Dalam presentasi, tentu Anda ingin presentasi Anda berlangsung secara lebih interaktif.

Namun, situasi yang terjadi bisa sebaliknya. Misalnya, Anda bertanya kepada audiens Anda dengan pertanyaan :“Apakah ada hal-hal yang ingin  ditanyakan ?”. Hasilnya, semua audiens Anda diam, hening, dan sepi. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Anda.

Tentunya, sebagai presenter Anda ingin terjadi interaksi antara Anda dan audiens Anda. Sebuah presentasi dikatakan interaktif, jika audiens Anda merespons pertanyaan Anda dan ada pertanyaan yang diajukan oleh audiens Anda.

Tetapi, kenyataannya sering kali niat baik Anda tidak disambut oleh audiens Anda. Mereka tetap pasif dan tidak merespons apapun yang Anda sampaikan.

Berita baiknya, Anda dapat membuat audiens yang cenderung pasif menjadi lebih aktif dengan menggunakan Teknik Think-Pair-Share.

Teknik ini cukup sederhana untuk diterapkan dan hasilnya sangatlah efektif untuk merubah audiens yang pasif menjadi aktif.

Anda nanti bisa mengalami sendiri bagaimana pertanyaan dan jawaban dari audiens dengan mudah bermunculan, setelah Anda menerapkan teknik yang satu ini dalam presentasi Anda.

Ada tiga langkah yang dapat Anda terapkan.

Mari kita bahas satu per satu.

Langkah # 1 : Think

Anda meminta audiens secara individu memikirkan masalah atau pertanyaan yang Anda ajukan.

Dalam langkah ini, Anda dapat mengajukan satu masalah atau pertanyaan singkat kepada audiens Anda. Anda meminta audiens Anda untuk memikirkan masalah atau pertanyaan tersebut secara individu.

Langkah # 2 : Pair

Anda meminta audiens berpasangan untuk berdiskusi.

Setelah Anda meminta audiens untuk memikirkan masalah atau pertanyaan secara individu, maka Anda meminta mereka untuk mencari pasangan. Bisa juga Anda meminta mereka untuk berkelompok yang terdiri lebih dari 2 orang.

Setelah mereka mendapatkan pasangan, mintalah mereka untuk mendiskusikan masalah atau jawaban dari pertanyaan yang Anda sampaikan.

Langkah # 3 : Share

Anda meminta perwakilan dari pasangan untuk menyampaikan hasil diskusinya

Setelah Anda memberikan waktu diskusi yang cukup, sekarang Anda tinggal meminta perwakilan dari masing-masing pasangan/kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi mereka. Minta mereka membagikan temuan atau takeaways mereka di depan anggota audiens lainnya.

Teknik Think-Pair-Share ini tidak hanya membuat audiens Anda bergerak dari pasif menjadi aktif, tetapi juga memberi audiens Anda waktu untuk memproses dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka sendiri terlebih dahulu dan memberi mereka kesempatan untuk berkonsultasi dan berkolaborasi dengan rekan mereka.

Jika Anda melakukan presentasi virtual, maka Anda dapat menggunakan fitur yang ada di aplikasi video konferensi. Dalam aplikasi Zoom, misalnya, Anda dapat menggunakan fitur breakout room untuk menerapkan Teknik Think-Pair-Share.

Breakout Room berfungsi dengan baik untuk berkolaborasi dan mendiskusikan topik tertentu dari presentasi yang Anda sampaikan. Setelah berdiskusi di Breakout Room, misalnya, satu anggota grup dapat membagikan temuan atau ide grupnya kepada peserta lainnya.

Demikianlah, Teknik Think-Pair-Share merupakan sebuah alat partisipasi yang kuat, karena tidak hanya mengubah audiens yang pasif menjadi aktif, tetapi juga meningkatkan kepercayaan audiens dalam menanggapi suatu masalah atau pertanyaan dengan melakukan kolaborasi dengan rekan mereka. Dan, ide yang lebih baik biasanya muncul sebagai hasil dari kerja sama banyak orang.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.