Ketika kita berbicara tentang menjual ide, seringkali kita fokus pada seberapa meyakinkan kita terhadap pandangan kita sendiri. Namun, ada satu elemen kunci yang sering kita lupakan, yaitu kepentingan pihak lain.

Bagaimana kita bisa menciptakan koneksi dengan pihak lain dengan cara yang tidak hanya meyakinkan, tetapi juga memperhatikan kepentingan mereka ?

(Sell dan Moussa, 2007) menjelaskan ada dua acara yang dapat membantu kita menjembatani kesenjangan ini.

Cara # 1 : Menjadikan Kepentingan Bersama Sebagai Bagian Rencana dan Persiapan Anda.

Untuk ini, maka Anda perlu mencari informasi yang melatari situasi yang dihadapi oleh pihak lain, misalnya masalah, keprihatinan dan hambatannya. Dalam praktiknya, Anda bisa mendapatkan informasi tersebut melalui perbicangan dengan staf di divisi orang tersebut atau dengan meminta masukan dari rekan-rekan Anda.

Contohnya, saat Anda ingin mengajak mitra Anda untuk membangun proyek kreatif, Anda mendapatkan informasi bahwa mereka peduli dengan efisiensi dan kualitas hasil. Dengan mengetahui hal tersebut, maka Anda dapat merancang pendekatan yang mempertimbangkan kedua aspek tersebut. Anda dapat menunjukkan bagaimana proyek kreatif yang akan Anda jalani bersama tidak hanya akan meningkatkan kualitas, tetapi juga mempercepat proses.

Cara # 2 : Pembalikan Peran : Belajar Dari Kaca Mata Orang Lain.

Untuk cara ini, sebagai bagian dari eksperimen, maka Anda meminta salah seorang dari rekan Anda untuk menjadi Anda dan Anda menjadi rekan Anda selama beberapa waktu. Lakukan adegan penjualan ide bersama rekan Anda tersebut dan perhatikan argumentasi serta perasaan yang muncul saat Anda mendengarkan penjualan ide Anda. Kemampuan Anda untuk memahami perspektif orang lain akan menjadi bagian penting untuk membuat upaya ini menjadi lebih produktif.

Misalnya, selama eksperimen tersebut, Anda menyadari bahwa rekan Anda lebih memperhatikan aspek praktis dalam sebuah proyek, sementara Anda cenderung lebih terfokus pada aspek kreatifnya. Hal ini akan memberikan Anda wawasan yang sangat berharga. Ketika Anda mencoba menjual ide Anda, maka Anda bisa menyusunnya sedemikian rupa, sehingga ide yang Anda jual tidak hanya memenuhi keinginan kreatif Anda, tetapi juga menyentuh sisi praktis yang mereka hargai.

Demikianlah, pengungkapan kepentingan pihak lain merupakan jembatan dalam penjualan ide Anda.

Dalan dunia dimana kita berjuang untuk menjual ide-ide kita, maka memahami dan mengekspresikan kepentingan pihak lain adalah senjata rahasia. Menjadikan kepentingan bersama dari pihak lain dan belajar dari perspektif pihak lain melalui pembalikan peran dapat menciptakan kesamaan tujuan yang memperkuat daya tarik ide kita.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.