Pembelajaran dari pandemi Covid-19 telah memaksa kita untuk melakukan pekerjaan termasuk presentasi dari tatap muka menjadi online.

Sama seperti presentasi tatap muka, maka dalam melakukan presentasi online, Anda perlu mengetahui apa yang dibutuhkan oleh audiens Anda.

Banyak audiens merasa tidak tertarik pada topik presentasi yang Anda bawakan, karena mereka tidak melihat pentingnya topik tersebut. Mereka tidak merasakan bagaimana topik tersebut bisa membawa manfaat bagi diri mereka.

Berita baiknya, ada satu tip yang dapat Anda gunakan untuk mengetahui kebutuhan audiens pada  presentasi online Anda.

Tip nya adalah mulailah dengan Why untuk mengetahui kebutuhan audiens Anda

Kebutuhan audiens merupakan faktor kunci yang perlu Anda pertimbangkan. Jika faktor ini terlewatkan, maka bisa-bisa tujuan Anda berpresentasi tidak tercapai.

Sebagai contoh, Anda hendak melakukan presentasi untuk mendapatkan pendanaan dari seorang investor. Jika dalam presentasi Anda menghabiskan seluruh waktu presentasi hanya untuk bercerita tentang berdirinya perusahaan dan struktur organisasi perusahaan Anda, maka apakah investor akan mau berinvestasi ?

Yakin, investor tersebut tidak mau berinvestasi.

Kenapa ?

Karena apa yang Anda sampaikan tidak cukup bagi investor untuk membuat keputusan. Oleh karena itu, Anda mesti tahu apa yang diperlukan oleh investor untuk membuat keputusan. Misalnya, berapa penjualan ke depan, berapa biaya yang diperlukan, dan margin keuntungan yang akan diperoleh.

Cara yang paling tepat untuk mengetahui apa yang audiens butuhkan adalah dengan bertanya mengapa mereka mesti memberikan perhatian pada presentasi Anda—Why should your audience care about your presentation ?

Untuk itu, luangkanlah waktu untuk mempelajari tentang siapa yang akan menjadi audiens Anda.

Ketahui latar belakang profesi, kisaran umur, keinginan dan harapan mereka. Dengan kata lain, kenalilah audiens Anda.

David Pranata dalam bukunya Speak With Power menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui untuk mengenal audiens Anda.

Pertama, kenali profil demografi dan psikografis audiens Anda. Coba Anda luangkan waktu untuk mendapatkan informasi demografi mengenai audiens Anda seperti : jenis pekerjaan, rentang usia, background pendidikan, dan jenis kelamin. Dengan pengetahuan tersebut di tangan Anda, maka Anda akan bisa menyusun materi presentasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain informasi mengenai demografi, maka akan sangat membantu jika Anda bisa mendapatkan informasi psikografis dari audiens Anda seperti :

  • Apa masalah yang dihadapi oleh audiens Anda ?
  • Hal-hal apa saja yang selama ini menjadi kegelisahan dan kekawatiran mereka ?
  • Apa yang selama ini mereka inginkan ?

Jika Anda bisa merancang isi presentasi Anda sesuai dengan hal-hal di atas, maka tentunya Anda akan benar-benar bisa terhubung dengan audiens Anda. Mereka akan mengatakan bahwa Anda sebagai presenter benar-benar bisa mengerti apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan mereka.

Kedua, ketahuilah tingkat pengetahuan audiens Anda pada topik yang Anda paparkan. Jangan sampai Anda memberikan presentasi tentang hal-hal yang audiens Anda sudah ketahui dengan jelas.

Anda dapat bertanya kepada klien atau panitia yang meminta Anda untuk memberikan presentasi mengenai materi-materi yang audiens Anda sudah pernah dapatkan.

Selain itu, juga Anda perlu menyesuaikan istilah-istilah yang Anda gunakan dalam presentasi Anda. Hindari istilah-istilah yang mereka tidak kenali. Gunakan bahasa-bahasa yang mereka mudah pahami.

Demikianlah, satu tip untuk mengetahui kebutuhan audiens pada presentasi online Anda.

Mulailah presentasi Anda dengan Why untuk mengetahui kebutuhan audiens Anda. Why should your audience care about your presentation ?

Untuk itu, luangkanlah waktu untuk mempelajari tentang siapa yang akan menjadi audiens Anda. Dengan kata lain, kenalilah audiens Anda.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.