Hidupkan Slide Presentasi Anda Dengan Transparent Shape

Apakah Anda pernah mengalami kesulitan untuk meletakkan teks yang berisi kata kunci atau kalimat ringkas ketika Anda hendak membuat slide presentasi dengan menggunakan gambar ?

Ketika Anda menempatkan kata kunci atau kalimat ringkas dimanapun pada gambar yang akan Anda gunakan, maka audiens nantinya Anda akan kesulitan untuk membacanya. Hal ini karena gambar yang Anda gunakan tidak ada ruang kosongnya, sehingga membuat kata kunci atau kalimat ringkas tersebut tidak mudah untuk dibaca.

Solusinya adalah Anda dapat menggunakan shape yang warnanya diberi transparansi (transparent shape).

Transparent shape tersebut dimaksudkan untuk menciptakan white space pada slide Anda.

White space dalam desain visual ibaratnya seperti oksigen, yaitu sesuatu yang membuat desain seakan-akan memiliki cukup ruang untuk bernafas.

Ruangan di dalam slide presentasi hendaknya jangan dihabiskan dan dipenuhi oleh berbagai macam elemen.

Berikan ruang di dalam slide sebagai tempat untuk mengekspresikan kata kunci atau kalimat ringkas untuk menampilkan pesan Anda.

Keberadaan white space menjadikan tampilan slide presentasi Anda lebih asyik untuk dinikmati, semakin terlihat elegan desainnya, dan semakin mudah dipahami pesan visualnya.

Untuk membuat transparent shape sangat mudah untuk Anda lakukan.

Mari kita jalani langkah-langkah berikut di bawah ini untuk membuatnya.

Langkah # 1 : Siapkan Pesan Presentasi

Langkah # 2 : Siapkan Gambar Yang Relevan Dengan Pesan Presentasi

Langkah # 3 : Masukan Shape Berbentuk Rectangle

Langkah # 4 : Beri Warna Shape Dengan Warna Gambar

Klik shape. Lalu, pilih shape fill. Kemudian, pilih eye dropper. Selanjutnya, arahkan eye dropper ke salah satu warna yang ada di gambar. Misalnya, warna lengan baju yang warnanya dark teal.

Jika Anda melakukan langkah-langkah di atas, maka hasilnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Langkah # 5 : Atur Transparansi Warna Shape

Klik shape rectangle. Lalu, klik kanan mouse. Kemudian, pilih format shape. Setelah itu, pilih fill. Selanjutnya, pilih solid fill. Pada fitur transparency atur menjadi 15 %.

Hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah ini.

Langkah 6 : Masukan Pesan ke Dalam Transparent Shape

Pesan yang telah Anda punya pada langkah 1 dimasukan ke dalam transparent shape. Beri warna tulisan “Pendidikan” dengan warna merah seperti yang ada di dalam gambar dengan menggunakan eye dropper. Dan warna tulisan “Senjata paling ampuh untuk mengubah dunia” diberi warna putih.

Hasil yang diperoleh dengan melakukan langkah di atas akan terlihat seperti gambar di bawah ini.

Demikianlah, hasil kreasi slide presentasi dengan transparent shape. Coba terapkan langkah-langkah di atas untuk menghasilkan slide presentasi yang menarik dengan transparent shape.

Langkah-langkah tersebut sangat mudah untuk Anda kerjakan.

Dengan menggunakan transparent shape, maka slide yang Anda buat akan tampak lebih hidup. Dan slide yang Anda buat akan semakin asyik untuk dilihat oleh audiens Anda.

 

 

 

Kreasi Slide Presentasi Dengan Basic Shape

Setelah Anda menyiapkan pesan presentasi, maka tahap selanjutnya Anda siap-siap untuk memutuskan apa yang akan Anda tampilkan untuk membantu menjelaskan apa yang hendak Anda katakan.

Alat bantu yang dapat Anda gunakan adalah slide power point.

Jika Anda memerlukan slide power point, maka slide power point tersebut Anda gunakan adalah untuk melengkapi pesan Anda. Bukan menggantikan atau mengalihkan perhatian audiens dari Anda.

Untuk menciptakan pengalaman yang berkesan bagi audiens Anda, maka buatlah slide yang menarik.

Ada 3 ciri slide yang menarik.

Pertama adalah sederhana. Slide yang sederhana berarti tidak penuh dengan bullet points. Menggunakan kalimat yang ringkas atau kata kunci dan satu slide berisi satu pesan.

Ingat, slide dengan tampilan yang sederhana itu indah. Gunakan kata kunci dan bukan kalimat panjang yang sulit dibaca.

Kedua adalah visual. Slide yang menarik yang memiliki kesan visual yang kuat. Artinya, slide tersebut mampu menumbuhkan semangat, mengundang pertanyaan rasa ingin tahu dan menggugah emosi audiens Anda.

Jika Anda menggunakan gambar, maka pilihlah gambar yang relevan sesuai dengan pesan yang Anda sampaikan.

Jika Anda menggunakan diagram, maka pastikan bahwa itu mudah dipahami.

Jika Anda menggunakan grafik, maka fokuskan pada bagian penting dari data yang Anda tampilkan.

Ketiga adalah kontras. Kontras berarti menciptakan perbedaan antar elemen dalam sebuah slide. Kontras memberikan penekanan, sehingga audiens memahami bagian mana yang menjadi fokus dan mana yang tidak.

Pada postingan kali ini, saya akan menjelaskan bagaimana membuat kreasi slide presentasi dengan basic shape.

Untuk membuat slide tersebut, saya sarankan Anda menggunakan Microsoft Power Point 2013.

Mari kita ikuti langkah demi langkahnya.

Langkah # 1 : Siapkan Pesan Presentasi

Langkah # 2 : Siapkan Gambar Yang Relevan Dengan Pesan Presentasi

Dalam menggunakan gambar, maka Anda perlu hati-hati.

Anda dapat menggunakan gambar yang gratis. Atau Anda bisa gunakan gambar yang royalty free. Artinya, Anda bayar dulu, baru gambar tersebut dapat Anda gunakan. Atau Anda bisa juga menggunakan gambar koleksi pribadi Anda, sehingga tidak ada orang yang complain ketika gambar tersebut Anda gunakan.

Untuk gambar-gambar yang gratis, Anda dapat masuk ke website : https://unsplash.com/ atau https://www.pexels.com/

Langkah # 3 : Masukan Basic Shape

Masukan basic shape seperti slide di bawah ini ke dalam slide gambar yang relevan. Pilih rectangle rounded corners.

Buat 2 rectangle rounded corners. Bedakan warnanya. Untuk warna rectangle rounded corners bagian dalam pilih warna biru dan untuk warna rectangle rounded corners bagian luar pilih warna oranye. Anda bebas memilih warnanya. Pilihan warna tersebut hanya untuk membedakan saja.

Langkah # 4 : Tutup Slide Gambar Pada Langkah 3 Dengan Sebuah Rectangle

Langkah # 5 : Gunakan Fitur Merge Shape Untuk Menghilangkan Shape Pada Slide Langkah 4

Klik rectangle, tekan shift, klik rectangle rounded corners bagian dalam, klik rectangle rounded corners bagian luar, pilih menu format, pilih merge shape, lalu pilih fragment.

Hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah ini.

Pada gambar di atas, shape nya telah terpisah-pisah. Hilangkah shape yang tidak diperlukan, sehingga untuk shape yang diperlukan, akan diperoleh seperti slide di bawah ini.

Langkah 6 : Berikan Warna Dua Basic Shape Pada Langkah 5 Dengan Warna Gambar

Untuk memberikan warna dua basic shape pada langkah 5 dengan warna gambar, maka gunakanlah fitur eye dropper.

Pilihlah warna basic shape bagian dalam dengan mengarahkan eye dropper pada warna langit. Dan warna basic shape bagian luar dengan mengarahkan eye dropper pada warna gunung.

Hasilnya adalah seperti slide di bawah ini setelah fitur eye dropper digunakan.

Langkah 7 : Masukan Pesan Presentasi Ke Dalam Basic Shape Bagian Dalam Pada Langkah 6

Sama seperti langkah 6, warna tulisan AIR dibuat warna yang sama dengan warna gunung dengan menggunakan eye dropper. Demikian, pula tulisan di bawahnya dibuat warna dengan warna yang sama seperti warna daun dengan menggunakan eye dropper.

Hasilnya akan terlihat seperti slide di bawah ini.

Demikianlah, hasil kreasi slide presentasi dengan basic shape. Agar Anda mempunyai skills dalam membuat slide presentasi yang menarik, maka Anda perlu mencoba langkah-langkah di atas. Tanpa mencobanya, maka Anda tidak akan memperoleh skills dalam membuat slide presentasi yang menarik.

Cara membuatnya sangat mudah. Hasilnya akan membuat audiens Anda betah melihat slide presentasi Anda. Dan tentu yang diharapkan, audiens Anda juga akan betah mendengarkan pesan presentasi yang Anda sampaikan.

Mulai saat ini hilangkanlah membuat slide presentasi menggunakan bullet point dengan menggunakan kalimat yang panjang-panjang.

Cobalah membuat slide presentasi yang mengkombinasikan gambar dengan kalimat ringkas/kata kunci. Salah satu ide slide presentasi yang dapat Anda buat adalah dengan menggunakan basic shape.

Selamat mencoba membuat kreasi slide presentasi dengan basic shape.

 

 

9 Rahasia Aturan Presentasi Yang Efektif

Apakah Anda mengalami kesulitan dalam memberikan presentasi ?

Ketika Anda presentasi dan Anda memandang audiens Anda, mereka kelihatan acuh tak acuh terhadap apa yang Anda sampaikan.

Anda juga melihat audiens Anda tidak paham atas apa yang Anda katakan.

Dengan kondisi seperti itu, dapat dikatakan presentasi yang Anda lakukan tidak efektif. Presentasi dapat dikatakan efektif ketika presentasi itu mencapai tujuannya, yaitu audiens memahami apa yang Anda sampaikan dan melakukan apa yang diharapkan oleh Anda sebagai presenter setelah presentasi disampaikan.

Bagaimana audiens memahami apa yang Anda utarakan dan melakukan apa yang Anda harapkan ketika mereka tidak mengerti pesan presentasi Anda dan juga acuh tak acuh terhadap apa yang Anda katakan.

Berita baiknya, ada 9 rahasia aturan yang dapat Anda terapkan untuk melakukan presentasi yang efektif.

Mari kita bahas satu per satu.

Rahasia Aturan # 1 : Antusiaslah Terhadap Topik Presentasi

Miliki antusias terhadap topik presentasi yang Anda bawakan. Ingat, antusias atau semangat itu menular. Jika Anda antusias terhadap topik presentasi yang Anda bawakan, maka Anda akan menyampaikan presentasi Anda dengan semangat dan itu akan membuat audiens Anda juga akan semangat mendengarkan presentasi Anda.

Cara agar Anda antusias terhadap topik presentasi yang Anda bawakan adalah yakini bahwa topik yang Anda sampaikan itu bermanfaat bagi audiens Anda. Anda dapat melakukan visualisasi kemanfaatan topik yang hendak Anda bawakan bagi audiens Anda. Dengan melakukan hal tersebut, maka rasa antusias Anda terhadap topik presentasi yang akan Anda bawakan akan muncul.

Selain itu, sukailah dan pedulilah terhadap topik yang Anda bawakan. Ketika Anda berbicara mengenai topik yang Anda sukai dan peduli, maka akan timbul rasa antusias dari dalam diri Anda. Dan, ketika Anda berbicara tentang topik yang Anda sukai dan peduli, maka Anda seperti memiliki energi ekstra untuk berbicara. Dengan antusias yang Anda perlihatkan, maka audiens Anda juga akan tertarik dengan apa yang Anda sampaikan.

Rahasia Aturan # 2 : Fokuslah Pada Kebutuhan Audiens

Inti Anda melakukan presentasi adalah untuk memenuhi kebutuhan audiens.

Kebutuhan audiens merupakan faktor kunci yang harus Anda penuhi. Jika faktor ini terlewatkan, maka bisa-bisa tujuan Anda berpresentasi tidak tercapai.

Sebagai contoh, Anda hendak melakukan presentasi untuk mendapatkan pendanaan dari seorang investor. Jika dalam presentasi, Anda menghabiskan seluruh waktu presentasi hanya untuk bercerita tentang berdirinya perusahaan dan struktur organisasi, maka apakah investor akan mau berinvestasi ?

Yakin, investor tersebut tidak mau berinvestasi.

Untuk mengetahui kebutuhan audiens Anda, kenalilah profil demografi dan psikografis mereka. Coba Anda luangkan waktu untuk mendapatkan informasi demografi mengenai audiens Anda seperti : jenis pekerjaan, rentang usia, background pendidikan, jenis kelamin. Dengan pengetahuan tersebut di tangan Anda, maka Anda akan bisa menyusun materi presentasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain informasi mengenai demografi, akan sangat membantu jika Anda bisa mendapatkan informasi psikografis dari audiens Anda seperti :

  • Apa masalah yang sering dihadapi oleh audiens Anda ?
  • Apa yang selama ini mereka inginkan ?

Jika Anda bisa merancang isi presentasi Anda sesuai dengan hal-hal di atas, maka tentunya Anda akan benar-benar bisa terhubung dengan audiens Anda. Mereka akan mengatakan bahwa Anda sebagai presenter benar-benar bisa mengerti apa yang menjadi kebutuhan mereka.

Rahasia Aturan # 3 : Susunlah Pesan Presentasi Terlebih Dahulu Ketimbang Slide Presentasi

Pesan presentasi adalah hal yang harus Anda buat terlebih dahulu sebelum Anda membuat slide presentasi. Tanpa adanya pesan presentasi, maka tak akan ada informasi yang dapat disampaikan kepada audiens Anda.

Apa yang ingin Anda teruskan untuk diketahui oleh audiens Anda berdasarkan pada pesannya. Berhasil atau tidaknya penyampaian pesan kepada audiens Anda bergantung pada pesan itu sendiri. Oleh karena itu, pesan presentasi perlu Anda buat terlebih dahulu.

Setelah pesan presentasi dibuat, barulah Anda dapat memilih untuk membuat slide atau tidak. Terkadang, jika Anda fokus pada pesan presentasi, maka Anda akan menyadari bahwa Anda tidak memerlukan banyak slide. Bahkan jika Anda membutuhkan slide dan harus menggali slide presentasi lama untuk mendapatkannya, maka pekerjaan Anda sekarang menjadi lebih mudah karena Anda tahu persis apa yang mesti Anda sampaikan.

Rahasia Aturan # 4 : Buatlah Slide Presentasi Yang Simple, Visual dan Kontras Dengan Menghadirkan White Space

Intinya dalam membuat slide presentasi, Anda perlu menghilangkan virus-virus kejelakan pada slide. Untuk itu, Anda dapat menggunakan white space.

White space dalam desain visual itu ibaratnya seperti oksigen, yaitu sesuatu yang membuat desain seakan memiliki cukup ruang untuk bernafas. Ruangan dalam slide presentasi tidak boleh dihabiskan dan dipenuhi oleh berbagai macam elemen. Berikan ruang di dalam slide sebagai tempat mengekspresikan kata kunci/kalimat ringkas untuk menampilkan pesan Anda dan gambar atau obyek lainnya.

Dalam membuat slide tersebut, Anda perlu merancang slide yang sederhana. Slide yang sederhana berarti tidak penuh dengan bullet points. Menggunakan kata kunci/kalimat yang ringkas dan satu slide berisi satu pesan.

Selain itu, buatlah slide Anda yang tampil secara visual. Slide yang menarik adalah slide yang memiliki kesan visual yang kuat. Artinya, slide tersebut mampu menumbuhkan semangat, mengundang pertanyaan rasa ingin tahu dan menggugah emosi audiens.

Tambahan pula, buatlah slide yang menampilkan kontras. Kontras berarti menciptakan perbedaan antar elemen dalam sebuah slide. Kontras memberikan penekanan, sehingga audiens memahami bagian mana yang menjadi fokus dan mana yang tidak.

Rahasia Aturan # 5 : Ingatlah Struktur Presentasi, Bukan Menghafal Pesan Presentasi

Menghafal presentasi adalah cara yang paling sulit untuk melakukan presentasi. Butuh energi dan waktu untuk mempelajari keseluruhan presentasi.

Apa yang terjadi jika Anda lupa satu kata? Pendekatan ini biasanya tidak berakhir dengan baik. Dan ini menciptakan kecemasan yang tidak perlu.

Alih-alih menghafal presentasi kata demi kata, belajarlah untuk mengingat struktur presentasi Anda.

Memiliki struktur presentasi membantu Anda mengingat apa yang ingin Anda katakan.  Meskipun Anda lupa secara spesifik, namun Anda dapat menggunakan kerangka umum untuk tetap pada jalurnya.

Misalnya, saat menggunakan struktur Masalah-Solusi-Manfaat. Pertama-tama, Anda menjabarkan masalah tertentu, kemudian Anda merinci solusi untuk mengatasi masalah, dan akhirnya Anda menentukan manfaat solusi Anda. Jika Anda berada di tengah-tengah bagian Solusi dari presentasi Anda dan Anda lupa, maka dengan hanya memikirkan kembali struktur Anda, Anda tahu bahwa bagian Manfaat datang berikutnya.

Rahasia Aturan # 6 : Jadilah Diri Sendiri, Bukan Meniru Gaya Presentasi Orang Lain

Anda punya idola seorang pembicara publik atau orator ? Tidak masalah jika Anda mempelajari teknik presentasi dari mereka, tetapi jangan menirunya. Ketika presentasi, buat audiens terpukau dengan cara Anda sendiri.

Anda tidak harus menjadi orang lain pada saat melakukan presentasi. Yang harus Anda lakukan adalah menjadi diri sendiri. Berlatihlah menjadi diri sendiri pada saat menyampaikan presentasi Anda. Lakukan improvisasi pada saat presentasi agar tidak terkesan kaku dan jadilah diri Anda sendiri pada saat menyampaikannya.

Kalau tidak pandai melucu, sebaiknya gunakan cara lain untuk mencairkan suasana. Begitu pula, Anda yang terlahir dengan suara lembut, jangan paksakan diri presentasi menggunakan suara yang lantang. Cukup upayakan audiens bisa mendengar Anda bicara dengan artikulasi dan intonasi yang jelas.

Rahasia Aturan # 7 : Interaksilah Dengan Audiens Anda

Dalam melakukan presentasi, Anda perlu memenangkan hati audiens. Caranya Anda dapat melakukan interaksi dengan mereka.

Interaksi dengan audiens ketika presentasi adalah karakteristik utama yang membedakan antara presenter yang berkesan dengan presenter biasa.

Jika Anda benar-benar ingin materi presentasi Anda menggerakkan audiens dan menghindari ketidakterhubungan dengan audiens Anda, maka Anda dapat menggunakan apa yang disebut dengan Audience-Connecting Techniques (ACTs).

ACT membawa audiens Anda ke dalam presentasi Anda. ACT mengundang partisipasi mereka dan memberikan pemberitahuan bahwa Anda mengharapkan keterlibatan mereka.

ACT diperkenalkan oleh Matt Abrahams yang merupakan seorang Professor yang mengajar di Sekolah Pascasarjana Bisnis Universitas Stanford dimana dia mengajar dua kelas yang sangat populer yang berhubungan dengan Komunikasi Strategis dan Presentasi Virtual yang Efektif.

Dengan cara itu, maka audiens akan merasa lebih diperhatikan. Jadikanlah audiens Anda adalah teman Anda. Pedulilah kepada mereka. Niscaya mereka akan menyukai Anda dan mendengarkan presentasi Anda.

Rahasia Aturan # 8 : Latihlah Membawakan Presentasi

Latihan merupakan hal yang jelas sangat penting untuk menyampaikan presentasi yang efektif. Namun, banyak presenter tidak berlatih dengan benar. Mereka hanya berlatih secara mental atau membalik-balik slide yang ada. Pendekatan pasif yang tidak benar-benar mensimulasikan kondisi presentasi.

Untuk berlatih secara efektif, Anda juga perlu berdiri dan menyampaikan presentasi. Bahkan jika Anda melakukan presentasi secara virtual, maka Anda perlu secara fisik berdiri untuk menyampaikan presentasi. Dari pada hanya memikirkan presentasi, berdiri dan mempraktikkan presentasi akan membantu Anda mengingatnya.

Secara khusus, mendengar suara Anda sendiri dan menggunakan gerakan yang relevan dan sesuai dapat meningkatkan daya ingat Anda. Anda dapat mengingat lebih banyak, karena citra mental dan latihan fisik Anda menggunakan jaringan saraf yang tumpang tindih di otak Anda yang akan meningkatkan apa yang dikenal sebagai konsolidasi memori atau proses dimana sebuah pikiran disatukan ke dalam memori jangka panjang Anda.

Salah satu teknik yang sangat berguna yang disebut latihan yang terfokus yang melibatkan pengambilan satu aspek dari presentasi Anda. Misalnya, bagian pendahuluan. Anda perlu berlatih berulang kali hingga Anda menjadi sangat terbiasa dan nyaman dengannya. Anda tidak boleh menghafal presentasi Anda, karena menghafal mengundang blank dalam pikiran Anda. Anda bisa lupa apa yang akan Anda katakan.

Selanjutnya, Anda beralih ke aspek lain dari presentasi Anda seperti bagian isi dan penutupan. Latihan terfokus memungkinkan Anda untuk merasa tidak terlalu cemas, karena Anda tidak harus mengeluarkan upaya mental yang besar untuk memikirkan semua aspek tertentu dari presentasi Anda sekaligus.

Lokasi tempat Anda berlatih presentasi upayakan di tempat Anda akan melakukan presentasi, atau setidaknya di tempat yang serupa. Misalnya, jika Anda akan memberikan presentasi di ruangan yang besar dengan jendela besar dimana orang-orang diam dan penuh perhatian, maka Anda perlu berlatih memberikan presentasi di ruangan yang besar dengan jendela yang besar pula.

Konteks dimana Anda berlatih akan membantu Anda mengingat dan akan meningkatkan kepercayaan diri Anda. Saran ini juga dapat digunakan untuk presentasi melalui Web atau telekonferensi. Berlatihlah di dalam ruangan dengan teknologi yang akan Anda gunakan. Faktanya, berlatih dengan teknologi terlebih dahulu selalu merupakan ide yang bagus.

Rahasia Aturan # 9 : Persiapkanlah Hal Teknis Untuk Hari H

Selain mempersiapkan diri anda dengan berlatih, Anda juga perlu mempersiapkan hal-hal teknis untuk hari-H presentasi anda.

Tahapan persiapan menjadi lebih krusial terutama jika Anda berpresentasi menggunakan power point dan multimedia.

Persiapan yang perlu Anda lakukan terkait dengan persiapan kelengkapan materi presentasi Anda. Kelengkapan presentasi meliputi slide presentasi Anda atau notes yang Anda bagikan kepada audiens Anda jika ada.

Persiapan lainnya terkait dengan ruangan presentasi baik Anda melakukan presentasi luring maupun daring. Jika Anda melakukan presentasi luring, Anda tidak bisa begitu saja memasrahkan tata ruangan kepada pihak penyelanggara, karena bagaimanapun hal ini sangat menentukan kesuksesan presentasi Anda.

Tambahan pula, persiapan terkait peralatan yang Anda gunakan juga perlu dilakukan. Jangan sampai slide presentasi Anda tidak dapat digunakan. Video macet atau sound systems tidak berfungsi.

Tips yang paling ampuh untuk hal ini adalah datanglah lebih awal dan cek segala sesuatunya. Apakah semua perlengkapan sudah tersedia ? Apakah file power point Anda bisa dijalankan dengan sempurna ? Apakah video dan sound systems bekerja dengan baik ? Ketika ada permasalahan atau ketidaksesuaianpun, maka Anda masih mempunyai waktu untuk mengatasinya.

Demikianlah, 9 rahasia aturan presentasi yang efektif.

Rahasia Aturan # 1 : Antusiaslah Terhadap Topik Presentasi

Rahasia Aturan # 2 : Fokuslah Pada Kebutuhan Audiens

Rahasia Aturan # 3 : Susunlah Pesan Presentasi Terlebih Dahulu Ketimbang Slide Presentasi

Rahasia Aturan # 4 : Buatlah Slide Presentasi Yang Simple, Visual dan Kontras Dengan Menghadirkan White Space

Rahasia Aturan # 5 : Ingatlah Struktur Presentasi, Bukan Menghafal Pesan Presentasi

Rahasia Aturan # 6 : Jadilah Diri Sendiri, Bukan Meniru Gaya Presentasi Orang Lain

Rahasia Aturan # 7 : Interaksilah Dengan Audiens Anda

Rahasia Aturan # 8 : Latihlah Membawakan Presentasi

Rahasia Aturan # 9 : Persiapkanlah Hal Teknis Untuk Hari H

Jadi, apakah Anda sudah siap presentasi hari ini ? Tak perlu memikirkan hal-hal buruk, seperti ditertawakan audiens atau ada materi yang terlewat. Fokus saja pada 9 rahasia aturan presentasi yang efektif. Selamat mencoba.

 

4 Kunci Rahasia Merancang Slide Presentasi Yang Indah Agar Audiens Mudah Menerima Pesan Anda

Ketika memberikan webinar pada hari Sabtu tanggal 19 Desember 2020 dengan judul “3 Rahasia Presentasi yang Sistematis, Menarik, dan Berpengaruh bagi Audiens Anda” undangan dari USU pada acara Program World Class University, terjadi diskusi yang menarik.

Diskusinya berujung pada pertanyaan, bagaimana merubah kebiasaan membuat slide presentasi yang hanya memindahkan paragraf yang berisi kalimat-kalimat yang panjang dari Microsoft  Word atau hasil olahan data dari Microsoft Excel ke dalam PowerPoint ?

Tentu saja slide presentasi yang dibuat dengan cara tersebut tidak akan menjadi slide presentasi yang menarik.

Kalau boleh jujur harus diakui bahwa slide presentasi yang dibuat dengan cara tersebut merupakan slide presentasi yang membosankan. Dan ini tidak hanya terjadi di sekitar kita saja, tetapi juga terjadi di seluruh dunia.

Guy Kawasaki dalam pengantar buku Presentasi Zen yang ditulis oleh Garr Reynolds mengatakan bahwa 95 % presentasi itu membosankan. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan slide presentasi yang tidak baik.

Jika Anda membuat slide presentasi yang buruk, maka pesan yang akan Anda utarakan tidak akan sampaikan kepada audiens Anda. Mereka tidak akan paham dan menjadi bosan.

Menurut Dr. John Medina, seorang pakar di bidang cara kerja otak dalam bukunya Brain Rules mengatakan bahwa orang tidak akan memberikan perhatian pada sesuatu yang membosankan.

Tentu hal yang sama juga berlaku pada presentasi. Jika Anda membuat slide presentasi yang membuat jenuh audiens Anda, maka mereka dalam waktu singkat akan mengalihkan perhatian mereka kepada hal-hal lain. Mereka tidak akan tahan dengan slide presentasi yang membosankan.

Dengan demikian, Anda akan sulit untuk dapat mempengaruhi audiens Anda. Yang terjadi, audiens Anda malah sibuk memperhatikan hal-hal di luar presentasi yang sedang Anda sampaikan.

Untuk itu, menjawab pertanyaan yang muncul dari acara webinar pada tanggal 19 Desember 2020 tersebut, maka kita perlu merancang slide presentasi yang indah agar audiens mudah menerima pesan kita.

Andy Sukma Lubis dalam bukunya “Melukis Slide Dengan Hati” menyebutkan bahwa  keindahan akan menghadirkan kegembiraan. Melalui kegembiraan, perilaku seseorang dapat berubah.

Dengan menghadirkan keindahan pada slide yang Anda tampilkan, artinya Anda sudah menggabungkan semua komponennya. Menguatkan sinergi antara kekuatan verbal dan kekuatan media visual yang digunakan.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah hal-hal pokok yang perlu Anda ketahui untuk merancang slide yang indah itu ?

Berita baiknya, ada 4 kunci rahasia merancang slide presentasi yang indah agar audiens mudah menerima pesan Anda.

Mari kita bahas satu per satu 4 kunci rahasia tersebut.

Kunci Rahasia # 1 : Senjata.

Senjata disini maksudnya adalah alat yang dapat Anda gunakan dalam merancang slide presentasi. Alat tersebut adalah aplikasi Microsoft PowerPoint. Memang selain Microsoft PowerPoint, masih ada aplikasi presentasi lainnya yang juga bisa digunakan. Diantaranya adalah Keynote yang merupakan aplikasi bawaan dari MacBook, Google Slides atau Prezi. Namun, hingga saat ini aplikasi presentasi yang banyak digunakan adalah Microsoft PowerPoint.

Anda yang tidak memiliki keahlian menggunakan aplikasi seperti Corel atau Photoshop untuk mendesain, tetapi ingin memiliki desain visual yang memukau, maka Anda cukup memperdalam kemampuan mengotak-atik Microsoft PowerPoint saja.

Kunci Rahasia # 2 : Peluru.

Peluru ini adalah amunisi yang Anda perlukan dalam merancang slide presentasi Anda. Peluru ini adalah perlengkapan yang Anda perlukan dalam membuat slide presentasi Anda.

Ada 6 peluru yang Anda perlukan untuk merancang slide yang indah.

Pertama, quick acces toolbar yang merupakan  toolbar yang isinya adalah sejumlah perangkat atau tombol-tombol perintah untuk akses cepat pada saat Anda bekerja menggunakan aplikasi Microsoft PowerPoint. Pada umumnya, tombol quick aces toolbar terletak disebelah kiri atas jendela Microsoft PowerPoint. Tombol-tombol pada quick access toolbar akan membantu Anda bekerja lebih cepat.

Kedua, grid. Grid adalah garis bantu yang sangat diperlukan dalam menempatkan teks atau gambar dalam slide presentasi, sehingga dihasilkan desain slide presentasi yang rapi, simetris dan berpola yang akan membuat slide Anda menjadi lebih indah. Grid adalah sebuah garis putus-putus vertikal dan horizontalyang fungsinya mirip dengan penggaris. Garis ini akan menunjukan apakah suatu objek sudah lurus dengan objek lainnya atau belum. Fitur ini sangat berguna bila Anda memiliki beberapa objek dan ingin objek-objek tersebut lurus dengan objek lainnya.

Ketiga, ukuran slide yang pada aplikasi power point terdiri dari tiga macam, yaitu ukuran 16:9; ukuran 4:3; dan custome size. Untuk membuat slide presentasi, Anda dapat menggunakan ukuran 16:9, karena ukuran layer komputer berukuran 16:9, sehingga ketika slide presentasi muncul di slide show, tampilannya akan memenuhi seluruh bagian layar monitor.

Keempat, gambar. Gambar diperlukan dalam slide presentasi Anda untuk memunculkan kesan hidup yang dapat menggugah emosi dari audiens Anda. Anda dapat mencari gambar yang tidak berbayar yang relevan dengan pesan yang Anda sampaikan pada internet seperti di https://www.pexels. com; https://unplash.com; https://pixabay.com; https://www.rgbstock.com.

Kelima, font. Font diperlukan untuk menulis pesan Anda di dalam slide. Anda dapat menggunakan tiga jenis font dalam presentasi. Pertama, serif seperti times, book antiqua, dan baskerville. Kedua, sans serif seperti helvetica, montserrat, open sans. Ketiga, cursive/display seperti abril fatface, pacifico, lobster.

Keenam adalah warna yang digunakan untuk memenuhi prinsip desain, yaitu repetition (pengulangan). Penggunaan warna yang tidak tepat menjadi salah satu hal yang dapat membuat mata audiens Anda menjadi lelah atau malas melihat slide presentasi Anda. Penggunaan warna yang pas bisa menjadikan pesan visual slide menjadi enak dipandang. Untuk kombinasi warna yang dapat Anda gunakan dalam slide presentasi Anda, maka Anda dapat mencarinya di https://color.adobe.com; https://coolors.co/palletes/trending; https://colorhunt.co; https://www.curls.com.

Kunci Rahasia # 3 : Strategi.

Strategi yang dapat Anda gunakan adalah memunculkan white space di dalam slide presentasi Anda. White space adalah area di dalam slide presentasi yang sengaja dibuat kosong agar slide presentasi Anda enak dipandang oleh audiens Anda.

White space dalam desain visual diibaratkan seperti oksigen, yaitu sesuatu yang membuat desain seakan memiliki ruang yang cukup untuk bernafas. Ruangan dalam slide presentasi jangan dihabiskan dan dipenuhi oleh berbagai macam elemen. Berikan ruang di dalam slide presentasi Anda sebagai tempat mengekspresikan kata kunci atau kalimat singkat untuk menampilkan pesan Anda.

Keberadaan white space menjadikan tampilan slide Anda menjadi lebih asyik untuk dinikmati, semakin terlihat elegan desainnya, dan semakin mudah dipahami pesan visualnya. Andy Sukma Lubis dalam bukunya “Melukis Slide Dengan Hati” mengutip data dari Human Factors International menyebutkan bahwa white space increases comprehension by almost 20 %.

Kunci Rahasia # 4 : Teknik.

Yang dimaksud teknik disini adalah cara untuk membuat white space dalam presentasi Anda. Teknik yang dapat Anda gunakan dalam merancang slide yang indah adalah dengan menggunakan solid shape, transparent shape, gradient shape, merge shape, dual tone, remove background, dan freeform.

Anda dapat melihat slide ideas yang menggunakan teknik-teknik tersebut di https://erry-ricardo.com/slide-ideas/#.X930PdgzaMo.

Demikianlah, 4 kunci rahasia merancang slide presentasi yang indah agar audiens mudah menerima pesan Anda. Pertama, senjata. Kedua, peluru. Ketiga, strategi. Dan, keempat, teknik.

Gunakanlah 4 kunci rahasia tersebut untuk merancang slide presentasi Anda selanjutnya. Bayangkan ketika Anda dapat membuat slide presentasi yang indah yang memunculkan kegembiraan, maka hal tersebut akan semakin menguatkan audiens Anda untuk tergerak mengikuti atau setidaknya dapat menerima pesan yang Anda sampaikan.

3 Tips Jitu Agar Pesan Yang Anda Sampaikan Mudah Diingat Oleh Audiens Anda

Apakah Anda pernah mengalami kekawatiran ketika audiens Anda tidak dapat mengingat apa yang Anda sampaikan dalam presentasi Anda ?

Kekawatiran tersebut dapat dipahami.

Karena, hal itu dapat diartikan bahwa tujuan Anda melakukan presentasi tidak tercapai. Pada kondisi tersebut, bisa jadi Anda membiarkan audiens Anda untuk mencari makna dari apa yang dikatakan oleh Anda.

Akibatnya, pesan yang Anda sampaikan kepada audiens Anda tidak dapat dengan mudah diingat oleh mereka.

Tetapi untungnya, Anda dapat menerapkan tiga tips yang ampuh dalam presentasi untuk membantu audiens mengingat presentasi Anda.

Continue reading