Cara Membuat Visualisasi Data Dengan Shape Oval

Andy Sukma Lubis (2019) menjelaskan bahwa slide presentasi power point dapat menjadi media yang tepat untuk menampilkan data menjadi lebih menarik secara visual. Slide presentasi power point yang ditampilkan bukan hanya ditujukan agar audiens mempunyai minat terhadap visualisasi yang Anda sajikan, tetapi juga  agar audiens dapat memahami pesan yang ingin disampaikan melalui penyajian datanya.

Kadang kala sering terjadi ketika membuat visualisasi data, maka kita langsung meng-copy paste data yang kita olah melalui excel, sehingga banyak informasi yang sebenarnya tidak perlu dimasukkan ke dalam slide.

Padahal, sesungguhnya kita hanya perlu memasukkan datanya saja untuk memperkuat pesan yang akan kita sampaikan. Data atau elemen data yang tidak perlu malah dapat menimbulkan gangguan bagi audiens ketika melihat slide presentasi kita seperti gridlines dan data table.

Sebelum menyajikan data, maka Anda perlu memikirkan terlebih dahulu apa pesan yang ingin Anda sampaikan kepada audiens Anda. Hal ini dikarenakan penggunaan data yang tepat harus selalu memunculkan inti sari dari apa yang ingin disampaikan. Data tanpa inti sari sangatlah tidak efektif.

Selain itu, data yang Anda tampilkan dalam slide presentasi mesti presisi. Artinya, angka yang tertera menggambarkan ukurannya. Jika data yang ditampilkan tidak presisi ukurannya, maka data tersebut tidak dapat memberikan arti.

Untuk membuat visualisasi data melalui slide presentasi power point, mari kita lihat studi kasus berikut ini.

Misalnya, Anda ingin menyampaikan penjualan forklift pada tahun 2021.

Bagian pemasaran PT Forklift Gemilang mempunyai 5 tenaga penjual, yaitu Ahmad, Andi, Rina, Bagus, dan Ayu yang mampu menjual forflift sebesar 150, 175, 225, 273, 320 buah selama periode bulan Juli sampai November 2021.

Coba Anda tampilkan visualisasi data yang menarik dan gampang dipahami oleh CEO PT Forfklift Gemilang.

Agar audiens Anda mudah untuk memahami pesan yang ingin Anda sampaikan, maka data tersebut dapat Anda sampaikan dalam bentuk shape oval.

Slide yang ingin Anda tampilkan bentuknya dapat seperti di bawah ini.

Mari kita buat slide di atas langkah demi langkah.

Langkah # 1 : Masukan Lima Shape Oval

Untuk menjalankan langkah # 1 ini, maka Anda masukan satu shape oval. Buat ukurannya presisi dengan klik shape oval, klik kanan, pilih format shape, klik fitur size & properties, isi salah satu height atau width dengan angka 3,20 cm yang mewakili angka 320 buah forklift agar ukuran shape oval sesuai dengan slide, klik lock aspect ratio, dan enter.

Untuk membuat shape oval yang kedua, klik shape oval pertama, tekan ctrl + D. Klik kanan shape oval kedua, pilih format shape, klik fitur size & properties, isi salah satu height atau width dengan angka 2,73 cm yang mewakili angka 273 buah forklift agar ukuran shape oval sesuai dengan slide, dan enter.

Untuk membuat shape oval ketiga, keempat dan kelima, lakukanlah seperti cara di atas yang ukurannya disesuaikan.

Agar tampak indah tampilannya, maka shape oval bisa Anda kombinasikan dengan shape arc setengah lingkaran dengan garis putus-putus yang hasilnya bisa terlihat seperti slide di bawah ini.

Langkah # 2 : Masukan Gambar Forfklift

Gambar forklift bisa menggunakan koleksi Anda pribadi atau mengambil gambit forklift dari pixabay.com. Hasilnya dapat Anda lihat seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 3 : Masukan Teks dan Data

Sebagai langkah terakhir, Anda dapat memasukan teks dan data sesuai dengan apa yang telah Anda rancang. Hasil slide nya dapat tampak seperti gambar di bawah ini.

Selain tampilan visualisasi data seperti di atas, Anda dapat juga melakukan 5 kreasi model desain slide presentasi lainnya.

Pertama, Anda dapat mengubah warna background. Misalnya, Anda ubah warna background menjadi hitam. Untuk membuatnya, Anda klik kanan di slide, pilih fitur format background, pilih solid fill, dan pilih color warna hitam. Kemudian, sesuaikan warna teks agar tampak kontras. Hasilnya bisa dilihat seperti slide di bawah ini.

Kedua, Anda dapat menggunakan konsep double tone. Double tone dalam konsep desain visual akan memiliki background warna gelap dan obyek lainnya cerah ataupun sebaliknya.

Untuk membuatnya, maka Anda gunakan gambar foto sebagai background yang Anda ubah warnanya dengan meng-klik gambar foto, klik format, klik fitur color, dan pilih greyscale. Kemudian, tutup seluruh gambar dengan shape rectangle, klik kanan shape rectangle, klik format shape/format, pilih solid fill, pilih color warna putih, dan pilih transparency di angka   13 %. Hasilnya dapat tampak seperti slide di bawah ini.

Ketiga, Anda dapat mengubah gambar dari slide yang dihasilkan pada langkah # 3 di atas. Anda dapat menggunakan gambar foto dan shape oval. Anda masukan gambar foto ke dalam shape oval dengan menggunakan fitur merge shape yang hasilnya bisa terlihat seperti slide di bawah ini.

Keempat, dari kreasi model 4 di atas, Anda dapat mengubah warna backgroundnya dengan warna hitam. Untuk membuatnya, Anda klik kanan di slide, pilih fitur format background, pilih solid fill, dan pilih color warna hitam. Kemudian, sesuaikan warna teks agar tampak kontras. Hasilnya bisa dilihat seperti slide di bawah ini.

Kelima, dari kreasi model 4 di atas, Anda dapat membuat konsep double tone. Untuk membuatnya, maka Anda gunakan gambar foto sebagai background yang Anda ubah warnanya dengan meng-klik gambar foto, klik format, klik fitur color, dan pilih greyscale. Kemudian, tutup seluruh gambar dengan shape rectangle, klik kanan shape rectangle, klik format shape/format, pilih solid fill, pilih color warna putih, dan pilih transparency di angka   13 %. Hasilnya dapat tampak seperti slide di bawah ini.

Demikianlah, cara membuat visualisasi data dengan shape oval.

Anda dapat membuat berbagai variasi model slide presentasi, misalnya dengan mengubah warna backgroundnya. Anda dapat membuat alternatif desain slide dengan konsep double tone. Dan Anda dapat mengubah gambar dimana gambar foto dimasukkan ke dalam shape oval dengan fitur merge shape.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

 

 

 

Cara Membuat Visualisasi Data Diagram Batang Dengan Shape Rectangle

Menurut Wharton School of Businnes seperti yang dijelaskan dalam https://neomam.com/interactive/13reasons/ menyebutkan bahwa 67 % audiens dapat dibujuk oleh presentasi verbal yang dipadukan oleh tampilan slide yang bersifat visual. Oleh karena itu, tampilan slide presentasi yang menarik secara visual menjadi hal yang sangat penting untuk Anda buat ketika Anda ingin melakukan presentasi.

Slide presentasi power point dapat menjadi media yang tepat untuk menampilkan data menjadi lebih menarik secara visual seperti yang dijelaskan oleh Andy Sukma Lubis (2019). Slide presentasi power point yang ditampilkan bukan hanya ditujukan agar audiens mempunyai minat terhadap visualisasi yang Anda sajikan, tetapi juga  agar audiens dapat memahami pesan yang ingin disampaikan melalui penyajian datanya.

Theconversation.com (2019) dalam tulisannya yang berjudul “Riset : Visualisasi Data Kesehatan Indonesia Sulit Dibaca, Apa Penyebabnya ?” juga menjelaskan bahwa visualisasi data dan informasi kesehatan sangat bermanfaat untuk kepentingan pelaporan, pengawasan, dan evaluasi kinerja program, advokasi, serta koordinasi lintas sektoral di bidang kesehatan. Visualisasi data yang akurat dalam bentuk grafik, tabel, dan peta juga akan memudahkan kerja-kerja pencegahan dan promosi kesehatan di masyarakat.

Kadang kala sering terjadi ketika kita membuat visualisasi data, maka kita langsung meng-copy paste data yang kita olah melalui excel, sehingga banyak informasi yang sebenarnya tidak perlu dimasukkan ke dalam slide.

Padahal, sebenarnya kita hanya perlu memasukkan datanya saja untuk memperkuat pesan yang akan kita utarakan. Informasi yang tidak perlu malah dapat menimbulkan gangguan bagi audiens ketika melihat slide presentasi kita seperti gridlines dan data table.

Sebelum data disajikan, maka Anda perlu memikirkan terlebih dahulu apa pesan yang ingin Anda sampaikan kepada audiens Anda. Hal ini dikarenakan penggunaan data yang tepat harus selalu memunculkan inti sari dari apa yang ingin disampaikan. Data tanpa intisari sangatlah tidak efektif.

Selain itu, data yang Anda tampilkan dalam slide presentasi mesti presisi. Artinya, angka yang tertera menggambarkan ukurannya. Jika data yang ditampilkan tidak presisi ukurannya, maka data tersebut tidak dapat memberikan arti.

Untuk membuat visualisasi data melalui slide presentasi power point, mari kita perhatikan studi kasus berikut ini.

Misalnya, Anda ingin menyampaikan pesan bahwa penjualan mobil BMW meningkat pada tahun 2021.

Data yang Anda miliki adalah data penjualan mobil sedan BMW pada bulan Juli sampai November tahun 2021 berturut-turut sebesar 50, 70, 90, 120 dan 150 buah.

Agar audiens Anda mudah untuk memahami pesan yang ingin Anda sampaikan, maka data tersebut dapat Anda sampaikan dalam bentuk diagram batang.

Slide yang ingin Anda tampilkan bentuknya dapat seperti di bawah ini.

Untuk membuat slide di atas, selain Anda dapat menggunakan menu insert chart yang ada di power point, maka Anda juga dapat menggunakan cara lain, yaitu menggunakan shape rectangle yang ada di power point.

Mari kita buat slide di atas langkah demi langkah.

Langkah # 1 : Buatlah Diagram Batang Dengan Shape Rectangle

Langkahnya diawali dengan memasukan sebuah shape rectangle. Untuk memasukkan shape rectangle tersebut, maka Anda pilih menu home, lalu pilih shape rectangle. Hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Lalu, klik kanan shape rectangle tersebut dengan mouse, sehingga hasilnya akan seperti gambar di bawah ini.

Kemudian, pilih format shape, klik size, ketik height: 5,64 cm (yang mewakili 50 buah mobil sedan BMW), dan klik lock aspect ratio, sehingga gambarnya seperti di bawah ini.

Selanjutnya, copy shape rectangle tersebut dengan menggunakan Ctrl+D, sehingga menghasilkan shape kedua.  Tarik shape kedua sejajar dengan shape yang pertama yang ditandai dengan munculnya garis merah di bagian atas dan bawah kedua shape. Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini.

Lalu, dari shape kedua dicopy dengan menggunakan Ctrl+D klik sebanyak tiga kali, sehingga hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Kemudian klik shape kedua, pilih format shape, pilih size, hilangkan tanda v lock aspect ratio, ketik height menjadi 7,90 cm yang mewakili 70 buah mobil sedan BMW ((70/50) x 5,64 cm), dan enter.  Hasilnya seperti di bawah ini.

Kemudian klik shape ketiga, pilih format shape, pilih size, hilangkan tanda v lock aspect ratio, ganti height menjadi 10,15 cm yang mewakili 90 buah mobil sedan BMW ((90/50) x 5,64 cm), dan enter.  Hasilnya seperti di bawah ini.

Selanjutnya, klik shape keempat, pilih format shape, pilih size, hilangkan tanda v lock aspect ratio, ketik height menjadi 13,54 cm yang mewakili 120 buah mobil sedan BMW ((120/50) x 5,64 cm), dan enter.  Hasilnya seperti di bawah ini.

Selanjutnya, klik shape kelima, pilih format shape, pilih size, hilangkan tanda v lock aspect ratio, ketik height menjadi 16,92 cm yang mewakili 150 buah mobil sedan BMW ((150/50) x 5,64 cm), dan enter.  Hasilnya seperti di bawah ini.

Lalu, blok semua kelima shape, klik menu format, klik align, pilih align bottom dan klik distribute horizontally, sehingga hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Kemudian, bawa ke atas kelima shape tersebut masuk ke dalam slide, sehingga hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 2 : Union Kelima Shape dengan Fitur Merge Shape

Tujuan dilakukan union dari kelima shape tersebut adalah agar kelima shape tersebut menjadi bentuk satu shape yang sudah menjadi satu kesatuan yang nantinya bisa dimasukan gambar foto.

Cara melakukan union dari kelima shape tersebut adalah :

  1. Pilih kelima shape tersebut.
  2. Klik fitur shape format/format.
  3. Pilih fitur merge shape.
  4. Klik union.

Jika Anda telah melakukan union dari kelima shape tersebut, maka Anda dapat menyesuaikan besar dan tinggi dari shape yang sudah menjadi satu kesatuan tersebut yang hasilnya ditunjukkan seperti gambar di bawah ini. Jika Anda melakukan penyesuaian, maka shape tersebut ukurannya tetap akan presisi.

Langkah # 3 : Masukan Gambar Foto ke Dalam Shape

Karena kelima shape tersebut telah menjadi bentuk shape yang sudah menjadi satu kesatuan, maka untuk memasukan gambar yang relevan Anda dapat melakukannya dengan fitur merge shape.

Caranya adalah :

  1. Masukan gambar foto yang relevan dimana letakkan gambar foto tersebut dibelakang shape. Letak shape Anda dapat pindahkan ke sebelah kanan, karena bagian kiri akan diisi dengan teks.
  2. Klik gambar foto, tekan tombol shift, klik shape, pilih fitur shape format/format, klik intersect.

Hasilnya akan tampak seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 4 : Masukan Teks dan Data

Pada langkah ini, Anda dapat memasukan teks dan data yang Anda perlukan sesuai dengan pesan yang telah Anda rencanakan.

Hasilnya dapat terlihat seperti slide di bawah ini.

Langkah # 5 : Tambahkan Satu Shape Rectangle Yang Transparan

Tambahan satu shape rectangle yang transparan ditujukan agar audiens fokus pada data penjualan tertinggi yang terjadi pada bulan November 2021. Dengan fokus pada data tersebut, maka Anda dapat membahas apa yang terjadi pada bulan November tersebut.

Hasilnya akan terlihat seperti slide di bawah ini.

Selain tampilan visualisasi data seperti di atas, Anda dapat juga melakukan 3 kreasi model desain slide presentasi lainnya.

Pertama, Anda dapat mengubah warna background. Misalnya, Anda ubah warna background menjadi hitam. Untuk membuatnya, Anda klik kanan di slide, pilih fitur format background, pilih solid fill, dan pilih color warna hitam. Kemudian, sesuaikan warna teks agar tampak kontras. Hasilnya bisa dilihat seperti slide di bawah ini.

Kedua, Anda dapat menggunakan konsep double tone. Double tone dalam konsep desain visual akan memiliki background warna gelap dan obyek lainnya cerah ataupun sebaliknya.

Untuk membuatnya, maka Anda gunakan gambar foto sebagai background yang Anda ubah warnanya dengan meng-klik gambar foto, klik format, klik fitur color, dan pilih greyscale. Kemudian, tutup seluruh gambar dengan shape rectangle, klik kanan shape rectangle, klik format shape/format, pilih solid fill, pilih color warna putih, dan pilih transparency di angka 10 %. Hasilnya dapat tampak seperti slide di bawah ini.

Ketiga, Anda dapat menambah shape frame. Variasi model slide ini merupakan pengembangan dari model slide di atas. Hasilnya ditunjukkan seperti slide di bawah ini.

Demikianlah, cara membuat visualisasi data diagram batang dengan shape rectangle.

Menampilkan visualisasi data dengan shape rectangle dapat menjadi satu alternatif yang dapat Anda lakukan selain dengan menggunakan fitur insert chart.

Dengan kreatifitas yang Anda miliki, maka Anda dapat membuat berbagai model desain slide presentasi dengan menggunakan shape rectangle.

Anda dapat mengubah warna backgroundnya. Anda dapat membuat alternatif desain slide dengan konsep double tone. Dan Anda dapat menambah shape frame.

Berlatih, berlatih dan berlatihlah untuk terus membuat visualisasi data yang menarik bagi audiens Anda. Semakin sering Anda berlatih, semakin terampil Anda dapat membuat visualisasi data yang mengesankan bagi audiens Anda.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

 

 

 

Memunculkan Ide Kreatif Melalui Connecting 5 Things Untuk Menghasilkan Slide Power Point Yang Visual dan Menarik

Apakah Anda kesulitan membuat slide presentasi yang menarik ?

Apakah Anda tidak punya ide untuk membuat slide presentasi yang lebih visual ?

Apakah Anda sering membuat slide presentasi yang berisi bullet points dengan kalimat yang panjang ?

Kalau iya, disamping mungkin Anda tidak mengetahui cara membuat slide yang visual dan menarik, bisa jadi Anda terbelenggu oleh lingkungan Anda sendiri. Kebanyakan lingkungan kita dipenuhi oleh slide presentasi seperti di bawah ini.

Slide power point di atas dibuat apa adanya, teksnya panjang, penuh dengan bullet points, dan tidak menggunakan visual yang baik. Jika Anda menggunakan slide seperti itu, maka Anda akan mengalami kerugian besar, karena Anda akan menjadi pembicara yang membosankan, gagal memberikan pemahaman yang lebih baik, dan gagal menginspirasi dan mempengaruhi audiens Anda.

Padahal, di luar lingkungan kita tampilan slide presentasinya sudah jauh lebih baik yang dibuat lebih visual dan menarik. Slide di atas dapat diubah tampilannya menjadi slide seperti di bawah ini dengan menampilkan satu point satu slide secara lebih visual dan menarik.

Untuk menghasilkan slide seperti di atas sebenarnya tidaklah sulit. Yang dibutuhkan adalah kreativitas.

Vullings dan Heleven (2015) dalam bukunya “Not Invented Here : Cross-Industry Innovationmenyebutkan bahwa creativity is just connecting things.

Untuk menghasilkan kreativitas, Anda perlu menghubungkan hal-hal (things) yang berserakan. Hal-hal tersebut bisa berupa pengetahuan, ketrampilan, obyek, dan sumber daya. Hanya dengan mengkoneksikan hal-hal tersebut, sebuah gagasan hebat dapat ditemukan dan diwujudkan.

Gagasan baru tidak harus berasal dari sesuatu yang benar-benar baru. Gagasan tersebut bisa dilandasi oleh gagasan lama yang diramu ulang, dimodifikasi atau digabungkan, sehingga menghasilkan sesuatu yang lebih baru, lebih efektif, dan berdaya guna.

Vulling dan Heleven (2015) percaya bahwa ada positif alternatif dari banyak tantangan yang kita hadapi. Banyak solusi yang bagus sudah ada di tempat lain, namun kita belum mengetahuinya.

Mereka mengatakan not invented here. Hal ini merujuk kepada suatu fenomena dari orang-orang yang menghalangi ide dari luar. Sesungguhnya, ada alternatif yang bagus di luaran sana yang hanya menunggu untuk diperkenalkan dalam konteks permasalahan yang kita hadapi.

Selain itu, Dee Pree (2001) dalam bukunya “Leading for Innovation” menuliskan “nothing comes from nothing”. Everything in the world already exists, whatever seems new is only something old rearranged.

Bagi Dee Pree, tidak ada hal baru yang benar-benar baru. Segala sesuatu yang baru merupakan hasil dari barang lama yang disusun ulang, sehingga menjadi hal baru.

Selain itu, pendapat Steve Jobs dalam buku yang ditulis oleh Carmine Galo (2015), yaitu “The Innovation Secrets of Steve Jobs” juga mengatakan bahwa “creativity is connecting things”. Satu hal yang membedakan orang yang kreatif dibandingkan dengan orang yang tidak kreatif adalah kemampuannya untuk menghubungkan ide dari berbagai bidang.

Dalam kaitannya untuk menghasilkan ide slide presentasi yang visual dan menarik jika dikaitkan dengan ide yang disampaikan oleh Vulling dan Heleven dan Steve Jobs, maka ada 5 hal yang perlu Anda ketahui.

Kelima hal itu adalah :

  1. Prinsip Desain Slide.
  2. Elemen Desain Slide.
  3. Fitur Kreatif Power Point.
  4. Teknik Kreatif Desain Slide.
  5. Sumber Inspirasi Desain Slide

Mari kita bahas satu per satu 5 hal tersebut.

Thing # 1 : Prinsip Desain Slide

Prinsip disini dapat diartikan pondasi yang harus diperhatikan dalam menyajikan slide presentasi yang nyaman untuk dinikmati oleh audiens Anda.

Andy Sukma Lubis (2019) dalam bukunya “Melukis Slide Dengan Hati” mengatakan bahwa ketika sedang membangun sebuah bangunan yang bernama slide presentasi, tanpa adanya pondasi, maka hasilnya pun tak berarti.

Slide presentasi yang dibangun tanpa pondasi yang kuat, hasilnya tak akan menggembirakan. Keberadaannya dan pesan yang disampaikan, tak mampu tertancam dengan kuat di benak audiens Anda yang menyaksikan tampilan slide presentasi Anda.

Prinsip-prinsip desain presentasi tersebut mencakup content first, design second; satu pesan satu slide; sederhana; menarik; hirarki; balance; CRAP (contrast, repetition, alignment, proximity); white space; presisi; dan slide for seeing, not for reading.

Thing # 2 : Elemen Desain Slide

Elemen disini maksudnya adalah hal-hal yang diperlukan dalam membuat slide presentasi. Elemen ini ada yang perlu dipersiapkan agar ketika Anda membuat slide presentasi menjadi lebih mudah.

Ada beberapa hal dalam elemen desain slide ini yang perlu Anda ketahui.

Pertama, ukuran slide. Ukuran slide dalam power point ada 3 macam, yaitu : ukuran 16:9; ukuran 4:3 dan custom size. Untuk membuat slide presentasi, Anda dapat menggunakan ukuran 16:9, karena ukuran layar komputer kebanyakan berukuran 16:9, sehingga ketika slide presentasi muncul di slide show, tampilannya akan memenuhi seluruh bagian layar monitor.

Kedua, grid. Grid adalah garis bantu yang sangat diperlukan dalam menempatkan teks atau gambar dalam slide presentasi, sehingga dihasilkan desain slide presentasi yang rapi, simetris dan berpola yang akan membuat slide Anda menjadi lebih indah. Grid adalah sebuah garis putus-putus vertikal dan horizontal yang fungsinya mirip dengan penggaris. Garis ini akan menunjukan apakah suatu objek sudah lurus dengan objek lainnya atau belum. Fitur ini sangat berguna bila Anda memiliki beberapa objek dan ingin objek-objek tersebut lurus dengan objek lainnya.

Ketiga, warna. Penggunaan warna yang tidak tepat menjadi salah satu hal yang dapat membuat mata audiens Anda menjadi lelah atau malas melihat slide presentasi Anda. Penggunaan warna yang pas bisa menjadikan pesan visual slide menjadi enak dipandang. Untuk kombinasi warna yang dapat Anda gunakan dalam slide presentasi Anda, maka Anda dapat mencarinya di https://color.adobe.com atau https://coolors.co. Selain itu, untuk meyakinkan kombinasi warna yang Anda pilih sudah pas, maka Anda dapat menggunakan color contrast checker yang ada di https://coolors.co/contrast-checker.

Keempat, font. Font diperlukan untuk menulis pesan Anda di dalam slide. Anda dapat menggunakan tiga jenis font dalam presentasi. Pertama, serif seperti times new roman, book antiqua, dan baskerville. Kedua, sans serif seperti helvetica, montserrat, open sans. Ketiga, cursive/display seperti abril fatface, pacifico, lobster. Untuk kombinasi judul dan teks, Anda dapat menggunakan kombinasi berikut ini : league spartan dan lato; oswald (bold) dan open sans; bebas (bold) dan roboto; anton dan poppins; titillium web black dan nunito; dan arial black dan arial.

Kelima, gambar. Ada dua gambar yang dapat Anda gunakan. Pertama adalah gambar foto. Gambar foto diperlukan dalam slide presentasi Anda untuk memunculkan kesan hidup yang dapat menggugah emosi dari audiens Anda. Anda dapat mencari gambar foto yang tidak berbayar yang relevan dengan pesan yang Anda sampaikan pada internet seperti di https://www.pexels.com; https://unsplash.com; https://pixabay.com. Selain itu, Anda dapat mengambil gambar foto dari kamera digital atau kamera smartphone. Kedua adalah gambar vektor. Gambar vektor ini cocok untuk slide infografis. Anda dapat mencari gambar vektor di https://freepik.com.

Keenam, icon. Icon menurut Aurora Harley, konsultan di Nielsen Norman Group seperti yang dijelaskan dalam https://www.nngroup.com/articles/icon-usability/ adalah representasi visual dari obyek, aksi atau ide. Jadi, dengan menggunakan icon pada presentasi, maka audiens Anda akan lebih mudah dan cepat memahami informasi yang ingin Anda sampaikan sebelum menggunakan icon.  Selain itu, icon juga dapat memperindah tampilan visual pada slide presentasi Anda.

Ketujuh, chart. Chart digunakan untuk menampilkan data Anda. Ada banyak pilihan chart untuk menampilkan data Anda. Hal utama yang harus diingat adalah bahwa tujuan dari semua chart adalah untuk menunjukkan hubungan dalam data Anda. Pikirkan tentang grafik, tabel atau diagram apa yang paling menonjolkan hubungan yang paling sesuai dengan cerita atau pesan yang ingin Anda  sampaikan.

Kedelapan, video. Video adalah cara terbaik untuk mengubah kecepatan, suara, dan media dari cerita bisnis apa pun atau pesan yang ingin Anda sampaikan. Video dapat membantu mengatur nada untuk pembukaan cerita atau pesan Anda, menghidupkan karakter Anda atau memberikan penutup yang dramatis yang memperkuat ide besar yang Anda jelaskan. Yang terbaik dalam penggunaan video dalam presentasi Anda adalah tetap singkat. Dan, tentu saja benar-benar sesuai dengan pesan yang hendak Anda sampaikan.

Thing # 3 : Fitur Kreatif Power Point

Microsoft Power Point ternyata memiliki banyak fitur dalamnya. Fitur ini sendiri merupakan tools di dalam power point yang dibuat untuk memudahkan Anda ketika melakukan pembuatan slide presentasi.

Dalam kaitannya untuk menghasilkan slide power point yang lebih kreatif, maka ada fitur di dalam power point yang perlu Anda ketahui, yaitu : aspek rasio, crop, resize image, duplicate shape, insert shape, merge shape, remove background, eyedropper dan color filter.

Thing # 4 : Teknik Kreatif Desain Slide

Teknik kreatif desain slide ini adalah langkah-langkah untuk membuat slide power point untuk menghasilkan slide power point yang lebih visual dan menarik. Teknik ini perlu Anda ketahui agar Anda dapat menghasilkan ide kreatif untuk membuat slide presentasi.

Misalnya, ketika Anda menggunakan gambar dan merasa kesulitan untuk menemukan posisi penempatan teks agar mudah dibaca oleh audiens Anda, maka Anda dapat mengoptimalkan penggunaan shape.

Anda dapat menggunakan basic shape. Teknik ini disebut creative basic shape. Disamping itu, Anda bisa menggunakan transparent shape. Teknik ini disebut creative transparent shape. Tambahan pula, Anda dapat menggunakan gradient shape. Teknik ini disebut creative gradient shape.

Jika Anda ingin menghasilkan banyak ide slide yang kreatif untuk kebutuhan akademik dan kantor, maka Anda perlu mengetahui teknik-teknik kreatif lainnya, yaitu : creative remove background; creative photo crop to shape 3D; creative merge shape; creative paint splash; creative double tone; creative tanda baca; creative masking; creative icon; dan creative chart dataviz.       

Thing # 5 : Sumber Inspirasi Desain Slide

Untuk menjadi kreatif, maka Anda perlu menambah sumber inspirasi, karena inspirasi merupakan ide dari kreativitas itu sendiri. Untuk mendapatkan tambahan sumber inspirasi, maka Anda perlu membaca buku-buku atau artikel-artikel tentang desain slide, mengikuti pelatihan tentang desain slide, dan melihat website-website atau social media yang menghadirkan slide presentasi yang visual dan menarik.

Sebagai sumber inspirasi tambahan bagi Anda, maka Anda dapat melihat ide-ide slide presentasi yang menarik di : https://www.pinterest.com/; https://behance.net;  dan https://freepik.com. Anda dapat menuliskan kata kunci di fitur pencariannya, misalnya slide design. Dari situ, maka Anda dapat menemukan berbagai macam ide desain slide presentasi.

Ketika Anda memahami dan dapat menggunakan kelima hal yang telah dikemukakan di atas, maka Anda dapat memunculkan ide-ide kreatif dalam menghasilkan slide presentasi yang lebih visual dan menarik.

Salah satu contohnya adalah slide di bawah ini yang merupakan hasil pemahaman dan penerapan dari kelima hal tersebut.

Slide di atas menggambarkan chart yang dibuat dengan tidak menggunakan chart yang ada di power point, misalnya doughnut diagram atau pie diagram, tetapi menggunakan icon yang dapat mewakili data.

Selain membuat data Anda akan terlihat bagus, maka icon yang disusun secara visual untuk mewakili data dapat meningkatkan ingatan audiens Anda tentang data tersebut dan bahkan dapat meningkatkan keterlibatan mereka dengan data tersebut.

Demikianlah, 5 hal yang perlu Anda pahami dan terapkan untuk memunculkan ide kreatif untuk menghasilkan slide power point yang visual dan menarik.

Kreativitas dalam menghasilkan ide slide presentasi merupakan sesuatu yang dapat dipelajari. Untuk itu, Anda harus terus berlatih, berlatih, dan berlatih. Anda dapat mencoba berkreasi, misalnya untuk menghasilkan satu desain slide presentasi setiap harinya.

Dengan membuat berbagai macam kreasi slide presentasi setiap harinya, maka hal tersebut akan merangsang otak Anda untuk bekerja secara lebih maksimal dalam menemukan ide-ide yang kreatif.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini juga dapat bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

Preattentive Attributes: Sebuah Tool Yang Sangat Berharga Dalam Visualisasi Data Anda

Apakah Anda mengetahui bagaimana audiens Anda melihat data yang Anda sajikan ?

Cole (2015) menjelaskan bahwa audiens kita melihat visualisasi data yang kita sampaikan dengan pikirannya.

Mari kita lihat gambaran sederhana tentang bagaimana audiens kita melihat seperti yang dijelaskan pada gambar di bawah ini.

Prosesnya berjalan seperti berikut ini. Cahaya memantul dari sebuah rangsangan. Rangsangan dalam bentuk visualisasi data ditangkap oleh mata audiens kita. Mereka tidak sepenuhnya melihat dengan matanya. Ada beberapa pemrosesan yang terjadi disana, tetapi kebanyakan itulah yang terjadi di otak audiens kita yang mereka anggap sebagai persepsi visual.

Ketika rangsangan itu masuk di otak kita, maka ada sebuah memori yang perlu Anda ketahui, yaitu memori ikonik.

Rangsangan yang masuk ke memori ikonik tersebut berlangsung sangat cepat dan dapat dimanfaatkan dalam proses visual kita. Rangsangan tersebut tetap berada dalam memori ikonik sepersekian detik sebelum diteruskan ke memori jangka pendek kita.

Hal yang penting dari memori ikonik bahwa memori ikonik tersebut dapat dimanfaatkan dengan memberikan atribut dalam visualisasi data yang dikenal dengan preattentive attributes.

Preattentive attributes adalah atribut dalam visualisasi data yang dapat dimanfaatkan untuk mengarahkan perhatian audiens Anda ke tempat yang Anda inginkan untuk mereka perhatikan dalam visualisasi data Anda.

Cara terbaik untuk membuktikan kekuatan preattentive attributes adalah dengan menunjukkannya.

Coba Anda perhatikan gambar di bawah ini.

Gambar di atas menunjukkan susunan angka yang terdiri dari empat baris. Perhatikan bagaimana Anda memproses informasi dan berapa lama. Coba hitunglah dengan cepat angka 3 yang muncul dalam susunan angka tersebut.

Jawaban yang benar adalah enam. Pada gambar di atas, tidak ada isyarat visual untuk membantu Anda mencapai jawaban tersebut. Sehingga, upaya yang Anda lakukan dalam menghitung cepat banyaknya angka 3 yang muncul dalam susunan angka tersebut cukup menantang dimana Anda harus menelusuri empat baris susunan angka dan mencari angka 3.

Coba lihat apa yang terjadi ketika gambar di atas kita ubah menjadi seperti gambar di bawah ini.

Perhatikan betapa lebih mudah dan lebih cepatnya menghitung angka 3 yang ada dalam susunan angka di atas.

Anda tidak perlu untuk berkedip, tidak perlu waktu untuk berpikir dan tiba-tiba ada enam angka 3 di depan Anda.

Dalam gambar di atas, memori ikonik Anda sedang ditingkatkan dengan menggunakan preattentive attributes. Preattentive attributes yang digunakan adalah intensitas warna. Dalam hal ini, kita membuat angka 3 dengan warna menonjol dari warna angka yang lainnya. Angka 3 kita kasih warna hitam. Dan angka lainnya kita kasih warna abu-abu.

Dengan menggunakan preattentive attributes, maka otak kita cepat menangkapnya tanpa kita harus mencurahkan setiap pikiran sadar kita untuk melihat visualisasi data yang ditampilkan.

Preattentive attributes ini sangat luar biasa dan berharga. Artinya, jika Anda menggunakan preattentive attributes tersebut secara strategis, maka mereka dapat membantu mengaktifkan perhatian audiens Anda untuk melihat apa yang Anda ingin mereka lihat dari visualisasi data Anda.

Gambar di bawah ini menunjukkan beberapa bentuk preattentive attributes yang dapat Anda gunakan dalam visualisasi data Anda.

Perhatikan saat Anda melakukan scanning pada gambar di atas, maka mata Anda akan tertarik pada satu elemen dalam setiap kelompok yang berbeda dari yang lain, sehingga Anda tidak perlu mencarinya.

Hal itu terjadi karena otak kita terprogram untuk cepat mengambil perbedaan apa yang kita lihat di lingkungan kita.

Satu hal yang perlu disadari adalah bahwa orang cenderung mengasosiasikan nilai kuantitatif dengan beberapa dari preattentive attributes (memang tidak semua). Misalnya, kebanyakan orang akan mempertimbangkan garis panjang untuk mewakili nilai yang lebih besar dari garis pendek. Itu adalah salah satu alasan mengapa diagram batang secara langsung kita baca.

Tetapi, kita tidak memikirkan warna dengan cara yang sama. Jika saya bertanya pada Anda mana yang lebih besar, warna merah atau biru ? Pertanyaan ini sesungguhnya kurang berarti.

Ini penting karena memberitahu kita mana dari preattentive attributes yang dapat digunakan untuk menjelaskan informasi kuantitatif (garis panjang, posisi spasial atau pada tingkat terbatas lebar garis, ukuran, intensitas warna dapat digunakan untuk menggambarkan nilai relatif) dan mana yang digunakan sebagai pembeda kategori.

Dari berbagai bentuk preattentive attributes di atas, Anda bisa menghasilkan ide dengan menggabungkan beberapa bentuknya dalam slide presentasi Anda. Misalnya, Anda ingin menampilkan visualisasi data dengan diagram batang.

Terkait dengan informasi kuantitatifnya, Anda dapat menggunakan bentuk panjang garis dimana batang yang lebih panjang mewakili nilai yang lebih besar dari pada batang yang lebih pendek. Dan bentuk hue sebagai pembeda kategori dimana satu batang diberi warna merah dan batang lainnya diberi warna abu-abu seperti slide di bawah ini.

Dengan menggunakan preattentive attributes di atas (bentuk panjang garis dan hue), maka Anda bermaksud untuk mengarahkan perhatian audiens Anda kepada data Jepang sebagai negara dengan tingkat konektivitas internet tercepat.

Dalam prakteknya jika dikaitkan dengan delivery presentasi yang Anda lakukan, maka setelah Anda menampilkan slide di atas dan mata audiens menatap batang yang warna merah, maka Anda tinggal mengatakan bahwa “Jepang merupakan negara dengan tingkat konektivitas internet tercepat dibandingkan dengan Korea Selatan, USA, Perancis, Inggris dan China yang mencapai 94 %. Kemudian, Anda juga dapat menambahkan penjelasan mengapa Jepang mempunyai tingkat konektivitas internet tercepat dibandingkan dengan negara-negara tersebut”.

Mungkin Anda bertanya-tanya apa itu hue ?

Hue adalah jenis atau nama warna yang original dan natural. Hue terdiri dari jenis warna primer dan sekunder seperti Biru, Merah, Kuning, Oranye, Hijau dan Ungu. Selain itu, hue adalah jenis warna dominan dalam kelompok warna dimana tidak tercampuri oleh unsur warna hitam, putih, atau abu-abu. Dan warna-warna tersebut (abu-abu, hitam dan putih) tidak termasuk dalam warna hue (https://www.antilum.com/2018/08/memahami-istilah-istilah-warna-hue-tints-tones-shades.html).

Selain itu, Anda bisa juga menggunakan bentuk enclosure dan hue ketika Anda ingin menampilkan visualisasi data Anda dengan menggunakan diagram garis seperti slide di bawah ini.

Penerapan bentuk enclosure yang dapat mengarahkan mata audiens Anda kepada data yang ingin difokuskan adalah dengan menggunakan shade (bayangan) yang menunjukkan sebuah perbedaan visual dalam data yang Anda sajikan. Daerah shade (bayangan) yang menggunakan warna abu-abu menunjukkan bahwa ada pemisahan data sebelum bulan Agustus dan sejak bulan Agustus.

Penggunaan shade (bayangan) tersebut dapat membantu memudahkan audiens Anda untuk memahami informasi yang terjadi sejak bulan Agustus sampai bulan Desember dimana ada perbedaan (gap) antara tiket yang diproses (ticket processed) dengan tiket yang diterima (ticket rececived).

Selain itu, dengan menggunakan bentuk hue dimana data ticket processed diberi warna merah dan ticket received diberi warna abu-abu, maka Anda ingin memberikan penekanan kepada mata audiens Anda bahwa ticket processed yang menjadi perhatian, karena volumenya lebih rendah dari pada ticket received.

Demikianlah, preattentive attributes merupakan sebuah tool yang sangat berharga dalam visualisasi data Anda.

Ketika digunakan secara strategis, maka preattentive attributes sangat berguna untuk menarik perhatian audiens Anda dengan cepat ke tempat yang Anda inginkan dari visualisasi data yang Anda tampilkan.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

 

6 Langkah Mengurangi Clutter Pada Visualisasi Data Anda

Cole (2015) dalam bukunya Storytelling with Data menyebutkan bahwa salah satu penyebab yang dapat berkontribusi pada beban kognitif adalah sesuatu yang disebut sebagai clutter.

Beban kognitif merupakan upaya mental yang kita perlukan untuk mempelajari informasi baru ketika kita menerima informasi tersebut. Sementara, clutter adalah elemen visual yang menempati ruang di dalam slide, tetapi tidak menambah pemahaman bagi audiens kita.  

Ada alasan sederhana mengapa kita harus mengurangi clutter dalam visualisasi data kita, yaitu karena clutter akan membuat visualisasi data yang kita tampilkan akan tampak lebih rumit dari yang seharusnya.

Tanpa mengenalinya secara eksplisit, maka kehadiran clutter dalam komunikasi visual akan menyebabkan kondisi yang kurang ideal yang akan membuat audiens kita tidak nyaman ketika melihat visualisasi data kita.

Ketika visualisasi data kita tampak rumit dan membuat audiens kita merasa tidak nyaman, maka kita akan mengalami resiko bahwa audiens kita tidak ingin meluangkan waktu untuk memahami apa yang kita sajikan dalam slide presentasi kita. Akibatnya, kita akan kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi dengan mereka. Sesungguhnya, hal ini bukanlah hal yang baik.

Selanjutnya, coba perhatikan kondisi di bawah ini yang kemudian ditunjukkan dalam sebuah grafik.

Bayangkan Anda mengelola sebuah tim teknologi informasi. Tim Anda menerima tiket yang perlu diproses.

Pada tahun yang lalu, Anda memiliki sebuah tim dimana dua orang dari mereka keluar dari tim dan Anda memutuskan pada saat itu untuk tidak menggantikan mereka. Kemudian, Anda mendengar keluhan dari tim yang tersisa tentang pekerjaan yang tidak dapat tertangani.

Dalam mengatasi hal itu, Anda baru saja ditanya tentang kebutuhan perekrutan karyawan baru untuk tahun mendatang dan dalam hati Anda bertanya-tanya apakah harus mempekerjakan beberapa orang lagi.

Tentu, pertama-tama Anda ingin memahami apa dampak keluarnya dua orang karyawan selama setahun terakhir terhadap produktivitas tim Anda secara keseluruhan.

Lalu, Anda memplot tren bulanan tiket yang diterima dan diproses selama tahun yang lalu.

Pada grafik yang Anda plot menunjukkan bahwa karena ada dua karyawan yang berhenti pada bulan Mei, maka tim Anda hanya dapat menyelesaikan jumlah tiket yang masuk dalam dua bulan berikutnya. Akan tetapi, tim Anda tidak mampu menyelesaikannya dengan peningkatan gap yang cukup besar yang terjadi di bulan Agustus dan tidak dapat mengatasinya lagi sejak saat itu.

Grafik yang menunjukkan kondisi tersebut ditunjukkan pada slide di bawah ini.

Coba kita perhatikan slide di atas dari sisi clutter dari visualisasi data yang ditampilkan.

Untuk mengurangi clutter pada slide di atas, maka kita dapat menggunakan Prinsip Gestalt yang dapat membantu kita memahami bagaimana audiens kita melihat dan membantu kita untuk mengidentifikasi dan menghilangkan elemen visual yang tidak diperlukan. Selain itu, kita juga dapat memanfaatkan tiga strategi (alignment, white space, dan contrast) yang dapat membantu audiens kita menjadi lebih nyaman dalam interpretasi visualisasi data yang disajikan.

Cole (2015) menjelaskan bahwa ada enam langkah untuk mengurangi clutter dengan memanfaatkan prinsip Gestalt, alignment, white space dan contrast.

Mari kita bahas enam langkah tersebut satu per satu.

Langkah # 1 : Hilangkan Batas Chart

Batas chart (chart border) sebaiknya dihilangkan seperti yang telah kita bahas ketika membahas prinsip Gestalt, yaitu closure.

Konsep closure mengatakan bahwa orang-orang menyukai hal-hal yang sederhana dan sesuai dengan kontruksi yang sudah ada ada di kepala mereka. Karena hal ini, maka orang-orang cenderung menganggap sekumpulan elemen individu sebagai sebuah elemen tunggal yang mereka kenal ketika ketika ada elemen yang hilang.

Prinsip closure menjelaskan kepada kita bahwa batas chart ini tidak diperlukan. Kita dapat menghilangkannya dan chart kita masih tampak sebagai sebuah entitas yang kohesif.

Selain itu, dengan menghilangkan batas chart, maka kita telah menciptakan white space. White space ini dalam komunikasi visual diibaratkan seperti oksigen, yaitu sesuatu yang membuat desain slide kita seakan memiliki cukup ruang untuk bernafas. Ruangan slide kita jangan dipenuhi oleh elemen-elemen visual yang tidak menambah makna dalam visualisasi data kita.

Hasil dari menghilangkan batas chart dari slide aslinya ditunjukkan pada slide di bawah ini.

Langkah # 2 : Hilangkan Gridlines

Jika menurut Anda akan sangat membantu bagi audiens Anda ketika data Anda akan lebih mudah diproses secara lebih efektif, maka Anda dapat menghilangkan gridlines.

Dengan menghilangkan gridlines tersebut, maka Anda telah menciptakan white space yang akan dapat membantu audiens Anda lebih nyaman dalam interpretasi visualisasi data.

Jangan biarkan gridlines bersaing secara visual dengan data Anda. Hilangkan gridlines tersebut. Dengan menghilangkan gridlines, maka hal itu akan membuat kontras dan data Anda akan menjadi lebih menonjol.

Menghilangkan gridlines ditunjukkan pada slide di bawah ini.

Langkah # 3 : Hilangkan Penanda Data (Data Markers)

Anda perlu ingat bahwa setiap elemen yang muncul dalam visualisasi data Anda akan menambah beban kognitif bagi audiens Anda. Disini, kita telah menambah beban kognitif untuk memproses data yang sudah digambarkan secara visual dengan adanya dua garis.

Hal ini bukan untuk mengatakan bahwa Anda tidak boleh menggunakan penanda data (data markers), melainkan gunakanlah sesuai dengan tujuan dari pesan yang hendak Anda sampaikan.

Jangan masukan penanda data karena penanda data tersebut telah tersetting secara default oleh program power point yang Anda gunakan. Secara default artinya penanda data tersebut selalu digunakan bila Anda tidak mengubahnya.

Hasil dari menghilangkan penanda data ditunjukkan pada slide di bawah ini.

Langkah # 4 : Rapihkan Label Sumbu

Salah satu hal yang tidak menambah nilai dari visualisasi data adalah menambah angka nol pada angka yang tertera pada sumbu vertikal (sumbu Y).

Angka nol tersebut akan membuat angka yang terlihat menjadi lebih rumit. Hilangkanlah angka nol tersebut.

Dengan menghilangkan angka nol tersebut, maka beban kognitif dari audiens Anda akan menjadi berkurang.

Selain itu, Anda juga dapat menyingkat nama bulan yang tertera pada sumbu horizontal (sumbu X) dan juga merubah teks nama bulan dari posisi diagonal menjadi horisontal.

Mengubah teks diagonal menjadi horisontal adalah hal yang sangat penting seperti yang dinyatakan oleh satu studi yang dilakukan oleh Wigdor dan Balakrishnan (2005) yang menemukan bahwa teks yang diputar 450 membuat audiens Anda membacanya 52 % lebih lambat dari teks yang orientasinya normal. Oleh karena itu, hindari elemen diagonal pada slide Anda.

Merapihkan label sumbu hasilnya ditunjukkan pada slide di bawah ini.

Langkah # 5 : Labeli Data Secara Langsung

Ingatlah bahwa kita perlu terus mengidentifikasi apapun yang membuat beban mental bagi audiens kita untuk memahami visualisasi data yang kita tampilkan. Dan pekerjaan untuk mengurangi beban mental tersebut harus kita ambil, karena kita adalah perancang informasi.

Dari slide yang ditampilkan pada langkah 4, audiens kita masih mempunyai beban kognitif, yaitu : pekerjaan bolak-balik melihat antara legend dan data.

Untuk mengatasi hal itu, maka kita dapat menerapkan prinsip Gestalt, yaitu proximity (kedekatan) dengan meletakkan legend tepat di sebelah data yang disajikan (dua garis).

Prinsip Gestlat (proximity) mengatakan bahwa kita cenderung berpikir elemen atau obyek di dalam slide yang secara fisik berdekatan sebagai milik bagian dari sebuah grup. Artinya, garis biru milik tiket yang diterima dan garis merah milik tiket yang diproses.

Melabeli data secara langsung hasilnya ditunjukkan pada slide di bawah ini.

Langkah # 6 : Manfaatkan Warna Yang Konsisten

Dalam langkah kelima kita telah memanfaatkan Prinsip Gestalt (proximity). Untuk selanjutnya, coba kita manfaatkan Prinsip Gestalt (similarity) dengan membuat label data berwarna sama dengan datanya yang ditunjukkan oleh dua garis.

Prinsip Gestalt (similarity) mengatakan bahwa obyek atau elemen yang memiliki warna, bentuk, ukuran atau orientasi yang sama dianggap terkait atau menjadi bagian dari suatu kelompok.

Dengan memanfaatkan prinsip tersebut, maka ada isyarat visual bagi audiens kita bahwa label data dan datanya merupakan dua informasi yang terkait.

Hasil dari memanfaatkan warna yang konsisten ditunjukkan pada slide di bawah ini.

Dari seluruh rangkaian yang kita lakukan dalam upaya menghilangkan clutter, coba lihat slide sebelum dan sesudah yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Kita dapat melihat bahwa slide sesudah lebih nyaman untuk dipandang oleh mata kita.

Demikianlah, 6 langkah mengurangi clutter pada visualisasi data Anda.

Melakukan identifikasi dan menghilangkan clutter merupakan tugas kita sebagai penyaji informasi. Dan hal itu akan mengurangi beban kognitif bagi audiens kita.

Clutter adalah elemen visual yang menempati ruang di dalam slide, tetapi tidak menambah pemahaman bagi audiens kita.  Sementara, beban kognitif merupakan upaya mental yang kita perlukan untuk mempelajari informasi baru ketika kita menerima informasi tersebut.

Prinsip Gestalt dapat membantu Anda memahami bagaimana audiens Anda melihat dan memungkinkan Anda dapat mengindentifikasi dan menghilangkan elemen visual yang tidak perlu.

Selain itu, manfaatkanlah alignment dari elemen visual dan ciptakan white space untuk membantu membuat interpretasi visualisasi data Anda menjadi lebih nyaman bagi audiens Anda. Dan, gunakanlah contrast secara strategis.

Clutter adalah musuh kita. Oleh karena itu, hilangkan clutter dari slide presentasi kita.