Archie Norman-Contoh Keberhasilan Mewujudkan Implementasi Ide Dalam Mengelola Politik Organisasi

Memenangkan pertarungan politik di dalam organisasi tidak berbeda dengan memenangkan pertarungan politik tradisional. Anda bisa mengumpulkan pendukung dari bagian pemasaran, penjualan, dan lain-lain untuk mendukung ide Anda.

(Sell dan Moussa, 2007) menjelaskan mengenai Archie Norman yang berhasil mewujudkan idenya dalam mengelola politik organisasi kantor.

Ceritanya pada tahun 1991 ketika Archie Norman mengambil alih Asda Group PLC, sebuah jejaring supermarket besar di Inggris yang mengalami kemunduran, dia menggenggam nasib perusahaan yang hancur di tangannya. Perusahaan itu pernah mengalami keberhasilan dalam melayani pembelanja yang sangat sadar akan nilai, tetapi keputusan tingkat tinggi yang diambil perusahaan itu telah mengantarkan perusahaan itu ke jurang kehancuran.

Beberapa pesaing yang kuat menjadi ancaman bagi pengaruh Asda Group PLC di wilayah kelas pekerja di Inggris. Serangkaian akuisisi yang tidak dilakukan dengan baik akhirnya berujung pada kerugian dan Asda Group PLC juga dibebani dengan berlapis-lapis birokrasi yang menghabiskan banyak biaya.

Para pekerja tidak lagi berani untuk memberikan saran guna meningkatkan prestasi, karena takut diberhentikan. Ketakutan itu karena mengkritik manajemen pusat akan diberhentikan oleh perusahaan. Utang jangka pendek memberikan tekanan serius pada keuangan mereka, sehingga kebangkrutan bukanlah hal yang mustahil.

Pada hari pertamanya memegang kendali perusahaan, Norman memperlihatkan tekadnya untuk mengubah budaya perusahaan yang tidak berani menyampaikan saran-saran perbaikan. Ia berupaya untuk menyampaikan tema perubahan yang jelas dan sederhana. Dalam rapat manajemen yang dilakukan pada hari pertama begitu Norman  memegang kendali perusahaan, ia mengumumkan :

“Hari ini adalah Hari Nol dalam program pemulihan kita. Kondisi kita berada dalam keadaan yang memprihatinkan. Dan kita harus berubah. Kita akan ada reorganisasi manajemen. Tujuan saya adalah mengembangkan fokus yang jelas di toko-toko, mempersingkat jalur komunikasi dan membentuk kita semua menjadi bagian dalam satu tim yang berupaya memperbaiki kondisi perusahaan. Saya menginginkan agar setiap orang dekat dengan toko. Kita harus mencintai toko-toko kita sampai mati. Itulah usaha kita”.

Para manajer yang duduk dihadapannya menyambut pidatonya Norman dengan keheningan yang dingin. Tidak ada kata-kata yang diucapkan dan tidak ada pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dari mereka. Perusahaan itu seperti ladang ranjau politik, sehingga tidak ada seorangpun yang berani bicara.

Norman telah menyampaikan pesan yang sederhana dengan rencananya mengubah perusahaan itu. Pesannya adalah mencintai toko. Dan kalimat itu menjadi seruan bagi para pendukungnya di bulan-bulan selanjutnya saat Norman bergerak untuk mengasingkan penentangnya dan meraih momentum perubahaan.

Untuk menekankan mendesaknya keadaan, Norman melakukan beberapa tindakan segera. Kurang dari satu jam setelah pidatonya, dia memberhentikan Chief Financial Officer (CFO) yang dikenal tidak bisa dipercaya yang bertanggung jawab atas keadaan keuangan perusahaan yang begitu parah. Dan dalam waktu beberapa hari berikutnya, dia mulai melaksanakan ucapannya dengan mengunjungi beberapa toko.

Apa yang didengarnya semakin menegaskan kekawatirannya. Seorang manajer mengatakan. Manajer itu telah berusaha membuat Asda Group PLC mau mendengar persoalannya di toko. Namun, pimpinan sebelumnya tidak mau mendengarkannya, sehingga dia berhenti melakukannya. Dia merasa diperlakukan seperti orang bodoh oleh pimpinannya sebelumnya. Dalam istilah politik, Norman bisa melihat bahwa kantor pusat menganggap orang-orang yang mengelola toko sebagai musuh. Dan strategi akuisisi mereka yang mahal sebagai jalan keluar.

Jadi, Norman menggarisbawahi komitmennya untuk mencintai toko dengan membongkar usaha yang diakuisi oleh Asda Group PLC, yaitu jejaring perusahaan furniture dan karpet, begitu juga perusahaan pengembangan properti. Dan ia memberhentikan orang yang telah mendalangi transaksi ini. Dalam pidato hari pertamanya begitu ia memegang kendali perusahaan yang menjelaskan tentang tindakannya tersebut, dia menegaskan kembali temanya, Tujuan saya, katanya, “adalah mengembangkan fokus yang jelas di toko-toko”.

Disamping mengunjungi sendiri toko-toko, Norman juga menjalin hubungan langsung dengan beberapa manajer toko. Dia membentuk “Sepakbola Malam Minggu Archie”, pertandingan sepakbola mingguan antara tim eksekutif seniornya dan manajer toko serta karyawan guna memperkuat ikatan Norman dengan karyawan lapangan. Hal itu ia tujukan untuk memperkuat aliansi utama untuk mendukung ide perubahan di perusahaan tersebut.

Berikutnya, Norman mendirikan sebuah prakarsa yang disebutnya “Program Pembaruan Toko”, yakni manajer-manajer toko-toko dengan kinerja paling buruk langsung bertanggungjawab kepadanya. Norman bekerja bersama para manajernya untuk mengubah operasional mereka dengan mengharuskan agar setiap inovasi yang berhasil baik itu cara baru memanggang roti maupun mencatat penjualan agar segera diikuti oleh toko-toko lain. Praktik ini, yaitu kemenangan-kemenangan kecil yang disebarluaskan menjadi terkenal dengan sebutan “Asda Best Way’. Segera, para manajer toko mulai bersaing untuk bisa memberikan kontribusi kepada toko mereka.

Hasilnya ? Dalam waktu lima tahun, jumlah pengunjung Asda Group PLC meningkat 50 persen, penjualan meningkat sepertiga kali, dan harga saham meningkat sampai empat kali. Selain itu, 120 toko telah diperbaharui dan staf kantor pusat dikurangi hingga setengahnya. Sebagaimana diungkapkan oleh pengamat manajemen bisnis, “Norman telah mengubah cara bagaimana perusahaan itu bekerja”.

Demikianlah, contoh keberhasilan mewujudkan implementasi ide dalam mengelola politik organisasi. Langkah yang dilakukan oleh Norman adalah menyampaikan idenya dengan jelas dan sederhana, yaitu mencintai toko; memunculkan rasa kemendesakan dari idenya dengan memberhentikan eksekutif yang tidak bisa dipercaya; menghasilkan kemenangan-kemenangan kecil yang menjadi cara terbaik Asda Group PLC untuk diterapkan di toko-toko lainnya; dan membentuk aliansi utama untuk memperluas basis dukungan dari ide perubahannya.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.

 

16 comments on “Archie Norman-Contoh Keberhasilan Mewujudkan Implementasi Ide Dalam Mengelola Politik Organisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *