Ketika Anda hendak melakukan presentasi, semuanya diawali oleh sebuah ide yang akan Anda paparkan. Untuk menjelaskan bagaimana sebuah ide dihasilkan, kita akan memulai dengan sebuah cerita tentang seorang pengusaha yang bernama Reed Hastings dengan konsep bisnis yang dimilikinya yang dikenal dengan ”Netflix” seperti yang dijelaskan dalam buku “The Art of Woo: Using Strategic Persuasion to Sell Your Ideas” yang ditulis oleh G. Richard Sell dan Mario Moussa.

Hastings adalah seorang “pengusaha beraneka bidang”. Dia mengkhususkan diri pada penemuan ide-ide usaha, mendirikan perusahaan baru, menjalankan perusahaan tersebut lalu menjualnya ketika usaha tersebut sudah berhasil. Seorang pengusaha yang tidak mempunyai proyek adalah seperti anak kecil yang tidak mempunyai mainan. Hastings sedang mencari sesuatu yang baru.

Sebagaimana dikisahkan kemudian, Hastings menciptakan konsep Netflix yang diawali suatu hari ketika dia menyadari ada denda keterlambatan yang besar untuk film Apolo 13 yang disewanya dari toko penyewaan video. Dia lupa meletakkan video itu dimana, lalu mendapatkan bahwa ternyata dia harus membayar $ 40 ke toko video tersebut. Dengan kesal, ia akhirnya membayar denda tersebut dan memberitahu istrinya mengenai kesalahannya.

Kemudian, ketika sedang mengendarai mobilnya ke pusat kebugaran, dia mulai berpikir tentang model usaha toko video tersebut. Toko video itu mengenakan biaya sewa sekaligus denda kepada pelanggan yang terlambat mengembalikan film. Sementara itu, pusat kebugaran yang sedang ia tuju, mengenakan biaya tetap dan tidak mencatat pemakaiannya. Sebagai seorang yang baru saja dibuat kesal oleh biaya keterlambatan yang tinggi dari video yang disewanya, dia lebih menyukai model usaha pusat kebugaran.

Sambil terus mengemudi, muncul sebuah pertanyaan dalam diri Hastings : mungkinkah menjalankan usaha penyewaan film dengan cara yang digunakan oleh pusat kebugaran─mengenakan biaya tetap dan tidak perlu memikirkan berapa banyak film yang disewa dan berapa lama mereka menyimpannya ?

Sebagai pengusaha beraneka bidang, perasaan ini tidak asing bagi Hastings─kaitan antara ketidakpuasan di pasar (biaya penyewaan film) dan cara mengurangi ketidakpuasan dan meraih keuntungan. Akan tetapi, bisakah dia mendapatkan model usaha yang menarik bagi usaha penyewaan video dengan biaya tetap yang agak mahal dan bersaing dengan toko yang menagih pembayaran untuk setiap penyewaan ? Dan bagaimana dia bisa membuat pelanggan mengembalikan film yang sudah mereka tonton tanpa mengenakan denda ?

Sekaranglah waktunya bekerja keras untuk mewujudkan pikirannya menjadi ide yang bisa dipercaya. Dengan bantuan teman-teman, istri, pengacara, dan lainnya, dia menyempurnakan idenya itu sampai berhasil mengembangkan sebuah model yang lengkap dengan mendapatkan keuntungan.

Unsur-unsur berikut ini pada akhirnya masuk ke dalam rencana usahanya, yaitu sebagai berikut :

  • Perpustakaan besar yang terdiri dari puluhan ribu DVD (digital video disc) dengan banyak copy dari film dan serial televisi yang paling banyak ditonton.
  • Sistem pemesanan online yang dapat diakses 24 jam 7 hari seminggu.
  • Sistem pencatatan dan pengiriman satu atau dua hari dengan jasa portal termasuk amplop untuk mengembalikan DVD tanpa biaya tambahan.
  • Biaya tetap berlangganan bulanan yang pelanggan bisa menyewa film dalam jumlah tidak terbatas, tetapi pelanggan hanya bisa menyewa tiga atau empat DVD dan harus mengembalikan satu DVD sebagai persyaratan agar bisa menyewa film yang satunya lagi.

Dia menuntaskan idenya itu dengan mengajukan hak paten atas seluruh sistem untuk mencegah perusahaan penyewaan video yang sudah ada meniru usahanya.

Kemudian, dia menjual ide tersebut kepada pengusaha guna mendapatkan dana. Tentu saja ada beberapa masalah. Pertama, hak patennya mungkin tidak berlangsung lama, sehingga saingan yang lebih besar bisa menyingkirkan dia. Kedua, pengunduhan secara online akan lebih mudah dari pada mengirim DVD dengan amplop. Tapi, perpustakaan masa depan dari film-film yang dapat diunduh membuat perusahaannya menjadi pemimpin di pasar yang baru itu.

Seperti yang diperlihatkan dalam kisah Hastings, proses penyempurnaan ide yang terakhir ini sangat penting dalam kaitannya dengan menjual ide.

Cerita tersebut mengikuti hampir seluruhnya dari lima tahap proses yang sistematis untuk menumbuhkan kreativitas seperti yang dijelaskan oleh James Webb Young dalam buku bisnis terlaris yang pernah ada, yaitu A Technique for Producing Ideas.

Young menjelaskan bahwa tidak ada sama sekali yang disebut ide baru─betapapun besarnya ide tersebut menurut orang lain. Yang ada hanyalah kombinasi baru dari elemen-elemen lama. Jadi, yang dipentingkan adalah kemampuan untuk menemukan hubungan dan pola baru di antara berbagai hal yang sudah Anda ketahui. Kita semua memiliki kemampuan tersebut.

Caranya adalah dengan memanfaatkan kemampuan tersebut dengan sadar seperti yang dilakukan oleh Reed Hastings. Anda bisa melakukannya dengan mengikuti proses lima tahap seperti yang dijelaskan oleh Young berikut ini.

Tahap # 1 : Definisikan Masalahnya

Tahap pertama dalam menumbuhkan ide adalah mendefinisikan masalah yang ingin Anda pecahkan. Penentuan masalah juga merupakan hal yang penting setelah Anda mempunyai suatu ide dan berusaha meyakinkan orang lain agar memperhatikan ide Anda.

Semakin akurat Anda mendefinisikan masalah, semakin baik. Untuk itu, juga ada seninya. Bila Anda mendefinisikan masalahnya terlalu sempit, secara tidak sadar Anda akan menghambat ide dan pilihan kreatif yang bisa jadi cukup berharga. Sementara itu, jika Anda menentukannya terlalu luas, maka Anda akan mendapatkan banyak sekali data yang tidak relevan dan kewalahan dengan kompleksitas yang Anda hadapi, sehingga sulit untuk memisahkan antara ide yang bagus dan jelek.

Dalam mendefinisikan masalah, maka Anda bisa mulai dengan kesulitan, ketidaknyaman, gangguan, atau kegelisahan yang Anda hadapi atau orang lain hadapi. Seperti cerita Hastings masalah yang dihadapinya adalah ketika dia kesal atas denda keterlambatan yang besar untuk film yang dia pinjam sebesar $ 40.

Tahap # 2 : Lakukan Penelitian Terus Menerus

Tahap selanjutnya adalah melakukan penelitian mendalam terhadap masalah Anda atau masalah yang ingin Anda angkat. Semakin tepat Anda menyusun pertanyaan, dan meneliti model, data serta pilihan yang relevan akan semakin baik.

Hastings menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari bentuk usaha. Dia membaca berbagai buku perdagangan dan bisnis, berbicara dengan pengusaha lain, melakukan perjalanan, dan memperhatikan tren.

Seperti terlihat dalam cerita Netflix, banyak tugas penelitian seperti ini dilakukan. Penelitian yang dilakukan untuk suatu maksud tertentu dengan merujuk pada suatu masalah tertentu sangat membantu ketika sedang mematangkan sebuah ide baru. Sebagaimana dijelaskan oleh Young, mengumpulkan bahan mentah adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan, tetapi melakukan hal itu akan membuat perbedaan bagi Anda untuk menemukan ide Anda dalam menyelesaikan suatu masalah.

Penelitian mendorong munculnya banyak pendapat yang berbeda tentang bagaimana memecahkan suatu masalah. Hal itu sering disebut brainstorming. Dengan bekerja sendiri atau dalam kelompok, maka Anda akan memperoleh banyak ide yang belum matang. Baiknya, Anda catat semua ide tersebut yang kemudian Anda renungkan untuk mendapatkan ide yang lebih baik.

Tahap # 3 : Matangkan

Tahap ketiga ini penting. Anda harus percaya pada alam bawah sadar pikiran Anda untuk melakukan tugasnya.

Pikiran bawah sadar Anda sangat piawai dalam menyaring data pengalaman Anda untuk mencari pola, kombinasi dan solusi yang bisa diterapkan pada masalah yang telah Anda ajukan pada diri Anda sendiri. Memiliki kesabaran untuk mematangkan ide untuk mengatasi masalah yang dihadapi seperti ini sering kali berat terutama jika Anda membutuhkan ide pada saat tenggat waktu.

Untuk memunculkan pikiran bawah sadar ini, maka Anda mesti makan, tidur dan bernafas dengan ide yang terus Anda pikirkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Dalam cerita Netflix, Hastings mempercayakan proses mematangkan ide pada pikiran bawah sadarnya.

Tahap # 4 : Tangkaplah Begitu Ide Itu Muncul

Tahap keempat ini menuntut Anda untuk waspada karena ide yang ide baik akan muncul pada saat yang tidak terduga─ketika Anda sedang mandi, setelah bangun tidur, saat berkebun atau ketika sedang jalan-jalan.

Ide-ide itu adalah produk dari proses kombinasi yang tidak kenal putus asa. Pekerjaan yang dilakukan pada tahap keempat ini sederhana, yaitu tangkap ide-ide baru tersebut begitu mereka muncul. Jangan biarkan diri Anda lupa untuk mencatat ide-ide tersebut. Tulislah ide-ide tersebut di buku catatan Anda atau handphone Anda.

Seperti cerita Netflix, Hastings menangkap pikiran yang tampaknya muncul begitu saja ketika dia sedang mengemudikan mobilnya ke pusat kebugaran, lalu mengubahnya menjadi usaha yang bernilai.

Tahap # 5 : Bentuk dan Poles

Tahap kelima ini adalah bagian yang terpenting, yaitu pembentukan dan pengembangan ide. Anda mengambil bahan mentah dari ide baru Anda, mengolahnya dalam otak Anda, menyesuaikannya, menceritakannya pada orang lain dan mendapatkan umpan balik.

Ide yang terbaik adalah yang paling cocok untuk pemecahan masalah yang menumbuhkan antusiasme bagi diri Anda dan juga bagi orang lain. Sementara itu, proses pengembangan ide lebih lanjut adalah proses yang memacu timbulnya ide tentang cara supaya pemecahan masalah Anda menjadi lebih baik.

Seperti cerita konsep Netflix, Hastings mengawali idenya dengan sebuah cara untuk meniadakan biaya keterlambatan yang menjengkelkan dari usaha penyewaan video, lalu diakhiri dengan proses bisnis yang canggih, berhak paten dan menguntungkan.

Salah satu cara untuk mengetahui apakah ide Anda benar-benar bisa diwujudkan adalah dengan mempunyai kelompok teman yang cerdas dan simpatik yang bisa Anda andalkan untuk mendapatkan masukan yang membangun. Anda membutuhkan kerendahan hati untuk percaya bahwa dua kepala lebih baik dari pada satu kepala.

Ketika Anda membentuk ide, maka Anda perlu melakukan perjalanan ke masa depan. Caranya pikirkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan oleh audiens presentasi Anda termasuk pertanyaan yang paling sulit dan menantang terkait ide yang Anda ajukan. Jika Anda adalah Reed Hastings, maka mungkin Anda akan ditanya tentang bagaimana Anda akan menangani keluhan konsumen mengenai tidak tersedianya film-film yang bagus atau apa rencana yang akan Anda lakukan ketika saingan Anda menawarkan penyewaan film lewat pos yang lebih murah.

Setelah mengarahkan ide Anda pada kritik yang mungkin diajukan oleh audiens Anda, maka kembalilah pada proses pengembangan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan ide yang sudah matang dan siap dijual kepada pengambil keputusan. Kegiatan pengembangan ide ini tidak pernah benar-benar selesai sekalipun ide Anda telah diterapkan. Hal ini karena manusia selalu memikirkan cara untuk menyempurnakannya.

Demikianlah, lima tahap jitu menghasilkan ide untuk presentasi Anda. Lima tahap tersebut dapat Anda gunakan untuk menghasilkan ide terkait dengan masalah yang Anda atau audiens Anda hadapi. Hasilkanlah ide yang matang yang siap Anda jual kepada audiens Anda sebelum Anda melakukan presentasi.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.