Satu Tool Presentasi Yang Perlu Anda Miliki Agar Pesan Presentasi Anda Tetap On the Track

Kesalahan umum yang dilakukan oleh banyak presenter agar mereka dapat tetap on the track pada pesan presentasi mereka adalah mereka menggunakan slide Power Point sebagai catatan. Akibatnya, mereka cenderung mengisi slide mereka dengan point-point yang akhirnya mereka berbicara  dengan membaca kata demi kata dari point-point tersebut.

Bagi audiens, hal ini bisa sangat membosankan. Dan cara ini membawa kepada sebuah ekspresi yang sangat terkenal, yaitu death by power point―kematian oleh Power Point yang biasa digunakan untuk menggambarkan presentasi yang membosankan dan menghabiskan waktu. Karena itu, saya tidak merekomendasikan pendekatan ini.

Selain itu, ada juga yang menggunakan pendekatan lain, yaitu mencoba menghafal presentasi Anda. Pendekatan ini juga tidak saya rekomendasikan. Penghafalan hanya dapat berfungsi jika Anda bisa sampai pada suatu titik dimana Anda mudah untuk mengingatnya.

Hal itu membutuhkan banyak waktu dan upaya dan kebanyakan orang tidak dapat mencapai tingkat kemudahan tersebut. Akibatnya, presenter tampil seolah-olah mereka membaca dari naskah di kepala mereka dan menderita karena takut melupakan bagian yang kritis. Jadi, kecuali Anda punya banyak waktu untuk mendedikasikan tugas untuk menghafal, sayapun  tidak  merekomendasikan pendekatan ini.

Lalu, pertanyaan adalah bagaimana caranya agar pesan presentasi yang Anda sampaikan kepada audiens Anda tetap on the track ?

Jawabannya adalah Anda perlu menggunakan satu tool presentasi, yaitu “catatan presentasi.

Catatan presentasi itu dapat membantu Anda untuk tetap pada koridor pesan yang hendak Anda sampaikan. Catatan presentasi tersebut bisa kombinasi dari script dan kata kunci atau kelompok kata.

Untuk penjelasan selanjutnya, saya hanya menggunakan istilah script dan kata kunci.

Mari kita mendefinisikan istilah-istilah ini.

Script” adalah segala sesuatu  yang ingin Anda katakan dalam presentasi Anda yang ditulis kata demi kata. Sedangkan, “kata kunci” yang saya maksud adalah satu kata atau beberapa kata yang dapat mengingatkan Anda tentang apa yang akan Anda katakan.

Kombinasi script dan kata kunci dapat berfungsi dengan baik, karena setiap metode memiliki kelebihan dan risiko yang berbeda.

Sebuah script memiliki keuntungan bahwa Anda dapat mengatakan apa yang ingin Anda katakan, persis seperti yang Anda rencanakan. Jadi, Anda cenderung lebih jelas dan ringkas. Namun, menggunakan script membawa risiko bahwa Anda mungkin tidak begitu terhubung dengan audiens Anda, karena Anda harus membaca script dan juga melihat audiens Anda.

Menggunakan kata kunci memiliki keuntungan yang memungkinkan Anda untuk terhubung dan terlibat dengan audiens Anda dengan sedikit gangguan. Tetapi, ada risiko bahwa jika Anda berbicara atau memiliki pikiran yang kosong, mungkin Anda butuh sedikit lebih lama untuk kembali kepada koridor presentasi Anda dari pada jika Anda menggunakan script.

Dengan menggunakan kombinasi script dan kata kunci Anda bisa mendapatkan yang terbaik dari kedua pendekatan tersebut sambil meminimalkan risiko masing-masing. Ketika prioritas Anda harus jelas dan ringkas, maka Anda dapat menggunakan script dan ketika prioritas Anda adalah untuk terhubung dan terlibat dengan audiens Anda, maka Anda akan menggunakan kata kunci. Itu berarti Anda dapat mencocokkan metode yang Anda gunakan dengan jenis pesan presentasi Anda.

Inilah rumusnya :

Anda dapat menyesuaikan formula ini sesuai dengan kebutuhan dan situasi khusus Anda. Misalnya, jika Anda gugup pada awal presentasi Anda dan Anda khawatir dengan ingatan Anda, maka Anda dapat menggunakan script pada bagian Membuka Pesan.

Hal utama yang harus disadari adalah bahwa ada untung ruginya. Semakin banyak Anda menggunakan script, semakin jelas dan ringkas presentasi Anda, tetapi koneksi dengan audiens Anda dapat berkurang. Semakin banyak Anda menggunakan kata kunci, semakin menarik presentasi Anda, tetapi dengan risiko presentasi Anda bisa keluar dari koridor presentasi Anda.

Anda sebenarnya dapat membuat catatan presentasi dengan menggunakan kertas ukuran A4 yang dibagi menjadi dua kolom. Pada kolom sebelah kiri ada kata kunci, dan pada kolom sebelah kanan ada script Anda.

Catatan presentasi yang Anda buat tersebut terutama script sangat berguna sebagai rangkaian cerita dari presentasi Anda. Dari rangkaian cerita tersebut, Anda dapat membuat slide power point yang dapat membantu Anda untuk menjelaskan cerita Anda untuk audiens Anda.

Oleh karena itu, akan lebih baik lagi jika kertas A 4 tersebut Anda bagi menjadi tiga bagian dimana kolom paling kiri adalah kata kunci, kolom tengah adalah script dan kolom paling kanan adalah mini slide power point Anda.

Dengan catatan presentasi yang berisi tiga kolom tersebut, maka Anda dapat menggunakannya untuk mengingat-ingat apa yang ingin Anda sampaikan dalam presentasi Anda.

Catatan presentasi itu dapat Anda bawa kemanapun Anda pergi yang dapat Anda baca dalam waktu luang Anda sebelum hari atau waktu Anda menyampaikan presentasi, sehingga tiba pada waktunya presentasi, Anda sudah tidak menggunakan catatan presentasi tersebut, karena Anda sudah memahami point-point apa yang hendak Anda sampaikan.

Dengan demikian, presentasi Anda dapat mengalir dengan baik dan Anda juga dapat lebih terhubung dengan audiens Anda. Itulah gunanya Anda menulis catatan presentasi. Disamping itu, dengan menulis catatan presentasi, maka presentasi Anda dapat lebih sistematis.

 

2 Sumber Bukti dan 3 Jebakan Penggunaan Analogi Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Mendukung Pesan Presentasi Anda

Hanya menyampaikan point presentasi ketika Anda memberikan presentasi tidaklah cukup.

Mengapa ?

Karena presentasi yang hanya terdiri dari point-point presentasi akan terasa kering dan membosankan untuk didengarkan. Selain itu, presentasi Anda juga tidak akan persuasif.

Untuk itu, Anda memerlukan bukti yang dapat mendukung point atau pesan presentasi Anda.

Dalam postingan sebelumnya, telah dijelaskan berbagai bukti yang dapat Anda gunakan untuk mendukung point atau pesan presentasi Anda, yaitu cerita, contoh, statistik, dan endorsement.

Selain keempat bukti tersebut, ada satu bukti lainnya yang perlu Anda ketahui untuk mendukung point atau pesan presentasi, yaitu analogi.

David Pranata dalam bukunya Speak With Power menjelaskan bahwa analogi adalah sebuah teknik yang yang dapat digunakan untuk menjelaskan sesuatu hal atau konsep yang sudah diketahui sebelumnya oleh audiens.

Analogi bisa dikatakan semacam perumpamaan. Audiens akan lebih mudah menerima suatu informasi baru jika Anda mengkaitkan dengan konsep yang sudah ada di pikiran mereka sebelumnya.

Jamil Azzaini dalam bukunya Speak to Change menyebutkan bahwa sebuah analogi bisa menjadi lebih bernyawa jika Anda bisa menghidupkannya. Ajak audiens memikirkan apa yang Anda pikirkan. Ajak audiens membayangkan apa yang Anda bayangkan.

Lebih lanjut jika Anda memiliki point atau pesan presentasi yang memperkenalkan konsep-konsep yang baru atau kompleks kepada audiens Anda, maka pada saat itulah Anda dapat menggunakan analogi untuk mendukung point atau pesan presentasi Anda. Kekuatan analogi akan membantu audiens Anda memahami konsep yang tidak dikenal atau kompleks bagi mereka.

Ketika audiens telah memahami sebuah konsep yang sudah dikenal, maka Anda menunjukkan bagaimana konsep baru itu serupa dengan konsep yang sudah dikenal oleh audiens, sehingga sebagai hasilnya audiens Anda akan lebih mudah memahami konsep baru tersebut. Begitulah analogi bekerja. Jadi, jika dalam presentasi, Anda menjelaskan sesuatu yang baru dan asing, maka Anda dapat mempertimbangkan penggunaan analogi yang dapat membantu Anda menjelaskan point atau pesan presentasi Anda.

Sebagai contoh, Anda akan menjelaskan mengenai fungsi hard disk kepada audiens yang benar-benar baru dalam dunia komputer. Ketika Anda menjelaskan bahwa hard disk adalah sebuah barang yang terbuat dari logam, bentuknya kotak, dan disematkan di dalam komputer, maka audiens Anda akan kebingungan untuk memahami apa yang Anda jelaskan.

Namun, jika Anda menggunakan analogi, maka audiens Anda akan lebih mudah memahaminya. Anda dapat menggunakan sebuah gudang sebagai analogi dari hard disk.

Kita berasumsi bahwa gudang adalah sebuah konsep yang telah diketahui oleh audiens. Untuk itu, Anda dapat mengatakan, “Hard disk itu seperti sebuah gudang. Hanya saja jika gudang yang disimpan adalah barang, maka untuk hard disk yang disimpan adalah data”. Dengan cara ini, maka audiens Anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik.

Untuk menggunakan analogi dalam mendukung point atau pesan presentasi Anda, maka ada 2 sumber bukti dan 3 jebakan penggunaan analogi yang perlu Anda ketahui.

Mari kita bahas satu per satu.

Sumber Bukti Analogi # 1 : Di Pikiran Anda

Membuat analogi adalah proses kreatif yang terkadang membutuhkan waktu. Sangat berguna untuk mengunggulkan otak Anda dengan melihat point atau pesan presentasi Anda dan memutuskan mana yang akan dilayani dengan baik oleh analogi. Maka Anda mungkin menemukan bahwa ketika Anda keluar berjalan-jalan, mandi atau duduk di sebuah taman, bisa jadi sebuah analogi muncul di benak Anda. Jika ya, cobalah untuk merekamnya dengan cara tertentu, sehingga analogi tersebut tidak hilang dari ingatan Anda.

Sumber Bukti Analogi # 2 : Di Google

Tony Burns dan Olivia Mitchell yang menjalankan program Nail That Presentation menjelaskan bahwa jika Anda macet atau Anda butuh untuk mendukung point atau pesan presentasi Anda dengan menggunakan analogi dengan cepat, maka Google dapat menjadi teman Anda. Pada fitur pencarian di Google tuliskan konsep baru yang Anda ingin jelaskan plus kata “analogi”. Lihatlah hasilnya dengan pikiran terbuka. Mungkin Anda akan menemukan ide disana. Tetapi, Anda harus menggalinya lebih dalam.

Disamping sumber dimana Anda dapat menemukan analogi, maka Anda juga perlu mengetahui tiga perangkap jebakan yang harus Anda hindari ketika menggunakan analogi.

Jebakan Penggunaan Analogi # 1 : Analogi Yang Sulit Dipahami Audiens

Hindari menggunakan konsep sebagai analogi dalam mendukung point atau pesan presentasi yang terlalu sulit untuk dipahami oleh audiens. Buatlah analogi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh audiens Anda. Gunakanlah bahasa-bahasa yang sederhana yang sehari-hari digunakan oleh audiens Anda.

Jebakan Penggunaan Analogi # 2 : Analogi Yang Tidak Familiar Bagi Audiens

Karena analogi bekerja dengan merujuk pada sesuatu yang akrab bagi audiens, maka pastikan analogi Anda merujuk pada sesuatu yang telah mereka kenal. Misalnya, jika Anda memberikan presentasi kepada orang-orang yang tidak rutin menggunakan internet untuk berbelanja, maka penggunaan analogi untuk membeli buku di Amazon.com mungkin tidak akan berhasil.

Jebakan Penggunaan Analogi # 3 : Analogi Yang Sebelumnya Pernah Dikenalkan Kepada Audiens

Banyak analogi telah menjadi klise. Analogi menjadi klise karena mereka bekerja. Namun, Anda perlu variasi dan kebaruan dalam presentasi Anda untuk melibatkan audiens Anda. Jika mereka telah mendengar analogi itu berkali-kali sebelumnya, maka Anda akan kehilangan kesempatan untuk mengejutkan dan melibatkan mereka.

Demikianlah, 2 sumber bukti dan 3 jebakan penggunaan analogi yang perlu Anda ketahui untuk mendukung pesan presentasi Anda.

Untuk menggunakan analogi dalam presentasi Anda sebagai bukti pesan presentasi, coba lihat point presentasi Anda dan pertimbangkan dimana Anda dapat menggunakan analogi sebagai bukti untuk memperkuat point presentasi tersebut. Jika point presentasi Anda rumit atau asing bagi audiens Anda, maka penggunaan analogi akan menjadi alat yang terbaik untuk membantu audiens Anda memahami point tersebut dengan menggunakan sebuah konsep yang telah mereka kenal.

 

 

 

3 Sumber Bukti Endorsement Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Mendukung Pesan Presentasi Anda

Endorsement adalah tindakan dukungan atau persetujuan. Misalnya, ketika seseorang menyarankan Anda mencoba restoran baru, melihat film atau membeli semacam gadget, itu adalah endorsement.

Dalam konteks presentasi, endorsement secara khusus merujuk pada orang lain selain Anda untuk mendukung pernyataan atau pesan presentasi Anda.

David Pranata dalam bukunya Speak With Power menjelaskan bahwa dengan mengutip pendapat ahli berarti secara tidak langsung Anda telah meminjam kredibilitas mereka untuk menyampaikan pesan Anda. Pendapat ahli tersebut dapat dikatakan endorsement bagi pesan presentasi Anda.

Selain itu, Tony Burns dan Olivia Mitchell yang menjalankan program Nail That Presentation menjelaskan bahwa ada dua jenis endorsement, yaitu : eksplisit atau implisit.

Endorsement yang bersifat eksplisit adalah ketika seseorang membuat pernyataan atau rekomendasi yang kemudian Anda kutip untuk mendukung pernyataan Anda.

Misalnya, untuk mendukung rekomendasi Anda untuk membeli sebuah perangkat lunak baru, maka Anda dapat mengutip seorang Manajer Penjualan PT Sukses Maju yang sebelumnya telah membeli perangkat lunak tersebut, dengan mengatakan “Perangkat lunak ini telah merevolusi layanan dan retensi pelanggan PT Sukses Maju.” Itu akan menjadi dukungan eksplisit.

Atau jika Anda tidak memiliki kutipan langsung, maka Anda dapat menunjukkan bahwa sebuah organisasi telah berhasil mengimplementasikan perangkat lunak itu. Itu akan menjadi dukungan implisit. Endorsement implisit dapat berasal dari tindakan individu atau kelompok seperti : organisasi, perusahaan, atau bahkan negara.

Mengapa bermanfaat bagi Anda sebagai seorang presenter untuk memiliki endorsement bagi pesan presentasi Anda ?

Karena itu menunjukkan bahwa bukan hanya Anda yang mempromosikan ide tersebut, tetapi orang lain juga merekomendasikannya atau telah berhasil menerapkannya. Memiliki dukungan eksternal ini menambah kredibilitas ide Anda dan lebih persuasif.

Endorsement dapat bekerja karena kita sangat dipengaruhi oleh apa yang orang lain lakukan, katakan, dan rekomendasikan. Dalam psikologi, hal itu disebut “Bukti Sosial”.

Dalam presentasi, kita sering meminta audiens untuk menerima ide baru atau melakukan sesuatu yang tidak mereka kenal. Menggunakan kekuatan Bukti Sosial sangat berguna dalam situasi ini, karena audiens Anda akan merasa lebih percaya diri, jika Anda dapat menunjukkan bahwa orang lain juga telah melakukannya dan merekomendasikannya.

Tony Burns dan Olivia Mitchel menjelaskan ada tiga acara untuk melihat sumber endorsement untuk presentasi.

Mari kita bahas satu per satu.

Sumber Endorsement # 1 : Orang Yang Mirip Dengan Audiens.

Endorsement lebih mungkin berfungsi bila berasal dari orang atau kelompok yang mirip dengan audiens Anda. Kita lebih mudah dibujuk oleh rekomendasi dari seseorang yang memiliki nilai, minat atau kekhawatiran yang sama dengan kita.

Kita cenderung mengatakan pada diri kita sendiri, “jika ini berhasil digunakan oleh orang itu yang mirip dengan saya, maka itu mungkin akan bekerja juga untuk saya”.

Dalam presentasi jika bukti dukungan untuk pesan presentasi Anda berasal dari salah satu anggota audiens Anda, maka anggota audiens yang lain akan mudah menerima pesan presentasi Anda. Jadi, anggota audiens yang lain cenderung berhubungan dengannya dan dibujuk oleh endorsement-nya.

Sumber Endorsement # 2 : Orang Yang Dihormati

Jika kita menghormati seseorang, kita lebih cenderung mendengarkan pendapat mereka dan menindaklanjutinya. Misalnya, jika Anda berbicara tentang investasi, maka Anda dapat mengutip investor yang sangat dihormati seperti Warren Buffet atau dalam bidang sains Albert Einstein.

Anda juga dapat memasukkan dukungan dari orang-orang yang tidak terkenal dan dihormati berdasarkan “individu”, tetapi mereka mewakili lembaga yang “dihormati”. Misalnya, mereka bisa menjadi peneliti di universitas atau manajer senior di perusahaan yang dihormati.

Sumber Endorsement # 3 : Selebriti.

Di dunia periklanan menunjukkan bahwa pendekatan menggunakan selebriti ini berhasil. Tetapi, ketika Anda memilih endorsement dari selebriti, maka Anda harus mempertimbangkan skeptisisme audiens Anda, karena beberapa orang mungkin menemukan endorsement selebriti yang menggurui dan mungkin menantang kredibilitasnya.

Dalam presentasi, Anda bisa menunjukan endorsement, misalnya dari seseorang yang terkenal sebagai selebriti. Kita menyukai kutipannya, karena kata-katanya bijak dan menginspirasi.

Namun, ada risiko yang perlu Anda perhatikan untuk menggunakan selebriti sebagai sumber dukungan Anda, karena ada potensi yang dapat mempolarisasi audiens. Beberapa orang mencintainya, beberapa orang tidak.

Secara umum, selebriti dapat Anda gunakan sebagai endorsement untuk mendukung pesan presentasi Anda.

Demikianlah, 3 sumber bukti endorsement untuk mendukung pesan presentasi Anda.

Pertama, orang yang mirip dengan audiens.

Kedua, orang yang dihormati.

Ketiga, selebriti.

Jadi, jika Anda mencari kredibilitas tambahan dan dukungan eksternal untuk pesan presentasi Anda, maka endorsement bisa jadi pilihan. Endorsement sebagai bukti sosial dapat memperkuat pesan presentasi Anda.

 

 

3 Tips Yang Dapat Membuat Bukti Statistik Menjadi Lebih Powerful Bagi Presentasi Anda

Apakah dalam melakukan presentasi Anda ingin meyakinkan audiens yang mendengarkan presentasi Anda ?

Tentu jawaban Anda adalah ya.

Mengapa ?

Karena itulah tujuan presentasi yang Anda ingin capai. Anda ingin pesan presentasi yang Anda sampaikan mampu meyakinkan audiens Anda, misalnya untuk menerima ide-ide yang Anda sampaikan, bahkan menerima proposal Anda untuk mendapatkan pendanaan proyek yang Anda perlukan.

Untuk meyakinkan audiens tersebut, maka pesan presentasi yang Anda sampaikan perlu ditunjang oleh bukti. Bukti adalah bagian penting dari presentasi Anda. Bukti yang akan membuat presentasi Anda menarik dan persuasif.

Salah satu bukti yang dapat Anda gunakan adalah statistik. Sekalipun saya menggunakan label statistik, saya menggunakan istilah untuk memasukkan penggunaan angka dan pengukuran lainnya.

Statistik dapat membantu Anda mengatasi batasan utama cerita, yaitu bahwa cerita pada umumnya hanya menggambarkan satu peristiwa. Namun, statistik adalah hasil pengukuran banyak peristiwa dan mengagregasi hasilnya. Bagi sebagian orang, penggunaan statistik ini memiliki kredibilitas lebih.

Misalnya, dalam presentasi, Anda mempunyai pesan bahwa “memberikan pinjaman kepada orang yang tidak mampu dapat melepaskannya dari kemiskinan”.

Anda dapat mendukung pesan tersebut dengan menggunakan cerita.

Misalnya, Anda dapat menjelaskan bagaimana Soga telah dapat meningkatkan penghasilannya seperti yang dijelaskan dalam postingan saya yang lalu dengan judul 6 Langkah Membuat Cerita Untuk Mendukung Pesan Presentasi Anda Untuk Menciptakan Efek Emosi Bagi Audiens Anda.

Tetapi, cerita hanya menggambarkan pengalaman satu orang.

Jika Anda ingin mendukung bukti dari pesan presentasi bukan hanya dari satu orang, maka Anda dapat menggunakan statistik.

Anda dapat menggunakan statistik yang menunjukkan bahwa orang yang tidak mampu, misalnya, di negara berkembang yang mendapatkan pinjaman mampu meningkatkan pendapatan mereka dengan rata-rata 95%.

Penggunaan angka-angka yang spesifik tersebut dapat membuat pesan presentasi atau pernyataan Anda menjadi lebih kredibel.

Jika seorang presenter menggambarkan kinerja sebuah perusahaan, maka ia, misalnya, dapat mengatakan “Pada tahun lalu, PT Sumber Bahagia secara signifikan meningkatkan pendapatannya.”

Namun, pernyataan atau pesan presentasi tersebut akan memiliki kredibilitas yang jauh lebih besar jika presenter menggunakan angka. Presenter dapat mengatakan, “Pada tahun lalu,  PT Sumber Bahagia meningkatkan pendapatannya sebesar 38%”. 

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana Anda dapat membuat statistik menjadi bukti yang powerful bagi presentasi Anda ?

Berita baiknya, ada 3 tips yang dapat Anda gunakan.

Mari kita ulik satu per satu ketiga tips tersebut.

Tips # 1 : Gunakanlah Statistik Yang Relevan Dengan Pesan Anda

Tahan godaan untuk memasukkan semua data statistik yang telah Anda kumpulkan selama penelitian Anda.

Misalnya, point atau pesan presentasi yang Anda ingin sampaikan adalah “memberikan pinjaman kepada orang yang tidak mampu dapat melepaskannya dari kemiskinan”.

Bayangkan jika Anda mendukung point atau pesan presentasi di atas dengan mengatakan “Pinjaman.org telah mendanai total 1 juta pinjaman dengan nilai Rp 5 Trilyun dan ukuran pinjaman rata-rata adalah Rp 5 juta per orang serta pendapatan rata-rata peminjam naik sebesar 95%”.

Tentu audiens Anda akan sulit menangkap bukti untuk menjelaskan point presentasi Anda. Karena bukti yang Anda sampaikan telah dibanjiri oleh banyak data statistik.

Jadi, Anda perlu memilih statistik yang paling relevan dengan point atau pesan presentasi.

Dalam kasus point atau pesan presentasi Anda, “memberikan pinjaman kepada orang yang tidak mampu dapat melepaskannya dari kemiskinan”, maka yang paling relevan bukanlah jumlah pinjaman atau jumlah uang yang dipinjamkan, tetapi yang paling penting adalah perbedaan dalam pendapatan yang didapat dari pinjaman kepada peminjam.

Karena itu, data statistik yang dapat Anda gunakanlah adalah angka 95%.

Lebih tepatnya, Anda dapat mengatakan, “orang yang tidak mampu, misalnya, di negara berkembang yang mendapatkan pinjaman mampu meningkatkan pendapatan mereka dengan rata-rata 95%.

Tips # 2 : Kutiplah Statistik Dengan Angka Yang Tepat

Anda perlu mengutip statistik dengan angka yang tepat. Hal ini akan menciptakan kredibilitas yang lebih besar lagi.

Katakanlah Anda ingin mengutip jumlah total pinjaman yang dibuat oleh Pinjaman.org. Jauh lebih kuat untuk mengatakan, “1,3 juta pinjaman telah didanai melalui Pinjaman.org” dari pada “Lebih dari satu juta pinjaman telah didanai melalui Pinjaman.org.”

Pernyataan yang kedua adalah agak kabur dan itu bisa dianggap sebagai ucapan spontan. Akibatnya, kredibilitasnya menjadi kurang.

Tips # 3 : Sebutkanlah Sumber Statistik Yang Anda Gunakan

Anda perlu menyatakan sumber statistik Anda selama presentasi Anda. Jika Anda berbicara kepada audiens yang ilmiah atau berpengetahuan luas, mungkin sebaiknya menyertakan sumbernya. Jenis audiens ini lebih tertarik pada detail dan lebih mungkin dibujuk jika Anda mengutip sumber bukti Anda.

Tetapi, jika itu orang awam, Anda mungkin dapat menyederhanakan presentasi Anda dengan mengabaikannya. Namun, bersiaplah untuk menyebutkan sumber statistik Anda jika seseorang bertanya tentangnya.

Demikianlah, 3 tips untuk membuat statistik menjadi bukti yang lebih powerful bagi presentasi Anda.

Pertama, Gunakanlah Statistik Yang Relevan Dengan Pesan Anda

Kedua, Kutiplah Statistik Dengan Angka Yang Tepat

Ketiga, Sebutkanlah Sumber Statistik Yang Anda Gunakan

Dalam presentasi Anda, pertimbangkanlah dimana mungkin berguna untuk memiliki statistik atau angka untuk menambah kredibilitas pada pesan presentasi Anda. Jika Anda membuat klaim tentang perbaikan atau perubahan, maka menambahkan statistik akan meningkatkan kredibilitas pesan presentasi Anda.

 

Tahukah Anda 3 Manfaat Contoh Sebagai Bukti Presentasi Bagi Audiens Anda ?

Bukti adalah bagian penting dari presentasi Anda. Bukti yang akan membuat presentasi Anda menarik dan persuasif.

Mengapa Anda perlu menambahkan bukti dalam presentasi Anda ?

Presentasi yang hanya terdiri dari pernyataan-pernyataan atau pesan utama presentasi akan terasa kering dan membosankan untuk didengarkan.

Dan itu juga tidak persuasif. Bayangkan jika di pengadilan, jaksa hanya menuduh
terdakwa atas kejahatan, tetapi tidak menawarkan bukti apa pun. Hakim atau juri tidak akan pernah menghukum.

Dan itu sama dalam presentasi. Audiens Anda tidak akan dapat dibujuk berdasarkan hanya pada pesan presentasi Anda. Mereka membutuhkan bukti untuk mendukung pesan itu.

Ada lima jenis bukti yang dapat Anda gunakan dalam presentasi Anda. Kelima bukti itu adalah Contoh, Cerita, Statistik, Endorsements, dan Analogi.

Pada postingan tanggal 14 September 2020 yang lalu, saya telah menjelaskan cerita sebagai bukti yang dapat mendukung pesan presentasi Anda untuk menciptakan efek emosi bagi audiens Anda.

Pada postingan kali ini, saya akan menjelaskan 3 manfaat contoh sebagai bukti presentasi bagi audiens Anda.

Mari kita bahas satu per satu.

Manfaat # 1 : Membantu Audiens Anda Memvisualisasikan Pesan Presentasi Anda.

Misalnya, jika Anda memberikan presentasi tentang pembangkit energi dan salah satu pesan presentasi Anda adalah “Kita harus menghasilkan lebih banyak listrik melalui pembangkit energi listrik yang berkelanjutan.” Anda kemudian dapat memperkuat pesan Anda dengan memberikan contoh.  Misalnya, Anda dapat mengatakan, “kita dapat memiliki lebih banyak pembangkit energi angin angin dan panel energi surya.”

Audiens Anda dapat dengan mudah memvisualisasikan pembangkit energi angin dan panel energi surya dan memungkinkan mereka untuk dengan cepat memahami apa yang Anda maksud dengan pembangkit energi listrik yang berkelanjutan.

Manfaat # 2 : Membantu Menjelaskan Pesan Presentasi Yang Konseptual atau Abstrak.

Audiens Anda dapat menafsirkan pernyataan konseptual dengan cara yang berbeda dengan Anda. Bahkan, setiap anggota audiens mungkin memiliki interpretasi yang unik dari persepsi mereka sendiri. Dengan mengilustrasikan pesan presentasi dengan contoh, maka Anda dapat membuat audiens dapat memvisualisasikan apa yang Anda bicarakan dan memastikan bahwa Anda dan audiens Anda membayangkan hal yang sama.

Misalnya, jika Anda memiliki pesan presentasi, “Peran pemasaran adalah untuk membuat agar banyak orang tertarik dengan produk/jasa yang Anda tawarkan. Terkait dengan pesan tersebut, maka Anda dapat membantu memvisualisasikan apa yang Anda maksud dengan pemasaran melalui sebuah ilustrasi.

Misalnya, Anda dapat menjelaskan dengan memberikan contoh, “di sebuah perusahaan travel  membuat sebuah brosur yang menarik dan mendorong orang-orang untuk melakukan kontak dengan perusahaan tersebut, sehingga banyak orang-orang tertarik untuk menggunakan jasa perjalanan wisata perusahaan tersebut. Upaya yang dilakukan oleh perusahaan tersebut adalah pemasaran”.

Manfaat # 3 : Membantu Mengilustrasikan Pesan Presentasi Yang Belum Terjadi.

Contoh juga dapat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang belum terjadi dengan menggunakan contoh hipotetis. Jika Anda berbicara pada suatu pertemuan dan Anda memiliki pesan, “Kita harus membuat sistem kepemilikan bersama untuk memiliki peralatan yang besar”.

Anda dapat menggambarkan hal itu dengan contoh hipotetis. Misalnya, “kita secara bersama-sama membeli mesin pemotong dengan mengkontribusikan uang kita masing-masing dan menggunakan sistem pemesanan online untuk memesannya”. Dengan contoh tersebut, audiens Anda kemudian dapat menggambarkan seperti apa bentuk kepemilikan bersama itu.

Demikianlah, 3 manfaat contoh sebagai bukti presentasi bagi audiens Anda.

Pertama, membantu audiens Anda memvisualisasikan pesan presentasi Anda.

Kedua, membantu menjelaskan pesan presentasi yang konseptual atau abstrak.

Ketiga, membantu mengilustrasikan pesan presentasi yang belum terjadi.

Pastikan ada kesesuaian logika antara pesan presentasi atau pernyataan presentasi Anda dan jenis bukti yang Anda gunakan untuk mendukungnya. Gunakanlah contoh sebegai bukti presentasi untuk menghadapi presentasi Anda selanjutnya, jika Anda mempunyai pernyataan atau pesan presentasi yang berupa konsep, misalnya.