Dalam dunia yang penuh persaingan dan kompleks seperti saat ini, kemampuan menjual ide Anda adalah keterampilan yang tak ternilai harganya. Namun, seringkali kita dihadapkan pada tantangan besar, yaitu ketidaksesuaian komunikasi. Ketidaksesuaian komunikasi ini bukan hanya tentang apa yang Anda katakan, tetapi juga tentang bagaimana Anda mengkomunikasikan ide Anda melalui berbagai saluran persuasi yang digunakan oleh audiens Anda,

(Sell, G. Richard dan Moussa, Mario, 2007) menjelaskan bahwa ketika Anda hendak menjual ide Anda, maka Anda perlu menggunakan saluran komunikasi yang digunakan audiens Anda dan bahasa yang Anda gunakan mesti sesuai dengan saluran komunikasi tersebut.

Ada enam saluran komunikasi yang digunakan oleh audiens ketika Anda menjual ide Anda kepada mereka.

Pertama, saluran komunikasi berbasis kepentingan. Persuasi berbasis kepentingan terjadi setiap kali seseorang merencanakan penjualan idenya yang berkaitan dengan kepentingan pihak lain. Inti dari saluran persuasi ini adalah bujukan, bukan pertukaran. Maka, setiap kali Anda menawarkan ide Anda  perhatikanlah kebutuhan pihak lain.

Dalam menjual ide Anda melalui saluran komunikasi berbasis kepentingan, penting untuk selalu fokus pada manfaat bagi pihak lain. Anda harus menjelaskan bagaimana ide Anda akan memenuhi kepentingan mereka dan mengapa ide tersebut adalah pilihan yang baik bagi mereka. Misalnya, Anda hendak menjual ide tentang aplikasi sistem produksi kepada Direktur Produksi perusahaan manufaktur, maka bahasa yang dapat Anda gunakan adalah “Dengan mengadopsi sistem ini, maka Anda memperoleh peningkatan produktivitas dan penghematan yang signifikan”.

Penggunaan saluran komunikasi berbasis kepentingan memerlukan perhatian yang cermat terhadap kebutuhan dan keinginan pihak lain. Ini melibatkan kemampuan untuk mendengarkan dengan teliti dan membaca sinyal-sinyal yang menunjukkan apa yang penting bagi mereka. Kemampuan untuk menyesuaikan pesan ide Anda dengan kepentingan mereka akan meningkatkan kemungkinan sukses dalam meyakinkan mereka untuk mendukung ide Anda.

Kedua, saluran komunikasi berbasis otoritas. Otoritas adalah perangkat pengaruh yang paling sering digunakan di kebanyakan lingkungan kerja. Saluran otoritas biasanya digunakan dalam keadaan “atasan-bawahan”, yaitu ketika seseorang memberikan perintah kepada orang lain di bawahnya dalam sebuah hirarki.

Anda menggunakan saluran persuasi berbasis otoritas setiap kali Anda memanfaatkan jabatan formal Anda atau peraturan atau kebijakan yang berlaku sebagai alat untuk membuat orang lain menerima usulan ide Anda. Contoh bahasa yang dapat digunakan adalah “Ini adalah kebijakan perusahaan bahwa semua pekerjaan harus diserahkan dalam bentuk tertulis”.

Penting untuk diingat bahwa penggunaan otoritas harus bijaksana dan bertanggung jawab. Terlalu banyak penggunaan kekuasaan tanpa mempertimbangkan pandangan dan kontribusi anggota tim atau bawahan dapat mengakibatkan ketidakpuasan dan ketegangan dalam organisasi.

Ketiga, saluran komunikasi berbasis politik. Saluran komunikasi berbasis politik adalah saluran dimana seseorang berupaya untuk menjual idenya melalui proses politik  seperti : membangun koalisi, menggunakan saluran belakang atau melakukan lobi. Dalam saluran ini, Anda mengandalkan keterampilan politik dan kemampuan untuk mempengaruhi pemangku kepentingan dengan membangun dukungan di antara sekelompok orang yang memiliki kepentingan serupa atau memiliki kekuatan dalam organisasi atau lingkungan tertentu.

Misalnya, Anda bekerja di depertemen X mempunyai ide penghematan biaya produksi di perusahaan Anda dan rekan Anda di departemen Y juga mempunyai kepentingan yang serupa. Maka, bahasa yang dapat digunakan untuk menjual ide Anda ke rekan Anda di departemen Y adalah “Saya yakin jika kita menjual ide penghematan biaya produksi kepada bos kita, maka ide ini akan memiliki peluang lebih baik untuk disetujui”.

Dalam saluran komunikasi berbasis politik, penting untuk memahami dinamika politik di dalam organisasi atau lingkungan Anda. Anda perlu membangun relasi yang kuat dengan pemangku kepentingan, mendeteksi aliansi yang potensial dan berkomunikasi dengan bijaksana untuk memengaruhi penerimaan ide Anda.

Keempat, saluran komunikasi berbasis rasionalitas. Saluran komunikasi berbasis rasionalitas ini adalah saluran yang digunakan untuk memengaruhi sikap, keyakinan atau tindakan seseorang dengan mengajukan alasan dan bukti ketika Anda menjual ide Anda kepada mereka. Untuk itu, Anda perlu mengumpulkan argumentasi dan bukti sebagai bagian dari kampanye penjualan ide Anda.

Dalam saluran ini, Anda perlu membangun kasus yang kuat untuk penjualan ide Anda dengan mengumpulkan argumentasi yang relevan dan bukti yang meyakinkan. Contoh bahasa yang dapat digunakan adalah : “Laporan pasar terbaru bahwa ada permintaan yang kuat untuk produk ini. Dan data penjualan tahun lalu juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan”.

Penggunaan saluran komunikasi ini memerlukan penggunaan logika yang kuat dan penalaran yang konsisten. Pastikan bahwa setiap argumen yang Anda sampaikan dapat dihubungkan dengan argumen lainnya dan bahwa kesimpulan yang Anda buat logis. Selain itu, penting untuk bersiap untuk menjawab pertanyaan atau kekawatiran yang mungkin muncul dari pihak yang mendengarkan.

Kelima, saluran komunikasi berbasis visi. Ketika berbicara mengenai saluran persuasi berbasis visi, maka setiap upaya untuk memenuhi tujuan dan aspirasi dari pendengar Anda sebagai dasar penjualan ide Anda merupakan penggunaan dari saluran ini.

Anda tidak perlu menjadi pemimpin formal dalam menggunakan saluran komunikasi ini. Mendorong pendengar Anda untuk menjadi warga negara yang baik, profesional yang baik atau orang yang baik merupakan fondasi yang sangat baik bagi penggunaan saluran komunikasi ini. Contoh bahasa yang dapat digunakan adalah “Rencana pengumpulan dana ini dapat digunakan untuk membasmi penyakit menular dari muka bumi ini”.

Mengoptimalkan saluran komunikasi berbasis visi memerlukan pemahaman yang mendalam terkait dengan tujuan dan aspirasi pendengar Anda. Perangkat penyusunan visi seperti kisah dan imajinasi bisa membantu Anda dalam upaya membujuk audiens Anda untuk menjual ide Anda.

Keenam, saluran komunikasi berbasis hubungan. Saluran komunikasi ini adalah salah satu saluran yang paling kuat dalam menjual ide Anda. Ini berfokus pada koneksi pribadi yang telah Anda bangun dengan audiens Anda. Ketika Anda menggunakan saluran ini, Anda bisa memanfaatkan kesamaan, kesukaan, pertukaran bantuan di masa lalu serta jejaring hubungan yang telah Anda kembangkan.

Misalnya, jika Anda memiliki minat bersama, maka Anda dapat menyebutkan hal ini untuk memperkuat ikatan pribadi. Contoh bahasa yang dapat Anda gunakan adalah “Saya tahu bahwa kita berdua memiliki minat yang kuat dalam pelestarian lingkungan dan itu sebabnya ide ini sangat relevan bagi kita”.

Mengelola saluran komunikasi berbasis hubungan adalah proses yang memerlukan perhatian yang berkelanjutan. Ketika hubungan Anda dikelola dengan baik, maka Anda memiliki fondasi yang kuat untuk memengaruhi dan menjual ide Anda dengan lebih efektif. Jaga kualitas hubungan Anda dengan orang yang ingin Anda temui untuk menjual ide Anda kepadanya. Utamakan aspek kejujuran, kepercayaan dan memahami pendapat dan perasaan orang tersebut.

Demikianlah, ketidaksesuaian komunikasi dapat menjadi rintangan ketiga yang signifikan dalam menjual ide Anda. Tetapi, dengan pemahaman yang baik dan strategi yang tepat, maka Anda dapat mengatasi hambatan ini. Sangat penting bagi Anda dalam menjual ide untuk memahami saluran komunikasi yang digunakan pendengar Anda dan bahasa yang Anda gunakan yang sesuai dengan saluran tersebut.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.