Enam Elemen Visual Yang Teruji Untuk Memvisualisasikan Slide Presentasi Untuk Kebutuhan Kantor, Bisnis dan Kampus Anda

Apakah Anda bekerja di kantor, memiliki bisnis atau melakukan aktivitas di kampus tentu tidak terlepas dari kegiatan yang namanya presentasi.

Dalam melakukan presentasi tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa Anda ingin agar presentasi yang Anda sampaikan mudah dipahami, diingat dan mendorong suatu tindakan yang Anda inginkan.

Anda dapat menggunakan slide presentasi yang dapat berfungsi sebagai media penguat dari pesan yang Anda sampaikan.

Oleh karena itu, tampilan slide presentasi yang visual menjadi hal yang sangat penting. Menurut Wharton School of Businnes seperti yang dijelaskan dalam https://neomam.com/interactive/13reasons/ menyebutkan bahwa 67 % audiens dapat dibujuk oleh presentasi verbal yang ditemani oleh tampilan slide yang bersifat visual.

Seperti yang dijelaskan dalam https://www.t-sciences.com/news/humans-process-visual-data-better bahwa visualisasi bekerja dari perspektif manusia karena kita merespons dan memproses data visual lebih baik dari pada jenis data lainnya. Faktanya, otak manusia memproses gambar 60.000 kali lebih cepat dari pada teks dan 90 persen informasi yang dikirimkan ke otak adalah visual. Karena kita pada dasarnya visual, maka kita perlu membuat slide presentasi yang visual untuk meningkatkan pemrosesan data dan efektivitas organisasi.

John Medina, seorang neuroscientist seperti yang disebutkan oleh Janine Kurnoff dan Lee Lazarus (2021) mengatakan bahwa ide yang yang disampaikan dalam bentuk visual akan diproses lebih cepat dari pada ide yang sama yang disampaikan dalam bentuk tulisan atau lisan. Visual dapat memanusiakan ide-ide Anda yang memicu emosi dan perasaan. Dan, emosi (bahkan lebih dari logika murni) memotivasi kita untuk bertindak.

Sebaliknya, visual yang mengganggu atau membosankan seperti slide presentasi yang diisi dengan teks atau angka murni akan menumpulkan emosi kita dan memperlambat pengambilan keputusan.

Sayangnya, banyak presentasi yang kita lakukan apakah itu di kantor, bisnis atau kampus terganggu oleh tampilan visual yang buruk. Tampilan slide tersebut banyak dipenuhi oleh teks, charts, dan bullet points.

Untuk memahami mengapa membuat tampilan slide visual yang benar sangat penting, coba tanyakan pada diri Anda satu pertanyaan ini : apa tujuan dari presentasi saya ? Bukankah untuk membantu pengambilan keputusan? Atau meyakinkan audiens Anda ? Atau memajukan percakapan bisnis ?

Visual yang jelas dan sederhana membantu ide-ide Anda diinterpretasikan dengan lebih cepat dan keputusan dibuat lebih cepat karena visual memanusiakan ide-ide Anda dan lebih menanamkan emosi dari pada mengandalkan logika murni. Sebaliknya, visual yang buruk akan memperlambat pengambilan keputusan. Dan, keputusan yang lebih lambat mengakibatkan bisnis yang juga lebih lambat.

Visual yang ditampilkan sering tidak baik ketika kita kekurangan waktu atau strategi cerita untuk membimbing kita. Presenter—dapat dimengerti—selalu ingin menghemat waktu dengan menggunakan kembali slide yang ada. Kita juga sering mengumpulkan slide dari yang ada sebelumnya atau meminjam slide dari rekan kerja tanpa memikirkan maksud dari pesan yang kita coba komunikasikan untuk tujuan tertentu.

Kita mudah untuk menjadi korban dari visual yang buruk. Presentasi yang kita lakukan memasukkan terlalu banyak teks dan data serta sering kali menggunakan warna dan font yang tidak sesuai.

Di sisi lain, bahkan slide yang dibuat tidak selalu dirancang dengan pesan yang jelas dan mudah dicerna, yang pada akhirnya menyebabkan kebingungan dari pada memajukan cerita yang perlu kita sampaikan. Karena itu, Anda perlu strategi cerita yang menawarkan kerangka kerja yang diperlukan yang menentukan segala sesuatu yang harus dimasukkan dalam cerita dan segala sesuatu yang tidak perlu Anda masukan.

Pertanyaannya adalah apa elemen visual yang diperlukan untuk memvisualkan slide untuk presentasi di kantor, bisnis dan kampus Anda ?

Janine Kurnoff dan Lee Lazarus (2021) menyebutkan bahwa ada lima elemen visual yang teruji yang dapat Anda gunakan untuk memvisualkan slide presentasi Anda. Saya menambahkan satu elemen lagi, sehingga ada enam elemen visual yang dapat Anda gunakan untuk membuat slide presentasi Anda.

Keenam elemen visual tersebut adalah :

  1. Foto.
  2. Icon.
  3. Diagram.
  4. Data.
  5. Teks.
  6. Video.

Mari kita ulik satu per satu keenam elemen visual tersebut.

Elemen Visual # 1 : Foto

Foto dapat menjadi alat yang benar-benar kuat dalam storytelling. Foto jauh lebih mudah diingat dari pada teks karena foto memanusiakan pesan Anda dan membantu menghubungkannya dengan audiens Anda pada tingkat emosional. Foto yang digunakan secara tepat dapat membantu pesan Anda mudah dipahami, mampu menggugah emosi audiens Anda dan menarik perhatian mereka.

Elemen Visual # 2 : Icon

Icon menurut Aurora Harley, konsultan di Nielsen Norman Group seperti yang dijelaskan dalam https://www.nngroup.com/articles/icon-usability/ adalah representasi visual dari obyek, aksi atau ide. Jadi, dengan menggunakan icon pada presentasi, audiens Anda akan lebih mudah dan cepat memahami informasi yang ingin Anda sampaikan pada sebelum menggunakan icon

Untuk itulah, penggunaan icon dalam presentasi disarankan. Selain untuk memudahkan audiens Anda dalam menerima informasi, icon juga dapat memperindah tampilan visual pada slide presentasi Anda.

Elemen Visual # 3 : Diagram

Diagram sangat bagus untuk membagi dan mengelompokkan informasi menjadi konsep kecil yang mudah dicerna dengan menggunakan berbagai bentuk shape dan warna.

Diagram dapat menjadi alternatif yang bagus untuk charts dan tabel yang terlalu sering digunakan, bahkan timeline untuk menarik perhatian dan menyampaikan pesan utama Anda.

Elemen Visual # 4 : Data

Data paling sering disajikan dalam bentuk charts, grafik, dan tabel. Namun, jangan takut untuk berpikir di luar charts dengan menggunakan kombinasi angka, teks, dan bentuk basic shapes untuk menarik perhatian audiens Anda dalam memberikan insights dari data yang Anda sajikan dan memajukan cerita yang Anda jelaskan.

Elemen Visual # 5 : Teks

Ya, teks adalah jenis visual. Bahkan, itu adalah visual yang paling umum. Dan sayangnya, itu terlalu sering digunakan. Karena program populer seperti power point secara default langsung menyediakan bullet points dan teks, maka kita sering mendapatkan slide yang penuh dengan kata-kata, sehingga audiens sulit untuk melihat dan mencerna dengan cepat. Tetapi, teks dapat bekerja dengan sangat baik bila digunakan dengan warna dan ukuran yang kontras.

Elemen Visual # 6 : Video

Video adalah cara terbaik untuk mengubah kecepatan, suara, dan media dari cerita bisnis apa pun. Video dapat membantu mengatur nada untuk pembukaan cerita Anda, menghidupkan karakter Anda atau memberikan penutup yang dramatis yang memperkuat ide besar Anda. Yang terbaik dalam penggunaan video dalam presentasi Anda adalah tetap singkat dan tentu saja, benar-benar sesuai dengan pesan yang hendak Anda sampaikan.

Sesungguhnya membuat slide presentasi yang visual dan menarik bagi audiens Anda dengan melakukan berbagai kombinasi dari elemen visual di atas sangatlah mudah. Asalkan Anda mengetahui aspek fundamental, yaitu prinsip dan elemen desain slide presentasi dan aspek teknikal, yaitu fitur kreatif power point dan teknik desain slide presentasi, maka Anda dapat membuat slide presentasi yang visual dan memukau bagi audiens Anda.

Berikut beberapa contoh slide presentasi yang visual dan menarik bagi audiens Anda.

Contoh Slide Visual # 1 : Foto + Teks

Contoh Slide Visual # 2 : Foto + Teks

Contoh Slide Visual # 3 : Foto + Teks

Contoh Slide Visual # 4 : Icon+ Teks + Foto

Contoh Slide Visual # 5 : Diagram+ Icon + Teks

Contoh Slide Visual # 6 : Data+ Teks

Contoh Slide Visual # 7 : Data

Contoh Slide Visual # 8 : Data+ Diagram + Icon + Teks

Demikianlah, 6 elemen visual yang teruji untuk memvisualkan slide presentasi untuk kebutuhan kantor, bisnis dan kampus Anda.

Tidak ada ilmu yang pasti untuk memilih visual yang benar, tetapi adalah ide yang baik untuk menampilkan variasi dari berbagai elemen visual yang ada.

Saya menyarankan untuk tidak pernah jatuh cinta pada satu foto, charts, atau diagram. Selalu perhatikan cerita Anda terlebih dahulu, lalu pilih visual yang pas yang secara langsung mendukung cerita Anda.

Selain itu, untuk membuat slide yang visual dan menarik pelajari dan kuasailah prinsip dan elemen desain slide presentasi serta fitur kreatif power point dan teknik desain slide presentasi.

Teruslah berlatih, berlatih dan berlatih untuk membuat slide presentasi yang visual dan menarik bagi audiens Anda. Semakin sering Anda berlatih, semakin terampil Anda dapat membuat slide presentasi visual tersebut.

Bagi Anda yang ingin mengetahui Cara Mudah Desain Foto Yang WOW Dalam Sebuah Materi Presentasi, kunjungilah blog yang sangat bagus tentang Strategi + Manajemen.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang. Terima kasih.

 

 

 

Cara Mudah Membuat Lima Desain Yang Berbeda Untuk Slide Judul Presentasi Anda Dari Satu Foto

Apakah Anda merasa slide judul presentasi yang Anda buat tidak menarik ?

Slide judul presentasi yang tidak menarik dapat mengurangi antusiasme audiens terhadap presentasi Anda.

Begitu audiens Anda melihat slide judul presentasi yang Anda buat tidak menarik, maka bisa jadi audiens Anda kehilangan minat untuk melihat dan mendengarkan presentasi Anda selanjutnya.

Slide judul presentasi itu ibarat gerai toko. Kalau orang melihat gerainya menarik, maka orang akan tergerak untuk masuk ke dalam toko tersebut.

Sama halnya dengan slide judul presentasi.

Kalau Anda membuat slide judul presentasi dengan menarik, maka niscaya audiens Anda akan semangat untuk mengikuti presentasi Anda selanjutnya.

Slide judul presentasi yang memukau dapat membuat audiens Anda ingin tahu lebih banyak dan meningkatkan keterlibatan dengan informasi yang akan Anda presentasikan.

Dalam membuat slide judul presentasi, Anda dapat menggunakan foto. Tentu foto yang Anda gunakan harus relevan dengan isi teks dari judul presentasi Anda.

Menariknya dengan menggunakan satu foto, maka Anda dapat membuat lima desain slide judul presentasi yang berbeda.

Kelima desain tersebut adalah :

  1. Solid Shape.
  2. Transparent Shape.
  3. Gradient Shape.
  4. Merge Shape.
  5. Dual Tone.

Mari kita bahas satu per satu cara untuk membuat slide judul presentasi dengan lima desain yang berbeda tersebut.

Desain # 1 : Solid Shape

Membuat desain slide judul dengan teknik solid shape ini merupakan cara yang paling mudah. Jika waktu Anda terbatas, maka Anda dapat menggunakan teknik ini. Dengan cara sederhana ini, hasil dari slide judul presentasi Anda tetap akan terlihat keren. Langkah untuk membuatnya adalah sebagai berikut :

  1. Masukan foto yang menarik yang melingkupi seluruh slide.
  2. Masukan dua shape lingkaran. Shape yang pertama diberi warna light grey dan shape kedua yang berada di belakang shape yang pertama diberi warna brown yang menyerupai garis dengan ukuran 1 pt.
  3. Masukan isi teks judul ke dalam shape yang pertama yang berwarna light grey.

Desain # 2 : Transparent Shape

Selain menggunakan shape berwarna solid, Anda juga dapat membuat kreasi slide judul presentasi dengan menggunakan shape yang warnanya diatur trasnparansinya. Dengan cara itu, tampilan slide presentasi Anda bisa menjadi lebih berkelas. Cara membuatnya :

  1. Masukan foto yang sama yang melingkupi seluruh slide.
  2. Letakan shape rectangle yang melingkupi seluruh slide yang kemudian diatur transparasi warnanya sebesar 12 %.
  3. Tambahkan ornament berbentuk garis warna orange dengan ketebalan ketebalan 2 ¼ pt untuk memperindah tampilan slide.
  4. Masukkan isi teks judul slide presentasi.

Desain # 3 : Gradient Shape

Jika Anda enggan menggunakan shape dengan warna solid atau transparan, maka Anda bisa menjadikan foto dengan shape yang gradasinya seakan-akan menjadi satu kesatuan. Tidak terlihat batas warna dari shape-nya. Dengan cara ini, maka tidak ada foto yang tidak bisa digunakan.

Serumit apapun fotonya dalam pengertian tidak mudah untuk meletakkan teksnya agar mudah terbaca, maka dengan cara ini teksnya dapat menjadi mudah terbaca. Yuk kita ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuatnya :

  1. Masukan foto yang sama yang melingkupi seluruh slide.
  2. Letakan shape rectangle di bagian kiri foto yang kira-kira memenuhi setengah foto.
  3. Klik kanan shape rectangle; pilih format shape; pilih fill; pilih gradient fill; pada fitur direction pilih linear left; gradient stops pilih menjadi 3; color pilih Tan diambil dari warna foto dengan menggunakan eyedropper, kemudian gradient stop 1 (pilih position 0 %, transparasi 100 %), gradient stop 2 (pilih position 50 %, tranparansi 15 %), gradient stop 3 (pilih position 100 %, transparansi 0 %).
  4. Masukkan isi teks judul slide presentasi.

Desain # 4 : Merge Shapes

Desain slide judul presentasi dengan menggunakan merge shapes akan membuat Anda dapat berkreasi dengan beragam desain slide mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling kreatif. 

Merge shapes merupakan salah satu fitur yang ada di Microsoft Power Point. Untuk memanfaatkan fitur merge shapes ini minimal Anda mempunyai Microsoft Power Point 2013.

Dengan melakukan optimalisasi fitur merge shapes tersebut, maka desain slide presentasi termasuk slide judul presentasi Anda akan semakin powerful, semakin beragam dan semakin keren.

Yuk mari kita lihat cara membuatnya dengan langkah-langkah yang dijelaskan di bawah ini :

  1. Masukan foto yang sama yang melingkupi seluruh slide.
  2. Tempatkan sembilan shape rectangle. Kemudian, kesembilan shape rectangle tersebut, Anda blok dan gunakan fitur merge shape, pilih union.
  3. Klik foto; tekan tombol shift; klik kesembilan shape rectangle; pilih fitur merge shape dan pilih intersect. Dengan menggunakan fitur intersect, maka foto yang Anda gunakan akan masuk ke dalam sembilan shape rectangle yang telah di-union.
  4. Percantik tampilan slide dengan meletakkan shape rectangle warna orange di pojok kanan atas dan shape rectangle warna abu-abu di pojok kiri bawah.
  5. Masukkan isi teks judul slide presentasi.

 Desain # 5 : Dual Tone

Dual tone ini merupakan teknik desain yang akan memberikan foto yang Anda gunakan akan mempunyai dua tone warna yang berbeda.

Penggunaan teknik dual tone ini akan membuat foto yang Anda gunakan untuk membuat slide judul presentasi Anda akan menjadi lebih keren dan juga berbeda dari foto-foto lainnya.

Untuk membuat slide judul presentasi dengan menggunakan teknik dual tone tersebut ikuti langkah-langkahnya berikut ini :

  1. Gunakan 2 foto yang sama yang bertumpuk yang melingkupi seluruh slide.
  2. Ambil hanya gambar wanitanya saja untuk foto yang paling atas dengan menggunakan fitur remove background.
  3. Klik foto yang paling bawah; pilih menu format/format picture; pilih colornya menjadi light grey; pilih artistic effects nya menjadi blur.
  4. Masukkan isi teks judul slide presentasi.

Demikianlah, cara mudah membuat lima desain yang berbeda untuk slide judul presentasi Anda dari satu foto.

Untuk menampilkan slide judul presentasi Anda selanjutnya, maka Anda dapat menerapkan ide-ide untuk membuat slide judul presentasi yang ditampilkan di atas.

Teruslah berlatih untuk membuat slide judul presentasi yang menarik bagi audiens Anda. Semakin sering Anda berlatih, semakin terampil Anda dapat membuat slide judul presentasi yang memukau bagi audiens Anda.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

Cara Mudah Membuat Slide Judul Presentasi Yang Menarik Dengan Fitur Merge Shapes

Saat Anda fokus membuat presentasi yang bermakna dan persuasif, maka bisa jadi Anda dengan mudah mengabaikan slide judul presentasi Anda. Tetapi, memberikan perhatian kepada slide judul presentasi sebenarnya bisa sangat membantu menarik perhatian audiens Anda sejak dini.

Slide judul presentasi itu ibarat gerai toko. Kalau orang lihat gerainya menarik, maka orang akan tergerak untuk masuk ke dalam toko tersebut.

Begitu juga dengan slide judul presentasi. Kalau Anda membuat slide judul presentasi dengan menarik, maka niscaya audiens Anda akan semangat untuk menanti presentasi Anda selanjutnya.

Sebaliknya, jika slide judul presentasi dibuat seadanya, maka apa kira-kira yang akan muncul di benak audiens Anda ?

Atau jika Anda menempatkan diri sebagai audiens dan menemukan slide judul presentasi seadanya, maka apa yang akan Anda pikirkan ?

Dalam hati Anda mungkin berkata, “Yah… bakal membosankan nih.”

Mungkin itu yang pertama terpikirkan.

Slide judul presentasi yang memukau dapat membuat audiens Anda ingin tahu lebih banyak dan meningkatkan keterlibatan dengan informasi yang akan Anda presentasikan. Di sisi lain, slide judul presentasi yang tidak menarik dapat mengurangi antusiasme audiens terhadap presentasi Anda.

Sangat disayangkan ketika Anda telah melakukan begitu banyak pekerjaan untuk membuat presentasi, mengapa Anda menyia-nyiakan kesempatan yang berharga itu pada slide pertama Anda ?

Oleh karena itu, buatlah slide judul presentasi Anda semenarik mungkin bagi audiens Anda.

Dalam membuat slide judul presentasi, Anda dapat menggunakan gambar yang relevan dengan isi teks judul presentasi.

Jika Anda menempatkan gambar yang Anda pilih memenuhi seluruh ruang di dalam slide judul, maka Anda dapat mengalami kesulitan menempatkan isi teks judul pada slide tersebut.

Hal itu terjadi karena ruangan di dalam slide judul sudah dipenuhi oleh gambar yang Anda gunakan. Sehingga, jika Anda menempatkan pesan presentasi di dalam slide judul tersebut, maka audiens Anda akan kesulitan untuk melihat isi teks judul presentasi tersebut.

Untuk itu, Anda perlu memberi ruang di dalam slide judul sebagai tempat untuk mengekpresikan kalimat ringkas atau kata kunci untuk menampilkan pesan presentasi. Ruang tersebut dalam komunikasi visual dikenal dengan istilah white space.

Penerapan white space menjadikan sebagian ruang pada slide judul presentasi tidak dipenuhi semuanya oleh gambar.

Untuk menciptakan white space agar slide judul presentasi Anda tidak semuanya dipenuhi oleh gambar, maka Anda dapat menggunakan fitur dalam Microsoft Power Point 2013 yang bernama merge shapes.

Dengan menggunakan fitur merge shapes tersebut, maka ada banyak hal yang dapat dikreasikan.

Apapun foto yang Anda miliki, maka Anda dapat membuat slide judul presentasi menjadi berbeda dengan mengoptimalkan fitur merge shapes. Serumit apapun foto asli yang Anda miliki, Anda juga dapat dengan mudah memunculkan white space di dalam slide judul presentasi Anda hanya dengan mengoptimalkan fitur tersebut.

Mari kita bahas langkahnya satu per satu cara untuk membuat slide judul presentasi dengan menggunakan fitur merge shapes.

Langkah # 1 : Siapkan Isi Teks dan Logo

Langkah # 2 : Masukan Gambar Yang Relevan

Langkah # 3 : Buat Sembilan Shape Rectangle

Langkah # 4 : Gunakan Fitur Merge Shape Untuk Memasukan Gambar ke Dalam Sembilan Shape Rectangle

Langkahnya adalah pilih kesembilan shape rectangle dengan select all semua shape nya, sehingga akan terlihat seperti gambar di bawah ini.

Kemudian pilih menu format, lalu pilih merge shapes dan pilih union seperti gambar di bawah ini. Dengan Anda melakukan proses tersebut, maka 9 shapes tersebut sudah menjadi satu shape baru.

Langkah berikutnya adalah klik gambar, tekan tombol shift, lalu klik menu format, selanjutnya pilih merge shapes, kemudian pilih intersect, sehingga Anda akan mendapatkan hasil seperti di bawah ini.

Lalu, Anda bisa menambah ornament shape warna kuning pada pojok kanan atas dan abu-abu pada pojok kiri bawah untuk memperindah tampilan slide judul presentasi Anda seperti yang terlihat pada slide di bawah ini.

Langkah # 5 : Masukan Isi Teks dan Logo

Langkah terakhir adalah Anda memasukan isi teks judul presentasi ke dalam slide yang telah Anda hasilkan pada langkah 4, sehingga hasilnya bisa terlihat seperti slide di bawah ini.

Demikianlah, 5 langkah membuat slide judul presentasi yang menarik dengan fitur merge shapes.

Dengan fitur merge shape tersebut, maka Anda dapat memunculkan white space di dalam slide judul presentasi Anda.

White space yang muncul dalam desain slide presentasi dapat Anda gunakan untuk meletakan isi teks dari judul presentasi Anda.

Coba Anda terapkan untuk membuat slide judul presentasi pada presentasi Anda selanjutnya dengan menggunakan fitur merge shapes.

Jangan lupa untuk praktik, praktik, dan praktik.

 

 

5 Langkah Berkreasi Menghasilkan Slide Presentasi Yang Menarik Bagi Audiens Anda Dengan Creative Merge Shape

Gambar sebagai salah satu elemen desain dapat Anda gunakan untuk membuat slide presentasi yang menarik bagi audiens Anda.

Namun, Anda dapat mengalami kesulitan menggunakan gambar untuk slide presentasi Anda, karena Anda tidak mungkin menempatkan pesan presentasi di slide tersebut.

Hal itu terjadi karena ruangan di dalam slide sudah dipenuhi oleh gambar yang Anda gunakan. Sehingga, jika Anda menempatkan pesan presentasi di dalam slide tersebut, maka audiens Anda akan kesulitan untuk melihat pesan presentasi tersebut.

Untuk itu, Anda perlu memberi ruang di dalam slide sebagai tempat untuk mengekpresikan kalimat ringkas atau kata kunci untuk menampilkan pesan presentasi. Ruang tersebut dalam komunikasi visual dikenal dengan istilah white space.

Penerapan white space menjadikan sebagian ruang pada slide presentasi tidak dipenuhi oleh gambar.

Untuk menciptakan white space agar slide presentasi Anda tidak semuanya dipenuhi oleh gambar, maka Anda dapat menggunakan fitur dalam Microsoft Power Point 2013 yang bernama merge shape.

Power point tidak kalah dengan berbagai aplikasi desain lainnya semenjak fitur merge shape dapat dioptimalkan untuk mendesain slide presentasi yang menarik.

Anda tidak perlu memiliki keahlian menggunakan aplikasi semacam Corel atau Photoshop untuk mendesain slide presentasi.

Anda cukup mengetahui kemampuan mengotak-atik Power Point saja yang dikolaborasikan dengan fitur-fitur lainnya dalam Power Point dengan ide-ide yang Anda miliki.

Sesungguhnya, membuat slide presentasi dengan menggunakan creative merge shape sangatlah mudah.

Mari kita jalani langkah demi langkahnya untuk membuat creative merge shape tersebut.

Langkah # 1 : Siapkan Pesan Presentasi

Langkah # 2 : Masukan Gambar Yang Relevan

Langkah # 3 : Buat Beberapa Shape Rectangle  

Langkah # 4 : Gunakan Fitur Merge Shape Untuk Memasukan Gambar ke Dalam Shape Rectangle

Langkahnya adalah pilih kesembilan shape rectangle dengan select all semua shape nya, sehingga akan terlihat seperti gambar di bawah ini.

Kemudian pilih menu format, lalu pilih merge shapes dan pilih union seperti gambar di bawah ini. Dengan Anda melakukan proses tersebut, maka 9 shapes tersebut sudah menjadi satu shape baru.

Langkah berikutnya adalah klik gambar, tekan tombol shift, lalu klik menu format, selanjutnya pilih merge shapes, kemudian pilih intersect seperti gambar di bawah ini.

Jika Anda melakukan langkah diatas, maka Anda mendapatkan gambar seperti di bawah ini.

Langkah # 5 : Masukan Pesan Presentasi

Langkah terakhir adalah Anda memasukan pesan presentasi ke dalam slide yang telah Anda hasilkan pada langkah 4. Pesan presentasi yang Anda masukan warnanya dapat Anda sesuaikan dengan warna gambar dengan menggunakan eye dropper atau Anda dapat menggunakan warna teks yang kontras.

Demikianlah, 5 langkah membuat slide presentasi yang menarik dengan creative merge shape.

Apapun foto yang Anda miliki, Anda dapat membuatnya menjadi berbeda dengan mengoptimalkan fitur yang bernama merge shape. Dengan fitur merge shape tersebut, maka Anda dapat memunculkan white space di dalam slide presentasi Anda.

White space yang muncul dalam desain slide presentasi dapat Anda gunakan untuk meletakan pesan presentasi Anda.

Keberadaan white space menjadikan tampilan slide presentasi menjadi lebih asyik untuk dinikmati, semakin terlihat elegan desainnya, dan semakin mudah dipahami pesannya.

Selamat mencoba membuat slide presentasi dengan creative merge shape.

 

 

 

 

Anda Ingin Dapat Mendesain Slide Presentasi Yang Menarik Dengan Gradient Shape ? Baca dan Praktekan Tutorial Ini …

Merancang slide presentasi yang menarik butuh kreativitas. Elemen desain seperti gambar dapat digunakan untuk menunjang kreativitas tersebut dalam menghasilkan slide presentasi yang menarik.

Namun, terkadang mendesain slide presentasi menggunakan gambar tidak memungkinkan Anda untuk menempatkan pesan presentasi di slide tersebut.

Kenapa ?

Karena adakalanya ruangan di dalam slide tersebut dipenuhi oleh gambar yang Anda gunakan. Sehingga, jika Anda menempatkan pesan presentasi di dalam slide tersebut, maka audiens Anda akan kesulitan untuk melihat pesan presentasi tersebut.

Untuk itu, Anda perlu memberi ruang di dalam slide sebagai tempat untuk mengekpresikan kalimat ringkas atau kata kunci untuk menampilkan pesan presentasi. Ruang tersebut dalam komunikasi visual dikenal dengan istilah white space.

Penerapan white space menjadikan sebagian ruang pada slide presentasi tidak dipenuhi oleh gambar.

Untuk menciptakan white space agar slide presentasi Anda tidak semuanya dipenuhi oleh gambar, maka Anda dapat menggunakan shape yang memudar (gradient shape) untuk menempatkan pesan presentasi yang Anda inginkan tampilkan.

Anda hanya perlu menggunakan fitur dalam Microsoft Power Point seperti Microsoft Power Point 2013 yang utamanya adalah gradient fill.

Membuat slide presentasi dengan menggunakan gradient shape sangatlah mudah.

Mari kita jalani langkah demi langkahnya untuk membuat gradient shape tersebut.

Langkah # 1 : Siapkan Pesan Presentasi

Langkah # 2 : Masukan Gambar Yang Relevan

Langkah # 3 : Masukan Shape Rectangle

Langkah # 4 : Buat Shape Rectangle Menjadi Memudar

Klik kanan shape rectangle dengan mouse. Pilih format shape, lalu pilih fill, kemudian pilih gradient fill. Hasilnya akan terlihat tampilan seperti di bawah ini.

Selanjutnya, Anda pilih Type : linear dan Direction : linear right seperti tampilan dibawah ini.

Kemudian, hilangkan gradient stops nomor 2 seperti gambar di bawah ini, sehingga nantinya Anda hanya punya tiga gradient stops.

Langkah selanjutnya adalah merubah warna gradient stops. Caranya klik gradient stops 1 kemudian klik color dan ubah warnanya menjadi warna dark teal/hitam, pilih position : 0 %, dan pilih transparency : 100 %. Kemudian, klik gradient stops 2, klik color dan ubah warnanya menjadi warna dark teal/hitam, pilih position : 50 %, dan pilih transparency : 15 %. Lalu, klik gradient stops 3, klik color dan ubah warnanya menjadi dark teal/hitam, pilih position : 100 %, dan pilih transparency : 0 %.

Jika masih ada line seperti gambar di bawah ini, maka Anda klik kanan shape nya dengan mouse, lalu pilih line dan kemudian pilih no line.

Jika Anda telah melakukan semua proses di atas, maka hasilnya akan diperoleh gradient shape seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 5 : Masukan Pesan Presentasi ke Dalam Gradient Shape

Anda bisa memberikan warna teks (pesan presentasi) seperti warna gambar dengan menggunakan fitur eye dopper.

Langkahnya adalah sorot teks, misalnya “GREEN PAVILLION”, yang ingin Anda ubah warnanya. Klik fitur font color, lalu pilih fitur eye dropper. Kemudian arahkan eye dropper ke warna gambar yang diinginkan.

Untuk tulisan di bawahnya “Sistem pencahayaan yang menghemat energi dan biaya melalui jaringan internet”, Anda bisa menggunakan warna putih agar terlihat kontras.

Setelah Anda mengikuti langkah di atas, maka hasil dari slide yang Anda buat menggunakan gradient shape akan terlihat seperti gambar di bawah ini.

Demikianlah, langkah demi langkah untuk membuat slide presentasi yang menarik dengan gradient shape.

Cara membuatnya sangat mudah.

Dengan adanya gradient shape tersebut, maka pesan presentasi yang ditampilkan akan semakin mudah dilihat oleh audiens Anda. Selain itu, penerapan gradient shape dapat memunculkan titik fokus pada obyek utama yang ditampilkan pada desain visual tersebut.

Selamat mencoba membuat slide presentasi dengan gradient shape.