(Sell dan Moussa, 2007) menjelaskan bahwa untuk menutup penjualan ide Anda, maka ada dua hal yang perlu Anda perhatikan. Pertama adalah komitmen individu. Kedua adalah tantangan dari politik organisasi.

Setelah Anda berhasil menggerakkan orang, mereka akan tetap berada di dalam rencana Anda jika digerakkan oleh kekuatan lain yang sama kuatnya. Ada berita baik dan buruknya untuk hal itu.

Berita bagusnya adalah momentum organisasi bisa mengantar ide Anda sampai tahap tertentu setelah Anda berhasil menggerakkan pengambil keputusan untuk mengambil langkah nyata dan roda komitmen mulai bergulir. Sementara itu, berita tidak baiknya adalah banyak kekuatan yang sama besar yang dapat memperlambat atau menghentikan ide Anda untuk bergerak.

Oleh karena itu, ada dua hal tantangan politik organisasi yang perlu Anda yang perhatikan yang dapat mematikan ide Anda.

Tantangan Politik Organisasi # 1 : Ancaman Terhadap Kekuasaan Orang Lain

Tantangan politik yang sangat penting yang dihadapi oleh setiap ide baru adalah kemungkinan bahwa seseorang di dalam organisasi menganggap ide tersebut sebagai ancaman terhadap wilayah kekuasaannya. Dalam kasus pengembangan mesin berpendingin udara yang dikembangkan oleh pusat penelitian dan pengembangan (litbang) General Motor (GM) bahwa ide pengembangan mesin tersebut merupakan ancaman bagi otonomi divisi Chevrolet di GM. Hal ini yang luput diantisipasi oleh Kettering sebagai Kepala Litbang GM, sehingga ide pengembangan mesin berpendingin udara tidak berlanjut.

Perlu diketahui bahwa ada dua tujuan di dalam organisasi. Pertama, tujuan nyata untuk membuat organisasi itu berdiri. Kedua, tujuan untuk meningkatkan kekuasaan pengurusnya. Manusia adalah makhluk yang ego sensitif yang berupaya untuk mempertahankan kepentingan wilayah kekuasaan mereka, entah berupa ruang kerja maupun kerajaan.

Tantangan Politik Organisasi # 2 : Ancaman Terhadap Kepentingan Orang Lain

Di hadapan perlawanan organisasi, hal terpenting yang bisa dilakukan oleh penjual ide adalah meraih dan mempertahankan momentum positif untuk inisiatifnya. Hal ini lebih mudah diucapkan dari pada dilakukan, karena dalam banyak pertarungan politik orang yang kalah akan bersuara lebih keras. Mereka adalah orang-orang yang menghadapi kehilangan kekuasaan, kendali, sumber daya atau pengikut yang dipastikan akan berjuang dengan keras untuk mempertahankan status quo.

Yang mendasari fenomena ini adalah prinsip psikologis yang sangat kuat yang dijelaskan oleh berbagai penelitian ilmiah sebagai respons terhadap kekurangan (Sell dan Moussa, 2007). Orang memberikan reaksi lebih kuat pada kemungkinan rugi dibandingkan kemungkinan mendapat keuntungan. Serikat pekerja bersedia berunding untuk mendapatkan kenaikan gaji, tetapi mereka akan melakukan pemogokan kerja apabila Anda berusaha mengurangi satu jenis tunjangan. Begitu pula, unit usaha akan melakukan lobi untuk mendapatkan sumber daya baru, tetapi mereka akan berjuang seperti prajurit untuk mempertahankan sumber daya yang telah mereka miliki.

Lawan-lawan Keterring di divisi Chevrolet GM langsung bereaksi karena berurusan dengan mesin berpendingin udara yang baru dan tidak akan menyerah sampai beban itu disingkirkan. Karena hal itu akan mengganggu kepentingan mereka. Sementara itu, sudah pasti tidak ada pembeli atau pedagang yang mendesak untuk memesan mobil baru itu, karena memang belum dibuat dan orang sama sekali tidak mempunyai gambaran apa yang akan mereka peroleh dari mesin baru itu. Hal ini menciptakan pertarungan antara unit operasional GM yang paling berhasil─Chevrolet─dan kelompok litbang GM yang dipimpin oleh Kettering tanpa pendukung yang tidak mempunyai pengawasan terhadap apa yang dilakukan Chevrolet dengan ide baru Kettering tersebut.

Demikianlah, dua tantangan politik organisasi yang perlu Anda perhatikan dalam menjual ide Anda. Politik dalam organisasi bukanlah aspek selingan bagi penjual ide, tetapi aspek penting yang harus diperhatikan jika Anda tidak mau ide Anda tergelincir. Orang-orang yang terancam kekuasaan dan kepentingannya oleh adanya ide Anda akan bersuara lebih lantang dan berjuang lebih gigih untuk menghambat ide Anda, sehingga Anda tidak boleh meremehkan semangat yang dibawa oleh penentang ide Anda di dalam pertarungan politik organisasi.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.