Nagesh Belludi (2008) menyebutkan bahwa jika kita berbicara tentang komunikasi, maka banyak orang mengutip sebuah riset yang dilakukan oleh Prof. Albert Mehrabian dari University of California, Los Angeles. Riset tersebut menjelaskan bahwa dalam komunikasi besarnya pengaruh dari masing-masing komponen adalah sebagai berikut :

  • Verbal (kata-kata) 7 %
  • Visual (bahasa tubuh) 55 %
  • Vokal (intonasi suara) 38 %

Dengan memperhatikan informasi ini mungkin Anda berkomentar, “ternyata dalam komunikasi (bahasa tubuh dan intonasi suara) memegang peranan besar yang kalau keduanya dijumlahkan mencapai 93 %. Jika saya melakukan presentasi asalkan bahasa tubuh dan intonasi suara sudah sesuai, maka kata-kata nggak penting-penting amat karena kata-kata hanya 7 %.

Komentar tersebut menunjukkan bahwa banyak orang yang kurang tepat memaknai hasil riset tersebut. Maksud dari hasil riset tersebut adalah jika terjadi ketidaksinkronan dalam berkomunikasi, maka yang dipercaya adalah faktor yang mempunyai persentase yang lebih besar.

Sebagai contoh, jika Anda mengatakan pada audiens, “Aku tidak punya masalah denganmu!” sambil Anda menghindari kontak mata, terlihat cemas, dan mempertahankan bahasa tubuh yang tertutup, maka audiens Anda tidak akan mempercayai Anda. Mereka lebih percaya pada apa yang mereka tangkap melalui bahasa tubuh Anda.

Demikian juga halnya, ketika Anda mengatakan pada audiens “saya merasa senang berada disini”, akan tetapi dalam menyampaikannya nada suara Anda terdengar datar dan tidak bersemangat, maka audiens juga tidak akan percaya. Mereka akan lebih percaya pada interpretasi dari intonasi suara Anda yang terkesan datar dan tidak semangat.

Oleh karena itu, dalam komunikasi termasuk komunikasi publik, maka Anda harus memperhatikan tiga komponen komunikasi, yaitu verbal, visual dan vokal.

Mari kita bahas satu per satu tiga komponen komunikasi tersebut.

Komponen # 1 : Verbal.

Verbal ini adalah kata-kata atau pesan yang Anda sampaikan dalam komunikasi publik. Jika Anda diminta untuk menyampaikan sebuah topik tertentu, maka Anda perlu menyusun pesan yang perlu Anda sampaikan terkait topik tersebut.

Ada tiga bagian yang perlu Anda persiapkan, yaitu pesan pada bagian pendahuluan, isi dan penutup. Dalam bagian pendahuluan, Anda perlu membuat pesan yang menarik. Untuk ini, Anda bisa menggunakan data, cerita, permainan kata, dan kutipan (quotes).

Untuk bagian isi, Anda perlu membuat pesan yang bermakna. Anda bisa menggunakan kerangka yang bersifat kronologis (dulu, sekarang, ke depan), tiga point (tiga cara, tiga strategi, tiga langkah, dan sebagainya), dan struktur why, what, how.

Sementara itu, dalam bagian penutup, Anda perlu membuat pesan yang berkesan. Anda bisa menyampaikan ringkasan dari apa yang telah Anda sampaikan dan dilanjutkan dengan call to action. Dalam call to action ini, Anda meminta audiens Anda melakukan apa yang telah Anda sampaikan.

Pesan yang Anda jelaskan dalam bagian pendahuluan, isi, dan penutup mesti relevan dengan topik yang Anda bawakan.

Komponen # 2 : Visual 

Visual ini merupakan bahasa tubuh dalam komunikasi. Dalam bagian visual ini, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu penampilan dan pakaian yang Anda kenakan, postur (cara berdiri dan pergerakan badan), kontak mata dan ekspresi wajah, dan gestur (gerakan tangan).

Sesuaikanlah bahasa tubuh Anda dengan kata-kata yang Anda sampaikan. Misalnya, tampilkanlah antusiasme dalam ekspresi wajah Anda ketika Anda menyampaikan pesan. Antusiasme itu menular. Artinya bahwa jika Anda tampil antusias, maka audiens pun juga akan tertular antusiasme Anda.

Contoh lainnya, jika Anda memperhatikan para presenter hebat, mereka memanfaatkan anggota tubuhnya untuk ikut berbicara. Steve Jobs dalam peluncuran produk iphone pada bulan Januari 2007 ketika menjelaskan bahwa iphod mempengaruhi seluruh industri musik, maka dia menggerakan tangannya dari kiri ke kanan untuk menekankan bahwa iphod mempengaruhi seluruh industri musik.

Komponen # 3 : Vokal.

Vokal ini merupakan intonasi suara dalam komunikasi publik. Dalam intonasi suara ini ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu komponen suara (tinggi rendah, cepat lambat, keras lemah suara, variasi nada suara) dan artikulasi (kejelasan suara) dan tidak bergumam,

Hindarilah penyampaian pesan yang Anda sampaikan dengan nada yang monoton yang dapat membuat audiens mengantuk. Untuk itu, berikanlah variasi pada intonasi suara Anda. Ada saatnya Anda berbicara lebih lambat untuk memberikan penekanan pada pesan presentasi yang penting.

Di sisi lain, adakalanya Anda perlu berbicara lebih cepat untuk menunjukkan semangat. Selain itu, Anda perlu berbicara dengan volume suara yang lebih keras untuk menunjukkan pesan yang penting atau ketika suasana lebih tenang dibutuhkan, Anda dapat berbicara dengan volume sedikit lebih kecil.

Bahkan, Anda tidak harus berbicara setiap saat. Berikan jeda sesekali. Sedikit diam akan mengajak audiens Anda berpikir dan merenung. Dengan cara ini, maka Anda dapat menciptakan efek dramatik, namun sekaligus membuat pesan yang Anda sampaikan menjadi pesan yang kuat dan mudah diingat.

Demikianlah, tiga komponen penting dalam komunikasi public yang efektif.

Tiga komponen tersebut adalah verbal, visual dan vokal. Untuk sukses dalam komunikasi publik, maka Anda harus sering berlatih. Berlatih, berlatih dan berlatihlah.

Siapkan pesan yang ingin Anda sampaikan (verbal). Sesuaikan visual Anda ketika Anda menyampaikan pesan. Dan variasikan intonasi suara (vokal) Anda dalam menyampaikan pesan dalam komunikasi publik.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.