3 Langkah Membuat Slide Presentasi Yang Menarik

Peran slide presentasi bukanlah sekadar alat bantu presentasi saja. Slide presentasi merupakan media partner ketika Anda melakukan presentasi. Oleh karena itu, Anda harus memaksimalkan partner Anda (slide presentasi), agar tujuan presentasi yang Anda lakukan dapat tercapai, yaitu untuk memberikan informasi atau meyakinkan audiens Anda.

Mendesain slide presentasi sudah menjadi kebutuhan Anda baik bagi Anda yang bekerja di lingkungan akademis maupun kantor. Slide presentasi menjadi media untuk menyampaikan materi atau ide agar lebih mudah dipahami oleh audiens Anda. Jika mereka mudah memahami materi atau ide yang Anda sampaikan, maka mereka akan mudah untuk mengingat dan menerima materi atau ide tersebut.

Saat ini sudah bukan zamannya lagi Anda menampilkan kalimat-kalimat yang panjang dalam slide presentasi Anda. Ide tersebut sudah usang alias kuno. Jika Anda melakukan hal itu, maka presentasi Anda akan membosankan. Oleh karena itu, Anda mesti membuat slide presentasi yang menarik.

Slide presentasi yang menarik merupakan slide presentasi yang indah dan tampilannya harmonis yang terlihat dari elemen desainnya seperti layout, gambar, icon, shape, garis, kombinasi font, dan tema warna.

Mengapa Anda harus membuat slide presentasi yang menarik ?

Ada tiga alasan bahwa Anda harus membuat slide presentasi yang menarik.

Pertama, slide presentasi yang menarik membuat audiens mudah menerima gagasan Anda. Kedua, slide presentasi yang menarik membuat audiens Anda mudah melihatnya. Ketiga, slide presentasi yang menarik membuat audiens Anda mudah memahaminya.

Lantas, bagaimana mendesain slide presentasi yang menarik ?

Ada 3 langkah membuat slide presentasi yang menarik.

Mari kita bahas satu per satu langkahnya.

Langkah # 1 : Siapkan Konten Presentasi.

Konten presentasi mesti hadir sebelum desain slide presentasi. Konten itu ibarat kakak dan desain slide presentasi adalah adiknya. Kakak pasti lahir terlebih dahulu dari adiknya.

Tanpa memikirkan konten presentasi terlebih dahulu dan Anda langsung mendesain slide presentasi, maka tampilan slide presentasi Anda akan terlihat seperti dekorasi. Banyak tempelan sana sini. Apa yang tengah melintas di benak Anda, maka Anda langsung buat visualisasinya.

Selain itu, slide presentasi Anda juga tidak mempunyai sistematika. Slide presentasi Anda tidak mempunyai alur. Akibatnya, audiens Anda tidak akan mudah untuk memahami presentasi yang Anda sampaikan.

Cara untuk menghasilkan konten yang terstruktur adalah dengan mulai menuliskan apa yang ingin Anda sampaikan. Konten presentasi yang Anda siapkan mesti sesuai dengan harapan audiens Anda. Konten presentasi yang Anda akan sampaikan mesti benar-benar bisa menjadi solusi atas masalah yang dialami oleh audiens Anda.

Dalam menyusun konten presentasi, Anda bisa menyusunnya menjadi 3 bagian. Bagian pertama, pembukaan. Bagian kedua, isi materi. Bagian ketiga, penutup.

Pada bagian pembukaan, Anda menyampaikan โ€œwhyโ€ audiens Anda mesti mendengarkan presentasi Anda. Inti dari โ€œwhyโ€ ini ada dua hal, yaitu membuat audiens Anda gelisah atau membuat harapan muncul di dalam pikiran mereka. Setelah audiens berpikir hal tersebut, maka audiens akan berpikir mengenai urgensi dari materi yang Anda sajikan.

Kemudian, pada bagian isi materi, Anda dapat menyampaikan pengertian, prinsip terkait pesan presentasi yang Anda sampaikan, langkah-langkah kunci dari pesan yang Anda bawakan atau solusi yang Anda kemukakan.

Lalu, pada bagian penutup, Anda bisa menyampaikan intisari dari materi yang Anda jelaskan. Selain itu, Anda dapat juga menyampaikan quote atau pernyataan inspiratif yang relevan dengan materi yang Anda jelaskan. Tambahan pula, Anda bisa juga menjelaskan kalimat ajakan (call to action) untuk membuat audiens Anda tergerak untuk melakukan sesuatu atas apa yang Anda presentasikan.

Konten presentasi yang berisi narasi dari cerita presentasi Anda mulai dari bagian pembukaan, isi materi dan penutupan dapat Anda tuangkan ke dalam storyboard.

Storyboard adalah desain halaman per halaman slide presentasi yang disusun secara berurutan. Storyboard ini menggambarkan seperti apa tampilannya atau mau seperti apa tulisannya dan rangkaian pesan yang ada pada setiap halaman slide-nya.

Untuk membuat storyboard yang berbentuk kotak segi empat, Anda dapat menggunakan kertas A4 atau sticky note. Anda dapat berkreasi bagaimana tampilan slide presentasi Anda pada kertas A4 atau sticky note mulai dari slide cover presentasi hingga slide penutupnya.

Contoh storyboard dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini. Dan, Anda dapat menambahkan gambar atau chart terkait dengan pesan yang akan disampaikan.

Untuk memberikan contoh penerapan pembuatan slide presentasi, maka kita bisa gunakan  konten presentasi dengan tampilan storyboard khusus untuk slide cover seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 2 : Siapkan Elemen Desain.

Elemen desain disini maksudnya adalah hal-hal yang diperlukan untuk membuat slide presentasi. Elemen desain ini perlu dipersiapkan agar ketika Anda membuat slide presentasi menjadi lebih mudah.

Ada beberapa hal dalam elemen desain slide ini yang perlu disiapkan.

Pertama, ukuran slide. Ukuran slide dalam power point ada 3 macam, yaitu : ukuran 16:9; ukuran 4:3 dan custom size. Untuk membuat slide presentasi, Anda dapat menggunakan ukuran 16:9, karena ukuran layar komputer kebanyakan berukuran 16:9, sehingga ketika slide presentasi muncul di slide show, tampilannya akan memenuhi seluruh bagian layar monitor.

Kedua, grid. Grid adalah garis bantu yang sangat diperlukan dalam menempatkan teks atau gambar dalam slide presentasi, sehingga dihasilkan desain slide presentasi yang rapi, simetris dan berpola yang akan membuat slide Anda menjadi lebih indah. Grid adalah sebuah garis putus-putus vertikal dan horizontal yang fungsinya mirip dengan penggaris.

Ketiga, warna. Penggunaan warna yang tidak tepat menjadi salah satu hal yang dapat membuat mata audiens Anda menjadi lelah atau malas melihat slide presentasi Anda. Penggunaan warna yang pas bisa menjadikan pesan visual slide menjadi enak dipandang. Untuk kombinasi warna yang dapat Anda gunakan dalam slide presentasi Anda, maka Anda dapat mencarinya di https://color.adobe.com atau https://coolors.co. Selain itu, untuk meyakinkan kombinasi warna yang Anda pilih sudah pas, maka Anda dapat menggunakan color contrast checker yang ada di https://coolors.co/contrast-checker.

Keempat, font. Font diperlukan untuk menulis pesan Anda di dalam slide. Untuk kombinasi judul dan teks, Anda dapat menggunakan kombinasi berikut ini : league spartan dan lato; oswald (bold) dan open sans; impact dan roboto; anton dan poppins; titillium web black dan nunito; dan arial black dan arial.

Kelima, gambar. Ada dua gambar yang dapat Anda gunakan. Pertama adalah gambar foto. Gambar foto diperlukan dalam slide presentasi Anda untuk memunculkan kesan hidup yang dapat menggugah emosi dari audiens Anda. Anda dapat mencari gambar foto yang tidak berbayar yang relevan dengan pesan yang Anda sampaikan pada internet seperti di https://www.pexels.comhttps://unsplash.comhttps://pixabay.com. Selain itu, Anda dapat mengambil gambar foto dari kamera digital atau kamera smartphone. Kedua adalah gambar vektor. Gambar vektor ini cocok untuk slide infografis. Anda dapat mencari gambar vektor di https://freepik.com.

Keenam, icon. Icon menurut Aurora Harley, konsultan di Nielsen Norman Group seperti yang dijelaskan dalam https://www.nngroup.com/articles/icon-usability/ adalah representasi visual dari obyek, aksi atau ide. Jadi, dengan menggunakan icon pada presentasi, maka audiens Anda akan lebih mudah dan cepat memahami informasi yang ingin Anda sampaikan sebelum menggunakan icon.  Selain itu, icon juga dapat memperindah tampilan visual pada slide presentasi Anda.

Untuk kasus slide cover yang ingin dibuat pada langkah # 1, maka elemen desain yang diperlukan dapat dijelaskan sebagai berikut.

Untuk ukuran slide, Anda bisa menggunakan ukuran 16:9. Lalu, untuk grid, Anda bisa membuatnya dengan menggunakan fitur view dan guides yang hasilnya seperti gambar di bawah ini. Eleman desain yang Anda gunakan perlu berada di dalam grid tersebut agar desain slide presentasi Anda menjadi rapi dan terlihat ada ruang kosongnya (white space).

Sementara itu, untuk tema warna dan font, Anda bisa menggunakannya seperti gambar di bawah ini.

Sedangkan untuk gambar dan icon, maka Anda dapat menggunakan gambar dan icon seperti di bawah ini dimana gambar dapat Anda temukan di www.pexels.com dan icon dapat Anda cari Microsoft Power Point versi 2019 atau https://freeicons.io/.

Langkah # 3 : Buat Slide Presentasi.

Untuk membuat slide presentasi yang menarik, maka Anda perlu menggunakan teknik kreatif desain slide presentasi. Teknik kreatif desain slide presentasi adalah langkah-langkah untuk membuat slide power point yang menarik. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan prinsip desain slide presentasi seperti visual, sederhana, CRAP (contrast, repetition, alignment, proximity), dan white space.

Untuk kasus slide cover yang ingin dibuat pada langkah # 1, misalnya Anda dapat menggunakan teknik creative merge shape. Dan fitur yang Anda gunakan adalah merge shape yang ada di Microsoft Power Point minimal versi 2013.

Di dalam fitur merge shape tersebut, Anda menggunakan fitur UNION yang Anda gunakan untuk menggabungkan beberapa bentuk shape. Dan, Anda perlu menggunakan fitur INTERSECT untuk memasukkan gambar ke dalam shape yang telah Anda gabungkan dengan fitur UNION.

Slide presentasi yang dapat Anda buat dengan menggunakan teknik creative merge shape hasilnya ditunjukkan seperti gambar di bawah ini.

Langkah membuat slide presentasi di atas dengan teknik creative merge shape adalah sebagai berikut :

  1. Masukan 9 shape rectangle seperti gambar di atas ke dalam slide baru.
  2. Gabungkan kesembilan shape dengan menggunakan fitur UNION.
  3. Masukan gambar ke dalam slide yang berisi shape yang telah di-UNION dan letakkan gambar tersebut di belakang shape yang telah di-UNION dengan menggunakan fitur send to back.
  4. Masukan gambar ke dalam shape yang telah di-UNION dengan cara klik gambar, tekan tombol shift sambil ditahan, klik shape yang telah di-UNION, pilih fitur shape format, pilih fitur merge shape, dan pilih fitur intersect.
  5. Berikan warna background hitam dengan meng-klik kanan mouse, pilih fitur format background, pilih fitur fill, pilih solid fill, dan pilih fitur color dengan warna hitam.
  6. Masukan teks dan icon.

Demikianlah, 3 langkah membuat slide presentasi yang menarik.

Pertama, siapkan konten presentasi. Kedua, siapkan elemen desain. Ketiga, buat slide presentasi.

Membuat slide presentasi yang menarik caranya sangatlah mudah. Dengan mengikuti 3 langkah di atas dan terus berlatih, maka Anda akan terampil dalam membuat slide presentasi yang menarik.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

45 comments on “3 Langkah Membuat Slide Presentasi Yang Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *