Kepentingan yang bertentangan tidak selalu menjadi akhir dari penjualan ide Anda. Apabila kepentingan bersama yang dimiliki oleh Anda dan pihak lain lebih besar dari pada perselisihan Anda, maka Anda tetap dapat melangkah maju.

(Sell dan Moussa, 2007) menjelaskan bahwa jika Anda menghadapi hal tersebut, maka negosiasi (tawar menawar) merupakan hal yang dapat Anda lakukan. Negosiasi membantu Anda untuk menemukan pemecahan bagi kepentingan Anda yang bertentangan dengan pihak lain.

Pada saat tidak ada lagi sesuatu yang dapat Anda usahakan, maka Anda menghadapi kemungkinan untuk melakukan negosiasi guna menentukan siapa yang akan diuntungkan. Di dalam organisasi, hal-hal seperti anggaran, penggunaan otoritas, pengawasan program dan penetapan proyek sering kali berkaitan dengan tawar menawar.

Mari kita lihat contoh hipotetik berikut ini dari negosiasi berbasis organisasi. Kisah ini datang dari sejarah Proyek Alpha yang terkenal yang bermuara pada pengembangan fusi energi.

Tugas untuk mengkoordinasikan kaum jenius yang mengembangkan proyek ini jatuh pada seorang pria yang bernama Robert, salah satu ahli energi yang terkenal. Sebagaimana kemudian diceritakan oleh peneliti yang terlibat, tugas memimpin Proyek Alpha ini telah mengubah Robert dari seorang yang “peragu” dan “pemalu” menjadi seorang eksekutif yang “tegas”.

Keberhasilan Robert memimpin Proyek Alpha ini bergantung pada kemampuannya untuk menemukan dan memenuhi kepentingan setiap individu yang beragam dari para ilmuwan yang bekerja di bawah kepemimpinannya, lalu memanfaatkan kemampuan negosiasi dan manajemennya untuk menjaga agar proyek tetap berjalan.

Satu keadaan yang dihadapi oleh Robert melibatkan Edward, orang yang kemudian menemukan energi hydrogen. Edward menjadi frustasi karena Robert memaksanya untuk kosentrasi pada pengembangan fusi energi yang menurut Edward terlalu rutin. Sambil memperlihatkan kemarahannya, Edward mundur dari tim pengembangan fusi energi dan mengancam akan meninggalkan seluruh Proyek Alpha, kecuali tuntutannya untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih menarik dipenuhi. Tugas Robert adalah menjual ide kepada Edward untuk tetap berada dalam Proyek Alpha tersebut.

Robert mengundang Edward ke kantornya dan membiarkan Edward mengungkapkan rasa frustasinya tentang tugas yang diembannya. Setelah itu, Robert mulai mengajukan pertanyaan kepada Edward dan langsung bisa mengetahui dua hal yang diinginkan oleh Edward.

Pertama, Edward ingin menggunakan waktunya untuk menyelidikan kemungkinan dari pengembangan peralatan energi hydrogen, sebuah proyek yang menurut Edward prospeknya jauh lebih besar dari pada proyek fusi energi, tetapi mengandung kepentingan teoritis lebih besar dalam bidang energi. Kedua, Edward menginginkan waktu bertemu yang lebih banyak dengan Robert─interaksi yang belum diperolehnya akibat struktur birokrasi dari Proyek Alpha.

Robert kemudian menawarkan sebuah kesepakatan. Pertama, dia setuju Edward melakukan proyek pengembangan energi hydrogennya, tetapi hanya dalam waktu-waktu tertentu. Kedua, dia bersedia menjadwalkan waktu satu jam setiap minggu untuk bertemu dengan Edward. Sebuah pengorbanan bagi Robert karena jadwalnya yang sangat sibuk sebagai direktur dari keseluruhan proyek tidak memberinya banyak waktu luang. Sebagai imbalannya, Edward harus bersedia tetap terlibat dalam proyek pengembangan fusi energi yang sangat penting dan menaati perintah Robert.

Edward setuju. Keindahan dari pengaturan ini dari sudut pandang Robert adalah biaya yang rendah bagi seluruh upaya tersebut. Memang, dia harus sedikit melakukan kompromi menyangkut proyek pengembangan energi hydrogen yang dilakukan oleh Edward dan bersedia menyisihkan waktu untuk bertukar pikiran dengan Edward. Robert akan mendapat banyak inspirasi dari pertemuan tersebut, begitu juga dengan Edward. Dengan mengetahui kepentingan Edward dan bukannya berdebat dengan dia mengenai siapa yang memimpin, Robert berhasil mempertahankan Edward dan Proyek Alpha.

Demikianlah, melakukan negosiasi dengan pihak lain dapat memenuhi kepentingannya dalam menjual ide Anda.

Memperhatikan kepentingan orang lain adalah faktor penting dalam memperkuat daya tarik ide Anda. Semakin banyak kepentingan yang dapat Anda selesaikan dengan ide yang Anda tawarkan, semakin besar dukungan yang Anda kumpulkan untuk keberhasilan gagasan Anda.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.