Ketika Anda melakukan presentasi dengan pendekatan storytelling, maka Anda dapat membawa audiens Anda ke dalam suatu perjalanan emosional. Ketika disajikan secara otentik dengan logika dan visual yang kuat untuk memperkuat pesan Anda, maka cerita yang dibuat dengan baik dapat mendorong audiens Anda untuk bertindak.

Fakta dan data yang disajikan tanpa cerita seringkali sulit untuk diikuti karena tidak memiliki konteks. Mungkin Anda pernah mengalami mengikuti presentasi yang berisi bullet points dan charts yang membuat audiens Anda bosan, bingung, dan tidak mengingat apa pun dari presentasi yang Anda sampaikan.

Memasukan cerita ke dalam penjualan produk, promosi atau pemberian rekomendasi kepada audiens Anda sesungguhnya sangat sederhana. Intinya adalah penggunaan struktur cerita yang dapat memperkuat komunikasi Anda.

Ketika pendekatan storytelling Anda gunakan untuk membantu audiens Anda untuk mengambil keputusan, maka pendekatan tersebut sangat berguna bagi presentasi Anda. Keputusan yang kita buat didasarkan pada logika (yang menarik bagi otak kiri) dan emosi (yang menarik bagi otak kanan).

Namun, ilmu saraf (neuroscience) telah membuktikan bahwa emosi lebih penting dari pada logika dalam hal mendorong keputusan—bahkan di ruang rapat. Cara terbaik untuk membangun kombinasi pendorong keputusan yang kuat ini adalah dengan merangkai fakta, data, dan ide Anda ke dalam sebuah kerangka cerita.

Presentasi dengan pendekatan storytelling sangat berguna bagi siapa saja yang mempresentasikan updates, laporan, atau menginginkan ide mereka memengaruhi keputusan.

Kurnoff dan Lazarus (2021) mengatakan bahwa ada sebuah framework yang sederhana yang dapat Anda gunakan untuk melakukan presentasi dengan pendekatan storytelling.

Framework nya menggunakan tiga komponen, yaitu why, what dan how.

Mari kita bahas satu per satu tiga komponen tersebut

Komponen # 1 : Why

Komponen Why terdiri dari setting, characters dan conflict. Secara spesifik, komponen ini digunakan untuk menyajikan ide, data dan insights untuk menginformasikan mengapa audiens Anda perlu peduli dengan solusi yang Anda tawarkan. Komponen Why ini dapat dipresentasikan apakah secara verbal atau visual dalam waktu 30 detik, 60 detik atau lebih bergantung pada berapa banyak waktu yang Anda miliki.

Setting adalah gambaran mengenai keaadan, waktu, atau tempat. Setting ini memberikan konteks untuk pesan dari cerita Anda. Character adalah siapa yang dipengaruhi oleh situasi yang telah Anda sampaikan pada setting. Character ini bisa pelanggan, karyawan, atau tim Anda. Conflict adalah masalah atau ketegangan yang membuat audiens Anda peduli dengan cerita Anda.

Komponen # 2 : What

Setiap cerita yang baik perlu sebuah ide besar. Ide besar adalah satu hal yang Anda ingin audiens Anda ingat, karena mereka tidak akan ingat semua hal. Ini adalah What dari cerita Anda.

Sekalipun Anda kekurangan waktu dalam banyak situasi presentasi, namun Anda benar-benar perlu sebuah ide besar.

Dan ini alasannya. Ketika Anda secara sukses memperkenalkan ketidaknyamanan—ketika Anda telah membuat audiens Anda peduli—Andalah yang menyebabkan ketidaknyaman itu. Audiens Anda akan berpikir : “Wow, saya melihatnya. Itu merupakan sebuah masalah.” Hal itu terjadi ketika Anda telah melakukan hal itu dengan tepat.

Kemudian, audiens Anda mengharapkan mereka bisa keluar dari ketidaknyaman tersebut. Mereka memerlukan satu jembatan mental lebih lanjut untuk membantu mereka melewati konflik dan membantu mereka menerima resolusi Anda.

Ide besar akan memuaskan keinginan tersebut. Dan hal itu akan terasa enak bagi audiens Anda. Karena itu, mereka akan mengingatnya.

Komponen # 3 : How

Ibaratnya ketika Anda membawa teman Anda untuk menumpang mobil Anda dalam sebuah perjalanan dan  perjalanan Anda akan berakhir. Artinya, Anda hampir tiba disana, maka Anda harus bergerak dengan cepat menuju resolusi Anda. Ini adalah How dari cerita Anda. Resolusi adalah rekomendasi, solusi, produk atau layanan Anda yang akan memecahkan masalah—konflik—yang Anda membuat audiens Anda peduli.

Secara ringkas, maka dapat dikatakan bahwa Why adalah gambaran kepada audiens Anda untuk membuat mereka peduli dengan cerita Anda dengan menyajikan setting, character dan conflict. Sementara itu, What adalah strategi untuk mengatasi masalah atau ketegangan. Sedangkan, How adalah taktik yang merupakan tindakan yang lebih spesifik dari strategi yang Anda jelaskan.

Dalam gambaran yang ringkas aplikasi dari framework—Why, What, dan How jika diterapkan dalam cerita mengenai asuransi, maka narasinya bisa berbentuk seperti ini.

Narasi Why nya adalah “masa depan terlihat suram untuk menjangkau generasi pembeli asuransi berikutnya”. Masa depan adalah setting. Character adalah pembeli asuransi berikutnya. Dan conflict adalah masa depan yang terlihat suram.

Sementara itu, narasi What nya yang merupakan ide besar adalah “untuk menjangkau pembeli asuransi berikutnya, kita perlu membangun relevansi selama pembelian mereka”. Sedangkan, narasi How nya adalah “kita membangun relevansi dengan pembeli asuransi berikutnya melalui tiga hal, yaitu simplikasi proses pembelian, personalisasi pengalaman konsumen, dan diferensiasi tawaran produk”.

Demikianlah, sebuah framework yang sederhana yang dapat Anda gunakan untuk melakukan presentasi dengan pendekatan storytelling.

Pendekatan storytelling merupakan sebuah pendekatan yang membawa audiens Anda dalam sebuh perjalanan. Yang pertama yang perlu Anda lakukan adalah membangun agar audiens Anda peduli dengan cerita Anda dengan menampilkan setting, character dan conflict.

Setelah itu, Anda sampaikan ide besar Anda yang merupakan satu hal yang Anda ingin audiens Anda mengingat cerita Anda. Ide besar ini dapat menjadi jembatan mental bagi audiens Anda sebelum Anda menjelaskan resolusi Anda.

Terakhir, Anda sampaikan resolusi dari cerita Anda. Resolusi ini adalah solusi yang Anda tawarkan untuk mengatasi masalah dari cerita Anda.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.