Saat ini, cara kita bekerja telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Awalnya, dalam melakukan aktivitas kita melakukannya secara tatap muka.

Namun, sekarang ini, dengan kemajuan teknologi dan pembelajaran akibat pandemi Covid-19 membuat kita untuk melakukan pekerjaan termasuk presentasi berubah dari tatap muka menjadi online.

Tentu saja, dalam melakukan presentasi online tersebut, kita perlu melibatkan audiens kita agar mereka tetap fokus untuk mendengarkan pesan presentasi yang kita sampaikan.

Satu hal yang mungkin dapat Anda rasakan dalam melakukan presentasi online adalah audiens Anda dapat dengan mudah tidak terlibat dengan presentasi Anda, karena adanya berbagai gangguan. Mereka bisa mengirim email, memeriksa media sosial, mengirim sms, dan lain sebagainya.

Hal tersebut bukan berita baru bagi siapa pun, karena saat ini kita hidup dalam dunia yang mudah beralih perhatian.

Nick Morgan dalam Forbes (2012) menyebutkan bahwa orang memiliki rentang perhatian yang jauh lebih pendek dalam pertemuan virtual. Sebagian besar rapat berlangsung selama satu jam. Setelah sekitar 5-10 menit dalam lingkungan virtual, maka orang cenderung mudah untuk kehilangan minat pada pertemuan virtual tersebut.

Solusinya adalah membuat audiens terlibat dengan presentasi Anda.

Jika Anda benar-benar ingin konten presentasi Anda menggerakkan audiens dan menghindari ketidakterhubungan dengan audiens Anda, maka Anda dapat menggunakan apa yang disebut dengan audience-connecting techniques (ACTs).

ACT membawa audiens Anda ke dalam presentasi Anda. ACT mengundang partisipasi mereka dan memberikan pemberitahuan bahwa Anda mengharapkan keterlibatan mereka.

ACT diperkenalkan oleh Matt Abrahams yang merupakan seorang Professor yang mengajar di Sekolah Pascasarjana Bisnis Universitas Stanford dimana dia mengajar dua kelas yang sangat populer yang berhubungan dengan Komunikasi Strategis dan Presentasi Virtual yang Efektif.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan engagement techniques yang diperkenalkan oleh Diane Windingland dari Virtual Speech Coach.

Ada dua kelompok engagement techniques yang dapat Anda gunakan untuk melibatkan audiens dalam presentasi online Anda.

Pertama, engagement technique yang mudah. Teknik ini terdiri : dari menanyakan pertanyaan, menyampaikan cerita yang relevan, men-share screen, men-share video, men-share sebuah file atau link pada fitur chat, dan meminta audiens untuk menulis sesuatu pada kertas.

Kedua, engagement technique yang menantang. Teknik ini terdiri dari : memanfaatkan chat box untuk menyampaikan sesuatu kepada audiens, melakukan polling, menggunakan white board, dan menggunakan breakout room. Teknik tersebut dapat Anda gunakan ketika Anda menggunakan aplikasi Zoom, misalnya, pada saat Anda melakukan presentasi online.

Demikianlah, connecting dan engagement techniques yang dapat Anda gunakan untuk melibatkan audiens Anda pada presentasi online.

Dengan menggunakan teknik tersebut, maka Anda dapat menggerakkan dan menjaga keterhubungan dengan audiens Anda. Selain itu, Anda dapat mengundang partisipasi mereka dan memberitahu untuk mengharapkan keterlibatan mereka.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.