Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika Anda mendengar kata “negosiasi” ? Mungkin sebagian dari kita membayangkan dua orang duduk dalam sebuah ruangan, berdebat keras, dan mencari jalan untuk mencapai kesepakatan. Namun, sebenarnya seni negosiasi jauh lebih luas dari pada itu.

Seni negosiasi adalah ketrampilan yang luas, aplikatif dan relevan dalam banyak aspek kehidupan kita. Bukan hanya sekadar situasi klasik tawar menawar dalam bisnis atau transaksi. Ini adalah ketrampilan yang dapat membantu kita berkomunikasi dengan lebih baik, mencapai pemahaman dan mencapai tujuan dalam berbagai konteks interpersonal dan profesional.

Bagaimana jika saya memberitahu Anda bahwa Anda bisa menggunakan ketrampilan negosiasi untuk menjual ide Anda ?

Berbicara tentang ide, inilah tahap tentang bagaimana Anda dapat memanfaatkan seni negosiasi untuk menjual ide Anda. Ada empat tahap kunci yang perlu Anda lakukan, yaitu persiapan, penyelidikan, penawaran dan penutupan (Sell dan Moussa, 2007).

Tahap # 1 : Persiapan

Dalam seni negosiasi, persiapan adalah kunci. Tahap pertama dalam menjual ide Anda adalah memahami semua elemen yang terlibat dalam tawar menawar. Ini mencakup pemahaman gaya tawar menawar orang yang terlibat, tujuan Anda, standar atau norma yang mendasari negosiasi, hubungan Anda dengan pihak yang terlibat, kepentingan Anda dan pihak lain serta kemungkinan kompromi yang dapat dicapai berdasarkan kepentingan pihak yang terlibat.

Sebagai contoh, ketika Anda ingin meyakinkan tim proyek untuk menerima ide Anda, maka Anda perlu memahami siapa mereka dan bagaimana mereka biasanya berinteraksi. Apakah mereka cenderung menawar dengan keras atau lebih suka berdiskusi dengan damai ? Anda perlu membuat daftar tujuan yang ingin Anda capai dengan ide Anda dan mempertimbangkan standar dan norma yang berlaku dalam proyek tersebut.

Tahap # 2: Penyelidikan

Tahap berikutnya adalah penyelidikan. Inilah saatnya Anda mulai bertukar informasi tentang masalah yang Anda hadapi dengan mitra negosiasi. Pertukaran informasi perlu dimulai dengan mengajukan pertanyaan tentang situasi yang mereka hadapi dan apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu mereka untuk mengatasinya.

Pada tahap ini, Anda mendekati rekan-rekan tim Anda untuk mendengarkan perspektif mereka tentang masalah yang ingin Anda selesaikan. Anda bertanya tentang hambatan apa yang mereka lihat dan apa yang menurut mereka menjadi solusi terbaik. Ini adalah saat yang penting untuk mendengarkan dengan seksama tanpa mencoba menjual ide Anda terlalu dini.

Tahap # 3 : Penawaran

Setelah Anda memahami situasi dengan baik, tahap selanjutnya adalah membuat penawaran konkrit. Ini adalah saatnya Anda mengusulkan solusi yang bisa menyelesaikan masalah yang dipertentangkan.

Ketika Anda merasa telah mendengarkan dengan cukup baik dan memahami perspektif tim Anda, maka Anda dapat mulai mengusulkan ide Anda. Anda menjelaskan dengan jelas dan tegas bagaimana ide Anda akan mengatasi masalah yang ada. Anda juga perlu mempresentasikan ide Anda sebagai solusi yang bisa menguntungkan semua pihak dengan menekankan manfaat bagi tim dan perusahaan.

Tahap # 4 : Penutupan

Tahap terakhir adalah penutupan. Ini adalah saat Anda mencapai kesepakatan dan memastikan komitmen semua pihak terhadap kesepakatan tersebut. Komitmen yang dihasilkan seharusnya berkaitan dengan pencapaian tujuan yang sama dari semua pihak yang terlibat.

Saat Anda akhirnya mencapai kesepakatan dengan tim Anda, maka Anda dan tim Anda merasa puas. Anda dan tim Anda telah berdiskusi dengan baik, memahami kepentingan masing-masing dan mencapai solusi yang Anda dan tim Anda akan sukses. Anda dan tim Anda semua berkomitmen untuk melaksanakan ide tersebut dengan sebaik-baiknya.

Jadi, itulah empat tahap penting dalam seni negosiasi untuk menjual ide Anda. Persiapan, penyelidikan, penawaran dan penutupan adalah kunci untuk keberhasilan meyakinkan orang lain tentang ide Anda. Ingatlah bahwa negosiasi adalah seni yang dapat dipelajari dan ditingkatkan. Dengan praktik, pembelajaran dan kesabaran, maka Anda bisa menjadi maestro dalam seni negosiasi dan menjual ide Anda dengan lebih efektif.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.