6 Prinsip Gestalt Yang Dapat Anda Gunakan Untuk Memudahkan Audiens Anda Dalam Memproses Visualisasi Data

Setiap elemen yang Anda masukan ke dalam slide presentasi Anda akan menambah beban kognitif bagi audiens Anda. Cole (2015) dalam bukunya Storytelling with Data menyebutkan bahwa beban kognitif merupakan usaha mental yang diperlukan oleh audiens Anda ketika mereka memproses informasi yang Anda sajikan kepada mereka.

Yang perlu kita ketahui adalah otak kita memiliki keterbatasan dalam memproses informasi. Sebagai designer dari visualisasi data, maka kita perlu secara cerdas mengetahui bagaimana kita menggunakan otak dari audiens kita. Kita perlu menghilangkan elemen yang tidak memberikan nilai tambah dan tidak membantu audiens kita untuk memahami data yang kita sajikan.

Sejumlah konsep telah diperkenalkan dari waktu ke waktu dalam upaya menjelaskan dan membantu memberikan petunjuk bagi kita sebagai perancang visualisasi data untuk mengurangi beban kognitif bagi audiens kita.

Edward Tufte dalam bukunya The Visual Display of Quantitative Information mengenalkan konsep data-ink ratio. Ia mengatakan bahwa semakin banya tinta yang digunakan untuk data, semakin baik. Sementara itu, Nancy Duarte dalam bukunya Resonate menjelaskan konsep signal to noise ratio. Ia mengatakan bahwa kita perlu memaksimalkan signal to noise ratio dimana signal (sinyal) adalah informasi yang kita komunikasikan dan noise adalah elemen-elemen yang tidak menambah nilai dari pesan yang ingin kita sampaikan.

Oleh karena itu, dalam menyajikan visualisasi data, maka Anda harus memikirkan untuk meminimalkan beban koqnitif bagi audiens Anda.

Cole (2015) menyebutkan bahwa salah satu penyebab yang dapat berkontribusi pada beban kognitif adalah sesuatu yang disebut sebagai clutter. Clutter adalah elemen visual yang memakan ruang dalam slide, tetapi tidak menambah pemahaman bagi audiens kita. Karena itu, clutter adalah sesuatu yang mesti kita hindari dalam membuat slide presentasi.

Ketika kita harus mengidentifikasi elemen mana dalam slide presentasi kita yang merupakan sinyal (informasi yang ingin komunikasikan) dan noise atau clutter (elemen visual yang memakan ruang dalam slide, tetapi tidak menambah pemahaman bagi audiens kita), maka kita perlu menerapkan Prinsip Gestalt mengenai persepsi visual.

Cole (2015) menyebutkan bahwa ada 6 Prinsip Gestalt yang dapat kita gunakan untuk memudahkan audiens kita dalam memproses visualisasi data.

Mari kita bahas satu per satu prinsip tersebut.

Prinsip Gestalt # 1 : Proximity

Kita cenderung berpikir elemen atau obyek di dalam slide yang secara fisik berdekatan sebagai milik bagian dari sebuah grup.

Prinsip proximity ditunjukan pada gambar di bawah ini. Anda secara alami melihat titik-titik sebagai tiga grup yang berbeda karena kedekatan mereka relatif satu sama lain.

Prinsip proximity ini dalam prakteknya dapat diterapkan dalam visualisasi data. Anda perhatikan slide di bawah ini, kita dapat memanfaatkan prinsip proximity dari Gestalt dengan meletakkan label data (ticket received dan ticket processed) tepat di sebelah data yang disajikan pada slide di bawah.

Prinsip Gestalt # 2 : Similarity

Obyek atau elemen yang memiliki warna, bentuk, ukuran atau orientasi yang sama dianggap terkait atau menjadi bagian dari suatu kelompok. Pada slide di bawah ini, Anda secara alami mengasosiasikan lingkaran biru bersama-sama pada sebelah kiri atau kotak persegi abu-abu bersama-sama pada sebelah kanan.

Jika sebelumnya kita memanfaatkan prinsip proximity dari Gestalt, maka kita juga dapat memanfaatkan prinsip similarity dengan membuat label data berwarna sama dengan data yang disajikan seperti yang dipaparkan pada slide di bawah ini. Penggunaan prinsip similarity ini memberikan isyarat visual untuk audiens kita yang mana mereka dapat mengatakan bahwa itu merupakan dua informasi yang terkait.

Prinsip Gestalt # 3 : Enclosure

Kita berpikir bahwa elemen atau obyek yang secara fisik terlingkupi bersama merupakan milik dari suatu grup. Tidak perlu melingkupi yang kuat untuk melakukannya. Dengan menggunakan kotak atau bayangan (shade) yang halus sudah cukup seperti yang disajikan pada slide di bawah ini.

Satu cara kita dapat memanfaatkan prinsip enclosure adalah dengan menggambar sebuah perbedaan visual dalam data yang kita sajikan seperti yang ditunjukkan pada slide di bawah ini. Daerah shade (bayangan) yang menggunakan warna abu-abu menunjukkan bahwa ada pemisahan data sebelum bulan Agustus dan sejak bulan Agustus.

Penggunaan shade (bayangan) tersebut dapat membantu memudahkan audiens kita untuk memahami informasi yang terjadi sejak bulan Agustus sampai bulan Desember dimana ada perbedaan (gap) antara tiket yang diproses dengan tiket yang diterima.

Karena itu, dengan menggunakan visualisasi data seperti ini, maka Anda dapat menyampaikan kepada audiens Anda bahwa ada yang perlu dilakukan untuk mengatasi perbedaan tersebut. Misalnya, dengan menambah orang yang bekerja di bagian tiket agar tiket yang diproses bisa sama dengan tiket yang diterima.

Prinsip Gestalt # 4 : Closure

Konsep closure mengatakan bahwa orang-orang menyukai hal-hal yang sederhana dan sesuai dengan kontruksi yang sudah ada ada di kepala mereka. Karena hal ini, orang-orang cenderung menganggap sekumpulan elemen individu sebagai sebuah elemen tunggal yang mereka kenal ketika ketika ada elemen yang hilang.

Misalnya, elemen yang ditunjukkan pada slide di bawah ini adalah sebuah lingkaran yang tidak utuh. Orang akan cenderung menganggap sebagai sebuah lingkaran terlebih dahulu sebagai sebuah kontruksi yang sudah ada di kepala mereka dan baru setelah itu menganggap sebagai elemen individu yang merupakan shape yang terpisah.

Adalah umum untuk aplikasi pembuatan chart dengan menggunakan Excel untuk mempunyai  pengaturan sesuai dengan keadaan aslinya (default setting) seperti batas chart (chart border) dan bayangan background (background shading).

Prinsip closure mengatakan kepada kita bahwa batas chart dan bayangan background ini tidak diperlukan. Kita dapat menghilangkannya dan chart kita masih tampak sebagai sebuah entitas yang kohesif. Ketika kita menghilangkan elemen yang tidak diperlukan tersebut, maka data kita tampak lebih menonjol seperti yang diperlihatkan pada slide di bawah ini.

Prinsip Gestalt # 5 : Continuity

Prinsip continuity mirip dengan closure. Ketika kita melihat elemen atau obyek, maka mata kita akan mencari lintasan yang terhalus dan menciptakan secara alami kontinuitas apa yang kita lihat bahkan di tempat yang tidak terlihat secara eksplisit.

Seperti yang diperlihatkan pada slide di bawah ini, jika kita mengambil obyek atau elemen kotak persegi yang atas seperti terlihat pada gambar no 1 dan menariknya ke atas seperti yang tampak pada gambar no 2 yang mana dapat dengan mudah menjadi seperti apa yang ditampilkan pada gambar no 3.

Dalam penerapan prinsip continuity ini, kita dapat menghilangkan sumbu vertikal dari diagram batang seperti slide di bawah ini. Mata kita sesungguhnya masih melihat bahwa diagram batang sebaris dengan data yang di sebelahnya karena adanya lintasan halus yang berupa white space  antara label data yang sebelah kiri (A, B, C, D, E) dan data pada sebelah kanan. Seperti yang kita lihat dengan prinsip closure dalam penerapannya, maka menghilangkan elemen yang tidak perlu akan membuat data kita tampak lebih menonjol.

Prinsip Gestalt # 6 : Connection

Prinsip Gestalt yang terakhir adalah connection. Kita cenderung berpikir elemen atau obyek yang terhubung secara fisik sebagai bagian dari suatu kelompok. Elemen yang terhubung mempunyai nilai asosiatif yang lebih kuat dari pada warna, ukuran atau bentuk yang serupa.

Perhatikan slide di bawah ini. Mata kita akan shape yang berpasangan yang terhubung dengan garis dari pada shape dengan warna atau ukuran yang sama. Itulah prinsip connection dalam prakteknya.

Elemen atau obyek yang terhubung dengan prinsip connection sesungguhnya tidak lebih kuat dari elemen yang menggunakan prinsip enclosure, tetapi kita dapat memberikan impak hubungannya melalui ketebalan dan kegelapan warna kotak untuk menciptakan hirarki visual yang diinginkan.

Hirarki visual adalah struktur visual yang memberi tahu tingkat kepentingan suatu elemen desain dibandingkan dengan elemen yang lain.

Salah satu cara yang kita sering manfaatkan untuk penerapan prinsip connection ini adalah menghubungkan titik-titik dengan garis yang membantu mata audiens kita melihat keteraturan dalam data seperti yang ditunjukkan pada slide di bawah ini.

Demikianlah, 6 prinsip Gestalt yang dapat Anda gunakan untuk memudahkan audiens Anda dalam memproses data visual. Pertama, proximity. Kedua, similarity. Ketiga, enclosure. Keempat, closure. Kelima, continuity. Dan keenam, connection.

Seperti yang Anda lihat, prinsip Gestalt dapat membantu kita memahami bagaimana orang melihat elemen atau obyek dalam slide presentasi kita. Prinsip Gestalt ini dapat kita gunakan untuk mengidentifikasi elemen yang tidak diperlukan dan memudahkan pemrosesan komunikasi visual kita bagi audiens kita.

 

 

9 Jenis Chart Yang Dapat Anda Gunakan Untuk Visualisasi Data Dalam Presentasi Anda

Ada banyak pilihan chart untuk menampilkan data Anda. Jadi bagaimana Anda memilih salah satu nya yang akan membuat angka pada data Anda menjadi bersinar ? Lebih baik lagi, bagaimana Anda tahu chart mana yang akan menceritakan kisah yang paling berkesan dan berdampak bagi audiens Anda ?

Mempunyai pengetahuan tersebut sangat penting. Dan, untungnya, tidak sulit untuk mencari tahu chart mana yang pas dengan pola pikir yang benar.

Namun, pertama-tama, Anda harus memahami aturan mendasar dalam bercerita dengan data, yaitu : pastikan bahwa Anda memiliki pesan kunci yang sederhana dan mudah dilihat. Dengan kata lain, apa satu hal yang Anda ingin audiens Anda ingat ?

Sayangnya, masih banyak presenter yang benar-benar tidak tahu apa pesan utama yang akan mereka sampaikan. Sebaliknya, mereka mencoba memasukkan sebanyak mungkin data ke dalam slide presentasi mereka. Mereka berharap setelah mereka memasukan data demi data ke dalam slide presentasi mereka, maka audiens akan melihat inti dari slide presentasi mereka.

Saatnya untuk berhenti berpikir bahwa hanya karena Anda telah mengumpulkan semua angka, maka Anda harus memamerkan semuanya.

Bercerita dengan data meminta Anda untuk mengidentifikasi insight dari data yang Anda punyai dan hanya menyertakan informasi yang secara langsung mendukung pesan yang hendak Anda sampaikan. Data yang tidak berkaitan dapat Anda abaikan.

Jadi, bagaimana Anda memilih chart yang menceritakan sebuah kisah dan mendorong tindakan ? Hal utama yang harus diingat adalah bahwa tujuan dari semua chart adalah untuk menunjukkan hubungan dalam data Anda. Pikirkan tentang grafik, tabel atau diagram apa yang paling menonjolkan hubungan yang paling sesuai dengan cerita atau pesan yang ingin Anda  sampaikan.

Berita baiknya, ada 9 jenis chart yang dapat Anda gunakan untuk cerita atau pesan dalam presentasi Anda.

Untuk penjelasan kebutuhan chart tersebut, data yang digunakan bukan data yang sebenarnya.

Mari kita bahas satu persatu jenis chart tersebut.

Chart # 1 : Teks Sederhana (Simple Text)

Cole (2015) mengatakan bahwa ketika Anda hanya memiliki satu atau dua angka untuk disajikan, maka penggunaan teks yang sederhana dapat menjadi cara yang bagus untuk penggunaannya dalam presentasi.

Hanya karena Anda memiliki angka tidak berarti Anda memerlukan sebuah grafik.

Pikirkan hanya menggunakan angka dengan membuatnya semenarik mungkin dan ditambahkan beberapa kata pendukung untuk memperjelas maksudnya.

Menempatkan satu atau dua angka dalam tabel atau grafik sederhana tidak membantu banyak dalam menginterpretasikan angka yang disajikan. Ketika Anda memiliki satu atau dua angka yang ingin Anda komunikasikan, maka pikirkan tentang menggunakan angka itu sendiri.

Contoh berikut ini bisa membantu menjelaskannya.

Chart # 2 : Tabel

Untuk saat-saat ketika Anda yakin audiens Anda akan mendapat manfaat dari melihat kumpulan data yang lebih besar, maka gunakanlah tabel. Tabel menampilkan rincian data yang akan hilang, jika Anda menggunakan grafik.

Penting bagi Anda untuk menyebutkan temuan Anda yang paling signifikan secara visual agar tabel itu menceritakan sebuah cerita atau menggerakkan cerita Anda yang lebih besar lagi.

Perhatikan tabel di bawah ini bagaimana shape yang berwarna biru mendukung pesan yang ditunjukkan dalam judul slide agar audiens Anda langsung membidik informasi penting tersebut.

Chart # 3 : Diagram Garis

Diagram garis paling sering digunakan untuk memplot data kontinyu. Diagram garis menunjukkan perubahan relatif terhadap sesuatu selama periode waktu tertentu. Seringkali, data kontinyu yang digunakan dalam bentuk unit waktu, seperti : hari, bulan, kuartal, atau tahun.

Perhatikan bagaimana temuan yang paling signifikan diarahkan langsung ke pandangan audiens Anda.

Data yang Anda sajikan harus selalu menjadi elemen kunci dari cerita Anda. Contoh nya adalah seperti ditampailkan pada slide di bawah ini.

Dengan menggunakan slide di atas, dalam presentasi Anda dapat mengatakan bahwa “Penjualan cenderung meningkat sejak peluncuran Cloud karena … yang berarti… dan seterusnya…”

Chart # 4 : Diagram Batang

Diagram batang menampilkan hubungan antar variabel, biasanya untuk tujuan perbandingan.

Diagram batang mudah dibaca oleh mata kita.

Mata kita membandingkan point akhir dari diagram batang, sehingga mata kita mudah untuk melihat dengan cepat kategori mana yang terbesar dan kategori mana yang terkecil.

Slide di bawah ini menunjukkan perbandingan penyelesaian proyek kepada audiens dengan menyorot informasi utama yang diberi warna hijau yang kemudian ditambahkan info dan melemahkan informasi yang lain dengan memberikan warna abu-abu.

Selalu gunakan diagram batang dua dimensi, karena penggunaannya memudahkan untuk interpretasi datanya.

Chart # 5 : Diagram Donat (Donut Chart)

Diagram donat menunjukkan bagaimana persentase berhubungan satu sama lain secara keseluruhan. Setiap irisan dari diagram donat harus selalu sama dengan 100% dari total.

Slide di bawah ini menceritakan kisah visual tentang apa yang mendominasi kategori tertentu. Ceritanya adalah telepon selular mengubah cara orang berbelanja dan membeli. Diagram donat yang digunakan mendukung cerita atau pesan tersebut.

Penggunaan diagram donat secara visual lebih memudahkan mata untuk membedakan perbedaan dalam segmen linier dari pada area irisan diagram pie yang lebih samar.

Penting untuk diperhatikan bahwa jenis diagram ini hanya dapat digunakan untuk mewakili snapshot dari satu momen waktu tertentu.

Chart # 6 : Diagram Pie

Diagram pie dapat digunakan untuk perbandingan komponen. Perbandingan komponen menunjukkan ukuran setiap komponen sebagai persentase dari total.

Frase penggunaan kata share dari penjualan perusahaan merupakan petunjuk untuk perbandingan komponen.

Contoh slide dibawah ini menunjukkan komponen disusun searah dengan jarum jam yang diawali dengan prosentase terbesar sampai kepada prosentasi yang terkecil. Posisi perusahaan PT ABC menunjukkan share kedua terbesar. Untuk menekankan share PT ABC digunakan warna tertentu dimana komponen lainnya menggunakan warna abu-abu untuk menunjukkan kontras.

Chart # 7 : Peta (Maps)

Peta dapat digunakan untuk menampilkan lokasi, wilayah penjualan, distribusi karyawan, dan pelanggan dalam sebuah presentasi.

Gunakanlah peta untuk menunjukkan lokasi, cabang, dan kota tempat perusahaan Anda aktif. Sebuah peta yang rinci adalah cara terbaik untuk menyajikan dan menyoroti lokasi geografis.

Peta yang terperinci sangat bagus untuk menampilkan wilayah penjualan baik berdasarkan wilayah maupun kode pos.

Anda dapat menggunakan suatu warna tertentu untuk menyoroti wilayah. Slide di bawah ini merupakan contoh penggunaan peta yang menunjukkan lokasi tertentu dengan jumlah penjualan HP. Wilayah yang disorot bisa menggunakan suatu warna tertentu untuk mengarahkan pandangan audiens kepada wilayah tersebut, sementara wilayah yang lain diberi warna yang lemah seperti abu-abu untuk menunjukkan kontras.

Chart # 8 : Grafik Daerah Persegi (Square Area Graph)

Grafik Daerah Persegi dapat digunakan untuk menunjukkan kemajuan dari suatu target atau persentase dari suatu pencapaian. Ada kotak kecil berbentuk segi empat dimana sel berwarna mewakili suatu data tertentu.

Grafik Dearah Persegi dapat terdiri dari satu kategori atau beberapa kategori. Beberapa grafik daerah persegi dapat disatukan untuk menunjukkan perbandingan antara grafik yang berbeda.

Slide di bawah ini menggambarkan suatu cerita dari seorang pemilik restoran yang mengetahui kekuatan pemesanan online. Di dalam slide di bawah ini digunakan sebuah kotak kecil yang mewakili suatu angka tertentu, yaitu 1 % yang diberi suatu warna tertentu. Ada 3 kategori data yang digunakan dalam slide di bawah ini yang menggambarkan 3 grafik yang berbeda.

Jadi, dengan menggunakan grafik daerah persegi, maka Anda dapat menyajikan tampilan yang berbeda ketika Anda ingin menggambarkan suatu pencapaian tertentu dari total keseluruhan sebesar 100 %.

Chart # 9 : Slopegraph

Slopegraphs dapat berguna ketika Anda memiliki dua periode waktu atau point perbandingan dan ingin cepat menunjukkan peningkatan dan penurunan relatif atau perbedaan di berbagai kategori antara dua data.

Cara terbaik untuk menjelaskan penggunaan slopegraph adalah melalui contoh tertentu. Bayangkan Anda sedang menganalisis dan mengkomunikasikan data dari survei mengenai perspektif orang tua dan murid terhadap lima kategori data. Untuk menunjukkan perubahan relatif dalam kategori survei dari orang tua ke murid, slopegraph dapat terlihat seperti slide di bawah ini.

Demikianlah, 9 jenis tampilan visual yang dapat Anda gunakan untuk kebutuhan visualisasi data dalam presentasi Anda.

Untuk presentasi Anda selanjutnya, jangan lupa untuk terlebih dahulu memeriksa insight dari data yang Anda miliki untuk mendukung pesan utama atau cerita yang hendak Anda komunikasikan.

Pertimbangkan chart apa yang akan mendukung cerita Anda. Jangan memasukan data yang tidak relevan ke dalam slide presentasi hanya karena Anda sudah memilikinya.

Tampilkanlah data yang relevan dengan menggunakan chart yang tepat dan simpan sisa data Anda yang tidak relevan dengan pesan atau cerita Anda. Akan tetapi, data tersebut perlu tersedia jika diperlukan. Anda dapat menyimpannya dalam slide lampiran atau materi pendukung lainnya.

Untuk bercerita dengan data, maka penggunaan chart yang tepat akan membantu Anda dalam menyampaikan pesan atau cerita Anda.

 

 

 

 

 

Satu Pertanyaan Yang Sangat Penting Yang Perlu Anda Tanyakan Ketika Membuat Visualisasi Data Untuk Slide Presentasi Anda

Ketika Jeff Bezos, CEO Amazon.com mengatakan dalam surat tahunannya pada tahun 2018 kepada para pemangku kepentingan bahwa “Kami tidak menggunakan Power Point”, maka Anda mungkin mendengar bahwa harga saham Microsoft meluncur ke bawah.

Akibatnya, perancang presentasi di seluruh dunia mulai mencari pekerjaan sampingan. CEO di organisasi lain mulai mengikutinya, karena apa pun yang dilakukan Jeff Bezos adalah emas.

Memang, sebagian besar presentasi Power Point tidak menarik untuk dilihat. Slide power point yang ditampilkan cenderung menyebabkan kebingungan dan membuang waktu semua orang.

Namun, ketika slide Power Point dibuat dengan benar, maka presentasi yang baik benar-benar dapat membantu organisasi untuk membuat keputusan bisnis.

Jadi, isunya adalah bukan di alatnya—PowerPoint, tetapi isunya lebih kepada bagaimana kita menggunakannya.

Ketika Anda membuat slide presentasi dengan menggunakan Power Point, misalnya untuk visualisasi data, maka ada satu pertanyaan yang sangat penting yang perlu Anda tanyakan.

Stephanie (2020) mengatakan bahwa pertanyaan tersebut adalah “Apa point yang ingin Anda sampaikan dalam slide Power Point ingin Anda tampilkan” ?

Serius.

Itu pertanyaan yang paling penting untuk ditanyakan ketika Anda ingin membuat visualisasi data. Dan itu adalah alasan utama kita melakukan visualisasi data, karena kita mempunyai point untuk dikomunikasikan kepada audiens kita.

Selain itu, karena kita mempunyai temuan menarik untuk dibagikan, yaitu : sebuah ide besar yang kita peroleh dari analisis kita yang perlu kita bagikan kepada orang-orang atau audiens kita. Itulah point.

Mengartikulasikan point tersebut menghasilkan sebuah jawaban yang menggerakkan hampir semuanya yang terkait dengan visualisasi data.

Untuk memahaminya, mari kita perhatikan percakapan berikut ini antara designer power point (Dika) dengan kliennya.

Klien: “Terima kasih telah bekerja sama dengan kami, Pak Dika. Kami memiliki data ini yang berkaitan dengan orang tua dan siswa yang disajikan dalam bentuk diagram batang. Kami yakin grafik ini bisa ditampilkan lebih baik, tetapi kami tidak tahu bagaimana caranya.

Dika : “Saya dapat membantu memperbaiki tampilan grafik itu. Tapi, ada satu pertanyaan yang perlu Anda jawab— Apa point yang ingin Anda sampaikan dalam slide Power Point tsb” ?

Klien : “Maaf?”

Dika : “Apa gunanya menunjukkan data tentang perspektif orang tua dan siswa itu ? Sepertinya Anda ingin orang membandingkan orang tua dan siswa. Itukah maksud Anda ?”

Klien: “Sebenarnya tidak. Itulah adalah pertanyaan yang paling jelas yang bisa Anda tanyakan kepada kami. Maksud kami adalah bahwa umumnya kami mengharapkan siswa untuk melaporkan lebih banyak dari pada orang tuanya pada semua pertanyaan itu. Akan tetapi, data di atas menunjukkan bahwa siswa memiliki keinginan yang jauh lebih rendah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dari pada orang tua mereka. Dan, itu memicu beberapa lonceng peringatan bagi kami. “

Dan inilah saat Dika diam-diam dalam hati gembira, karena klien menjawab pertanyaan yang paling penting dan sekarang Dika tahu cara menampilkan data tersebut dengan lebih baik.

Dika : “Hal pertama yang akan kita lakukan adalah mengambil apa yang baru saja Anda katakan, dan menjadikannya judul grafik. Kita akan mengganti judul umum dari slide power point yang Anda buat di atas dengan point utama  yang tadi Anda katakan. Hal berikutnya yang akan kita lakukan adalah mengganti jenis grafik yang berbeda. Grafik kemiringan (slope graph) dapat kita gunakan, karena grafik tersebut cukup bagus untuk ditampilkan ketika satu hal mengalami penurunan dan sisanya naik. Beri saya waktu satu hari untuk bermain dengan beberapa ide dan mari kita bicara besok.”

Keesokan harinya.

Dika : “Selamat pagi, Klien. Apa pendapat Anda tentang slope graph seperti yang ditampilkan pada slide di bawah ini yang telah kukirimkan padamu semalam ?”

Klien: “Grafik tersebut di atas benar-benar mengatakan dengan tepat apa ingin kami  tunjukkan. Setelah pembicaraan kita kemarin, saya berbicara lebih banyak dengan rekan-rekan saya di kantor dan bertanya kepada mereka “Apa point yang ingin kita tunjukkan ?. Kami memutuskan bahwa intinya sebenarnya adalah begitu sedikit siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Lupakan orang tua, karena hal itu masalah sekunder sekarang. Pertanyaan “Apa point yang ingin kami tunjukkan ?” sangat membantu dalam mengasah pemikiran kami.”

Dika : “Kalau begitu, maka Anda punya pilihan lain untuk menunjukkan point tersebut itu. Slide presentasi di bawah ini bisa menjadi alternatif untuk menunjukkan point Anda.”

Klien: “Dua grafik di atas yang Anda sarankan menjawab apa yang ingin kami tunjukkan. Kami akan memilih salah satunya hari ini. Terima kasih Pak Dika.”

Demikianlah, mengajukan pertanyaan “Apa point yang ingin Anda sampaikan dalam slide Power Point ingin Anda tampilkan” ? akan mempertajam pemikiran dan pesan terkait dengan visualisasi data yang akan Anda sajikan. Menanyakan pertanyaan itu adalah cara terbaik untuk memvisualisasikan data. Saat Anda mengalami kesulitan dengan grafik yang ingin Anda tampilkan, maka teruslah bertanya “Apa point yang ingin saya tunjukkan ?”

 

3 Teknik Jitu Untuk Mengarahkan Pandangan Audiens Pada Tampilan Visualisasi Data Dalam Presentasi Anda

Memasukan banyak tabel dan grafik ke dalam slide presentasi Anda tidak akan menghasilkan visualisasi data yang efektif. Tidak seorang pun ingin duduk memperhatikan presentasi Anda dengan melihat slide yang tidak memberikan makna yang jelas.

Pertanyaannya adalah apakah yang dapat membuat visualisasi data yang efektif ?

Jawabannya, menciptakan titik fokus pada pesan yang ingin Anda sampaikan.

Berita baiknya, ada 3 teknik yang dapat Anda gunakan dalam menciptakan titik fokus tersebut.

Untuk menjelaskan 3 teknik tersebut digunakan data-data yang bukan sebenarnya.

Mari kita ulik 3 teknik tersebut.

Teknik Fokus # 1 : Gunakan Warna

Penggunaan warna adalah cara termudah untuk membedakan titik fokus pada data penting yang membawa pesan utama Anda. Di sinilah Anda perlu mengarahkan mata audiens untuk memandang lebih dulu ke warna tersebut.

Warna dapat menjadi salah satu teman terbaik Anda untuk visualisasi data. Jika warna digunakan secara strategis, maka warna dapat menjadi alat yang ampuh untuk membuat data Anda bersinar dan membuat titik fokus yang dapat menarik perhatian audiens Anda.

Semburan warna yang cerdas akan menyoroti informasi utama dan memfokuskan perhatian audiens Anda baik ketika Anda melakukan presentasi luring maupun daring.

Seperti yang Anda lihat pada slide before di bawah ini, tidak ada perbedaan warna yang ditunjukkan pada diagram batang. Penggunaan warna yang sama tidak akan membuat data yang Anda sajikan menonjol dan menarik perhatian audiens Anda.

Slide Before

Sebaliknya, jika Anda menggunakan warna yang berbeda seperti yang ditunjukkan pada slide after di bawah ini, maka Anda akan mengarahkan titik pandang audiens Anda ke arah warna yang berbeda tersebut.

Slide After

Saat Anda menambahkan warna kontras yang sederhana ke satu temuan data yang penting, maka Anda langsung memfokuskan perhatian audiens Anda kesana. Audiens Anda akan melihat data penting yang Anda sajikan dalam sekejap.

Kehadiran warna yang berbeda akan memberikan dampak yang besar. Disadari atau tidak, ketika audiens Anda melihat suatu tampilan data dan melihat perbedaan visual seperti warna, maka mereka langsung mencoba untuk menentukan arti dari perbedaan tersebut.

Terlalu banyak warna yang digunakan akan membingungkan audiens untuk menangkap pesan Anda. Jika warna digunakan secara tepat, maka warna akan menjadi alat yang hebat dalam menceritakan kisah Anda.

Teknik Fokus # 2 : Bermain dengan Ukuran

Pernahkah Anda mempertimbangkan bagaimana ukuran tampilan data dapat memengaruhi seberapa baik pesan Anda diterima oleh audiens ? Mungkin Anda belum pernah menggunakannya.

Tetapi, para ahli data mengetahui bahwa ukuran (size) adalah komponen yang penting dalam membuat visualisasi data yang seimbang yang dapat dengan mudah dilihat oleh audiens Anda.

Apakah Anda menyajikan diagram batang, diagram garis, atau tabel—untuk presentasi secara daring atau luring—maka memvariasikan ukuran elemen dari data adalah cara yang jitu untuk menarik fokus audiens Anda kepada data yang Anda tampilkan.

Seperti yang Anda lihat pada slide before di bawah ini, ukuran diagram batang yang digunakan agak kurus mengakibatkan mata audiens tidak terlalu mudah untuk melihat data yang mendukung pesan yang Anda sampaikan.

Slide Before

Sebaliknya, jika Anda menggunakan ukuran diagram batang yang agak besar yang ditambah dengan warna yang kontras, maka audiens akan lebih mudah melihat dan mengingat data yang disajikan untuk mendukung pesan Anda. Disamping itu, diagram batang yang digunakan pada slide after di bawah ini lebih besar dari pada ruang antar diagram batang, sehingga memberikan keseimbagan dalam visualisasi data.

Slide After

Teknik Fokus # 3 : Tambahkan Shape

Shape bisa menjadi alat sangat kuat untuk mengarahkan pandangan audiens Anda. Mungkin ini adalah pernyataan yang belum pernah Anda dengar sebelumnya. Tetapi hal itu benar. Lingkaran, kotak, dan segitiga benar-benar dapat mengarahkan mata audiens ketika menyangkut visualisasi data.

Shape dapat membantu menarik perhatian pandangan audiens ke titik data utama dan menyoroti pesan yang Anda sampaikan. Anda seharusnya jangan pernah mengharapkan data Anda akan berbicara sendiri. Anda harus secara eksplisit menunjukkan kepada audiens Anda dimana Anda ingin mendapatkan perhatian mereka.

Slide before di bawah ini tidak mengarahkan pandangan audiens pada data yang mendukung pesan yang hendak Anda sampaikan.

Slide Before

Akan tetapi, dengan menggunakan shape seperti yang ditampilkan pada slide after di bawah ini, maka Anda akan mengarahkan mata audiens kepada data yang mendukung pesan yang Anda utarakan.

Slide After

Demikianlah, 3 teknik yang dapat Anda gunakan untuk mengarahkan pandangan audiens Anda kepada visualisasi data yang Anda tampilkan untuk mendukung cerita atau pesan Anda.

Jika 3 teknik tersebut digunakan secara bersamaan pada visualisasi data Anda, maka Anda dapat membuat data Anda menonjol, mengarahkan pandangan audiens Anda secara strategis kepada data yang Anda sajikan dan semakin menguatkan pesan yang Anda sampaikan.

Gunakanlah 3 teknik tersebut secara strategis pada tampilan slide presentasi Anda selanjutnya untuk menggambarkan visualisasi data dan menekankan pesan yang hendak Anda jelaskan.

 

 

 

 

 

 

Menampilkan Pesan Presentasi Penting Dari Sebuah Data

Menampilkan sebuah data yang efektif dalam slide presentasi merupakan keahlian yang perlu Anda kuasai.

Kenapa ?

Karena jika Anda tidak dapat menampilkan data secara efektif pada slide presentasi yang Anda buat, maka audiens Anda akan sulit menangkap pesan yang ingin Anda sampaikan.

Oleh karena itu, menyoroti informasi kunci dalam visual presentasi adalah hal yang sangat penting. Hal itu dapat memandu audiens Anda untuk fokus pada area atau konten tertentu selama penyampaian presentasi Anda. Dengan melakukan hal tersebut, maka Anda membantu audiens untuk melihat informasi yang penting yang akan Anda sampaikan.

Informasi yang disorot dapat berupa gambar, kata, kalimat, bagian bagan, atau bagian diagram. Hal tersebut juga akan membantu Anda sebagai presenter untuk segera mengidentifikasi informasi penting selama penyampaian presentasi Anda dan memungkinkan Anda untuk langsung ke intinya.

Jika Anda ingin menampilkan sebuah data dalam slide presentasi, maka ada dua hal yang perlu Anda perhatikan.

Pertama, Anda letakkan pesan penting yang ingin Anda sampaikan pada judul presentasi Anda. Kedua, jika Anda menggunakan, misalnya, diagram batang, maka soroti diagram batang yang menggambarkan pesan penting yang ingin Anda sampaikan.

Untuk memberikan contoh penerapannya, digunakan data yang bukan sebenarnya.

Mari kita lihat contoh slide before dan after berikut ini.

Slide before :

Jika Anda perhatikan slide before di atas, maka ada beberapa hal yang dapat kita ulas, yaitu :

  1. Judul slide memberikan informasi yang umum tentang tingkat konektivitas internet. Audiens sulit menangkap pesan dari slide tersebut dengan cepat.
  2. Tampilan slide di atas langsung di-copy dari aplikasi excel dan di-paste ke slide power point.
  3. Tampilan gridlines (garis vertikal) dan legend membuat grafik terlihat sibuk.
  4. Penggunaan warna yang bermacam-macam dapat menarik, tetapi sulit untuk dibaca. Dengan berbagai warna yang digunakan dalam diagram batang tersebut, maka tidak ada fokus tertentu kemana mata audiens akan diarahkan.

Slide after :

Sekarang jika Anda perhatikan slide after di atas, maka ada beberapa hal yang dapat kita uraikan, yaitu :

  1. Dengan judul slide yang ditampilkan, maka audiens Anda akan mudah menangkap pesan yang ingin Anda sampaikan, karena judulnya fokus pada negara tertentu, yaitu Jepang yang dijadikan penekanan.
  2. Tampilan slide dibuat secara manual dengan menggunakan shape rectangle untuk menggambarkan diagram batang dan teks yang juga ditulis secara manual pada slide presentasi.
  3. Gridlines (garis vertikal), angka sumbu x dan legend seperti yang ditampilkan pada slide before dihapus, agar grafik tidak tampak sibuk. Penambahan gridlines, angka sumbu x dan legend akan menambah beban kognitif bagi audiens Anda, yaitu : usaha mental yang harus dilakukan oleh memori audiens Anda untuk memproses informasi yang diterima pada selang waktu tertentu.
  4. Penekanan data untuk Jepang yang menggunakan warna yang berbeda dan angkanya dibuat lebih besar dan diberi bold, ditampilkan agar audiens cepat menangkap pesannya.

Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa slide after lebih baik dari pada slide before, karena slide after mampu menampilkan pesan yang jelas kepada audiens Anda, mengarahkan mata audiens kepada pesan yang ingin disampaikan dengan memberikan warna yang berbeda dan angka yang dicetak tebal serta enak dipandang oleh mata audiens Anda.