Tiga Cara Tambahan Untuk Membangkitkan Sisi Intuisi Audiens Presentasi Anda Untuk Memasarkan Ide Anda

 

Dalam bukunya “The Art of Woo: Using Strategic Persuasion to Sell Your Ideas”, G. Richard Sell dan Mario Moussa mengungkapkan dua fakta penting. Pertama, menurut Wall Street Journal, setiap hari sekitar tiga puluh juta presentasi dalam bentuk PowerPoint disampaikan di seluruh dunia. Kedua, survei menunjukkan bahwa tujuh puluh delapan persen eksekutif mengakui bahwa mereka pernah tertidur selama presentasi perusahaan.

Fakta-fakta ini menjadi alasan yang mendesak untuk mengupayakan suatu usaha yang efektif guna menarik perhatian audiens Anda saat Anda menyampaikan ide. Audiens Anda mempunyai dua sisi yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan, yaitu rasional dan intuitif.

Tulisan minggu lalu telah menjelaskan tiga cara untuk merangsang sisi intuitif audiens Anda untuk memperkuat penjualan ide Anda. Tulisan sekarang ini akan menambahkan tiga cara lainnya yang dapat membantu Anda untuk memasarkan ide Anda.

Cara # 1: Ceritakan Sebuah Kisah

Untuk menjual ide, menggunakan cerita akan membuat audiens Anda lebih bersemangat mendengarkan ide Anda dari pada menggunakan data statistik. Cerita mempunyai beberapa keunggulan. Pertama, cerita langsung melibatkan audiens Anda yang memberikan mereka sesuatu yang konkrit untuk dibayangkan. Kedua, cerita mempunyai banyak bagian yang menggerakkan yang semuanya mempengaruhi satu sama lain.

Ketika Anda menawarkan sebuah ide, maka Anda ingin agar audiens Anda tidak saja memahami ide Anda, tetapi juga proses yang menuntun mereka pada ide tersebut. Hal ini menyangkut kisah perburuan.

Kisah perburuan dimulai dengan tampilan masalah yang ada secara cepat dan jelas. Setelah itu, Anda memimpin audiens Anda pada pencarian yang Anda lakukan untuk mencari jawaban terbaik. Perlihatkan pada mereka sebuah kisah kepada pendengar Anda dengan menampilkan karakter/orang tertentu apa yang dilakukannya untuk membawa mereka untuk menemukan jawabannya.

Versi khusus dari kisah perburuan adalah misteri. Ketika Anda menceritakan sebuah misteri, Anda memberi petunjuk agar audiens Anda bertanya-tanya “Siapa yang melakukan atau apa yang terjadi selanjutnya ?” Ketika Anda hendak menjual ide, maka Anda dapat menggunakan karakter/orang tertentu dan apa yang dilakukannya. Anda tidak perlu menceritakan semuanya, namun Anda meninggalkan sisa cerita untuk menjadi misteri agar audiens Anda penasaran dan membeli ide Anda. Cara ini pernah dilakukan oleh sutradara film terkenal, David Lynch ketika menjual sebuah program televisi berjudul Mulholland Drive kepada senior eksekutif ABC entertainment di Hollywood.

Cara # 2: Buatlah Secara Khusus

Untuk membuat presentasi yang khusus untuk menjual ide Anda, maka Anda dapat berbicara tentang hal-hal tertentu yang dirasakan bersama oleh Anda dan audiens Anda tentang masalah yang dituju oleh ide Anda. Ungkapkan kepada audiens Anda tentang kisah Anda sendiri yang Anda alami di dalam suatu lokasi pada waktu tertentu.

Ceritakan bagaimana Anda mengalami kesulitan akibat situasi yang berusaha Anda pecahkan dan bagaimana ide yang Anda utarakan dapat memecahkan masalah tersebut. Cara ini menggunakan pendekatan pengalaman pribadi. Pendekatan orang pertama ini dapat membuat proses pengambilan keputusan oleh audiens Anda dari ide yang Anda sajikan menjadi menarik perhatian dan menandainya dengan peristiwa yang mudah diingat.

Ketika Anda mencerita pengalaman pribadi Anda yang berkaitan dengan masalah yang sama yang mereka hadapi, maka Anda akan membuat audiens Anda terhubung dengan cerita Anda. Audiens Anda akan memvisualisasikan, membubuhi dan mengelilingi cerita Anda dengan konteks mereka sendiri. Hal itu akan membuat ide Anda akan semakin jelas, bisa dipercaya dan mudah diingat kembali oleh mereka.

Cara # 3: Buatlah Menjadi Teka-Teki

Orang-orang menyukai teka-teki. Hal ini karena teka-teki memberikan tantangan mental. Dengan teka-teki ini, Anda bisa melibatkan audiens Anda untuk melihat siapa yang bisa menjadi orang pertama yang dapat memecahkan teka-teki tersebut.

Dalam menjual ide yang Anda tawarkan, carilah teka-teki yang berhubungan dengan masalah yang sedang berusaha mereka atasi. Misalnya, Anda ingin menjual ide menghasilkan uang. Anda dapat mengajukan teka-teki “usaha apa yang bisa menghasilkan uang lebih banyak dengan bekerja lebih sedikit ?

Penggunaan teka-teki akan berhasil dengan lebih baik apabila solusi terhadap teka-teki tersebut tepat dengan apa yang Anda inginkan agar diingat oleh audiens Anda tentang ide yang sedang Anda jual.

Demikianlah, tiga cara tambahan untuk merangsang intuisi audiens dalam presentasi Anda yang akan membantu memasarkan ide Anda dengan melibatkan imajinasi mereka. Cara tersebut bertindak sebagai pengait yang memungkinkan audiens Anda untuk mengingat ide Anda dengan cepat dan mudah.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.

6 comments on “Tiga Cara Tambahan Untuk Membangkitkan Sisi Intuisi Audiens Presentasi Anda Untuk Memasarkan Ide Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *