Slide presentasi yang Anda buat mempunyai elemen desain di dalamnya. Elemen desain tersebut bisa berupa gambar, teks, shape atau garis.

Sebenarnya tidak ada aturan yang baku ketika Anda hendak meletakkan gambar di dalam slide presentasi (Thovids, 2014). Namun, permasalahan muncul ketika Anda hendak memasukkan lebih dari satu gambar ke dalam slide. Tentunya, Anda tidak sekadar menempatkan gambar tanpa memperhatikan efek keindahan dan fungsi gambar tersebut. Disinilah layout berfungsi untuk mengoptimalkan tata letak, sehingga tampilannya terlihat lebih menarik.

Teck (2015) menyampaikan istilah zona untuk menempatkan konten di dalam slide presentasi. Sebenarnya istilah zona tersebut menggambarkan tentang layout.

Memposisikan konten slide presentasi ke dalam zona yang sudah ditentukan akan membuat elemen desain slide presentasi Anda tampak lebih profesional.

Bergantung pada konten yang Anda punya, maka Anda mesti memilih jenis zona yang cocok dengan kontennya. Jenis zona tersebut akan membatasi jumlah konten, karena Anda mesti memasukkan konten yang cocok untuk dimasukkan ke dalam zona tersebut. Konten yang masuk ke dalam zona tersebut merupakan sebuah praktik yang baik untuk memastikan bahwa Anda tidak memenuhi slide dengan konten yang tidak perlu.

Berikut 4 ide layout untuk membuat slide presentasi. Isi layout atau zona tersebut bisa berupa teks, gambar, shape atau garis.

Mari kita bahas satu per satu dari keempat ide layout tersebut.

Layout # 1 : Horizontal Split

Contoh layout di atas membagi slide presentasi ke dalam zona kiri dan kanan. Pembagian tersebut ditandai dengan garis putih putus-putus pada slide di atas. Pada satu sisi, Anda dapat menunjukkan gambar. Sementara itu, pada sisi yang lain, Anda dapat meletakkan teks. Pada praktiknya, Anda dapat mempertukarkan letak gambar dan teksnya, apakah pada zona kiri atau kanan.

Layout # 2 : Vertical Split

Contoh layout di atas membagi slide presentasi ke dalam zona atas dan bawah. Garis putih putus-putus pada slide di atas menandai pembagian zona tersebut. Pada zona bagian atas, Anda dapat menunjukkan gambar. Sementara itu, pada zona bagian bawah, Anda dapat menempatkan teks dan shape. Demikian sebaliknya, pada zona bagian atas, Anda dapat menunjukkan teks dan shape, sedangkan pada zona bagian bawah, Anda dapat memperlihatkan gambar.

Layout # 3 : Double Vertical Split

Contoh layout di atas membagi slide presentasi ke dalam tiga zona vertikal yang ditandai dengan dua garis putih putus-putus. Pada zona bagian tengah, Anda dapat menunjukkan pesan utama atau judul dari slide presentasi. Sementara pada zona bagian atas dan bawah, Anda dapat menunjukkan teks yang mendukung pesan utamanya.

Layout # 4 : M Zone

Contoh layout di atas membagi slide presentasi dimana Anda dapat meletakkan pesan utama atau judul presentasi pada bagian atas bersama tiga konten pendukung pada bagian bawah slide. Garis putih putus-putus menandai pembagian zona. Pada zona bagian atas, Anda dapat menempatkan pesan utama atau judul slide. Sementara itu, pada tiga zona bagian bawah, Anda dapat meletakkan shape dan teks yang mendukung pesan utama.

Demikianlah, 4 ide layout slide presentasi yang perlu Anda ketahui.

Empat ide layout di atas hanyalah contoh. Dengan kreatifitas yang Anda punyai, maka Anda dapat membuat berbagai jenis layout slide presentasi. Layout yang telah Anda buat dapat Anda simpan di dalam komputer Anda sebagai bahan atau ide untuk membuat slide presentasi Anda selanjutnya.

Bentuk layout slide presentasi yang Anda buat bergantung pada konten slide presentasi yang ingin Anda tampilkan. Dengan adanya layout slide presentasi, maka slide presentasi yang Anda siapkan akan tampak lebih rapih dan profesional.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini agar postingan minggu berikutnya bisa menampilkan insight yang lebih baik. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.