjang-panjang.

Visualisasi informasi itu disajikan dengan point-point penting yang ukuran font-nya disesuaikan dengan tingkat keterbacaan oleh audiens Anda yang didukung oleh gambar yang relevan.

Dengan membuat slide presentasi yang menarik yang membuat audiens Anda mudah melihat point-point presentasi Anda, maka audiens Anda akan fokus mendengarkan elaborasi dari point-point penting tersebut.

3. Slide Presentasi Yang Menarik Membuat Audiens Anda Mudah Memahaminya.

Slide presentasi yang membosankan yang berisi kalimat yang panjang-panjang akan membuat audiens Anda tidak mudah memahami apa yang Anda sampaikan. Sebaliknya, jika slide presentasi yang Anda buat merupakan slide presentasi yang menarik yang berisi keindahan dan dengan tampilan yang harmonis, maka hal itu akan membuat otak audiens Anda menjadi tercerahkan, sehingga akan mudah memahami apa yang Anda jelaskan.

Dalam menerima pesan presentasi, audiens Anda tentu berpikir untuk memproses informasi yang Anda sampaikan. Jika audiens Anda diberikan pilihan antara tugas yang mudah (presentasi yang didukung oleh slide yang menarik) dan tugas yang sulit (presentasi dengan slide yang membosankan), maka otak audiens Anda akan memilih tugas yang mudah. Akibatnya, audiens Anda akan mudah memahami apa yang Anda sampaikan.

Berikut ini adalah 3 contoh slide presentasi yang menarik.

Aspek # 3 : Kesalahan Dalam Mendesain Slide Presentasi

Banyak orang melakukan hal yang sama dalam membuat slide presentasi yang mana hal itu merupakan sebuah kesalahan. Bisa jadi kesalahan ini terjadi, karena mereka hanya sekadar membuat slide presentasi, tetapi tidak pernah membuat slide presentasi dengan pendekatan desain. Berikut ini diuraikan 10 kesalahan dalam mendesain slide presentasi, yaitu :

1.  Konten Presentasi Yang Tidak Sistematis.

Dalam hal ini pesan presentasi yang disampaikan dalam slide presentasi tidak diuraikan secara sistematis. Dengan pesan yang tidak sistematis, maka audiens Anda seakan dipaksa untuk mencari jejak tentang apa pesan utama yang ingin disampaikan kepada mereka.

Anda hendaknya mempersiapkan terlebih dahulu konten presentasi yang Anda ingin buat slide presentasinya. Coba Anda buat cerita dari presentasi Anda mulai dari awal hingga bagian penutupnya. Dengan membuat alur cerita yang sistematis dari konten presentasi Anda, maka audiens Anda akan mudah mengikuti presentasi Anda.

2.  Teks Dengan Kalimat Yang Panjang

Slide dengan kalimat yang panjang akan membuat audiens Anda cenderung untuk membacanya. Pada titik inilah audiens Anda akan terganggu, karena audiens Anda pada saat yang bersamaan mereka akan membaca slide Anda dan juga mendengarkan apa yang Anda sampaikan. Hal ini akan membuat audiens Anda tidak fokus, karena cara kerja otak dari audiens Anda tidak mungkin melakukan dua hal dalam waktu yang bersamaan.

Karena itu, Anda mesti persingkat kalimat yang Anda tuliskan. Gunakan kata kunci yang menjadi kekuatan dalam kalimatnya. Sederhanakan pesan yang rumit untuk memberikan dampak yang tak terlupakan.

3.  Menggunakan Bullet Point.

Hindari bullet point dalam membuat slide presentasi Anda. Slide presentasi yang dibuat tanpa menggunakan bullet point akan membuat audiens Anda mudah mengingat point slide presentasi Anda.

Untuk menghindari bullet point, maka Anda bisa memilih point utama yang akan Anda tampilkan dan buang kata-kata lainnya. Dan, Anda dapat juga menambahkan icon dan gambar yang relevan yang terkait dengan point utama tersebut untuk memperindah tampilan slide presentasi Anda.

4.  Teks Berukuran Kecil.

Ukuran font yang kecil akan menjadikan pesan presentasi yang Anda tampilkan tidak mudah ditangkap oleh mata audiens Anda karena sulit terbaca. Hanya dengan memperbasar ukuran teks beberapa point, maka teks yang tertulis dalam slide presentasi akan menjadi jelas. Dan tentunya teksnya akan mudah terbaca dengan baik saat diproyeksikan.

5.  Slide Yang Tidak Visual.

Slide yang menarik adalah selain indah, slide tersebut juga memiliki kesan yang visual. Bukan slide presentasi yang dipenuhi oleh teks atau kalimat penjelasan yang sebenarnya bisa Anda utarakan sendiri.

Slide yang kuat secara visual akan mampu memunculkan emosi, rasa penasaran, dan perhatian audiens untuk mengikuti presentasi Anda sampai akhir. Dan juga mampu membuat audiens Anda untuk melakukan action terhadap apa yang Anda sampaikan.

6.  Gambar Yang Menggantung

Gambar yang menggantung adalah gambar tersebut melayang. Tampak bahwa gambar tersebut tidak terlihat natural. Hal ini sering terjadi ketika Anda telah melakukan remove background dari latar belakang sebuah obyek dari gambar. Oleh karena itu, Anda mesti memastikan bahwa gambar yang Anda tempatkan pada slide presentasi berada pada ujung slide.

7.  Gambar Memunggungi Tulisan

Ketika kita membuat slide presentasi yang berisi teks, maka seharusnya kata-kata itu keluar dari lisan kita bukan ? Teks berada pada posisi di depan, sementara gambar berada pada posisi di belakang.

Oleh karena itu, agar terlihat natural, maka letakkan teks itu di depan gambar, bukan memunggungi gambar.

8.  Warna Yang Menyakitkan Mata.

Pernahkan Anda melihat slide di bawah ini di bagian yang sebelah kiri ? Apa yang Anda rasakan ? Mata Anda akan perih melihat slide presentasi tersebut. Berbeda ketika Anda melihat slide presentasi yang sebelah kanan. Mata Anda akan enak untuk melihat slide presentasi tersebut.

Karena itu, dalam mendesain slide presentasi, maka Anda perlu menggunakan warna yang kontras. Dengan menggunakan warna yang kontras, maka mata Anda akan lebih nyaman untuk melihat slide presentasi tersebut.

9.  Obyek Slide Presentasi Asal Letak.

Obyek slide presentasi seperti gambar yang dimasukkan ke dalam slide presentasi hanya sekadar untuk memenuhi ruang kosong. Slide presentasi yang terletak pada bagian sebelah kiri tampak tidak menarik dibandingkan dengan slide presentasi yang terletak pada bagian sebelah kanan. Hal ini karena slide presentasi yang sebelah kiri penempatan obyek slide presentasi tampak tidak harmonis dibandingkan dengan penempatan obyek slide presentasi yang sebelah kanan.

10.  Animasi dan Transisi Yang Terlalu Banyak.

Jika Anda menggunakan hampir semua animasi dan transisi yang disediakan oleh Microsoft Point, maka hal itu akan membuat audiens Anda terganggu untuk menerima pesan presentasi yang Anda sampaikan.

Animasi yang tidak perlu seperti blinking text, bouncing, dan lainnya akan membuat slide presentasi Anda terlihat tidak professional. Oleh karena itu, gunakan animasi seperlunya saja agar slide presentasi anda efektif. Juga, Anda perlu menggunakan transisi yang secukupnya agar pesan presentasi Anda bisa tersampaikan.

Demikianlah, 3 aspek mengenai slide presentasi yang perlu Anda ketahui.

Pertama, Anda perlu mengetahui peran slide presentasi. Kedua, Anda perlu mengetahui mengapa harus mendesaian slide presentasi yang menarik. Ketiga, Anda perlu mengetahui kesalahan dalam mendesain sllide presentasi.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.