Prof Jenifer Aaker dari Stanford Business School dalam Kurnoff dan Lazarus (2021) melakukan sebuah test pada mahasiswanya. Satu per satu mahasiswanya diminta untuk memberikan presentasi untuk menyampaikan sebuah gagasan. Satu dari sepuluh mahasiswanya menggunakan cerita dalam menyampaikan gagasannya. Sementara mahasiswa lainnya menyampaikan gagasan murni hanya dengan fakta dan angka. Setelah itu, mahasiswanya diminta untuk menuliskan apa yang mereka ingat. Hasilnya sangat mengejutkan. Hanya 5 % mahasiswa dapat mengingat angka, sementara itu 63 % mahasiswa bisa mengingat cerita. Artinya, lebih dari sepuluh kali mahasiswa dapat mengingat cerita dibandingkan angka.

Selain itu, Dr. Medina (2014), pakar cara kerja otak menyampaikan bahwa jika visual dipadupadankan dengan baik dengan cerita, maka mereka akan membuat pesan Anda tertanam di memori audiens Anda.

Jika Anda mendengar sepenggal informasi, maka tiga hari kemudian Anda akan mengingat 10 % dari informasi tersebut. Jika informasi tersebut Anda tambah gambar untuk menguatkannya, maka Anda akan mengingat 65 % nya.

Fakta yang disampaikan oleh Prof Jenifer Aaker dan Dr. Medina tersebut di atas dapat dikatakan bahwa pendekatan visual storytelling adalah pendekatan yang sangat penting untuk menyusun materi presentasi, karena materi presentasi yang Anda buat akan mudah diingat oleh audiens Anda.

Kurnoff dan Lazarus (2021) menyebutkan bahwa visual storytelling adalah pendekatan penyusunan materi presentasi dalam bentuk cerita yang ditunjang oleh data dan visual yang memudahkan audiens untuk memahami pesan presentasi Anda

Lebih lanjut Kurnoff dan Lazarus (2021) mengatakan bahwa ada lima alat visual yang teruji yang dapat Anda gunakan untuk memvisualkan slide presentasi Anda dengan pendekatan visual storytelling.

Kelima alat visual tersebut adalah :

  1. Foto.
  2. Diagram.
  3. Data.
  4. Teks.
  5. Video.

Mari kita ulik satu per satu kelima alat visual tersebut.

Alat Visual # 1 : Foto

Foto dapat menjadi alat yang benar-benar kuat dalam storytelling. Foto jauh lebih mudah diingat dari pada teks karena foto memanusiakan pesan Anda dan membantu menghubungkannya dengan audiens Anda pada tingkat emosional. Foto yang digunakan secara tepat dapat membantu pesan Anda mudah dipahami, mampu menggugah emosi audiens Anda dan menarik perhatian mereka.

Alat Visual # 2 : Diagram

Diagram sangat bagus untuk membagi dan mengelompokkan informasi menjadi konsep kecil yang mudah dicerna dengan menggunakan berbagai bentuk shape dan warna.

Diagram dapat menjadi alternatif yang bagus untuk charts dan tabel yang terlalu sering digunakan, bahkan timeline untuk menarik perhatian dan menyampaikan cerita Anda.

Alat Visual # 3 : Data

Data paling sering disajikan dalam bentuk charts, grafik, dan tabel. Namun, jangan takut untuk berpikir di luar charts dengan menggunakan kombinasi angka, teks, dan bentuk basic shapes untuk menarik perhatian audiens Anda dalam memberikan insights dari data yang Anda sajikan dan memajukan cerita yang Anda jelaskan.

Alat Visual # 4 : Teks

Ya, teks adalah jenis visual. Bahkan, itu adalah visual yang paling umum. Dan sayangnya, itu terlalu sering digunakan. Karena program populer seperti power point secara default langsung menyediakan bullet points dan teks, maka kita sering mendapatkan slide yang penuh dengan kata-kata, sehingga audiens sulit untuk melihat dan mencerna dengan cepat. Tetapi, teks dapat bekerja dengan sangat baik bila digunakan dengan warna dan ukuran yang kontras.

 

Alat Visual # 5 : Video

Video adalah cara terbaik untuk mengubah kecepatan, suara, dan media dari cerita apa pun. Video dapat membantu mengatur nada untuk pembukaan cerita Anda, menghidupkan karakter dalam cerita Anda atau memberikan penutup yang dramatis untuk memperkuat cerita Anda. Yang terbaik dalam penggunaan video dalam presentasi Anda adalah tetap singkat dan tentu saja benar-benar sesuai dengan cerita yang hendak Anda sampaikan.

Demikianlah, lima alat visual yang teruji untuk membuat slide presentasi dengan pendekatan visual storytelling.

Selalu perhatikan cerita Anda terlebih dahulu, lalu pilih visual yang pas yang secara langsung mendukung cerita Anda.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.