5 Cara Membuat Presentasi Virtual Yang Lebih Interaktif Antara Anda Sebagai Presenter dan Audiens Anda

Pandemi korona yang masih berlangsung hingga saat ini telah memaksa dunia termasuk Indonesia untuk beralih dalam berkomunikasi, bekerja, atau belajar dari tatap muka menjadi online.

Tantangan utama untuk melakukan presentasi virtual adalah Anda tidak dapat melihat audiens Anda secara langsung. Demikian juga, mereka tidak dapat melihat Anda secara langsung pula.

Tetapi, satu hal yang dapat Anda rasakan adalah mereka dapat dengan mudah tidak terlibat dengan presentasi Anda, karena adanya berbagai gangguan. Mereka bisa mengirim email, memeriksa media sosial, mengirim sms, dan lain sebagainya.

Hal tersebut bukan berita baru bagi siapa pun, karena saat ini kita hidup dalam dunia yang mudah beralih perhatian.

Nick Morgan dalam Forbes (2012) menyebutkan bahwa orang memiliki rentang perhatian yang jauh lebih pendek dalam pertemuan virtual. Sebagian besar rapat berlangsung selama satu jam. Setelah sekitar 5-10 menit dalam lingkungan virtual, maka orang cenderung mudah untuk kehilangan minat pada pertemuan virtual tersebut.

Solusinya adalah membuat audiens terlibat dengan presentasi Anda.

Berita baiknya, Anda dapat menggunakan 5 cara membuat presentasi virtual Anda lebih interaktif bagi audiens Anda.

Mari kita telusuri satu per satu.

Cara # 1 : Rancanglah Materi Yang Memasukan Unsur Aktivitas Yang Interaktif

Matt Abrahams, seorang Professor yang mengajar di Sekolah Pascasarjana Bisnis Universitas Stanford mengatakan bahwa dalam presentasi virtual, audiens akan kehilangan perhatian setelah 10 menit mendengarkan presentasi dari presenter yang sama.

Oleh karena itu, jika Anda mempunyai materi lebih dari 10 menit, maka Anda perlu membaginya dalam kelompok 10 menit. Dan menyiapkan aktivitas yang interaktif di antara kelompok materi tersebut. Untuk aktivitas itu, Anda dapat membuat jajak pendapat, memberikan quiz atau menanyakan pendapat audiens.

Jika Anda menggunakan slide dalam presentasi Anda, maka gunakan slide yang sederhana, visual dan kontras. Hindari terlalu banyak teks.

Poin utama untuk setiap slide harus mudah diidentifikasi. Cantumkan poin penting ke dalam slide presentasi Anda dan Anda dapat menjelaskan materi yang lebih lengkap secara verbal agar audiens fokus pada penjelasan yang Anda berikan.

Cara # 2 : Kuatkanlah Interaksi Dengan Audiens Anda

Ketika Anda dan audiens terpisahkan oleh jarak, maka menciptakan hubungan antara Anda dan mereka menjadi hal yang sangat penting.

Sembari menunggu acara daring dimulai, Anda dapat menanyakan kabar audiens Anda. Atau Anda dapat menggunakan fitur obrolan (chat) bagi Anda yang menggunakan video conference, Zoom untuk menanyakan kabar mereka.

Hubungan yang dibangun di awal membuat mereka merasa lebih nyaman untuk menggunakan media daring untuk bertanya atau mengajukan komentar selama presentasi berlangsung.

Selain itu, perlu diingatkan agar audiens Anda untuk senantiasa menyalakan video mereka. Hal sederhana ini ditujukan untuk membuat mereka merasa lebih bertanggung jawab untuk memperhatikan jalannya presentasi dan lebih termotivasi untuk menghindari godaan-godaan yang kerap muncul untuk mengerjakan hal lainnya seperti mengirim sms atau email selain mengikuti jalannya presentasi.

Berdiri selama melakukan presentasi juga memungkinan Anda untuk mengekspresikan diri menggunakan bahasa tubuh. Bahkan ketika sudut pandang kamera hanya menampilkan kepala dan pundak Anda, audiens masih dapat melihat gerakan tubuh Anda. Ha ini membantu mengomunikasikan pesan yang ingin Anda sampaikan. Berdiri dalam memberikan presentasi juga dapat membuat energi Anda menjadi lebih baik.

Cara # 3 : Masukanlah Video Dalam Presentasi Anda

Disamping Anda yang memberikan materi paparan, Anda dapat juga menyelipkan video di dalam presentasi Anda. Anda dapat memutar video dalam rangka memperkuat materi yang telah Anda sampaikan.

Misalnya, Anda baru saja memberikan materi tentang bahasa tubuh yang baik waktu presentasi. Untuk lebih memperkuat pesan Anda, maka Anda dapat memutar video yang memberikan contoh bahasa tubuh yang baik.

Atau Anda memutar video yang terkait materi yang Anda sampaikan. Lalu, secara bersama-sama dengan audiens Anda, Anda melakukan analisis terhadap pesannya. Dengan begitu, Anda telah membuat audiens Anda terlibat dalam presentasi Anda.

Melakukan hal tersebut di atas akan membuat variasi dalam penyajian materi Anda. Variasi tersebut ditujukan untuk menghindari kebosanan yang dirasakan oleh audiens Anda.

Cara # 4 : Mintalah Audiens Untuk Mempersiapkan Materi Terlebih Dahulu

Cara ini dapat Anda gunakan agar audiens mempersiapkan bahan-bahan terkait materi yang hendak Anda sampaikan. Misalnya, Anda ingin menyampaikan materi tentang cara membuat slide presentasi yang menarik.

Untuk itu, Anda meminta audiens untuk menyiapkan pesan presentasinya terlebih dahulu. Setelah Anda menjelaskan prinsip dan contoh-contoh teknik dalam membuat slide presentasi yang menarik, maka Anda dapat meminta audiens untuk membuat slide presentasi berdasarkan pesan presentasi yang telah disiapkannya.

Atau Anda dapat meminta audiens untuk membuat terlebih dahulu materi paparan terkait topik yang ingin Anda bahas. Nanti Anda dapat meminta audiens untuk menyampaikannya di sela-sela presentasi Anda.

Dengan cara-cara tersebut, maka audiens Anda akan lebih banyak terlibat dengan presentasi Anda.

Cara # 5 : Buatlah Audiens Untuk Melakukan Sesuatu

Sejatinya interaksi antara Anda dan audiens menyangkut 3 komponen, yaitu : informasi dan gagasan, refleksi, dan pengalaman. Karena itu, Anda dapat meminta mereka berpikir atas apa yang telah Anda sampaikan dan meminta mereka untuk melakukan sesuatu.

Ketika Anda meminta audiens Anda untuk melakukan sesuatu, maka Anda dapat meminta mereka 3 hal.

Yang pertama Anda dapat meminta umpan balik dari audiens setelah Anda memberikan penjelasan tentang materi presentasi Anda. Umpan balik tersebut ditujukan untuk mengetahui pemahaman audiens terhadap materi yang telah Anda sampaikan.

Umpan balik tersebut dapat dilakukan melalui jajak pendapat (polling), kuis, awan kata, Q & A (question & answer). Anda dapat menggunakan aplikasi Mentimeter (https://www.maskris.co.id/cara-menggunakan-mentimeter-aplikasi-presentasi-interaktif/).

Jadi, intinya Mentimeter itu adalah aplikasi yang dapat membantu Anda berinteraksi secara langsung pada waktu yang bersamaan antara Anda dan audiens. Interaksi tersebut tetap dapat dilakukan, walaupun Anda tidak bertatap muka secara langsung dengan mereka.

Yang kedua, Anda dapat meminta respons audiens secara langsung atas pertanyaan yang Anda berikan terkait materi presentasi Anda. Anda dapat meminta respons audiens untuk menulis di kolom chat (fitur obrolan) jika Anda menggunakan video conference, Zoom atau Anda dapat menggunakan fitur annotation pada Zoom untuk mendapatkan respons tulisan dari audiens.

Yang ketiga, Anda dapat meminta audiens untuk bekerja secara berkelompok atas pertanyaan yang Anda berikan, lalu meminta salah satu dari mereka untuk menyampaikan paparan. Anda dapat menggunakan strategi think-pair-share. Kerja kelompok tersebut memungkinkan mereka untuk memperdalam pemahaman mereka tentang materi-materi yang Anda jelaskan dan membuat mereka terlibat.

Atau Anda dapat meminta audiens untuk memaparkan materi yang terkait presentasi Anda secara perorangan. Misalnya, Anda memberikan topik tentang cara presentasi yang efektif. Terkait dengan hal itu, maka Anda dapat meminta audiens Anda untuk mempersiapkan topik tertentu yang disukainya, kemudian Anda memintanya untuk mempresentasikan topik tersebut. Dengan begitu, maka audiens Anda akan terlibat dengan presentasi Anda.

Dengan melakukan 3 hal tersebut, maka presentasi Anda dapat berjalan secara dua arah yang memberikan penekanan pada interaksi antara Anda dengan audiens Anda, sehingga memberikan dampak yang mengesankan bagi mereka.

Demikianlah, 5 cara membuat presentasi virtual yang lebih interaktif bagi audiens Anda.

Pertama, Rancanglah Materi Yang Memasukan Unsur Aktivitas Yang Interaktif.

Kedua, Kuatkanlah Interaksi Dengan Audiens Anda.

Ketiga, Masukanlah Video Dalam Presentasi Anda.

Keempat, Mintalah Audiens Untuk Mempersiapkan Materi Terlebih Dahulu.

Kelima, Buatlah Audiens Untuk Melakukan Sesuatu.

Gunakanlah kelima cara tersebut untuk menyampaikan presentasi virtual yang menarik dan menciptakan suasana interaksi yang hangat antara Anda dan audiens Anda. Perluaslah wawasan Anda terkait berbagai metode presentasi yang interaktif secara daring. Sekalipun akan membutuhkan banyak waktu dan tenaga, namun hal itu merupakan investasi yang sangat penting untuk Anda lakukan sebagai seorang presenter.

5 Cara Mengurangi Zoom Fatique Bagi Anda Yang Sering Melakukan Presentasi atau Rapat Online

Apakah Anda cenderung merasa lelah karena sering melakukan presentasi atau rapat online ?

Jika ya, maka keletihan tersebut dikenal dengan istilah Zoom Fatigue yang mengacu pada kelelahan karena sering melakukan presentasi atau rapat rutin melalui video conference popular, yaitu : Zoom.

Aktivitas presentasi atau rapat online yang menggunakan video conference seperti Zoom merupakan sesuatu yang normal saat ini, karena situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

GetVoip-Cloud Communicator Advisor menyebutkan bahwa penggunaan video conference meroket karena pandemi COVID-19 dan lockdown yang diakibatkannya. Pekerjaan yang dilakukan secara jarak jauh akan meningkat sampai 77 % dari tahun 2019-2022.

Liz Fosslien dan Mollie West Duffy (2020) pada artikelnya di Harvard Business Review menyebutkan beberapa alasan mengapa melakukan video conference sangat menguras tenaga yang menimbulkan kelelahan.

Pertama, video conference memaksa kita untuk lebih fokus pada percakapan untuk menyerap informasi. Hal ini berbeda ketika Anda duduk di ruang konferensi yang berlangsung secara luring, maka Anda dapat mengandalkan pertukaran informasi dengan orang di dekat Anda untuk informasi yang Anda terlewat. Namun, selama video conference, hal ini tidak mungkin dilakukan kecuali Anda menggunakan fitur obrolan pribadi dengan rekan Anda.

Kedua, kelelahan berasal dari cara kita memproses informasi melalui video. Pada video conference, satu-satunya cara untuk menunjukkan bahwa kita memperhatikan adalah dengan melihat ke kamera. Karena harus terlibat dalam “pandangan terus-menerus ke kamera”, maka hal itu membuat kita tidak nyaman dan menjadi lelah.

Menurut Brian Wind, anggota Dewan Pimpinan American Psychological Association (APA), penggunaan kamera sepanjang video conference dianggap turut andil sebagai penyebab munculnya Zoom Fatigue. Hal tersebut dapat memicu psikologis seseorang mengalami kecemasan yang berlebihan pada saat dirinya secara intens menjadi perhatian banyak orang.

Kondisi itu akan menyebabkan seseorang menjadi kewalahan, kelelahan dan mudah tersinggung. Jika pola ini terus menerus terjadi, maka tak dipungkiri bisa memicu stres serta berdampak bagi kesehatan fisik seseorang.

Berita baiknya, ada 5 cara untuk mengurangi Zoom Fatique bagi Anda yang sering melakukan presentasi atau rapat online.

Cara Kurangi Zoom Fatique # 1 : Hindari Multitasking

Salah satu contoh multitasking adalah melakukan panggilan di satu layar dan menjawab email di layar lainnya.

Anda mungkin berpikir bahwa Anda dapat menggunakan peluang untuk melakukan lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat. Tetapi, penelitian menunjukkan bahwa mencoba melakukan banyak hal sekaligus akan mengurangi kinerja.

Menurut Liz Fosslien dan Mollie West Duffy (2020) pada artikelnya di Harvard Business Review, beralih antar tugas dapat menghabiskan hingga 40 persen waktu produktif Anda.

Lebih lanjut Liz Fosslien dan Mollie West Duffy (2020) menyebutkan bahwa para peneliti di Stanford menemukan bahwa orang-orang yang melakukan banyak tugas tidak dapat mengingat banyak hal.

Saat Anda melakukan presentasi atau rapat online, maka tutup semua program di komputer yang mungkin mengganggu Anda, singkirkan ponsel Anda dan fokuslah pada satu video conference yang Anda lakukan.

Cara Kurangi Zoom Fatique # 2 : Bangun dan Istirahat

Liz Fosslien dan Mollie West Duffy (2020) menyarankan untuk istirahat sejenak setelah melakukan video conference yang lama. Pada hari-hari ketika Anda tidak dapat menghindari untuk melakukan video conference secara berurutan, maka pertimbangkanlah untuk membuat rapat 25 atau 50 menit, bukan setengah jam atau satu jam. Istirahat 5-10 menit sebelum memulai melakukan video conference selanjutnya dapat memberikan diri Anda cukup waktu untuk bangun dan bergerak sebentar.

Marissa Shuffler, seorang profesor di Universitas Clemson menyarankan untuk menggunakan periode transisi di antara pertemuan video conference untuk menyegarkan pikiran. Cobalah melakukan peregangan, minum air atau melakukan sedikit olah raga.

Cara Kurangi Zoom Fatique # 3 : Kurangi Rangsangan Pada Layar.

Liz Fosslien dan Mollie West Duffy (2020) menyebutkan bahwa saat Anda berada di video conference, maka Anda cenderung menghabiskan sebagian besar waktu untuk menatap wajah Anda sendiri. Akan tetapi, hal ini dapat dengan mudah dihindari dengan menyembunyikan diri Anda dari pandangan.

Sementara itu, gangguan pada layar jauh melampaui diri Anda sendiri. Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa di video conference, Anda tidak hanya fokus pada wajah orang lain, tetapi juga pada latar belakang mereka.

Jika Anda sedang melakukan video conference dengan lima orang, maka Anda mungkin merasa seperti berada di lima ruangan yang berbeda sekaligus. Anda bisa melihat furnitur, tanaman, dan wallpaper mereka. Anda bahkan mungkin berusaha keras untuk melihat buku apa yang mereka miliki di rak mereka. Otak harus memproses semua isyarat lingkungan visual ini pada saat yang bersamaan.

Untuk mengatasi kelelahan mental, maka dorong orang-orang untuk menggunakan latar belakang yang sederhana. Misalnya, poster pemandangan pantai yang damai. Atau meminta semua orang yang tidak berbicara untuk mematikan video mereka.

Cara Kurangi Zoom Fatique # 4 : Keseimbangan Antara Waktu Melakukan Video Conference dan Tidak Melakukan Video Conference.

Brian Wind, anggota Dewan Pimpinan American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa untuk mengurangi Zoom Fatique, maka kuantitas atau durasi menggunakan video conference untuk bekerja harus berimbang dengan berkegiatan di rumah di luar Working From Home (WFH). Sebab dengan adanya pola WFH, banyak orang merasa bisa melakukan video conference kapan saja tanpa kenal waktu.

Meskipun keadaan mengharuskan segala aktivitas dilakukan melalui perangkat digital dari rumah, namun tingkat stres harus tetap dapat diminimalkan. Pendek kata, banyak hal yang bisa dilakukan di rumah selain memantengi layar komputer dan perlunya istirahat yang cukup.

Cara Kurangi Zoom Fatique # 5 : Gunakan Speaker View Terutama Saat Anda Merasa Lelah.

Ada tombol di sudut atas Zoom yang memungkinkan Anda beralih dari gallery view ke speaker view. Meskipun Anda lebih suka memulai video conference untuk melihat semua orang melalui gallery view, Anda dapat beralih ke speaker view setelah video conference dimulai. Kecuali, Anda punya alasan yang kuat untuk ingin mengamati reaksi seseorang selain Anda sebagai pembicara.

Engineers Rising dalam website nya menyebutkan bahwa saat Anda menggunakan speaker view, maka Anda akan mendapat manfaat tambahan untuk memperbesar layar, sehingga Anda dapat lebih jelas melihat perubahan wajah pembicara dan memberikan kelegaan pada otak Anda pada sisi interpretasi bawah sadar Anda.

Pahami bahwa menggunakan gallery view secara terus-menerus memiliki efek pada otak Anda yang mirip seperti multitasking. Hal itu seperti mencoba membaca buku dan mendengarkan buku audio pada saat yang bersamaan.

Saat Anda melompat dari gambar ke gambar dalam gallery view, maka Anda tidak berfokus pada satu orang dengan waktu yang cukup lama untuk benar-benar menangkap isyarat non verbal mereka. Malahan, kekacauan input yang campur aduk inilah yang membuat otak Anda kesulitan untuk memahami isyarat non verbal tersebut.

Demikianlah, 5 cara mengurangi Zoom Fatique bagi Anda yang sering melakukan presentasi atau rapat online.

Cara Kurangi Zoom Fatique # 1 : Hindari Multitasking

Cara Kurangi Zoom Fatique # 2 : Bangun dan Istirahat

Cara Kurangi Zoom Fatique # 3 : Kurangi Rangsangan Pada Layar.

Cara Kurangi Zoom Fatique # 4 : Keseimbangan Antara Waktu Melakukan Video Conference dan Tidak Melakukan Video Conference.

Cara Kurangi Zoom Fatique # 5 : Gunakan Speaker View Terutama Saat Anda Merasa Lelah.

Kelima cara di atas dapat Anda jalankan untuk mengurangi Zoom Fatique. Cobalah beradaptasi dengan kondisi normal baru ini. Buatlah presentasi atau rapat melalui video conference menjadi lebih nyaman untuk diri Anda sendiri.

9 Rahasia Aturan Presentasi Yang Efektif

Apakah Anda mengalami kesulitan dalam memberikan presentasi ?

Ketika Anda presentasi dan Anda memandang audiens Anda, mereka kelihatan acuh tak acuh terhadap apa yang Anda sampaikan.

Anda juga melihat audiens Anda tidak paham atas apa yang Anda katakan.

Dengan kondisi seperti itu, dapat dikatakan presentasi yang Anda lakukan tidak efektif. Presentasi dapat dikatakan efektif ketika presentasi itu mencapai tujuannya, yaitu audiens memahami apa yang Anda sampaikan dan melakukan apa yang diharapkan oleh Anda sebagai presenter setelah presentasi disampaikan.

Bagaimana audiens memahami apa yang Anda utarakan dan melakukan apa yang Anda harapkan ketika mereka tidak mengerti pesan presentasi Anda dan juga acuh tak acuh terhadap apa yang Anda katakan.

Berita baiknya, ada 9 rahasia aturan yang dapat Anda terapkan untuk melakukan presentasi yang efektif.

Mari kita bahas satu per satu.

Rahasia Aturan # 1 : Antusiaslah Terhadap Topik Presentasi

Miliki antusias terhadap topik presentasi yang Anda bawakan. Ingat, antusias atau semangat itu menular. Jika Anda antusias terhadap topik presentasi yang Anda bawakan, maka Anda akan menyampaikan presentasi Anda dengan semangat dan itu akan membuat audiens Anda juga akan semangat mendengarkan presentasi Anda.

Cara agar Anda antusias terhadap topik presentasi yang Anda bawakan adalah yakini bahwa topik yang Anda sampaikan itu bermanfaat bagi audiens Anda. Anda dapat melakukan visualisasi kemanfaatan topik yang hendak Anda bawakan bagi audiens Anda. Dengan melakukan hal tersebut, maka rasa antusias Anda terhadap topik presentasi yang akan Anda bawakan akan muncul.

Selain itu, sukailah dan pedulilah terhadap topik yang Anda bawakan. Ketika Anda berbicara mengenai topik yang Anda sukai dan peduli, maka akan timbul rasa antusias dari dalam diri Anda. Dan, ketika Anda berbicara tentang topik yang Anda sukai dan peduli, maka Anda seperti memiliki energi ekstra untuk berbicara. Dengan antusias yang Anda perlihatkan, maka audiens Anda juga akan tertarik dengan apa yang Anda sampaikan.

Rahasia Aturan # 2 : Fokuslah Pada Kebutuhan Audiens

Inti Anda melakukan presentasi adalah untuk memenuhi kebutuhan audiens.

Kebutuhan audiens merupakan faktor kunci yang harus Anda penuhi. Jika faktor ini terlewatkan, maka bisa-bisa tujuan Anda berpresentasi tidak tercapai.

Sebagai contoh, Anda hendak melakukan presentasi untuk mendapatkan pendanaan dari seorang investor. Jika dalam presentasi, Anda menghabiskan seluruh waktu presentasi hanya untuk bercerita tentang berdirinya perusahaan dan struktur organisasi, maka apakah investor akan mau berinvestasi ?

Yakin, investor tersebut tidak mau berinvestasi.

Untuk mengetahui kebutuhan audiens Anda, kenalilah profil demografi dan psikografis mereka. Coba Anda luangkan waktu untuk mendapatkan informasi demografi mengenai audiens Anda seperti : jenis pekerjaan, rentang usia, background pendidikan, jenis kelamin. Dengan pengetahuan tersebut di tangan Anda, maka Anda akan bisa menyusun materi presentasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain informasi mengenai demografi, akan sangat membantu jika Anda bisa mendapatkan informasi psikografis dari audiens Anda seperti :

  • Apa masalah yang sering dihadapi oleh audiens Anda ?
  • Apa yang selama ini mereka inginkan ?

Jika Anda bisa merancang isi presentasi Anda sesuai dengan hal-hal di atas, maka tentunya Anda akan benar-benar bisa terhubung dengan audiens Anda. Mereka akan mengatakan bahwa Anda sebagai presenter benar-benar bisa mengerti apa yang menjadi kebutuhan mereka.

Rahasia Aturan # 3 : Susunlah Pesan Presentasi Terlebih Dahulu Ketimbang Slide Presentasi

Pesan presentasi adalah hal yang harus Anda buat terlebih dahulu sebelum Anda membuat slide presentasi. Tanpa adanya pesan presentasi, maka tak akan ada informasi yang dapat disampaikan kepada audiens Anda.

Apa yang ingin Anda teruskan untuk diketahui oleh audiens Anda berdasarkan pada pesannya. Berhasil atau tidaknya penyampaian pesan kepada audiens Anda bergantung pada pesan itu sendiri. Oleh karena itu, pesan presentasi perlu Anda buat terlebih dahulu.

Setelah pesan presentasi dibuat, barulah Anda dapat memilih untuk membuat slide atau tidak. Terkadang, jika Anda fokus pada pesan presentasi, maka Anda akan menyadari bahwa Anda tidak memerlukan banyak slide. Bahkan jika Anda membutuhkan slide dan harus menggali slide presentasi lama untuk mendapatkannya, maka pekerjaan Anda sekarang menjadi lebih mudah karena Anda tahu persis apa yang mesti Anda sampaikan.

Rahasia Aturan # 4 : Buatlah Slide Presentasi Yang Simple, Visual dan Kontras Dengan Menghadirkan White Space

Intinya dalam membuat slide presentasi, Anda perlu menghilangkan virus-virus kejelakan pada slide. Untuk itu, Anda dapat menggunakan white space.

White space dalam desain visual itu ibaratnya seperti oksigen, yaitu sesuatu yang membuat desain seakan memiliki cukup ruang untuk bernafas. Ruangan dalam slide presentasi tidak boleh dihabiskan dan dipenuhi oleh berbagai macam elemen. Berikan ruang di dalam slide sebagai tempat mengekspresikan kata kunci/kalimat ringkas untuk menampilkan pesan Anda dan gambar atau obyek lainnya.

Dalam membuat slide tersebut, Anda perlu merancang slide yang sederhana. Slide yang sederhana berarti tidak penuh dengan bullet points. Menggunakan kata kunci/kalimat yang ringkas dan satu slide berisi satu pesan.

Selain itu, buatlah slide Anda yang tampil secara visual. Slide yang menarik adalah slide yang memiliki kesan visual yang kuat. Artinya, slide tersebut mampu menumbuhkan semangat, mengundang pertanyaan rasa ingin tahu dan menggugah emosi audiens.

Tambahan pula, buatlah slide yang menampilkan kontras. Kontras berarti menciptakan perbedaan antar elemen dalam sebuah slide. Kontras memberikan penekanan, sehingga audiens memahami bagian mana yang menjadi fokus dan mana yang tidak.

Rahasia Aturan # 5 : Ingatlah Struktur Presentasi, Bukan Menghafal Pesan Presentasi

Menghafal presentasi adalah cara yang paling sulit untuk melakukan presentasi. Butuh energi dan waktu untuk mempelajari keseluruhan presentasi.

Apa yang terjadi jika Anda lupa satu kata? Pendekatan ini biasanya tidak berakhir dengan baik. Dan ini menciptakan kecemasan yang tidak perlu.

Alih-alih menghafal presentasi kata demi kata, belajarlah untuk mengingat struktur presentasi Anda.

Memiliki struktur presentasi membantu Anda mengingat apa yang ingin Anda katakan.  Meskipun Anda lupa secara spesifik, namun Anda dapat menggunakan kerangka umum untuk tetap pada jalurnya.

Misalnya, saat menggunakan struktur Masalah-Solusi-Manfaat. Pertama-tama, Anda menjabarkan masalah tertentu, kemudian Anda merinci solusi untuk mengatasi masalah, dan akhirnya Anda menentukan manfaat solusi Anda. Jika Anda berada di tengah-tengah bagian Solusi dari presentasi Anda dan Anda lupa, maka dengan hanya memikirkan kembali struktur Anda, Anda tahu bahwa bagian Manfaat datang berikutnya.

Rahasia Aturan # 6 : Jadilah Diri Sendiri, Bukan Meniru Gaya Presentasi Orang Lain

Anda punya idola seorang pembicara publik atau orator ? Tidak masalah jika Anda mempelajari teknik presentasi dari mereka, tetapi jangan menirunya. Ketika presentasi, buat audiens terpukau dengan cara Anda sendiri.

Anda tidak harus menjadi orang lain pada saat melakukan presentasi. Yang harus Anda lakukan adalah menjadi diri sendiri. Berlatihlah menjadi diri sendiri pada saat menyampaikan presentasi Anda. Lakukan improvisasi pada saat presentasi agar tidak terkesan kaku dan jadilah diri Anda sendiri pada saat menyampaikannya.

Kalau tidak pandai melucu, sebaiknya gunakan cara lain untuk mencairkan suasana. Begitu pula, Anda yang terlahir dengan suara lembut, jangan paksakan diri presentasi menggunakan suara yang lantang. Cukup upayakan audiens bisa mendengar Anda bicara dengan artikulasi dan intonasi yang jelas.

Rahasia Aturan # 7 : Interaksilah Dengan Audiens Anda

Dalam melakukan presentasi, Anda perlu memenangkan hati audiens. Caranya Anda dapat melakukan interaksi dengan mereka.

Interaksi dengan audiens ketika presentasi adalah karakteristik utama yang membedakan antara presenter yang berkesan dengan presenter biasa.

Jika Anda benar-benar ingin materi presentasi Anda menggerakkan audiens dan menghindari ketidakterhubungan dengan audiens Anda, maka Anda dapat menggunakan apa yang disebut dengan Audience-Connecting Techniques (ACTs).

ACT membawa audiens Anda ke dalam presentasi Anda. ACT mengundang partisipasi mereka dan memberikan pemberitahuan bahwa Anda mengharapkan keterlibatan mereka.

ACT diperkenalkan oleh Matt Abrahams yang merupakan seorang Professor yang mengajar di Sekolah Pascasarjana Bisnis Universitas Stanford dimana dia mengajar dua kelas yang sangat populer yang berhubungan dengan Komunikasi Strategis dan Presentasi Virtual yang Efektif.

Dengan cara itu, maka audiens akan merasa lebih diperhatikan. Jadikanlah audiens Anda adalah teman Anda. Pedulilah kepada mereka. Niscaya mereka akan menyukai Anda dan mendengarkan presentasi Anda.

Rahasia Aturan # 8 : Latihlah Membawakan Presentasi

Latihan merupakan hal yang jelas sangat penting untuk menyampaikan presentasi yang efektif. Namun, banyak presenter tidak berlatih dengan benar. Mereka hanya berlatih secara mental atau membalik-balik slide yang ada. Pendekatan pasif yang tidak benar-benar mensimulasikan kondisi presentasi.

Untuk berlatih secara efektif, Anda juga perlu berdiri dan menyampaikan presentasi. Bahkan jika Anda melakukan presentasi secara virtual, maka Anda perlu secara fisik berdiri untuk menyampaikan presentasi. Dari pada hanya memikirkan presentasi, berdiri dan mempraktikkan presentasi akan membantu Anda mengingatnya.

Secara khusus, mendengar suara Anda sendiri dan menggunakan gerakan yang relevan dan sesuai dapat meningkatkan daya ingat Anda. Anda dapat mengingat lebih banyak, karena citra mental dan latihan fisik Anda menggunakan jaringan saraf yang tumpang tindih di otak Anda yang akan meningkatkan apa yang dikenal sebagai konsolidasi memori atau proses dimana sebuah pikiran disatukan ke dalam memori jangka panjang Anda.

Salah satu teknik yang sangat berguna yang disebut latihan yang terfokus yang melibatkan pengambilan satu aspek dari presentasi Anda. Misalnya, bagian pendahuluan. Anda perlu berlatih berulang kali hingga Anda menjadi sangat terbiasa dan nyaman dengannya. Anda tidak boleh menghafal presentasi Anda, karena menghafal mengundang blank dalam pikiran Anda. Anda bisa lupa apa yang akan Anda katakan.

Selanjutnya, Anda beralih ke aspek lain dari presentasi Anda seperti bagian isi dan penutupan. Latihan terfokus memungkinkan Anda untuk merasa tidak terlalu cemas, karena Anda tidak harus mengeluarkan upaya mental yang besar untuk memikirkan semua aspek tertentu dari presentasi Anda sekaligus.

Lokasi tempat Anda berlatih presentasi upayakan di tempat Anda akan melakukan presentasi, atau setidaknya di tempat yang serupa. Misalnya, jika Anda akan memberikan presentasi di ruangan yang besar dengan jendela besar dimana orang-orang diam dan penuh perhatian, maka Anda perlu berlatih memberikan presentasi di ruangan yang besar dengan jendela yang besar pula.

Konteks dimana Anda berlatih akan membantu Anda mengingat dan akan meningkatkan kepercayaan diri Anda. Saran ini juga dapat digunakan untuk presentasi melalui Web atau telekonferensi. Berlatihlah di dalam ruangan dengan teknologi yang akan Anda gunakan. Faktanya, berlatih dengan teknologi terlebih dahulu selalu merupakan ide yang bagus.

Rahasia Aturan # 9 : Persiapkanlah Hal Teknis Untuk Hari H

Selain mempersiapkan diri anda dengan berlatih, Anda juga perlu mempersiapkan hal-hal teknis untuk hari-H presentasi anda.

Tahapan persiapan menjadi lebih krusial terutama jika Anda berpresentasi menggunakan power point dan multimedia.

Persiapan yang perlu Anda lakukan terkait dengan persiapan kelengkapan materi presentasi Anda. Kelengkapan presentasi meliputi slide presentasi Anda atau notes yang Anda bagikan kepada audiens Anda jika ada.

Persiapan lainnya terkait dengan ruangan presentasi baik Anda melakukan presentasi luring maupun daring. Jika Anda melakukan presentasi luring, Anda tidak bisa begitu saja memasrahkan tata ruangan kepada pihak penyelanggara, karena bagaimanapun hal ini sangat menentukan kesuksesan presentasi Anda.

Tambahan pula, persiapan terkait peralatan yang Anda gunakan juga perlu dilakukan. Jangan sampai slide presentasi Anda tidak dapat digunakan. Video macet atau sound systems tidak berfungsi.

Tips yang paling ampuh untuk hal ini adalah datanglah lebih awal dan cek segala sesuatunya. Apakah semua perlengkapan sudah tersedia ? Apakah file power point Anda bisa dijalankan dengan sempurna ? Apakah video dan sound systems bekerja dengan baik ? Ketika ada permasalahan atau ketidaksesuaianpun, maka Anda masih mempunyai waktu untuk mengatasinya.

Demikianlah, 9 rahasia aturan presentasi yang efektif.

Rahasia Aturan # 1 : Antusiaslah Terhadap Topik Presentasi

Rahasia Aturan # 2 : Fokuslah Pada Kebutuhan Audiens

Rahasia Aturan # 3 : Susunlah Pesan Presentasi Terlebih Dahulu Ketimbang Slide Presentasi

Rahasia Aturan # 4 : Buatlah Slide Presentasi Yang Simple, Visual dan Kontras Dengan Menghadirkan White Space

Rahasia Aturan # 5 : Ingatlah Struktur Presentasi, Bukan Menghafal Pesan Presentasi

Rahasia Aturan # 6 : Jadilah Diri Sendiri, Bukan Meniru Gaya Presentasi Orang Lain

Rahasia Aturan # 7 : Interaksilah Dengan Audiens Anda

Rahasia Aturan # 8 : Latihlah Membawakan Presentasi

Rahasia Aturan # 9 : Persiapkanlah Hal Teknis Untuk Hari H

Jadi, apakah Anda sudah siap presentasi hari ini ? Tak perlu memikirkan hal-hal buruk, seperti ditertawakan audiens atau ada materi yang terlewat. Fokus saja pada 9 rahasia aturan presentasi yang efektif. Selamat mencoba.

 

Gunakan 4 Tips Ini Untuk Mengoptimalkan Intonasi Suara Untuk Menyakinkan Audiens Presentasi Anda

 Apakah Anda pernah mengalami frustasi dalam menyampaikan presentasi ?

Anda mengira bahwa Anda telah menyampaikan pesan presentasi Anda dengan baik, tetapi respon dari audiens Anda tidak sesuai dengan pesan yang Anda sampaikan.

Sebagai contoh, ketika Anda mengatakan pada audiens, “Saya merasa semangat berada disini”, akan tetapi dalam menyampaikannya nada suara Anda terdengar datar dan tidak bersemangat,  maka audiens Anda tidak akan mempercayai kata-kata Anda. Mereka lebih percaya pada interpretasi dari intonasi suara Anda yang terkesan datar dan tidak bersemangat.

Intonasi suara yang Anda keluarkan dapat membuat kesuksesan atau kegagalan presentasi Anda. Tidak peduli seberapa baik pesan presentasi yang telah Anda siapkan, hal itu tidak menjamin bahwa pesan Anda akan didengar. Untuk memikat audiens dan mempertahankan minat mereka, maka Anda juga perlu menyampaikannya dengan baik.

Saat itulah intonasi suara Anda ikut bermain. Tanpa keraguan, perannya sangat penting dalam menyampaikan pesan Anda. Intonasi suara yang Anda gunakan akan sangat berperan dalam penyampaian presentasi Anda, karena itu akan mencerminkan kepribadian Anda, kepercayaan diri dan minat Anda terhadap subjek tersebut.

Laporan yang dikeluarkan oleh Universitas Minnesota (2016) yang berjudul “Communication in the Real World” menyebutkan bahwa penyampaian vokal (vocal delivery) mencakup komponen penyampaian ucapan yang berhubungan dengan suara Anda. Ini termasuk cepat/lambat (rate), keras/lemah (volume), tinggi/rendah (pitch), artikulasi (articulation), pengucapan (pronunciation), dan kefasihan (fluency) dari suara Anda.

Penyampaian vokal ini yang ditunjukkan dengan intonasi suara merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan saat Anda menyampaikan presentasi. Ada dua alasan utama yang mendasarinya.

Pertama, penyampaian vokal dapat membantu Anda untuk melibatkan dan menarik perhatian audiens Anda (speaking for engagement) dengan memperhatikan variasi dalam cepat/lambat (rate), keras/lemah (volume) dan tinggi/rendah (pitch) suara. Kedua, penyampaian vokal membantu memastikan bahwa ide-ide Anda dikomunikasikan dengan jelas (speaking for clarity) dengan memperhatikan unsur artikulasi, pengucapatan dan kefasihan.

Jadi, bagaimana mengoptimalkan intonasi suara Anda untuk menyampaikan presentasi yang menonjol ?

Untuk menjadikannya sebagai senjata yang ampuh, berikut ini ada 4 tips untuk mengoptimalkan intonasi suara Anda dengan kekuatan dan otoritas.

Tip Optimalisasi Suara # 1 : Hangatkan Suara Anda

Saat melakukan presentasi, menampilkan diri yang terbaik sangat penting agar Anda dapat terhubung dengan audiens Anda. Itu termasuk menguasai nada suara Anda yang perlu terdengar berwibawa dan mudah didekati. “Nada suara” tersebut adalah komponen penting untuk membangun kehadiran pribadi Anda sebagai presenter.

Karena itu, sebelum Anda naik ke atas panggung untuk menyampaikan presentasi, Anda perlu melakukan pemanasan. Ada banyak cara untuk melakukannya termasuk melatih artikulasi dan pernapasan Anda. Berikut tiga latihan cepat dan sederhana yang bisa Anda coba :

  • Tarik napas dalam beberapa kali. Tarik napas perlahan selama 4 hitungan, tahan 2 hitungan, lalu buang napas perlahan selama 4 hitungan. Lakukan minimal 6 putaran.
  • Menguap beberapa kali. “Latihan” dasar ini akan melepaskan ketegangan di rahang, tenggorokan, dan pita suara Anda.
  • Lakukan tongue twister. Tongue twister adalah serangkaian kata atau kalimat yang memiliki bentuk dan pengucapan yang hampir sama. Biasanya, tongue twister bisa berisi kata-kata bermakna yang berbeda, tetapi susunan hurufnya nyaris sama. Anda dapat mengatakan : “I slit a sheet.  A sheet I slit.  And, on that slitted sheet, I sit”.  Tidak hanya akan membantu pemanasan, tetapi tongue twister juga akan mengkondisikan suara Anda untuk mengartikulasikannya dengan lebih baik.

Menghabiskan waktu 2 menit untuk latihan sederhana ini sudah cukup untuk menyiapkan Anda atau setidaknya suara Anda untuk presentasi yang sukses.

Tip Optimalisasi Suara # 2 : Bicaralah Dengan Percaya Diri dan Jelas

Jika Anda ingin didengar dan dipahami, maka rasa malu perlu dihindari dalam melakukan presentasi. Jika Anda menggunakan mikrofon, maka selalu letakkan di posisi yang memungkinkan terjadinya peningkatan volume suara.

Presenter cenderung merendahkan suaranya untuk menghindari distorsi dari suara mikrofon, tetapi kesalahan umum ini memberikan dampak pada ucapan Anda yang membuat Anda terdengar ragu-ragu. Pastikan semuanya mengarah kepada upaya untuk membuat nada suara Anda yang kuat dan percaya diri.

Untuk menghindari Anda terlihat tidak yakin atau gugup, maka berlatih, berlatih dan berlatihlah. Semakin baik persiapan Anda, semakin percaya diri yang akan Anda rasakan, tampilkan, dan suarakan.

Persiapan yang baik juga akan membantu menjernihkan ucapan Anda dari filler words seperti Eeee atau Ehmm. Kata-kata itu digunakan biasanya sebagai pengisi kekosongan. Biasanya presenter masih berpikir akan kata-kata apa yang berikutnya hendak mereka sampaikan, sehingga mereka mengisinya dengan Eeee atau Ehmm.

Hal itu bisa sangat merusak saat Anda menyampaikan ide atau rekomendasi, karena dapat merusak keyakinan dalam suara Anda. Karena itu, persiapan yang cermat di awal adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan, sehingga Anda sudah menguasai pesan utama dari presentasi Anda di dalam benak Anda yang dapat bermanfaat untuk menghindari kekacauan kosakata yang ingin Anda sampaikan.

Tip Optimalisasi Suara # 3 : Variasikan Kecepatan Bicara dan Gunakan Jeda

Kontras sangat penting untuk dampak keseluruhan dari sebuah presentasi. Tidak ada yang lebih buruk dari presenter yang menatap catatan mereka atau berbicara seperti robot. Anda perlu menghidupkan presentasi Anda agar audiens Anda mau mendengarkannya. Jika Anda hadir dengan suara yang monoton, maka Anda secara pasti akan menghilangkan minat mereka.

Anda jangan berbicara terlalu cepat, karena hal itu akan membuat Anda terlihat gugup dan sulit untuk diikuti. Sebaliknya, jika Anda berbicara terlalu lambat, maka Anda akan tampak ragu-ragu dan membuat audiens bosan.

Anda perlu menemukan keseimbangan yang tepat. Cara termudah untuk melakukan ini adalah memperlakukan presentasi Anda seperti percakapan, bukan pertunjukan. Jika Anda dapat melakukan ini, maka segala sesuatunya akan berjalan dengan sendirinya tanpa Anda memikirkannya.

Adakalanya Anda berbicara lebih lambat untuk memberikan penekanan pada sebuah kata atau kalimat. Di sisi lain, adakalanya Anda perlu berbicara lebih cepat untuk menunjukkan semangat dan jiwa dinamis.

Ingatlah bahwa jeda bisa menjadi cara yang bagus untuk menarik perhatian kepada aspek yang penting dari presentasi Anda. Misalnya, diam sejenak sebelum menyampaikan poin penting. Dengan cara ini, maka efek dramatik akan tercipta dan sekaligus akan membuat informasi yang disampaikan menjadi pesan yang kuat dan mudah diingat. Selain itu, jeda juga memberi audiens Anda waktu untuk merenungkan dan mencerna apa yang Anda sampaikan yang sangat penting untuk mempertahankan keterlibatan mereka.

Tip Optimalisasi Suara # 4 : Variasikan Tinggi/Rendah (Pitch) dan Keras/Lemah (Volume) Suara

Mirip seperti hal di atas, tinggi/rendah dan keras/renda suara dapat memberikan kontras yang sangat penting untuk membuat audiens Anda tetap terlibat. Sangat penting bahwa bagian tertentu dari presentasi Anda diberi penekanan khusus dengan tinggi/rendah dan keras/rendah suara. Hal itu akan membantu Anda meyakinkan audiens bahwa Anda peduli dan tahu tentang apa yang Anda sajikan.

Dalam presentasi, kuncinya adalah jangan berpresentasi dengan pitch yang monoton yang menggunakan nada yang sama dari awal sampai akhir. Misalnya, dalam cerita yang anda sampaikan bahwa Anda sedang prihatin, maka perlihatkan itu dengan pitch yang rendah (cenderung ngebass, berat dan dalam). Ketika Anda sedang gembira, perlihatkanlah juga dengan pitch yang tinggi (halus, indah dan manis).

Selain itu, Anda juga kadang perlu berbicara dengan volume suara yang lebih keras untuk menunjukkan sesuatu yang penting. Anda juga perlu berbicara lebih keras untuk memastikan bahwa audiens Anda bisa mendengar suara Anda. Suara yang keras juga Anda perlukan untuk menunjukkan bahwa Anda antusias dalam presentasi Anda. Ingat bahwa antusias itu menular. Jika Anda terdengar kurang antusias dalam menyampaikan presentasi, maka Anda tidak dapat berharap audiens Anda akan antusias untuk mendengarkan presentasi Anda.

Selain suara yang keras, Anda juga perlu memvariasikan suara Anda dengan suara yang lemah. Misalnya, ketika suasana yang lebih syahdu dibutuhkan, maka Anda perlu berbicara sedikit lebih pelan.

Demikianlah, 4 tips mengoptimalkan intonasi suara Anda untuk meyakinkan audiens presentasi Anda.

Pertama, hangatkan suara Anda

Kedua, bicaralah dengan percaya diri dan jelas

Ketiga, variasikan kecepatan bicara dan gunakan jeda

Keempat, variasikan tinggi/rendah (pitch) dan keras/lemah (volume) suara

Intonasi suara ketika presentasi sangat penting untuk diperhatikan. Sinkronkan antara kata-kata yang Anda sampaikan dengan intonasi suara Anda. Berlatih untuk mengoptimalkan intonasi suara Anda sebelum presentasi merupakan pekerjaan rumah yang perlu Anda lakukan. Cobalah untuk tetap alami dan terlibat dengan audiens Anda. Intonasi suara Anda secara alami perlu bervariasi bergantung pada apa yang Anda akan katakan dan seberapa pentingnya hal itu.

 

Hindari 8 Kesalahan Bahasa Tubuh Ini Ketika Anda Memberikan Presentasi

Riset yang dilakukan oleh Prof. Albert Mehrabian dari University of California, Los Angeles  menjelaskan bahwa dalam komunikasi besarnya pengaruh dari masing-masing komponen adalah  bahasa tubuh (55 %); intonasi suara (38 %); kata-kata (7 %). Makna dari hasil riset tersebut adalah ketika terjadi ketidaksinkronan dalam berkomunikasi, maka yang dipercaya adalah faktor yang mempunyai persentase yang lebih besar.

Contohnya, ketika Anda mengatakan pada audiens, “Saya merasa senang disini”, akan tetapi bahasa tubuh Anda loyo, pandangan mata sayu sambil berdiri bersandar, maka audiens Anda tidak akan mempercayai kata-kata Anda. Mereka lebih mempercayai apa yang mereka tangkap melalui bahasa tubuh Anda.

Oleh karena itu, bahasa tubuh menjadi satu aspek penting yang harus Anda perhatikan ketika Anda memberikan presentasi.

Bahasa tubuh dapat membuat perbedaan yang besar antara presentasi yang statis dan membosankan dengan presentasi yang dinamis dan menarik. Presentasi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh bahasa tubuh si presenter. Bahasa tubuh memiliki banyak elemen berbeda. Etonx.com membagi bahasa tubuh menjadi lima kategori:

  1. Ekspresi wajah
  2. Kontak mata
  3. Postur tubuh
  4. Gestur
  5. Posisi dan gerakan

Beberapa diantaranya mungkin tampak sederhana, tetapi berdampak besar pada bagaimana presentasi Anda ditampilkan. Ketika bahasa tubuh Anda bekerja sama dengan aspek lain dari presentasi Anda, seperti kata-kata dan intonasi suara, maka Anda pasti akan dapat memenangkan hati audiens Anda.

Karena pentingnya bahasa tubuh ketika Anda menyampaikan presentasi, maka Anda mesti menghidari bahasa tubuh yang tidak tepat supaya Anda tidak memberikan persepsi yang keliru kepada audiens Anda.

Ada 8 kesalahan bahasa tubuh yang perlu Anda hindari saat Anda melakukan presentasi.

Mari kita bahas satu per satu 8 kesalahan bahasa tubuh tersebut yang mencakup ekspresi wajah, kontak mata, postur tubuh, gesture serta posisi dan gerakan.

Kesalahan Bahasa Tubuh # 1 : Lupa Tersenyum

Jika Anda tidak tersenyum pada audiens Anda, maka mereka mungkin akan melihat Anda sebagai orang yang serius, bahkan mungkin tidak bersahabat. Bisa jadi mereka akan menghindari mengajukan pertanyaan. Dan, mereka mungkin tidak akan berpartisipasi dalam diskusi apa pun yang mungkin ingin Anda mulai.

Oleh karena itu, tersenyumlah, karena tersenyum adalah cara yang bagus untuk membuat audiens Anda merasa nyaman dan ingin mendengarkan presentasi Anda. Ketika Anda Anda tersenyum, maka Anda tidak hanya tampak lebih menyenangkan dan sopan, akan tetapi Anda benar-benar tampak lebih kompeten.

Senyumlah yang tulus, karena hal itu akan memberikan kekuatan pada presentasi Anda. Tersenyumlah secara natural. Senyuman Anda akan menunjukkan rasa percaya diri Anda. Hal itu akan menyebar kepada audiens Anda.

Kesalahan Bahasa Tubuh # 2 : Menghindari Kontak Mata

Menghindari kontak mata adalah sesuatu yang tidak pas yang dilakukan seorang presenter secara tidak sadar ketika mereka melakukan presentasi untuk menghindari konfrontasi. Tetapi, seorang presenter perlu merasa aman dan percaya diri, dan salah satu cara untuk menunjukkannya adalah dengan menatap mata orang lain.

Melakukan kontak mata dapat membantu Anda terhubung dengan audiens Anda. Selain itu, kontak mata juga membantu Anda untuk mengevaluasi respons dari audiens Anda.

Ketika Anda melakukan presentasi, arahkan pandangan Anda ke hadapan audiens Anda. Jika audiens Anda tersebar di seluruh ruangan, maka bagi pandangan Anda ke sebelah kiri, tengah dan kanan. Dengan cara ini, maka seluruh audiens akan merasa diperhatikan dan mereka pun akan membalas dengan memperhatikan presentasi Anda.

Kesalahan Bahasa Tubuh # 3 : Menatap Hanya Satu Tempat Di Antara Audiens

Menatap hanya satu titik dimana audiens berada bukanlah pilihan yang baik. Karena audiens memperhatikan Anda ketika Anda tidak melihat siapa pun dan seperti membuat gerakan mata ke atas, menatap satu tempat, maka akan membuat Anda terlihat seperti tidak yakin dengan diri sendiri.

Sebaliknya, cobalah melihat berbagai orang di antara audiens. Dengan cara ini, audiens akan merasa bahwa mereka penting dan mereka akan memperhatikan Anda sebagai gantinya.

Kesalahan Bahasa Tubuh # 4 : Menyilangkan Tangan/Kaki

Saat Anda menyilangkan tangan, Anda mengirimkan pesan halus bahwa Anda tidak terbuka kepada orang lain dan bahwa Anda merasa terancam. Bagi audiens, Anda seolah-olah bersikap defensif. Dan ini adalah kebalikan dari pesan yang ingin Anda sampaikan.

Selain itu, menyilangkan kaki saat berdiri juga tidak bagus. Ini menunjukkan kegugupan dan kurangnya profesionalisme. Tentu, kesan seperti ini yang tidak ingin Anda sampaikan.

Saat Anda menyampaikan presentasi, Anda harus memfasilitasi komunikasi. Anda harus tampil sebagai orang yang mudah didekati. Dan Anda harus terlihat seolah-olah Anda memiliki keyakinan pada pesan Anda. Untuk mencapai ini, jaga punggung Anda tetap lurus, kepala tinggi, dan dada serta tangan terbuka.

Kesalahan Bahasa Tubuh # 5 : Berjalan Terlalu Cepat dan Lama

Meskipun disarankan Anda untuk berjalan di sekitar tempat Anda berada, jangan bergerak secara berlebihan. Jika Anda terus berjalan atau jika Anda berjalan terlalu cepat, maka audiens Anda akan mengira Anda gugup dan mereka juga akan mulai merasa gugup. Jelas, itu bukan tujuan Anda.

Anda harus bergerak kapan pun masuk akal dan membantu menyampaikan pesan. Misalnya, jika Anda menyapa seseorang di antara audiens, maka pindahlah ke tempat dimana Anda lebih dekat dengan orang tersebut. Jika Anda sedang mempresentasikan daftar tiga poin yang berbeda, maka bicarakan poin ke-1 saat Anda berada di posisi pertama, lalu ambil dua langkah dan bicarakan poin ke-2, kemudian ambil tiga langkah lagi untuk membicarakan poin ke-3.

Kesalahan Bahasa Tubuh # 6 : Sering Mengulangi Gerakan Tangan

Pernahkah Anda melihat presenter yang selalu melakukan gerakan tangan (gesture) yang sama, terlepas dari pesan yang sedang disampaikannya ? Apakah itu masuk akal ? Tentu tidak. Gerakan tangan Anda harus berfungsi untuk menekankan pesan Anda dan bukan menjadi penopang ketika Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan tangan Anda.

Anda harus memberi isyarat untuk membantu menyampaikan pesan. Jika tidak, maka gerakan tangan Anda hanyalah menjadi penghambat komunikasi. Jadi, cobalah untuk memvariasikan gerakan tangan Anda sebanyak yang Anda bisa, tetapi biarkan gerakan tersebut datang dengan cara yang alami yang ditujukan untuk menekankan pesan Anda.

Kesalahan Bahasa Tubuh # 7 : Memalingkan Muka Dari Audiens

Membelakangi audiens Anda adalah hal yang paling tidak boleh dilakukan. Jangan pernah berpaling dari audiens Anda, kecuali Anda ingin kehilangan mereka saat Anda melakukannya. Memalingkan muka memberi tahu audiens bahwa Anda tidak terlalu peduli dengan mereka. Dan, itu memunculkan kesan bahwa Anda tampak tidak sopan kepada mereka.

Pastikan Anda memiliki catatan atas slide yang Anda bawakan atau cukup melirik sebentar slide yang sedang tampil. Bicaralah kepada audiens Anda.

Audiens Anda perlu melihat wajah, mata, dan mulut Anda jika mereka ingin berinteraksi dengan Anda. Jadi, jika Anda ingin menarik perhatian ke sesuatu di layar, maka geraklah ke samping dan tunjuklah. Sebuah laser pointer dapat bisa membantu pada situasi ini.

Kesalahan Bahasa Tubuh # 8 : Berdiri di Posisi Yang Sama Untuk Keseluruhan Presentasi

Jika Anda seorang presenter yang berdiri di tempat yang sama karena takut tersandung dan jatuh, maka Anda perlu tahu bahwa kemungkinan ketakutan itu sangat tinggi. Untuk menghindari ketakutan tersebut, kenakan sepatu yang nyaman.

Otak Anda membutuhkan gerakan untuk tetap waspada. Dan bergerak di sekitar tempat Anda berada saat Anda melakukan presentasi adalah cara yang ampuh untuk menjaga perhatian audiens. Jadi, jangan sia-siakan cara yang ampuh ini, karena Anda takut akan sesuatu yang hampir tidak pernah terjadi.

Demikianlah, 8 kesalahan bahasa tubuh yang perlu Anda hindari ketika Anda melakukan presentasi.

Pertama, lupa tersenyum

Kedua, menghindari kontak mata

Ketiga, menatap hanya satu tempat di antara audiens

Keempat, menyilangkan tangan/kaki

Kelima, berjalan terlalu cepat dan lama

Keenam, sering mengulangi gerakan tangan

Ketujuh, memalingkan muka dari audiens

Kedelapan, berdiri di posisi yang sama untuk keseluruhan presentasi

Bahasa tubuh Anda mengungkapkan banyak hal tentang Anda sebagai seorang presenter. Hal itu  dapat menunjang keberhasilan atau kegagalan presentasi Anda. Luangkan waktu untuk berlatih tidak hanya kata-kata dan intonasi suara, tetapi juga melatih bahasa tubuh Anda. Dengan memiliki bahasa tubuh yang baik, maka Anda akan memiliki audiens yang terlibat dengan Anda dan pesan presentasi Anda akan didengar oleh mereka.

Apabila Anda menilai tulisan ini bermanfaat, mohon kiranya tulisan ini dapat disebarkan ke Grup WA atau Social Media yang Anda ikuti, agar semakin banyak orang yang mendapatkan manfaatnya.

Dan, jika Anda memiliki komentar atau pertanyaan, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar di bawah ini.

Sharing knowledge for a better presentation/communication.