3 Aspek Kunci Bagaimana Anda Dapat Menyampaikan Presentasi Online Secara Meyakinkan

Masa pandemi virus corona menuntut banyak pekerjaan untuk dilakukan secara online. Tidak terkecuali presentasi. Itulah mengapa berbagai aplikasi webinar mulai masif digunakan dalam beberapa waktu belakangan ini.

Meskipun tampak lebih mudah, presentasi online tentu berbeda dengan presentasi tatap muka. Ada tantangan tersendiri ketika Anda harus menyampaikan materi presentasi secara online, karena audiens Anda dapat terdistraksi untuk melakukan pekerjaan lainnya

Sekalipun ada tantangan yang Anda hadapi, tentu Anda ingin tampil secara meyakinkan dalam melakukan presentasi online.

Ada 3 aspek kunci yang perlu Anda ketahui dalam menyampaikan presentasi online secara meyakinkan.

Mari kita bahas satu per satu 3 aspek kunci tersebut.

Aspek Kunci # 1 : Latihan Terfokus

Matt Abrahams yang merupakan seorang Professor yang mengajar di Sekolah Pascasarjana Bisnis Universitas Stanford dimana dia mengajar dua kelas yang sangat populer yang berhubungan dengan Komunikasi Strategis dan Presentasi Virtual yang Efektif menyebutkan bahwa latihan merupakan hal yang sangat penting untuk menyampaikan presentasi yang efektif.

Namun, banyak presenter tidak berlatih dengan benar. Mereka hanya berlatih secara mental atau membolak-balik slide. Pendekatan pasif yang tidak benar-benar mensimulasikan kondisi presentasi.

Untuk berlatih secara efektif, Anda juga perlu berdiri dan menyampaikan presentasi Anda. Bahkan jika Anda melakukan presentasi secara online, Anda perlu secara fisik berdiri untuk memproyeksikan presentasi Anda secara efektif. Dari pada hanya memikirkan presentasi, berdiri dan mempraktekkan pidato Anda dapat membantu Anda mengingatnya.

Secara khusus, mendengar suara Anda sendiri dan menggunakan gerakan yang relevan dan sesuai akan dapat meningkatkan daya ingat Anda di kemudian hari. Anda akan mengingat lebih banyak karena citra mental dan latihan fisik Anda menggunakan jaringan saraf yang tumpang tindih di otak Anda, meningkatkan apa yang dikenal sebagai konsolidasi memori, atau proses dimana sebuah pikiran disatukan ke dalam memori jangka panjang Anda.

Salah satu teknik yang sangat berguna adalah latihan terfokus. Latihan ini dilakukan dengan melibatkan pengambilan satu aspek presentasi Anda secara bergantian. Misalnya, dimulai dari bagian pendahuluan. Bagian pendahuluan ini Anda latih berulang kali hingga Anda menjadi sangat terbiasa dan nyaman dengannya.

Anda jangan menghafal presentasi Anda, karena menghafal presentasi bisa membuat Anda blank.

Selanjutnya, jika Anda sudah menyelesaikan latihan di bagian pendahuluan, maka Anda dapat beralih ke aspek lain dari presentasi Anda, seperti bagian isi dan penutup.

Latihan terfokus memungkinkan Anda untuk merasa tidak terlalu cemas, karena Anda tidak harus mengeluarkan upaya mental yang berharga untuk memikirkan semua aspek tertentu dari presentasi Anda sekaligus.

Selain itu, lokasi tempat Anda berlatih presentasi perlu diupayakan di tempat dimana Anda akan melakukan presentasi atau setidaknya di tempat yang serupa. Misalnya, jika Anda akan memberikan presentasi di ruangan yang besar dengan jendela besar dimana orang-orang diam dan penuh perhatian, maka Anda perlu berlatih memberikan presentasi di ruangan besar dengan jendela.

Konteks dimana Anda berlatih membantu Anda mengingat dan akan meningkatkan kepercayaan diri Anda, karena lingkungan sekitar Anda akan terasa nyaman. Saran ini juga dapat digunakan untuk presentasi melalui Web atau telekonferensi. Berlatihlah di dalam ruangan dengan teknologi yang akan Anda gunakan. Faktanya, berlatih dengan teknologi terlebih dahulu selalu merupakan ide yang bagus.

Aspek Kunci # 2 : Antisipasi Pertanyaan

Pertanyaan yang muncul dari audiens pada saat sesi tanya jawab ketika Anda melakukan presentasi merupakan sesuatu hal yang mesti Anda hadapi. Sesi ini bisa jadi merupakan sesi yang paling menegangkan bagi Anda sebagai seorang presenter.  

Kenapa ?

Karena Anda kawatir jika Anda tidak memiliki jawaban atas apa yang ditanyakan oleh audiens Anda. Selain itu, Anda juga dapat mengalami kebingungan untuk menjawabnya karena Anda tidak tahu jawabannya.

Namun, jika Anda sukses melalui sesi tanya jawab ini dengan baik, maka sesi ini akan menjadi faktor pengungkit yang dapat meningkatkan kredibilitas Anda. Ketika Anda mampu menjawab pertanyaan dengan baik, maka audiens akan semakin percaya dengan kemampuan Anda.

Untuk menghadapi sesi tanya jawab, Anda perlu melakukan perkiraan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ditanyakan oleh audiens Anda dan Anda juga perlu menyiapkan jawabannya. Dalam mempersiapkan jawaban terhadap pertanyaan yang Anda perkirakan, maka Anda dapat menggunakan Teknik PREP (position, reason, elaboration, position).

Contohnya, topik presentasi Anda tentang “meningkatkan pertumbuhan bisnis”.

Jika Anda memperkirakan audiens Anda akan menanyakan “Apakah faktor yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis untuk dekade berikutnya ?, maka bentuk jawabannya dengan menggunakan teknik PREP akan terlihat seperti berikut ini :

Position :

Strategi membangun pengalaman pelanggan menjadi faktor yang sangat penting untuk pertumbuhan bisnis setidaknya untuk dekade berikutnya.

Reason :

Banyak laporan penelitian terbaru telah mengidentifikasi bahwa pengalaman pelanggan merupakan peluang yang paling menarik untuk bisnis di tahun-tahun mendatang.

Elaboration :

Laporan Tren Pemasaran Digital oleh Econsultancy menemukan bahwa pengalaman pelanggan adalah satu-satunya peluang paling menarik untuk pertumbuhan bisnis di tahun 2019.

Position :

Meluangkan waktu untuk membangun strategi pengalaman pelanggan yang efektif adalah peluang yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Dengan demikian, Anda dapat mengembangkan citra merek yang kuat dan memberikan pengalaman luar biasa yang membedakan Anda dari pesaing.

Dengan melakukan ini, maka Anda telah mengantisipasi pelaksanaan presentasi Anda yang juga tentu dapat mengurangi kecemasan Anda dalam menghadapi presentasi yang akan Anda lakukan.

Ketika Anda melakukan presentasi dan masuk ke dalam sesi tanya jawab, ada 3 tips yang dapat Anda gunakan dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh audiens Anda.

Aspek Kunci # 3 : Persiapkan dan Kuasai Teknologi

Untuk kelancaran presentasi online Anda, maka mempersiapkan konektivitas dengan mengecek koneksi jaringan internet adalah hal yang sangat krusial yang perlu Anda lakukan. Sebelum melakukan presentasi, pastikan kualitas jaringan internet sudah memadai.

Jika ragu, lakukan pengetesan dengan melakukan video konferensi bersama tim Anda sebelum Anda benar-benar tampil pada presentasi online.

Selain jaringan internet, Anda juga perlu memeriksa kesiapan pendukung lainnya seperti earphone atau headset yang dilengkapi dengan microphone untuk menghasilkan suara yang lebih jernih. Jika Anda menggunakan laptop, maka daya baterai laptop Anda juga harus dalam kondisi terisi penuh.

Tambahan pula, untuk kelancaran presentasi online Anda, maka Anda perlu memahami perangkat lunak atau aplikasi yang Anda gunakan. Pahami berbagai fitur-fitur yang akan sangat berguna untuk mendukung presentasi online Anda. Selama presentasi online, fitur video Anda harus dinyalakan agar semua audiens bisa melihat Anda sebagai pembicara. Dengan melihat secara visual, maka materi yang disampaikan akan lebih mudah dipahami.

Demikianlah, 3 aspek kunci bagaimana Anda dapat menyampaikan presentasi online secara meyakinkan.

Pertama, Latihan Terfokus.

Kedua, Antisipasi Pertanyaan.

Ketiga, Persiapkan dan Kuasai Teknologi.

Intinya, agar presentasi online Anda terlihat meyakinkan, maka Anda harus menyiapkan semuanya dengan baik. Dengan melakukan persiapan tersebut, maka kecemasan Anda dalam menghadapi presentasi dapat berkurang. Akibatnya, kesuksesan presentasi online Anda bisa terwujud karena Anda telah memiliki keyakinan yang tinggi.

 

 

 

 

Bagaimana Cara Anda Mengetahui Kebutuhan dan Melibatkan Audiens Pada Presentasi Online ?

Saat ini, cara kita bekerja telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Awalnya, dalam melakukan aktivitas kita melakukannya secara tatap muka.

Sekarang ini, dengan pandemi korona yang masih berlangsung telah memaksa kita untuk melakukan pekerjaan termasuk presentasi dari tatap muka menjadi online.

Tentu saja, dalam melakukan presentasi online tersebut, kita perlu mengetahui apa yang dibutuhkan oleh audiens kita.

Selain itu, karena kita tidak dapat melihat audiens kita secara langsung dan mereka juga tidak dapat melihat kita secara langsung pula, maka dalam presentasi online kita menghadapi tantangan, yaitu bagaimana kita bisa melibatkan audiens dalam presentasi online kita ?

Berita baiknya, Anda dapat menggunakan 2 cara untuk mengetahui kebutuhan dan melibatkan audiens pada presentasi online Anda.

Mari kita bahas satu per satu kedua cara tersebut.

Cara # 1 : Mulailah Dengan Why Untuk Mengetahui Kebutuhan Audiens Anda

Kebutuhan audiens merupakan faktor kunci yang perlu Anda pertimbangkan. Jika faktor ini terlewatkan, maka bisa-bisa tujuan Anda berpresentasi tidak tercapai.

Sebagai contoh, Anda hendak melakukan presentasi untuk mendapatkan pendanaan dari seorang investor. Jika dalam presentasi, Anda menghabiskan seluruh waktu presentasi hanya untuk bercerita tentang berdirinya perusahaan dan struktur organisasi perusahaan Anda, maka apakah investor akan mau berinvestasi ?

Yakin, investor tersebut tidak mau berinvestasi.

Kenapa ?

Karena apa yang Anda sampaikan tidak cukup bagi investor untuk membuat keputusan. Oleh karena itu, Anda mesti tahu apa yang diperlukan oleh investor untuk membuat keputusan. Misalnya, berapa penjualan ke depan, berapa biaya yang diperlukan, dan margin keuntungan yang akan diperoleh.

Cara yang paling tepat untuk mengetahui apa yang audiens butuhkan adalah dengan bertanya mengapa mereka mesti memberikan perhatian pada presentasi Anda—Why should your audience care about your presentation ?

Luangkanlah waktu untuk mempelajari tentang siapa yang akan menjadi audiens Anda.

Ketahui latar belakang profesi, kisaran umur, keinginan dan harapan mereka. Dengan kata lain, kenalilah audiens Anda.

David Pranata dalam bukunya Speak With Power menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui untuk mengenal audiens Anda.

Pertama, kenali profil demografi dan psikografis audiens Anda. Coba Anda luangkan waktu untuk mendapatkan informasi demografi mengenai audiens Anda seperti : jenis pekerjaan, rentang usia, background pendidikan, dan jenis kelamin. Dengan pengetahuan tersebut di tangan Anda, maka Anda akan bisa menyusun materi presentasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain informasi mengenai demografi, akan sangat membantu jika Anda bisa mendapatkan informasi psikografis dari audiens Anda seperti :

  • Apa masalah yang dihadapi oleh audiens Anda ?
  • Hal-hal apa saja yang selama ini menjadi kegelisahan dan kekawatiran mereka ?
  • Apa yang selama ini mereka inginkan ?

Jika Anda bisa merancang isi presentasi Anda sesuai dengan hal-hal di atas, maka tentunya Anda akan benar-benar bisa terhubung dengan audiens Anda. Mereka akan mengatakan bahwa Anda sebagai presenter benar-benar bisa mengerti apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan mereka.

Kedua, ketahuilah tingkat pengetahuan audiens Anda pada topik yang Anda paparkan. Jangan sampai Anda memberikan presentasi tentang hal-hal yang audiens Anda sudah ketahui dengan jelas.

Anda dapat bertanya kepada klien atau panitia yang meminta Anda untuk memberikan presentasi mengenai materi-materi yang audiens Anda sudah pernah dapatkan.

Selain itu, juga Anda perlu menyesuaikan istilah-istilah yang Anda gunakan dalam presentasi Anda. Hindari istilah-istilah yang mereka tidak kenali. Gunakan bahasa-bahasa yang mereka mudah pahami.

Cara # 2 : Gunakanlah Engagement Techniques Untuk Melibatkan Audiens Anda

Satu hal yang mungkin dapat Anda rasakan dalam melakukan presentasi online adalah audiens Anda dapat dengan mudah tidak terlibat dengan presentasi Anda, karena adanya berbagai gangguan. Mereka bisa mengirim email, memeriksa media sosial, mengirim sms, dan lain sebagainya.

Hal tersebut bukan berita baru bagi siapa pun, karena saat ini kita hidup dalam dunia yang mudah beralih perhatian.

Nick Morgan dalam Forbes (2012) menyebutkan bahwa orang memiliki rentang perhatian yang jauh lebih pendek dalam pertemuan virtual. Sebagian besar rapat berlangsung selama satu jam. Setelah sekitar 5-10 menit dalam lingkungan virtual, maka orang cenderung mudah untuk kehilangan minat pada pertemuan virtual tersebut.

Solusinya adalah membuat audiens terlibat dengan presentasi Anda.

Jika Anda benar-benar ingin konten presentasi Anda menggerakkan audiens dan menghindari ketidakterhubungan dengan audiens Anda, maka Anda dapat menggunakan apa yang disebut dengan Audience-Connecting Techniques (ACTs).

ACT membawa audiens Anda ke dalam presentasi Anda. ACT mengundang partisipasi mereka dan memberikan pemberitahuan bahwa Anda mengharapkan keterlibatan mereka.

ACT diperkenalkan oleh Matt Abrahams yang merupakan seorang Professor yang mengajar di Sekolah Pascasarjana Bisnis, Universitas Stanford dimana dia mengajar dua kelas yang sangat populer yang berhubungan dengan Komunikasi Strategis dan Presentasi Virtual yang Efektif.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan engagement techniques yang diperkenalkan oleh Diane Windingland dari Virtual Speech Coach.

Ada dua kelompok engagement techniques yang dapat Anda gunakan untuk melibatkan audiens dalam presentasi online Anda.

Pertama, engagement technique yang mudah. Teknik ini terdiri : dari menanyakan pertanyaan, menyampaikan cerita yang relevan, men-share screen, men-share video, men-share sebuah file atau link pada fitur chat, dan meminta audiens untuk menulis sesuatu pada kertas.

Kedua, engagement technique yang menantang. Teknik ini terdiri dari : memanfaatkan chat box untuk menyampaikan sesuatu kepada audiens, melakukan polling, menggunakan white board, dan menggunakan breakout room. Teknik tersebut dapat Anda gunakan ketika Anda menggunakan aplikasi Zoom pada saat Anda melakukan presentasi online.

Demikianlah, 2 cara mengetahui kebutuhan dan melibatkan audiens yang dapat Anda gunakan pada presentasi online Anda.

Pertama, mulailah dengan why untuk mengetahui kebutuhan audiens Anda.

Kedua, gunakanlah engagement techniques untuk melibatkan audiens Anda.

Gunakanlah 2 cara di atas ketika Anda melakukan presentasi online agar kebutuhan audiens Anda dapat terpenuhi dan audiens Anda dapat terlibat.

Selain itu, ketika Anda saat ini menghadapi perubahan dalam cara Anda berkomunikasi, maka prinsip yang perlu Anda pegang adalah terus berupaya untuk selalu ingin tahu bagaimana Anda selalu dapat menjadi semakin baik dalam memberikan presentasi online.

Galilah pengetahuan dan ketrampilan baru dalam melakukan presentasi online, sehingga kemampuan Anda melakukan presentasi online meningkatkan dari waktu ke waktu.

 

 

 

5 Tips Agar Anda Tampak Profesional Pada Presentasi Online

Pada era pandemi ini, kita dianjurkan untuk sebisa mungkin tidak berkumpul. Karena itu, melakukan pekerjaan dari rumah menjadi sesuatu kebiasaan baru yang perlu kita lakukan.

Dengan demikian, segala kegiatan sedapat mungkin dilakukan secara daring atau online. Rapat, ujian, bahkan presentasi pun dilakukan secara online dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Berpindah dari presentasi tatap muka ke presentasi online tidak selalu merupakan transisi yang mudah. Dan, jika Anda memberikan presentasi virtual untuk suatu pekerjaan, maka tentu Anda ingin tampil secara professional untuk mengkomunikasikan pesan Anda secara efektif.

Berita baiknya, ada 5 tips yang dapat Anda gunakan untuk tampil profesional pada presentasi online.

Mari kita bahas satu per satu kelima tips tersebut.

Tip # 1 : Sudut Kamera Yang Baik

Karena Anda melakukan presentasi online di layar laptop, maka Anda dapat dengan mudah memprioritaskan sudut tampilan kamera laptop Anda. Namun, Anda tentu saja tidak ingin membiarkan audiens Anda menatap garis rambut atau dagu Anda selama presentasi online.

Sederhananya, Anda ingin menghindari sudut kamera yang ganjil. Anda tidak perlu terlalu mencondongkan kepala Anda ke atas atau ke bawah untuk melihat langsung ke kamera laptop Anda.

Namun, jika Anda menggunakan meja standar, maka laptop Anda kemungkinan besar berada di bawah kepala Anda.

Untuk amannya, sebaiknya Anda perlu mengangkat laptop Anda, sehingga kameranya sejajar dengan mata Anda. Untuk itu, Anda dapat menambahkan beberapa tumpukan buku atau menggunakan dudukan laptop, sehingga kamera laptop Anda dapat sejajar dengan mata Anda atau sedikit lebih tinggi seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini yang dibuat oleh makingbusinessmatter dari Inggris.

Tip # 2 : Pencahayaan Yang Baik

Pencahayaan mungkin menjadi satu-satunya hal terpenting untuk dipertimbangkan saat Anda bersiap-siap untuk melakukan presentasi online.

Saat melakukan presentasi online, sebaiknya hindari segala jenis pencahayaan di atas kepala Anda. Menempatkan sumber cahaya tepat di atas kepala Anda akan menghasilkan banyak bayangan yang tidak menyenangkan di wajah Anda terutama di sekitar mata Anda. Sayangnya, kebanyakan orang memiliki lampu di atas kepala sebagai penerangan di rumah mereka.

Jika Anda ingin tampil menarik untuk presentasi online, maka sebaiknya gunakan tiga sumber cahaya lembut.

Idealnya, Anda menempatkan dua cahaya lembut di belakang kamera laptop Anda di sebelah kiri dan kanan. Secara bersama-sama, mereka akan mengisi semua bayangan pekat di wajah Anda.

Tempatkan cahaya lembut ketiga di belakang Anda untuk bertindak sebagai cahaya tepi. Cahaya ini akan membantu memisahkan Anda dari latar belakang.

Tip # 3 : Background Yang Tidak Menggangu

Bukan hanya Anda yang perlu tampil menarik di depan kamera, tetapi background (latar belakang) Anda juga harus terlihat profesional.

Sebagai pedoman umum saat melakukan presentasi online, hilangkan semua background yang mengganggu dan tidak professional seperti gambar di bawah ini yang dibuat oleh makingbusinessmatter dari Inggris. Dinding polos atau bahkan karya seni dapat menjadi latar belakang terbaik.

Namun, banyak dari kita yang tidak memiliki ruang khusus yang dapat digunakan untuk melakukan presentasi online dengan latar belakang yang bebas gangguan. Jika demikian, berikut beberapa cara untuk meningkatkan latar belakang yang baik, yaitu :

  • Bersihkan semua kotoran, seperti tumpukan cucian, mainan, atau piring.
  • Pindahkan anak-anak dan hewan peliharaan ke ruangan lain untuk meminimalkan aktivitas dan suara pada latar belakang Anda.
  • Hindari duduk di depan rak buku atau latar belakang yang “sibuk” lainnya dengan banyak obyek yang dapat mengganggu.

Untungnya, aplikasi video conference seperti Zoom menyertakan fitur praktis yang dapat Anda gunakan, jika Anda kesulitan menemukan zona bebas gangguan di rumah Anda.

Atau Anda dapat menggunakan latar belakang virtual lainnya untuk membuat kesan pertama yang lebih baik.

Anda dapat menggunakan latar belakang kantor yang bersih dan modern atau sesuatu yang sedikit lebih berwarna dan kreatif untuk mengganti latar belakang yang membosankan. Untuk itu, Anda dapat mengunjungi https://visme.co/blog/best-zoom-backgrounds/.

Tips # 4 : Kontak Mata Dengan Audiens

Presenter yang baik tahu cara terhubung dengan audiens mereka. Koneksi dengan audiens merupakan sesuatu hal yang benar-benar menantang dalam presentasi online.

Kontak mata langsung dapat menimbulkan kepercayaan dan ketulusan dari audiens Anda. Anda tidak dapat melihatnya, tetapi mereka dapat melihat Anda. Mempertahankan kontak mata dengan mereka akan membantu mereka mempercayai Anda dan mempercayai pesan Anda.

Untuk memulai, Anda harus mengadopsi persona yang aktif. Lakukan “kontak mata” dengan audiens Anda dengan melihat langsung ke kamera sesering mungkin.

Untuk membuatnya lebih mudah, atur layar Anda sehingga jendela dengan audiens Anda dekat dengan kamera. Dengan cara ini, Anda dapat secara bersamaan melakukan kontak mata dengan mereka dan melihat tanggapan mereka.

Perhatikan sudut kamera, sehingga wajah Anda berada pada level yang nyaman bagi orang lain untuk melihat Anda.

Apa pun yang terjadi di layar, pastikan Anda melihat langsung ke kamera, seperti saat Anda melakukan pertemuan tatap muka. Ini termasuk ketika saat Anda mendengarkan audiens atau pembicara lain, dan saat Anda tidak berbicara.

Ingatlah untuk menunjukkan senyum yang hangat dan menarik. Sesekali tertawa dan pertahankan nada yang ramah dan menarik. Sebelum Anda memulai presentasi online, maka Anda dapat menyapa audiens Anda untuk meminta mereka, misalnya berbagi cerita dari mana mereka melakukan video conference. Hal ini sangat penting untuk dilakukan untuk menciptakan rasa kehangatan dan koneksi dengan audiens Anda.

Tip # 5 : Pakaian Yang Baik

Baik Anda sedang melakukan presentasi webinar, masterclass, kursus online, atau hanya mengadakan rapat online, maka hal pertama yang dilihat audiens Anda adalah Anda. Jadi, penting bagi Anda untuk memperhatikan penampilan Anda.

Pilihan pakaian Anda dapat membantu mengatur keseluruhan kesan bagi presentasi Anda. Pertimbangkan pesan yang ingin Anda sampaikan, dan perasaan yang Anda ingin audiens Anda miliki ketika mereka melihat Anda. Dan cocokkanlah dengan pakaian Anda.

Pastikan ada kontras yang cukup antara apa yang Anda kenakan dengan latar belakang Anda.

Gunakan pakaian dengan warna yang lebih terang pada latar belakang yang lebih gelap dan sebaliknya.

Pakaian dengan warna yang solid terlihat paling baik dengan latar belakang yang terang. Pakaian dengan warna tersebut mudah untuk difokuskan oleh audiens dan membuat Anda menonjol. Gunakanlah pakaian warna biru, merah, merah jambu, hijau, ungu, kuning, dan lain sebagainya. Warna hijau di bawah ini memiliki nilai sedang dan cukup, sehingga Anda dapat menonjol tanpa berlebihan seperti yang dijelaskan oleh https://www.stylerises.com/.

Anda sebaiknya tidak menggunakan pakaian warna cetakan yang dapat mengganggu dan melelahkan untuk dilihat oleh audiens Anda seperti yang Anda lihat di bawah ini seperti yang dijelaskan oleh https://www.stylerises.com/.

Pakaian dengan warna seperti itu akan tampak terlalu sibuk untuk kamera. Jadi hindari ini dengan cara apa pun.

Pakaian dengan warna itu tidak hanya mengalihkan perhatian audiens dari apa yang Anda katakan, tetapi mereka juga melelahkan untuk dilihat oleh audiens Anda terutama jika presentasi itu berdurasi 45 atau 60 menit.

Selain itu, pakaian dengan warna hitam bisa terlihat berat seperti yang dilihat pada gambar di bawah ini seperti yang dijelaskan oleh https://www.stylerises.com/.

Warna hitam adalah pilihan bagi banyak orang, tetapi Anda perlu berpikir dua kali untuk memakai pakaian dengan warna ini secara online, karena bisa terlihat berat. Belum lagi penuaan dan terlalu keras bagi banyak orang dengan pewarnaan yang lebih lembut.

Anda perlu mewaspadai warna merah dan putih. Warna merah terang dapat terlihat terlalu ekstrim pada kamera. Pilihan yang lebih baik adalah warna yang lebih dalam dan lebih gelap.

Warna merah anggur lebih baik dari pada warna mera yang cerah seperti di bawah ini seperti yang dijelaskan oleh https://www.stylerises.com/. Warna putih adalah salah satu warna yang harus dihindari, karena bisa jadi terlalu terang untuk audiens Anda, sehingga sulit bagi mereka untuk fokus.

Demikianlah, 5 tips yang dapat Anda gunakan agar Anda terlihat profesional pada presentasi online.

Pertama, sudut kamera yang baik.

Kedua, pencahayaan yang baik.

Ketiga, background yang tidak menggangu.

Keempat, kontak mata dengan audiens.

Kelima, pakaian yang baik.

Keingintahuan Anda untuk mempelajari aspek-aspek penting presentasi online adalah kunci suksesnya presentasi online untuk Anda, disamping persiapan dan latihan. Keterampilan presentasi online membutuhkan waktu untuk penguasaannya dan setiap presentasi yang Anda lakukan merupakan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan tersebut.

Waktu dan usaha yang Anda berikan untuk menguasai ketrampilan presentasi online akan terbayar tidak hanya sekarang dalam hal nilai Anda, tetapi juga di masa depan untuk pertumbuhan pribadi dan profesional Anda.

 

 

5 Tips Bahasa Tubuh Yang Efektif Dalam Presentasi Virtual Anda

Melakukan aktivitas dari rumah telah menjadi pengalaman baru yang kebanyakan dari kita secara bertahap perlu menyesuaikan diri. Pandemi Covid 19 telah meninggalkan jejaknya pada budaya kerja yang membuat kita perlu mengevaluasi kembali proses kerja kita.

Dunia kerja telah berubah total.

Dalam melakukan komunikasi, Anda perlu membiasakannya secara online termasuk presentasi virtual. Meskipun Anda tidak secara aktif melihat audiens Anda secara langsung, maka tetap penting bahwa bahasa tubuh Anda benar dan Anda berkomunikasi dengan audiens Anda secara profesional.

Bahasa tubuh dalam presentasi virtual penting untuk memancarkan sejumlah sinyal kepada audiens Anda. Sinyal tersebut memberikan wawasan penting tentang suasana hati, pikiran, dan emosi Anda. Di era ruang konferensi virtual, isyarat non verbal termasuk bahasa tubuh sering kali berbicara lebih kuat dari pada kata-kata Anda.

Untuk menampilkan bahasa tubuh yang efektif dalam presentasi virtual Anda, maka Anda perlu mengetahui tipsnya. Ada 5 tips yang perlu Anda ketahui.

Mari kita bahasa satu per satu tipsnya

Tips # 1 : Penampilan

David Pranata dalam bukunya Speak With Power mengatakan bahwa penampilan dan pakaian yang Anda kenakan akan menjadi impresi pertama audiens terhadap diri Anda. Ada peribahasa yang mengatakan. “Don’t judge a book by its cover”. Akan tetapi, kenyataannya kita memang menilai seseorang dari penampilannya. Oleh karena itu, perhatikanlah penampilan Anda.

Untuk pakaian ini, kenakanlah pakaian yang serupa dengan audiens Anda. Jika Anda memberikan presentasi dalam acara kantor, maka kenakanlah pakaian yang umumnya digunakan pada kantor Anda.

Untuk lebih memberikan pengaruh pada audiens Anda, maka Anda dapat mengenakan jenis pakaian yang satu tingkat lebih tinggi formalitasnya dari audiens Anda. Misalnya, jika mayoritas audiens mengenakan pakaian santai (T-shirt), maka Anda bisa mengenakan kemeja. Anda bisa bayangkan betapa sulitnya jika Anda dengan pakaian santai sejenis T-shirt mencoba mempengaruhi audiens yang hampir semuanya menggunakan stelan jas yang rapi.

Tips # 2: Postur

Duke Today dalam tulisannya tentang bahasa tubuh menjelaskan bahwa rahasia untuk mempertahankan postur yang baik dan menjaga punggung tetap tegak selama presentasi virtual adalah membayangkan semua mata tertuju pada Anda.

Adalah tidak bagus jika Anda membungkuk di depan komputer, melihat ke bawah atau  tergeletak di sofa. Anda bisa saja mengatakan hal itu benar, tetapi tubuh Anda menyampaikan 1.000 isyarat negatif. Negatifitas itulah yang akan diingat audiens Anda.

Untuk membuat postur tubuh yang baik, maka jaga agar kaki Anda tetap rata di lantai dan paha sejajar dengan lantai, sehingga Anda memiliki sudut 90 derajat pada lutut. Kepala, leher, punggung, dan kaki Anda harus sejajar saat berdiri. Saat duduk, duduklah dengan tegak, sehingga telinga, bahu, dan pinggul Anda sejajar seperti yang diperlihatkan pada gambar 1.

Postur tubuh yang baik membuat Anda tampil lebih energik, percaya diri dan mengurangi stres pada tubuh Anda. Postur tubuh yang tepat membantu Anda fokus dan masuk ke pola pikir kerja.

Duduk tegak akan membuat Anda merasa lebih terlibat, lebih percaya diri dan lebih professional. Anda mendapatkan bahwa suara Anda akan menyampaikan lebih banyak kekuatan.

Tip # 3 : Kontak Mata

Kontak mata adalah salah satu dasar bahasa tubuh. Kontak mata meningkatkan oksitosin yang merupakan bahan kimia ikatan sosial dan kepercayaan. Oleh karena itu, kontak mata yang baik menjalin hubungan yang lebih dekat. Sulit untuk mempertahankan kontak mata yang baik saat seseorang tidak ada di depan Anda.

Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu meningkatkan kontak mata yang baik dalam lingkungan virtual. Sesuaikan kamera Anda, sehingga mata Anda sejajar dengan lensa kamera. Ini mungkin berarti Anda harus berinvestasi dalam tripod khusus atau bahkan berimprovisasi dengan beberapa buku di bawah laptop Anda. Kamera adalah “orang” yang ingin Anda tatap matanya. Berhati-hatilah untuk tidak melihat ke bawah, ke seberang atau menutup mata Anda.

Magnetic Speaking dalam tulisannya tentang pertemuan virtual yang efektif menjelaskan bahwa metode segitiga dapat Anda gunakan untuk kontak mata seperti yang dijelaskan pada Gambar 2. Ini adalah cara berinteraksi dengan kamera dan layar untuk dapat membuat hubungan yang kuat dengan audiens Anda serta cara mensimulasikan ruangan nyata.

Metode Segitiga adalah ketika Anda secara bergantian antara melihat peserta, lensa kamera, peserta lain di layar dalam gerakan segitiga. Ini adalah cara untuk berhubungan dengan audiens Anda, sehingga mereka merasa seperti dilihat satu per satu, tetapi tidak diawasi.

Di nomor 1, Anda dapat melihat seorang peserta. Kemudian di nomor 2, Anda beralih ke kamera. Kemudian di foto nomor 3, Anda melihat peserta yang berbeda.

Tip # 4: Ekspresi Wajah

Seorang presenter yang baik pasti menyadari bahwa ekspresi wajah yang tepat adalah salah satu bagian penting untuk komunikasi yang efektif. Bahkan ekspresi wajah sering menjadi penentu dari makna di balik pesan yang Anda sampaikan. Karena pada saat melakukan presentasi, wajah Anda dapat dengan mudah menunjukkan perasaan dan emosi Anda pada saat itu.

Ekspresi wajah lebih terbuka untuk dicermati dalam presentasi online. Oleh karena itu, pastikan Anda tersenyum, kecuali jika Anda harus menyampaikan berita buruk. Senyum menandakan perhatian, empati, disukai, dan kehangatan. Terutama di masa-masa ini, orang mendambakan respons yang empati, ramah, dan hangat.

Selain itu, tunjukanlah semangat dalam presentasi virtual Anda. Jika Anda berbicara antusias, maka audiens pun akan antusias mendengarkan Anda. Caranya, pertama, Anda perlu meyakini atau menyukai apa yang Anda akan sampaikan. Kedua, Anda visualisasikan bahwa apa yang Anda sampaikan bermanfaat bagi audiens Anda.

Tips # 5: Gesture Tangan    

Duke Today dalam tulisannya tentang bahasa tubuh menjelaskan bahwa saat melakukan presentasi virtual sebaiknya Anda meletakkan komputer Anda sejauh satu lengan, sehingga audiens Anda dapat melihat bahu dan tangan Anda saat Anda berbicara seperti yang diperlihatkan pada Gambar 3.

Berbicara dengan menggunakan gerakan tangan adalah cara untuk menunjukkan kegembiraan dan antusiasme. Secara metaforis, hal itu akan menarik Anda ke dalam percakapan dengan audiens Anda.

Upayakan audiens untuk dapat melihat kepala, bahu, dan bagian atas tubuh Anda.

Presenter terbaik adalah presenter yang menggerakkan tangan mereka yang dapat dilihat di dalam layar komputer audiensnya. Melihat Anda menggerakkan bahu dan menggerakkan tangan menciptakan perasaan yang jauh lebih alami dan menarik untuk percakapan virtual Anda.

Dalam presentasi virtual, Anda mungkin tidak dapat memanfaatkan seluruh tubuh Anda, tetapi Anda benar-benar dapat menggunakan tangan Anda yang akan membantu melibatkan pendengar Anda dengan memberi mereka isyarat visual.

Gerakan tangan Anda harus berfungsi untuk menekankan pesan Anda.

Salah satu contoh gerakan tangan yang kuat disebut anchor yang berarti Anda menempatkan ide yang berbeda di lokasi yang berbeda pada layar dengan tangan Anda. Jika Anda berbicara tentang proyek A, maka isyaratkan tangan Anda berada di satu tempat dan jika Anda beralih ke proyek B, maka pindahkan gerakan tangan Anda ke tempat lain.

Demikianlah, 5 tips bahasa tubuh yang efektif untuk presentasi virtual Anda. Pertama, penampilan. Kedua, postur. Ketiga, kontak mata. Keempat, ekspresi. Kelima, gesture tangan.

Secara keseluruhan, Anda tentu ingin terlihat profesional dan menarik apa pun lingkungannya. Gunakan 5 tips ini dan audiens Anda akan terkejut dengan kekuatan kehadiran virtual Anda.

 

 

 

 

5 Aspek Teknis Yang Perlu Anda Ketahui Dalam Melakukan Presentasi Virtual

Masa pandemi virus corona menuntut banyak pekerjaan yang dilakukan secara online. Pekerjaan itu tak terkecuali presentasi.

Itulah mengapa berbagai aplikasi video conference sangat masif digunakan dalam masa-masa ini. Meskipun tampak lebih mudah, presentasi online tentunya berbeda dengan presentasi tatap muka.

Ada tantangan tersendiri ketika Anda harus menyampaikan materi presentasi secara virtual. Terlebih lagi, jika presentasi disampaikan di depan audiens Anda.

Presentasi online memiliki beberapa kesulitan dibandingkan dengan presentasi tatap muka secara langsung, karena presenter lebih sukar untuk menjaga audiens tetap tertarik mendengarkan materi yang Anda sampaikan.

Nah, agar presentasi online Anda bisa berjalan dengan baik, ada 5 aspek teknis yang perlu Anda ketahui.

Mari kita bahas satu per satu kelima aspek teknis tersebut.

Aspek Teknis # 1 : Kuasai Aplikasi Platform Presentasi

Saat ini banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk melakukan presentasi secara online. Ada Zoom Meeting, Google Meet, Microsoft Teams, Cisco Webex Meeting, Cyberlink U Meeting, RingCentral Meetings, dan lain-lain.  

Jika Anda sudah memilih aplikasi yang akan Anda gunakan, maka Anda perlu menguasainya. Anda harus mempelajarinya agar bisa menggunakannya dengan baik.

Pahami berbagai fitur-fitur dari aplikasi platform presentasi yang Anda gunakan.

Selama presentasi online, fitur video yang Anda dan audiens Anda gunakan harus dinyalakan agar Anda bisa melihat audiens Anda dan juga sebaliknya. Dengan begitu, audiens Anda akan lebih termotivasi untuk mengikuti jalannya presentasi Anda.

Dan, untuk menghindari kebisingan selama presentasi, pastikan suara audiens berada pada posisi mute jika Anda memberikan presentasi. Dengan begitu, tidak ada lagi suara-suara yang mengganggu Anda ketika menyampaikan materi.

Tujuan memahami fitur-fitur aplikasi video conference yang Anda gunakan adalah agar presentasi Anda bisa berjalan dengan lancar. Sedapat mungkin hindari kendala dari diri Anda agar audiens tetap nyaman menyimak presentasi virtual Anda.

Aspek Teknis # 2 : Kuasai Peralatanmu

Saat presentasi, tentu Anda akan menggunakan alat bantu seperti komputer, audio dan kamera. Gunakanlah komputer, audio dan kamera yang berkualitas ketika presentasi virtual.

Untuk menghasilkan audio yang maksimal, gunakan mikrofon yang tepat, misalnya headset.  Anda juga perlu menggunakan kamera yang memadai. Sebagian besar orang memilih menggunakan kamera dari laptop. Namun, jika kamera tersebut berkualitas kurang baik, maka Anda bisa berinvestasi untuk membeli webcam eksternal yang lebih berkualitas. 

Walaupun Anda mungkin dibantu oleh seorang asisten atau orang lain untuk mengoperasikan peralatan tersebut, tetapi Anda juga harus menguasainya.

Hal itu diperlukan agar Anda tidak panik atau gugup ketika tiba-tiba terjadi masalah terhadap peralatan-peralatan yang Anda gunakan. Saat ada kesalahan teknis, maka Anda bisa tetap tenang karena Anda tahu apa yang harus dilakukan. Perasaan tenang ini akan membuat Anda semakin percaya diri saat membawakan presentasi.

Aspek Teknis # 3 : Pastikan Kualitas Koneksi Jaringan Internet

Tentu Anda ingin presentasi virtual Anda dapat berjalan lancar. Karena itu, Anda memerlukan dukungan kualitas jaringan internet yang memadai. Untuk itu, sebelum presentasi Anda harus memastikan kualitas sambungan internet tersebut agar tidak mengalami gangguan ketika Anda presentasi.

Pastikan Anda memiliki koneksi internet yang memadai baik menggunakan WiFi maupun jaringan data seluler. Jika ragu, lakukan pengetesan aplikasi video conference bersama rekan sejawat sebelum benar-benar tampil di depan audiens Anda. Pastikan saja Anda melakukan hal ini 15 menit sebelum presentasi dimulai agar presentasi Anda dapat berjalan lancar.

Aspek Teknis # 4 : Gunakan Virtual Background Yang Menarik

Virtual background (latar belakang) pada aplikasi video conference bisa diganti sesuai keinginan Anda untuk meningkatkan suasana yang nyaman pada saat presentasi online. Salah satu fitur Zoom yang sangat digemari adalah virtual background. Saat melakukan presentasi online dengan menggunakan virtual background, maka hal-hal yang kurang sedap atau kurang enak dipandang yang ada di belakang Anda tidak terlihat oleh audiens Anda. Misalnya, suasana kamar atau ruangan yang berantakan yang ada di belakang Anda.

Untuk Anda yang menginginkan virtual background, bisa dengan mudah memanfaatkan virtual background yang ada pada aplikasi video conference seperti Zoom. Anda dapat mengubah virtual background dengan pemandangan yang diinginkan seperti jembatan Golden Gate, pantai atau luar angkasa. Anda juga dapat menggunakan green screen untuk virtual background Anda.

Anda juga dapat membuat sendiri virtual background dengan gambar yang indah dan menyenangkan. Untuk itu, Anda dapat menggunakan aplikasi power point. Aplikasi power point merupakan aplikasi yang ampuh untuk membuat desain-desain yang indah yang dapat membuat audiens Anda menyenangi virtual background Anda.

Aspek Teknis # 5 : Gunakan Tempat Yang Aman Dari Gangguan

Saat melakukan presentasi, Anda harus memastikan bahwa Anda berada di tempat yang aman dari gangguan. Anda mungkin pernah mendengar bahwa ada anak-anak atau binatang peliharaan yang ‘menginterupsi’ ketika Anda sedang melakukan presentasi online. Jangan sampai hal itu terjadi saat presentasi online yang Anda lakukan.

Selama presentasi Anda bisa mengunci ruangan yang Anda gunakan. Jika Anda melakukan presentasi online di rumah, maka Anda dapat mengatakan pada orang rumah bahwa Anda harus melakukan pertemuan penting dengan audiens Anda dan tidak bisa diganggu untuk sementara waktu.

Demikianlah, 5 aspek teknis yang perlu Anda ketahui dalam melakukan presentasi online.

Pertama, Kuasai Aplikasi Platform Presentasi

Kedua, Kuasai Peralatanmu

Ketiga, Pastikan Kualitas Koneksi Jaringan Internet

Keempat, Gunakan Virtual Background Yang Menarik

Kelima, Gunakan Tempat Yang Aman Dari Gangguan

Itulah 5 aspek teknis presentasi online yang perlu Anda pahami. Intinya, agar presentasi Anda dapat terlihat meyakinkan, maka Anda harus menyiapkan semuanya dengan baik.