Cara Membuat Slide Presentasi Yang Menarik Dengan Teknik Creative Brush Effect

Microsoft Power Point adalah sebuah tool yang sangat ampuh yang dapat digunakan untuk membuat slide presentasi. Jika digunakan dengan benar, maka alat ini dapat mengubah slide presentasi yang membosankan menjadi lebih menarik.

Mungkin Anda berpikir bahwa Microsoft Power Point tidak memiliki alat artistik seperti Photoshop atau CorelDraw. Padahal, Microsoft Power juga memiliki fitur-fitur yang mampu menghasilkan desain slide presentasi yang artistik.

Bagaimana mungkin ?

Microsoft Power Point dapat memberikan solusi bagi Anda untuk dapat membuat slide presentasi yang menarik dengan sentuhan artistik.

Dengan bermodalkan shape, font, dan gambar, maka Microsoft Power mampu menghasilkan desain slide presentasi yang unik. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk membuatnya adalah efek sapuan kuas (brush effect).  

Namun, perlu diingat bahwa untuk membuat slide presentasi dengan efek sapuan kuas ini, maka Anda perlu menggunakan Microsoft Power Point dengan versi minimal 2013. Hal ini karena Microsoft Power Point versi 2013 memiliki fitur merge shape yang dapat digunakan untuk mengubah teks menjadi shape dan memasukan gambar ke dalam shape.

Contoh slide presentasi yang dibuat dengan teknik creative brush effect tersebut dapat digambarkan seperti tampilan di bawah ini.

Untuk membuatnya, mari kita ikuti langkah-langkah berikut ini.

Langkah # 1 : Instal Font Road Rage

Untuk mendapatkan font road rage, maka Anda dapat mengunduhnya di https://www.dafont.com/road-rage.font. Anda mesti memperhatikan lisensinya bahwa font road rage ini hanya dapat digunakan untuk penggunaan pribadi, tidak boleh digunakan untuk penggunaan komersial.

Setelah Anda mendownload dari situs font di atas, maka biasanya file yang diperoleh masih dalam bentuk RAR atau ZIP. Selanjutnya, file tersebut di-extract agar menjadi folder.

Kemudian, buka foldernya dan cari file dengan ekstensi OTF atau TTF. Selanjutnya, klik kanan pada font OTF/TTF, lalu klik install. Jangan lupa, tutup dulu semua aplikasi Microsoft Office. Lalu re-open, karena font baru muncul ketika dire-open. Dan font road rage siap digunakan.

Langkah # 2 : Masukan Font Road Rage ke Dalam Slide

Pada slide kosong, Anda klik menu Insert, pilih fitur Shape, dan pilih fitur Text Box. Kemudian, di dalam Text Box, Anda ketik huruf I dan font nya pilih road rage dengan ukuran 344 pt (poin). Hasilnya akan diperoleh seperti gambar berikut ini.

Langkah # 3 : Ubah Font Road Rage Menjadi Shape

Anda perlu mengubah font rage yang berbentuk I pada langkah # 2 di atas menjadi bentuk shape. Hal ini perlu Anda lakukan, karena kita ingin memasukan gambar ke dalam shape dengan menggunakan fitur merge shape. Dan power point hanya bisa melakukannya kalau font road rage tersebut sudah diubah menjadi bentuk shape.

Cara mengubah font road rage menjadi bentuk shape adalah sebagai berikut :

  1. Masukan shape rectangle ke dalam slide yang sudah berisi font road rage seperti pada langkah # 2 di atas. Shape rectangle tersebut perlu melingkupi seluruh font road rage tersebut.
  2. Letakkan shape rectangle di belakang font road rage dengan meng-klik kanan shape rectangle, lalu pilih fitur sent to back, dan pilih sent to back.
  3. Klik shape rectangle, tekan dan tahan tombol shift, klik font road rage, pilih shape format, pilih fitur merge shape, dan pilih fitur intersect.

Ketika Anda selesai melakukan langkah ketiga di atas, maka font road rage telah berubah menjadi shape.

Hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Sekalipun bentuknya sama dengan gambar pada langkah # 2, tetapi bentuknya sudah berubah. Bentuknya bukan font lagi, namun sudah dalam bentuk shape.

Langkah # 4 : Duplikat Shape Pada Langkah # 3 Menjadi 5 Shape Baru

Shape yang sudah dihasilkan pada langkah # 3 di atas, Anda duplikat dengan menggunakan tombol Ctrl + D menjadi 5 shape baru. Jumlah shape yang Anda duplikat tidak harus lima. Jumlah tergantung dari bentuk yang Anda inginkan. Hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 5 : Union 6 Shape Pada Langkah # 4

Setelah Anda selesai melakukan langkah # 4, maka Anda union 6 shape pada langkah # 4 tersebut. Tujuannya adalah agar Anda dapat menghasilkan satu bentuk shape baru yang nantinya bisa Anda masukan gambar.

Hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 6 : Masukan Gambar Pada Slide Hasil Langkah # 5

Pada slide hasil dari langkah # 5, Anda masukan gambar. Gambar yang Anda masukan adalah gambar yang relevan dan mempunyai resolusi yang baik yang sesuai dengan pesan yang ingin Anda sampaikan. Anda letakkan gambarnya di belakang shape yang dihasilkan pada langkah # 5.

Hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 7 : Masukan Gambar ke Dalam Shape

Dari slide pada langkah # 6 di atas, maka Anda mempunyai dua elemen desain, yaitu gambar dan shape. Anda dapat memasukan gambar ke dalam shape tersebut. Caranya adalah : klik gambar, tekan dan tahan tombol shift, klik shape, klik menu shape format, pilih fitur merge shape, dan pilih fitur intersect.

Hasilnya akan berbentuk seperti gambar di bawah ini.

Gambar pada slide di atas bentuknya sudah dalam bentuk gambar. Anda bisa memfokuskan gambarnya dengan menggunakan fitur Crop. Caranya adalah : klik gambarnya dengan menggunakan mouse sebelah kiri, pilih fitur picture format, pilih fitur Crop, dan pilih Crop. Hasilnya akan berbentuk seperti gambar di bawah ini.

Dari gambar di atas, Anda geser sedikit area berwarna gelap dengan 7 titik putih ke sebelah kiri. Untuk memfokuskan gambar, maka Anda tarik titik putih yang diujung kiri atas, kanan atas, kiri bawah atau kanan bawah ke dalam sampai Anda mendapatkan fokus gambar sesuai dengan yang Anda inginkan.

Hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 8 : Tambahkan Warna Background, Shape Frame dan 2 Garis Siku

Slide yang dihasilkan pada langkah # 7 di atas, Anda dapat menambahkah warna backgroundnya, shape frame, dan 2 garis siku. Hal ini dapat Anda lakukan untuk memperindah tampilan slide yang ingin dihasilkan.

Hasilnya dapat berbentuk seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 9 : Masukan Teks

Sebagai langkah terakhir Anda dapat memasukan teks yang mendukung pesan yang ingin Anda sampaikan. Hasilnya dapat berbentuk seperti gambar di bawah ini.

Dengan teknik creative brush effect ini, selain Anda dapat membuat slide cover seperti contoh di atas, maka Anda juga bisa membuat slide identitas, slide agenda, slide pembuka, slide isi dan slide penutup.

Demikianlah, cara membuat slide presentasi yang menarik dengan teknik creative brush effect.

Teknik creative brush effect ini merupakan sebuah teknik kreatif yang dapat Anda gunakan untuk menghasilkan slide presentasi yang hasilnya menyerupai efek sapuas kuas. Yang Anda perlukan untuk membuatnya adalah shape, font road rage, dan gambar. 

Selain itu, Anda  juga perlu menggunakan Microsoft Power Point dengan versi minimal 2013. Hal ini karena Microsoft Power Point versi 2013 memiliki fitur merge shape yang dapat Anda gunakan untuk mengubah teks menjadi shape dan memasukan gambar ke dalam shape.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini agar postingan minggu berikutnya bisa menampilkan insight yang lebih baik. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

 

 

 

Cara Membuat Slide Presentasi Yang Menarik Dengan Sumber Ide Desain Slide Dari Website

Untuk menghasilkan slide presentasi yang menarik dibutuhkan kreativitas.

Vullings dan Heleven (2015) dalam bukunya “Not Invented Here : Cross-Industry Innovationmenyebutkan bahwa creativity is just connecting things.

Untuk menghasilkan kreativitas, Anda perlu menghubungkan hal-hal (things) yang berserakan. Hal-hal tersebut bisa berupa pengetahuan, ketrampilan, obyek, dan sumber daya. Hanya dengan mengkoneksikan hal-hal tersebut, maka sebuah gagasan hebat dapat ditemukan dan diwujudkan.

Gagasan baru tidak harus berasal dari sesuatu yang benar-benar baru. Gagasan tersebut bisa dilandasi oleh gagasan lama yang diramu ulang, dimodifikasi atau digabungkan, sehingga menghasilkan sesuatu yang lebih baru, lebih efektif, dan berdaya guna.

Vulling dan Heleven (2015) percaya bahwa ada positif alternatif dari banyak tantangan yang kita hadapi. Banyak solusi yang bagus sudah ada di tempat lain, namun kita belum mengetahuinya. Sesungguhnya, ada alternatif yang bagus di luaran sana yang hanya menunggu untuk diperkenalkan dalam konteks permasalahan yang kita hadapi.

Selain itu, pendapat Steve Jobs dalam buku yang ditulis oleh Carmine Galo (2015), yaitu “The Innovation Secrets of Steve Jobs” juga mengatakan bahwa “creativity is connecting things”. Satu hal yang membedakan orang yang kreatif dibandingkan dengan orang yang tidak kreatif adalah kemampuannya untuk menghubungkan ide dari berbagai bidang.

Untuk menghasilkan slide presentasi yang menarik jika dikaitkan dengan ide yang disampaikan oleh Vulling dan Heleven dan Steve Jobs, maka ada 5 hal yang perlu Anda ketahui.

Kelima hal itu adalah : prinsip desain slide, elemen desain slide, fitur kreatif power point, teknik kreatif desain slide, dan sumber inspirasi desain slide.

Anda dapat menerapkan kelima hal tersebut untuk membuat slide presentasi yang menarik.

Misalnya, Anda diminta untuk membuat sebuah slide presentasi dengan konten presentasi yang menjelaskan manfaat pembelajaran online yang berisi empat point, yaitu : hemat biaya dan waktu untuk belajar; interaksi dosen dan mahasiswa praktis; dokumentasi pembelajaran mudah dilakukan; dan pendekatan sesuai dengan mahasiswa masa kini.

Untuk membuat slide presentasi yang diminta tersebut, maka ada empat langkah yang dapat Anda lakukan.

Mari kita bahas keempat langkah tersebut satu persatu.

Langkah # 1 : Cari Sumber Inspirasi Ide Desain Slide Presentasi di Website

Untuk membuat slide presentasi yang diminta, tentu Anda perlu mempunyai ide desainnya. Anda perlu memiliki inspirasi untuk membuat slide presentasi tersebut. Anda dapat mencari sumber inspirasinya dari internet yang terkait dengan ide desain slide presentasi yang akan Anda buat.

Salah satu website yang dapat Anda gunakan untuk mencari inspirasi desain slide presentasi adalah di pinterest.com.

Misalnya, setelah Anda mencari inspirasi dari website untuk membuat slide presentasi yang diminta, Anda menemukan ide seperti dibawah ini yang ada di : https://id.pinterest.com/pin/38773246782811096/

Sekalipun ide desain dari slide presentasi di atas berisi 5 point, maka Anda tetap dapat menggunakannya dengan membuat 4 point sesuai dengan kebutuhan Anda.

Langkah # 2 : Analisis Desain Slide Presentasinya

Dalam langkah ini, Anda melakukan analisis dari desain slide presentasi yang Anda dapatkan dari website pada langkah # 1 dari aspek prinsip desain slide, elemen desain slide, fitur power point dan teknik kreatif desain slide.

Dari hasil analisis yang dilakukan, aspek prinsip desain slide yang diterapkan adalah : sederhana, visual, balance (symmetry), dan white space.

Dari sisi elemen desain slidenya, elemen-elemen yang digunakan adalah : shape circle hollow setengah lingkaran, shape oval, icon, garis solid dengan end oval arrow, dan teks.

Dari dimensi fitur kreatif power pointnya, fitur yang digunakan adalah merge shape.

Dan dari segi teknik kreatif desain slide, teknik yang digunakan adalah teknik creative merge shape dimana untuk membuat shape circle hollow setengah lingkaran digunakan shape circle hollow yang setengahnya ditumpuk dengan shape rectangle yang kemudian dipecah dengan menggunakan fitur fragment dari fitur merge shape. Lalu, shape yang diambil hanya dua buah shape circle hollow setengah lingkaran yang sudah terpecah. Kemudian, dua buah shape circle hollow setengah lingkaran di-copy satu kali, sehingga menghasilkan empat buah shape circle hollow setengah lingkaran yang diperlukan untuk kebutuhan empat point yang akan dibuat.

Sementara itu, jika dari aspek elemen desainnya, elemen-elemen yang digunakan adalah block arc (bukan shape circle hollow setengah lingkaran), shape oval, icon, garis solid dengan end oval arrow, dan teks, maka pembuatan slide presentasi akan menjadi lebih mudah dimana Anda tidak perlu menggunakan fitur kreatif power power seperti merge shape dan juga teknik creative merge shape. Hal ini karena Anda tinggal menggunakan block arc tersebut untuk menampilkan shape seperti yang ada pada gambar di langkah # 1.

Langkah # 3 : Buat Desain Slide Presentasinya

Dari langkah # 2 di atas, maka Anda dapat membuat desain slide presentasinya. Anda aplikasikan analisis yang Anda sudah dapatkan dari langkah # 2 untuk membuat slide presentasinya. Hasilnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Langkah # 4 : Modifikasi Desain Slide Presentasi Yang Telah Dibuat

Untuk melakukan modifikasi desain slide presentasi yang telah dibuat pada langkah # 3 di atas, maka Anda dapat mengubah posisi shape circle hollow setengah lingkaran, posisi antar shape circle hollow setengah lingkaran, posisi shape oval, dan garis solid dengan oval arrow diubah menjadi garis square dot dengan oval arrow.

Selain itu, untuk memodifikasi desain slide presentasi yang telah dibuat pada langkah # 3 di atas, maka Anda dapat membuat tema warna yang baru dimana background warna hitam, judul slide warna oranye dan putih, body teks warna oranye dan putih, shape circle hollow setengah lingkaran warna oranye, shape oval warna abu-abu muda, icon warna hitam, dan garis square dot dengan oval arrow warna putih.

Hasilnya dapat Anda lihat seperti gambar di bawah ini.

Demikianlah, cara membuat slide presentasi yang menarik dengan sumber ide desain slide dari website.

Website sebagai sumber inspirasi banyak menyediakan ide-ide desain untuk membuat slide presentasi yang menarik.

Dengan sumber inspirasi tersebut, maka sesungguhnya membuat slide presentasi yang menarik untuk kebutuhan Anda baik di lingkungan kampus maupun kantor sangatlah mudah.

Asalkan Anda mampu memahami dan dapat menerapkan empat aspek penting lainnya, yaitu prinsip desain slide, elemen desain slide, fitur kreatif power point, dan teknik kreatif desain slide, maka Anda dapat dengan mudah membuat slide presentasi yang menarik dan juga unik.

Langkah-langkah untuk membuat slide presentasi tersebut ada empat, yaitu : cari sumber inspirasi ide desain slide presentasi di website; analisis desain slide presentasinya; buat desain slide presentasinya; dan modifikasi desain slide presentasi yang telah dibuat.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini agar postingan minggu berikutnya bisa menampilkan insight yang lebih baik. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

 

 

 

Hirarki dan Balance : 2 Prinsip Desain Tambahan Yang Sangat Penting Untuk Membuat Slide Presentasi Yang Menarik

Ibarat seperti membangun rumah yang memerlukan pondasi, maka membuat slide presentasi yang menarik juga memerlukan pondasi.

Pondasi dalam membuat slide presentasi dapat kita katakan sebagai prinsip. Yang dimaksud dengan prinsip disini adalah pedoman yang perlu diperhatikan ketika kita ingin mendesain slide presentasi yang menarik.

Prinsip itu seperti kompas yang memberikan arah. Desain slide presentasi juga perlu ada prinsipnya supaya desain slide presentasi yang Anda buat lebih terarah dan pas.

Dengan adanya prinsip, maka Anda akan lebih mudah membuat desain slide presentasi.

Prinsip yang merupakan panduan untuk menghasilkan desain slide presentasi akan membuat slide presentasi Anda lebih enak dilihat oleh mata audiens Anda, sehingga pesan yang ingin Anda sampaikan lebih mudah ditangkap oleh mereka. Selain itu, dengan adanya prinsip, maka slide presentasi yang Anda buat akan terlihat lebih pas komposisi elemen desain yang membentuknya seperti teks, gambar, garis, shape, dan lain-lain.

Selain, prinsip-prinsip desain slide presentasi yang pernah dijelaskan seperti visual, sederhana, CRAP (contrast, repetition, alignment, proximity), dan white space, maka ada 2 tambahan prinsip yang sangat penting yang perlu Anda ketahui, yaitu hirarki dan balance.

Mari kita bahas satu per satu 2 prinsip tambahan tersebut.

Prinsip # 1 : Hirarki.

Hirarki merupakan prinsip desain yang mengarahkan audiens untuk melihat elemen dalam slide secara runtut mulai dari elemen yang terpenting sampai kepada elemen yang kurang penting. Nancy Duarte (2008) menjelaskan bahwa contoh sederhana yang menggambarkan prinsip hirarki ini adalah hubungan antara judul teks dan body teks.

Dalam hirarki, judul teks merupakan elemen yang paling penting dibandingkan dengan body teks. Untuk menggunakan prinsip hirarki, maka bisa dimainkan ukurannya. Ukuran elemen desain yang lebih penting dibuat lebih besar dari pada ukuran elemen desain yang kurang penting.

Contoh penerapan hirarki bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Jika Anda perhatikan slide presentasi di atas, maka ukuran teks judul slide lebih besar dari pada ukuran teks sub judul. Dan ukuran teks sub judul ukuran lebih besar dari pada ukuran teks nama penyaji dan jabatannya serta ukuran teks nama penyaji dan jabatannya lebih besar dari pada ukuran teks lokasi dan tanggal.

Prinsip # 2 : Balance.

Balance atau keseimbangan adalah prinsip yang mengungkapkan tentang distribusi berat elemen desain. Keseimbangan ini adalah prinsip tentang menjaga keseimbangan visual.

Dalam dunia desain grafis, Anda perlu membuat keseimbangan. Kesimbangan antar elemen desain akan membuat slide presentasi Anda tampak harmonis dan menjaga audiens Anda terlibat. Keseimbangan antar elemen juga akan mengarahkan mata audiens Anda bergerak dari  satu bagian elemen desain ke bagian elemen desain lainnya (Garr Reynolds, 2010).

Ada 3 cara untuk mencapai keseimbangan dalam membuat slide presentasi.

Pertama adalah keseimbangan simetris. Keseimbangan simetris juga dikenal sebagai keseimbangan formal. Keseimbangan simetris pada dasarnya keseimbangan bayangan cermin. Jika Anda menggambarkan garis di bagian tengah halaman slide, maka semua elemen di satu bagian slide akan dicerminkan di sisi lain slide.

Kedua bagian desain slide presentasi dapat terlihat identik. Jadi, apakah Anda membagi slide presentasi pada bagian tengah secara horisontal atau vertikal, maka keduanya akan tampak seimbang.

Contoh slide presentasi yang menerapkan prinsip keseimbangan simetris seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Jika Anda membagi slide di atas pada bagian tengah secara vertikal, maka elemen desain bagian kiri slide akan sama dengan bagian kanan.

Kedua, kesimbangan asimetris. Keseimbangan asimetris disebut juga keseimbangan informal. Pada keseimbangan asimetris, penyusunan elemen desain tidak sama antara sisi kanan dan kiri atau atas dengan bawah, namun tetap terasa seimbang. Keseimbangan asimetris tampak lebih bervariatif (Lia Anggaraini dan Kirana Nathalia, 2020).

Dalam keseimbangan asimetris, elemen desain yang lebih berat di satu sisi dimbangi oleh sekompok elemen desain yang lebih ringan di sisi lain. Dalam desain dengan menggunakan keseimbangan asimetris yang dicari bukan keseimbangan matematis, tetapi keseimbangan yang lebih artistik.

Contoh slide presentasi yang menerapkan prinsip keseimbangan asimetris seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Ketiga, keseimbangan radial. Keseimbangan radial merupakan keseimbangan yang mendistribusikan berat elemen desain yang sama di sekitar pusat.

Contoh slide presentasi yang menerapkan prinsip keseimbangan radial seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Demikianlah, 2 prinsip tambahan yang sangat penting untuk membuat slide presentasi yang menarik.

Selain, empat prinsip desain slide presentasi seperti visual, sederhana, CRAP (contrast, repetition, alignment, proximity), dan white space, maka ada 2 tambahan prinsip penting lainnya yang perlu Anda ketahui, yaitu hirarki dan balance.

Hirarki merupakan prinsip desain yang diindikasi dengan besar kecilnya ukuran elemen desain yang dapat mengarahkan mata audiens Anda untuk memberikan penekanan mana elemen desain yang lebih penting dari pada elemen desain yang lain. Ukuran elemen desain yang lebih besar menggambarkan elemen desain yang lebih penting dibandingkan dengan ukuran elemen desain yang lebih kecil.

Sementara itu, balance merupakan prinsip desain yang terkait dengan pendistribusian elemen desain slide presentasi. Balance ini adalah prinsip yang digunakan untuk membuat slide presentasi untuk menjaga keseimbangan visual.

Dengan mengetahui tambahan dua prinsip desain tersebut, maka Anda akan menghasilkan desain slide presentasi yang akan membuat slide presentasi Anda tampak harmonis yang lebih enak dilihat oleh mata audiens Anda, sehingga pesan yang ingin Anda sampaikan lebih mudah ditangkap oleh mereka.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini agar postingan minggu berikutnya bisa dihasilkan dengan lebih baik. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

 

Cara Mendesain Slide Presentasi Yang Menarik Dengan Teknik Creative Cropping

Untuk mendesain slide presentasi yang menarik, Anda dapat menggunakan gambar. Gambar yang digunakan dengan tepat akan menjadi visual yang efektif untuk memperkuat pesan Anda. Selain itu, gambar yang digunakan dengan tepat akan menjadikan tampilan slide presentasi Anda menjadi lebih menarik perhatian.

Namun, sayangnya banyak orang belum memahami penggunaan gambar pada slide presentasi mereka. Contohnya, mereka menggunakan gambar yang kurang berkualitas dan tidak relevan dengan pesan presentasinya.

Oleh karena itu, saat Anda menggunakan gambar, maka gunakan gambar dengan tepat. Akibatnya, optimasi gambar yang Anda lakukan akan menghasilkan desain slide presentasi yang maksimal.

Terkait dengan optimasi gambar, maka Anda dapat menggunakan foto.

Dengan menggunakan foto yang tepat, maka visualisasi ide Anda akan semakin kuat, karena satu foto bisa berarti ribuan kata. Banyak hal yang tidak bisa Anda jelaskan hanya dengan kata-kata. Anda harus memberikan penekanan visual dengan foto, sehingga audiens Anda bisa dengan mudah memahami isi presentasi Anda.

Disadari atau tidak, audiens Anda akan lebih mudah menerima informasi dalam bentuk foto, karena foto dapat membuat emosi mereka tergugah. Slide presentasi yang menggunakan foto yang tepat akan mendatangkan pengaruh yang besar terhadap audiens Anda.

Untuk memperoleh foto, Anda bisa menggunakan foto yang Anda miliki sendiri atau Anda dapat memperolehnya dari website penyedia foto gratis seperti : https://unsplash.com/, https://www.pexels.com/, dan https://pixabay.com/ atau Anda bisa membeli dari situs foto berbayar seperti : https://www.shutterstock.com/, https://www.istockphoto.com/, dan https://www.gettyimages.com/.

Untuk membuat slide presentasi yang menarik dengan foto, maka Anda dapat menggunakan teknik yang sederhana, yaitu creative cropping. Teknik creative cropping adalah teknik memotong yang dapat menghilangkan sebagian foto agar foto yang digunakan lebih fokus. Teknik ini menggunakan fitur yang ada di dalam microsoft power point, yaitu crop.

Contoh slide presentasi yang menarik yang dibuat dengan teknik creative cropping seperti di bawah ini.

Untuk membuatnya sangatlah mudah.

Mari kita perhatikan langkahnya berikut ini.

Langkah # 1 : Masukan Foto ke Dalam Slide.

Pada slide yang kosong Anda memasukan foto yang relevan.  Foto tersebut dapat Anda download dari https://www.pexels.com/photo/office-interior-with-table-and-chairs-near-window-6899393/ dimana web tersebut menyediakan foto gratis.

Dalam menggunakan foto untuk slide presentasi Anda, maka Anda harus memperhatikan lisensinya. Untuk foto diatas yang di-download dari https://www.pexels.com/ adalah foto yang bebas untuk digunakan dan atribusi terhadap penggunaan foto tersebut tidak diperlukan.

Jika foto yang Anda gunakan ada lisensinya, maka Anda perlu membeli lisensinya terlebih dahulu sebelum Anda menggunakan foto tersebut. Lebih aman lagi, jika foto yang Anda gunakan untuk membuat slide presentasi Anda adalah foto milik Anda sendiri.

Langkah #2 : Potong Foto Sesuai Yang Diinginkan.

Klik mouse kiri pada foto yang ingin dipotong. Kemudian, pilih fitur picture format dan pilih fitur crop, sehingga akan muncul seperti gambar di bawah ini.

Lalu, tarik tanda warna hitam bagian kiri dan kanan ke dalam sesuai dengan fokus foto yang akan diambil yang hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 3 : Masukan Teks dan Elemen Desain Lainnya.

Masukkan teks yang telah direncakan ke dalam slide yang dihasilkan pada langkah # 2. Selain itu, masukan shape untuk memperindah tampilan slide. Shape yang dimasukkan dapat berupa shape warna oranye di bagian kanan, sedangkan pada bagian kiri dapat dimasukan shape warna abu-abu muda. Warna yang dipilih untuk background, shape, dan teks perlu mempertimbangkan tema warna.

Selain desain slide presentasi di atas, maka Anda dapat juga membuat bentuk desain slide presentasi lainnya dengan memvariasikan layoutnya seperti gambar di bawah.

Demikianlah, cara mendesain slide presentasi yang menarik dengan teknik creative cropping.

Membuat slide presentasi dengan teknik creative cropping sangatlah mudah.

Dengan memvariasikan bentuk layoutnya, maka Anda dapat menghasilkan  berbagai bentuk slide presentasi yang menarik dengan teknik yang sederhana ini.

Praktekkanlah teknik ini agar Anda dapat menguasainya dengan baik.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3 Langkah Membuat Slide Presentasi Yang Menarik

Peran slide presentasi bukanlah sekadar alat bantu presentasi saja. Slide presentasi merupakan media partner ketika Anda melakukan presentasi. Oleh karena itu, Anda harus memaksimalkan partner Anda (slide presentasi), agar tujuan presentasi yang Anda lakukan dapat tercapai, yaitu untuk memberikan informasi atau meyakinkan audiens Anda.

Mendesain slide presentasi sudah menjadi kebutuhan Anda baik bagi Anda yang bekerja di lingkungan akademis maupun kantor. Slide presentasi menjadi media untuk menyampaikan materi atau ide agar lebih mudah dipahami oleh audiens Anda. Jika mereka mudah memahami materi atau ide yang Anda sampaikan, maka mereka akan mudah untuk mengingat dan menerima materi atau ide tersebut.

Saat ini sudah bukan zamannya lagi Anda menampilkan kalimat-kalimat yang panjang dalam slide presentasi Anda. Ide tersebut sudah usang alias kuno. Jika Anda melakukan hal itu, maka presentasi Anda akan membosankan. Oleh karena itu, Anda mesti membuat slide presentasi yang menarik.

Slide presentasi yang menarik merupakan slide presentasi yang indah dan tampilannya harmonis yang terlihat dari elemen desainnya seperti layout, gambar, icon, shape, garis, kombinasi font, dan tema warna.

Mengapa Anda harus membuat slide presentasi yang menarik ?

Ada tiga alasan bahwa Anda harus membuat slide presentasi yang menarik.

Pertama, slide presentasi yang menarik membuat audiens mudah menerima gagasan Anda. Kedua, slide presentasi yang menarik membuat audiens Anda mudah melihatnya. Ketiga, slide presentasi yang menarik membuat audiens Anda mudah memahaminya.

Lantas, bagaimana mendesain slide presentasi yang menarik ?

Ada 3 langkah membuat slide presentasi yang menarik.

Mari kita bahas satu per satu langkahnya.

Langkah # 1 : Siapkan Konten Presentasi.

Konten presentasi mesti hadir sebelum desain slide presentasi. Konten itu ibarat kakak dan desain slide presentasi adalah adiknya. Kakak pasti lahir terlebih dahulu dari adiknya.

Tanpa memikirkan konten presentasi terlebih dahulu dan Anda langsung mendesain slide presentasi, maka tampilan slide presentasi Anda akan terlihat seperti dekorasi. Banyak tempelan sana sini. Apa yang tengah melintas di benak Anda, maka Anda langsung buat visualisasinya.

Selain itu, slide presentasi Anda juga tidak mempunyai sistematika. Slide presentasi Anda tidak mempunyai alur. Akibatnya, audiens Anda tidak akan mudah untuk memahami presentasi yang Anda sampaikan.

Cara untuk menghasilkan konten yang terstruktur adalah dengan mulai menuliskan apa yang ingin Anda sampaikan. Konten presentasi yang Anda siapkan mesti sesuai dengan harapan audiens Anda. Konten presentasi yang Anda akan sampaikan mesti benar-benar bisa menjadi solusi atas masalah yang dialami oleh audiens Anda.

Dalam menyusun konten presentasi, Anda bisa menyusunnya menjadi 3 bagian. Bagian pertama, pembukaan. Bagian kedua, isi materi. Bagian ketiga, penutup.

Pada bagian pembukaan, Anda menyampaikan “why” audiens Anda mesti mendengarkan presentasi Anda. Inti dari “why” ini ada dua hal, yaitu membuat audiens Anda gelisah atau membuat harapan muncul di dalam pikiran mereka. Setelah audiens berpikir hal tersebut, maka audiens akan berpikir mengenai urgensi dari materi yang Anda sajikan.

Kemudian, pada bagian isi materi, Anda dapat menyampaikan pengertian, prinsip terkait pesan presentasi yang Anda sampaikan, langkah-langkah kunci dari pesan yang Anda bawakan atau solusi yang Anda kemukakan.

Lalu, pada bagian penutup, Anda bisa menyampaikan intisari dari materi yang Anda jelaskan. Selain itu, Anda dapat juga menyampaikan quote atau pernyataan inspiratif yang relevan dengan materi yang Anda jelaskan. Tambahan pula, Anda bisa juga menjelaskan kalimat ajakan (call to action) untuk membuat audiens Anda tergerak untuk melakukan sesuatu atas apa yang Anda presentasikan.

Konten presentasi yang berisi narasi dari cerita presentasi Anda mulai dari bagian pembukaan, isi materi dan penutupan dapat Anda tuangkan ke dalam storyboard.

Storyboard adalah desain halaman per halaman slide presentasi yang disusun secara berurutan. Storyboard ini menggambarkan seperti apa tampilannya atau mau seperti apa tulisannya dan rangkaian pesan yang ada pada setiap halaman slide-nya.

Untuk membuat storyboard yang berbentuk kotak segi empat, Anda dapat menggunakan kertas A4 atau sticky note. Anda dapat berkreasi bagaimana tampilan slide presentasi Anda pada kertas A4 atau sticky note mulai dari slide cover presentasi hingga slide penutupnya.

Contoh storyboard dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini. Dan, Anda dapat menambahkan gambar atau chart terkait dengan pesan yang akan disampaikan.

Untuk memberikan contoh penerapan pembuatan slide presentasi, maka kita bisa gunakan  konten presentasi dengan tampilan storyboard khusus untuk slide cover seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 2 : Siapkan Elemen Desain.

Elemen desain disini maksudnya adalah hal-hal yang diperlukan untuk membuat slide presentasi. Elemen desain ini perlu dipersiapkan agar ketika Anda membuat slide presentasi menjadi lebih mudah.

Ada beberapa hal dalam elemen desain slide ini yang perlu disiapkan.

Pertama, ukuran slide. Ukuran slide dalam power point ada 3 macam, yaitu : ukuran 16:9; ukuran 4:3 dan custom size. Untuk membuat slide presentasi, Anda dapat menggunakan ukuran 16:9, karena ukuran layar komputer kebanyakan berukuran 16:9, sehingga ketika slide presentasi muncul di slide show, tampilannya akan memenuhi seluruh bagian layar monitor.

Kedua, grid. Grid adalah garis bantu yang sangat diperlukan dalam menempatkan teks atau gambar dalam slide presentasi, sehingga dihasilkan desain slide presentasi yang rapi, simetris dan berpola yang akan membuat slide Anda menjadi lebih indah. Grid adalah sebuah garis putus-putus vertikal dan horizontal yang fungsinya mirip dengan penggaris.

Ketiga, warna. Penggunaan warna yang tidak tepat menjadi salah satu hal yang dapat membuat mata audiens Anda menjadi lelah atau malas melihat slide presentasi Anda. Penggunaan warna yang pas bisa menjadikan pesan visual slide menjadi enak dipandang. Untuk kombinasi warna yang dapat Anda gunakan dalam slide presentasi Anda, maka Anda dapat mencarinya di https://color.adobe.com atau https://coolors.co. Selain itu, untuk meyakinkan kombinasi warna yang Anda pilih sudah pas, maka Anda dapat menggunakan color contrast checker yang ada di https://coolors.co/contrast-checker.

Keempat, font. Font diperlukan untuk menulis pesan Anda di dalam slide. Untuk kombinasi judul dan teks, Anda dapat menggunakan kombinasi berikut ini : league spartan dan lato; oswald (bold) dan open sans; impact dan roboto; anton dan poppins; titillium web black dan nunito; dan arial black dan arial.

Kelima, gambar. Ada dua gambar yang dapat Anda gunakan. Pertama adalah gambar foto. Gambar foto diperlukan dalam slide presentasi Anda untuk memunculkan kesan hidup yang dapat menggugah emosi dari audiens Anda. Anda dapat mencari gambar foto yang tidak berbayar yang relevan dengan pesan yang Anda sampaikan pada internet seperti di https://www.pexels.comhttps://unsplash.comhttps://pixabay.com. Selain itu, Anda dapat mengambil gambar foto dari kamera digital atau kamera smartphone. Kedua adalah gambar vektor. Gambar vektor ini cocok untuk slide infografis. Anda dapat mencari gambar vektor di https://freepik.com.

Keenam, icon. Icon menurut Aurora Harley, konsultan di Nielsen Norman Group seperti yang dijelaskan dalam https://www.nngroup.com/articles/icon-usability/ adalah representasi visual dari obyek, aksi atau ide. Jadi, dengan menggunakan icon pada presentasi, maka audiens Anda akan lebih mudah dan cepat memahami informasi yang ingin Anda sampaikan sebelum menggunakan icon.  Selain itu, icon juga dapat memperindah tampilan visual pada slide presentasi Anda.

Untuk kasus slide cover yang ingin dibuat pada langkah # 1, maka elemen desain yang diperlukan dapat dijelaskan sebagai berikut.

Untuk ukuran slide, Anda bisa menggunakan ukuran 16:9. Lalu, untuk grid, Anda bisa membuatnya dengan menggunakan fitur view dan guides yang hasilnya seperti gambar di bawah ini. Eleman desain yang Anda gunakan perlu berada di dalam grid tersebut agar desain slide presentasi Anda menjadi rapi dan terlihat ada ruang kosongnya (white space).

Sementara itu, untuk tema warna dan font, Anda bisa menggunakannya seperti gambar di bawah ini.

Sedangkan untuk gambar dan icon, maka Anda dapat menggunakan gambar dan icon seperti di bawah ini dimana gambar dapat Anda temukan di www.pexels.com dan icon dapat Anda cari Microsoft Power Point versi 2019 atau https://freeicons.io/.

Langkah # 3 : Buat Slide Presentasi.

Untuk membuat slide presentasi yang menarik, maka Anda perlu menggunakan teknik kreatif desain slide presentasi. Teknik kreatif desain slide presentasi adalah langkah-langkah untuk membuat slide power point yang menarik. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan prinsip desain slide presentasi seperti visual, sederhana, CRAP (contrast, repetition, alignment, proximity), dan white space.

Untuk kasus slide cover yang ingin dibuat pada langkah # 1, misalnya Anda dapat menggunakan teknik creative merge shape. Dan fitur yang Anda gunakan adalah merge shape yang ada di Microsoft Power Point minimal versi 2013.

Di dalam fitur merge shape tersebut, Anda menggunakan fitur UNION yang Anda gunakan untuk menggabungkan beberapa bentuk shape. Dan, Anda perlu menggunakan fitur INTERSECT untuk memasukkan gambar ke dalam shape yang telah Anda gabungkan dengan fitur UNION.

Slide presentasi yang dapat Anda buat dengan menggunakan teknik creative merge shape hasilnya ditunjukkan seperti gambar di bawah ini.

Langkah membuat slide presentasi di atas dengan teknik creative merge shape adalah sebagai berikut :

  1. Masukan 9 shape rectangle seperti gambar di atas ke dalam slide baru.
  2. Gabungkan kesembilan shape dengan menggunakan fitur UNION.
  3. Masukan gambar ke dalam slide yang berisi shape yang telah di-UNION dan letakkan gambar tersebut di belakang shape yang telah di-UNION dengan menggunakan fitur send to back.
  4. Masukan gambar ke dalam shape yang telah di-UNION dengan cara klik gambar, tekan tombol shift sambil ditahan, klik shape yang telah di-UNION, pilih fitur shape format, pilih fitur merge shape, dan pilih fitur intersect.
  5. Berikan warna background hitam dengan meng-klik kanan mouse, pilih fitur format background, pilih fitur fill, pilih solid fill, dan pilih fitur color dengan warna hitam.
  6. Masukan teks dan icon.

Demikianlah, 3 langkah membuat slide presentasi yang menarik.

Pertama, siapkan konten presentasi. Kedua, siapkan elemen desain. Ketiga, buat slide presentasi.

Membuat slide presentasi yang menarik caranya sangatlah mudah. Dengan mengikuti 3 langkah di atas dan terus berlatih, maka Anda akan terampil dalam membuat slide presentasi yang menarik.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.