Hirarki dan Balance : 2 Prinsip Desain Tambahan Yang Sangat Penting Untuk Membuat Slide Presentasi Yang Menarik

Ibarat seperti membangun rumah yang memerlukan pondasi, maka membuat slide presentasi yang menarik juga memerlukan pondasi.

Pondasi dalam membuat slide presentasi dapat kita katakan sebagai prinsip. Yang dimaksud dengan prinsip disini adalah pedoman yang perlu diperhatikan ketika kita ingin mendesain slide presentasi yang menarik.

Prinsip itu seperti kompas yang memberikan arah. Desain slide presentasi juga perlu ada prinsipnya supaya desain slide presentasi yang Anda buat lebih terarah dan pas.

Dengan adanya prinsip, maka Anda akan lebih mudah membuat desain slide presentasi.

Prinsip yang merupakan panduan untuk menghasilkan desain slide presentasi akan membuat slide presentasi Anda lebih enak dilihat oleh mata audiens Anda, sehingga pesan yang ingin Anda sampaikan lebih mudah ditangkap oleh mereka. Selain itu, dengan adanya prinsip, maka slide presentasi yang Anda buat akan terlihat lebih pas komposisi elemen desain yang membentuknya seperti teks, gambar, garis, shape, dan lain-lain.

Selain, prinsip-prinsip desain slide presentasi yang pernah dijelaskan seperti visual, sederhana, CRAP (contrast, repetition, alignment, proximity), dan white space, maka ada 2 tambahan prinsip yang sangat penting yang perlu Anda ketahui, yaitu hirarki dan balance.

Mari kita bahas satu per satu 2 prinsip tambahan tersebut.

Prinsip # 1 : Hirarki.

Hirarki merupakan prinsip desain yang mengarahkan audiens untuk melihat elemen dalam slide secara runtut mulai dari elemen yang terpenting sampai kepada elemen yang kurang penting. Nancy Duarte (2008) menjelaskan bahwa contoh sederhana yang menggambarkan prinsip hirarki ini adalah hubungan antara judul teks dan body teks.

Dalam hirarki, judul teks merupakan elemen yang paling penting dibandingkan dengan body teks. Untuk menggunakan prinsip hirarki, maka bisa dimainkan ukurannya. Ukuran elemen desain yang lebih penting dibuat lebih besar dari pada ukuran elemen desain yang kurang penting.

Contoh penerapan hirarki bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Jika Anda perhatikan slide presentasi di atas, maka ukuran teks judul slide lebih besar dari pada ukuran teks sub judul. Dan ukuran teks sub judul ukuran lebih besar dari pada ukuran teks nama penyaji dan jabatannya serta ukuran teks nama penyaji dan jabatannya lebih besar dari pada ukuran teks lokasi dan tanggal.

Prinsip # 2 : Balance.

Balance atau keseimbangan adalah prinsip yang mengungkapkan tentang distribusi berat elemen desain. Keseimbangan ini adalah prinsip tentang menjaga keseimbangan visual.

Dalam dunia desain grafis, Anda perlu membuat keseimbangan. Kesimbangan antar elemen desain akan membuat slide presentasi Anda tampak harmonis dan menjaga audiens Anda terlibat. Keseimbangan antar elemen juga akan mengarahkan mata audiens Anda bergerak dari  satu bagian elemen desain ke bagian elemen desain lainnya (Garr Reynolds, 2010).

Ada 3 cara untuk mencapai keseimbangan dalam membuat slide presentasi.

Pertama adalah keseimbangan simetris. Keseimbangan simetris juga dikenal sebagai keseimbangan formal. Keseimbangan simetris pada dasarnya keseimbangan bayangan cermin. Jika Anda menggambarkan garis di bagian tengah halaman slide, maka semua elemen di satu bagian slide akan dicerminkan di sisi lain slide.

Kedua bagian desain slide presentasi dapat terlihat identik. Jadi, apakah Anda membagi slide presentasi pada bagian tengah secara horisontal atau vertikal, maka keduanya akan tampak seimbang.

Contoh slide presentasi yang menerapkan prinsip keseimbangan simetris seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Jika Anda membagi slide di atas pada bagian tengah secara vertikal, maka elemen desain bagian kiri slide akan sama dengan bagian kanan.

Kedua, kesimbangan asimetris. Keseimbangan asimetris disebut juga keseimbangan informal. Pada keseimbangan asimetris, penyusunan elemen desain tidak sama antara sisi kanan dan kiri atau atas dengan bawah, namun tetap terasa seimbang. Keseimbangan asimetris tampak lebih bervariatif (Lia Anggaraini dan Kirana Nathalia, 2020).

Dalam keseimbangan asimetris, elemen desain yang lebih berat di satu sisi dimbangi oleh sekompok elemen desain yang lebih ringan di sisi lain. Dalam desain dengan menggunakan keseimbangan asimetris yang dicari bukan keseimbangan matematis, tetapi keseimbangan yang lebih artistik.

Contoh slide presentasi yang menerapkan prinsip keseimbangan asimetris seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Ketiga, keseimbangan radial. Keseimbangan radial merupakan keseimbangan yang mendistribusikan berat elemen desain yang sama di sekitar pusat.

Contoh slide presentasi yang menerapkan prinsip keseimbangan radial seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Demikianlah, 2 prinsip tambahan yang sangat penting untuk membuat slide presentasi yang menarik.

Selain, empat prinsip desain slide presentasi seperti visual, sederhana, CRAP (contrast, repetition, alignment, proximity), dan white space, maka ada 2 tambahan prinsip penting lainnya yang perlu Anda ketahui, yaitu hirarki dan balance.

Hirarki merupakan prinsip desain yang diindikasi dengan besar kecilnya ukuran elemen desain yang dapat mengarahkan mata audiens Anda untuk memberikan penekanan mana elemen desain yang lebih penting dari pada elemen desain yang lain. Ukuran elemen desain yang lebih besar menggambarkan elemen desain yang lebih penting dibandingkan dengan ukuran elemen desain yang lebih kecil.

Sementara itu, balance merupakan prinsip desain yang terkait dengan pendistribusian elemen desain slide presentasi. Balance ini adalah prinsip yang digunakan untuk membuat slide presentasi untuk menjaga keseimbangan visual.

Dengan mengetahui tambahan dua prinsip desain tersebut, maka Anda akan menghasilkan desain slide presentasi yang akan membuat slide presentasi Anda tampak harmonis yang lebih enak dilihat oleh mata audiens Anda, sehingga pesan yang ingin Anda sampaikan lebih mudah ditangkap oleh mereka.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini agar postingan minggu berikutnya bisa dihasilkan dengan lebih baik. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

 

Cara Mendesain Slide Presentasi Yang Menarik Dengan Teknik Creative Cropping

Untuk mendesain slide presentasi yang menarik, Anda dapat menggunakan gambar. Gambar yang digunakan dengan tepat akan menjadi visual yang efektif untuk memperkuat pesan Anda. Selain itu, gambar yang digunakan dengan tepat akan menjadikan tampilan slide presentasi Anda menjadi lebih menarik perhatian.

Namun, sayangnya banyak orang belum memahami penggunaan gambar pada slide presentasi mereka. Contohnya, mereka menggunakan gambar yang kurang berkualitas dan tidak relevan dengan pesan presentasinya.

Oleh karena itu, saat Anda menggunakan gambar, maka gunakan gambar dengan tepat. Akibatnya, optimasi gambar yang Anda lakukan akan menghasilkan desain slide presentasi yang maksimal.

Terkait dengan optimasi gambar, maka Anda dapat menggunakan foto.

Dengan menggunakan foto yang tepat, maka visualisasi ide Anda akan semakin kuat, karena satu foto bisa berarti ribuan kata. Banyak hal yang tidak bisa Anda jelaskan hanya dengan kata-kata. Anda harus memberikan penekanan visual dengan foto, sehingga audiens Anda bisa dengan mudah memahami isi presentasi Anda.

Disadari atau tidak, audiens Anda akan lebih mudah menerima informasi dalam bentuk foto, karena foto dapat membuat emosi mereka tergugah. Slide presentasi yang menggunakan foto yang tepat akan mendatangkan pengaruh yang besar terhadap audiens Anda.

Untuk memperoleh foto, Anda bisa menggunakan foto yang Anda miliki sendiri atau Anda dapat memperolehnya dari website penyedia foto gratis seperti : https://unsplash.com/, https://www.pexels.com/, dan https://pixabay.com/ atau Anda bisa membeli dari situs foto berbayar seperti : https://www.shutterstock.com/, https://www.istockphoto.com/, dan https://www.gettyimages.com/.

Untuk membuat slide presentasi yang menarik dengan foto, maka Anda dapat menggunakan teknik yang sederhana, yaitu creative cropping. Teknik creative cropping adalah teknik memotong yang dapat menghilangkan sebagian foto agar foto yang digunakan lebih fokus. Teknik ini menggunakan fitur yang ada di dalam microsoft power point, yaitu crop.

Contoh slide presentasi yang menarik yang dibuat dengan teknik creative cropping seperti di bawah ini.

Untuk membuatnya sangatlah mudah.

Mari kita perhatikan langkahnya berikut ini.

Langkah # 1 : Masukan Foto ke Dalam Slide.

Pada slide yang kosong Anda memasukan foto yang relevan.  Foto tersebut dapat Anda download dari https://www.pexels.com/photo/office-interior-with-table-and-chairs-near-window-6899393/ dimana web tersebut menyediakan foto gratis.

Dalam menggunakan foto untuk slide presentasi Anda, maka Anda harus memperhatikan lisensinya. Untuk foto diatas yang di-download dari https://www.pexels.com/ adalah foto yang bebas untuk digunakan dan atribusi terhadap penggunaan foto tersebut tidak diperlukan.

Jika foto yang Anda gunakan ada lisensinya, maka Anda perlu membeli lisensinya terlebih dahulu sebelum Anda menggunakan foto tersebut. Lebih aman lagi, jika foto yang Anda gunakan untuk membuat slide presentasi Anda adalah foto milik Anda sendiri.

Langkah #2 : Potong Foto Sesuai Yang Diinginkan.

Klik mouse kiri pada foto yang ingin dipotong. Kemudian, pilih fitur picture format dan pilih fitur crop, sehingga akan muncul seperti gambar di bawah ini.

Lalu, tarik tanda warna hitam bagian kiri dan kanan ke dalam sesuai dengan fokus foto yang akan diambil yang hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 3 : Masukan Teks dan Elemen Desain Lainnya.

Masukkan teks yang telah direncakan ke dalam slide yang dihasilkan pada langkah # 2. Selain itu, masukan shape untuk memperindah tampilan slide. Shape yang dimasukkan dapat berupa shape warna oranye di bagian kanan, sedangkan pada bagian kiri dapat dimasukan shape warna abu-abu muda. Warna yang dipilih untuk background, shape, dan teks perlu mempertimbangkan tema warna.

Selain desain slide presentasi di atas, maka Anda dapat juga membuat bentuk desain slide presentasi lainnya dengan memvariasikan layoutnya seperti gambar di bawah.

Demikianlah, cara mendesain slide presentasi yang menarik dengan teknik creative cropping.

Membuat slide presentasi dengan teknik creative cropping sangatlah mudah.

Dengan memvariasikan bentuk layoutnya, maka Anda dapat menghasilkan  berbagai bentuk slide presentasi yang menarik dengan teknik yang sederhana ini.

Praktekkanlah teknik ini agar Anda dapat menguasainya dengan baik.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3 Langkah Membuat Slide Presentasi Yang Menarik

Peran slide presentasi bukanlah sekadar alat bantu presentasi saja. Slide presentasi merupakan media partner ketika Anda melakukan presentasi. Oleh karena itu, Anda harus memaksimalkan partner Anda (slide presentasi), agar tujuan presentasi yang Anda lakukan dapat tercapai, yaitu untuk memberikan informasi atau meyakinkan audiens Anda.

Mendesain slide presentasi sudah menjadi kebutuhan Anda baik bagi Anda yang bekerja di lingkungan akademis maupun kantor. Slide presentasi menjadi media untuk menyampaikan materi atau ide agar lebih mudah dipahami oleh audiens Anda. Jika mereka mudah memahami materi atau ide yang Anda sampaikan, maka mereka akan mudah untuk mengingat dan menerima materi atau ide tersebut.

Saat ini sudah bukan zamannya lagi Anda menampilkan kalimat-kalimat yang panjang dalam slide presentasi Anda. Ide tersebut sudah usang alias kuno. Jika Anda melakukan hal itu, maka presentasi Anda akan membosankan. Oleh karena itu, Anda mesti membuat slide presentasi yang menarik.

Slide presentasi yang menarik merupakan slide presentasi yang indah dan tampilannya harmonis yang terlihat dari elemen desainnya seperti layout, gambar, icon, shape, garis, kombinasi font, dan tema warna.

Mengapa Anda harus membuat slide presentasi yang menarik ?

Ada tiga alasan bahwa Anda harus membuat slide presentasi yang menarik.

Pertama, slide presentasi yang menarik membuat audiens mudah menerima gagasan Anda. Kedua, slide presentasi yang menarik membuat audiens Anda mudah melihatnya. Ketiga, slide presentasi yang menarik membuat audiens Anda mudah memahaminya.

Lantas, bagaimana mendesain slide presentasi yang menarik ?

Ada 3 langkah membuat slide presentasi yang menarik.

Mari kita bahas satu per satu langkahnya.

Langkah # 1 : Siapkan Konten Presentasi.

Konten presentasi mesti hadir sebelum desain slide presentasi. Konten itu ibarat kakak dan desain slide presentasi adalah adiknya. Kakak pasti lahir terlebih dahulu dari adiknya.

Tanpa memikirkan konten presentasi terlebih dahulu dan Anda langsung mendesain slide presentasi, maka tampilan slide presentasi Anda akan terlihat seperti dekorasi. Banyak tempelan sana sini. Apa yang tengah melintas di benak Anda, maka Anda langsung buat visualisasinya.

Selain itu, slide presentasi Anda juga tidak mempunyai sistematika. Slide presentasi Anda tidak mempunyai alur. Akibatnya, audiens Anda tidak akan mudah untuk memahami presentasi yang Anda sampaikan.

Cara untuk menghasilkan konten yang terstruktur adalah dengan mulai menuliskan apa yang ingin Anda sampaikan. Konten presentasi yang Anda siapkan mesti sesuai dengan harapan audiens Anda. Konten presentasi yang Anda akan sampaikan mesti benar-benar bisa menjadi solusi atas masalah yang dialami oleh audiens Anda.

Dalam menyusun konten presentasi, Anda bisa menyusunnya menjadi 3 bagian. Bagian pertama, pembukaan. Bagian kedua, isi materi. Bagian ketiga, penutup.

Pada bagian pembukaan, Anda menyampaikan “why” audiens Anda mesti mendengarkan presentasi Anda. Inti dari “why” ini ada dua hal, yaitu membuat audiens Anda gelisah atau membuat harapan muncul di dalam pikiran mereka. Setelah audiens berpikir hal tersebut, maka audiens akan berpikir mengenai urgensi dari materi yang Anda sajikan.

Kemudian, pada bagian isi materi, Anda dapat menyampaikan pengertian, prinsip terkait pesan presentasi yang Anda sampaikan, langkah-langkah kunci dari pesan yang Anda bawakan atau solusi yang Anda kemukakan.

Lalu, pada bagian penutup, Anda bisa menyampaikan intisari dari materi yang Anda jelaskan. Selain itu, Anda dapat juga menyampaikan quote atau pernyataan inspiratif yang relevan dengan materi yang Anda jelaskan. Tambahan pula, Anda bisa juga menjelaskan kalimat ajakan (call to action) untuk membuat audiens Anda tergerak untuk melakukan sesuatu atas apa yang Anda presentasikan.

Konten presentasi yang berisi narasi dari cerita presentasi Anda mulai dari bagian pembukaan, isi materi dan penutupan dapat Anda tuangkan ke dalam storyboard.

Storyboard adalah desain halaman per halaman slide presentasi yang disusun secara berurutan. Storyboard ini menggambarkan seperti apa tampilannya atau mau seperti apa tulisannya dan rangkaian pesan yang ada pada setiap halaman slide-nya.

Untuk membuat storyboard yang berbentuk kotak segi empat, Anda dapat menggunakan kertas A4 atau sticky note. Anda dapat berkreasi bagaimana tampilan slide presentasi Anda pada kertas A4 atau sticky note mulai dari slide cover presentasi hingga slide penutupnya.

Contoh storyboard dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini. Dan, Anda dapat menambahkan gambar atau chart terkait dengan pesan yang akan disampaikan.

Untuk memberikan contoh penerapan pembuatan slide presentasi, maka kita bisa gunakan  konten presentasi dengan tampilan storyboard khusus untuk slide cover seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 2 : Siapkan Elemen Desain.

Elemen desain disini maksudnya adalah hal-hal yang diperlukan untuk membuat slide presentasi. Elemen desain ini perlu dipersiapkan agar ketika Anda membuat slide presentasi menjadi lebih mudah.

Ada beberapa hal dalam elemen desain slide ini yang perlu disiapkan.

Pertama, ukuran slide. Ukuran slide dalam power point ada 3 macam, yaitu : ukuran 16:9; ukuran 4:3 dan custom size. Untuk membuat slide presentasi, Anda dapat menggunakan ukuran 16:9, karena ukuran layar komputer kebanyakan berukuran 16:9, sehingga ketika slide presentasi muncul di slide show, tampilannya akan memenuhi seluruh bagian layar monitor.

Kedua, grid. Grid adalah garis bantu yang sangat diperlukan dalam menempatkan teks atau gambar dalam slide presentasi, sehingga dihasilkan desain slide presentasi yang rapi, simetris dan berpola yang akan membuat slide Anda menjadi lebih indah. Grid adalah sebuah garis putus-putus vertikal dan horizontal yang fungsinya mirip dengan penggaris.

Ketiga, warna. Penggunaan warna yang tidak tepat menjadi salah satu hal yang dapat membuat mata audiens Anda menjadi lelah atau malas melihat slide presentasi Anda. Penggunaan warna yang pas bisa menjadikan pesan visual slide menjadi enak dipandang. Untuk kombinasi warna yang dapat Anda gunakan dalam slide presentasi Anda, maka Anda dapat mencarinya di https://color.adobe.com atau https://coolors.co. Selain itu, untuk meyakinkan kombinasi warna yang Anda pilih sudah pas, maka Anda dapat menggunakan color contrast checker yang ada di https://coolors.co/contrast-checker.

Keempat, font. Font diperlukan untuk menulis pesan Anda di dalam slide. Untuk kombinasi judul dan teks, Anda dapat menggunakan kombinasi berikut ini : league spartan dan lato; oswald (bold) dan open sans; impact dan roboto; anton dan poppins; titillium web black dan nunito; dan arial black dan arial.

Kelima, gambar. Ada dua gambar yang dapat Anda gunakan. Pertama adalah gambar foto. Gambar foto diperlukan dalam slide presentasi Anda untuk memunculkan kesan hidup yang dapat menggugah emosi dari audiens Anda. Anda dapat mencari gambar foto yang tidak berbayar yang relevan dengan pesan yang Anda sampaikan pada internet seperti di https://www.pexels.comhttps://unsplash.comhttps://pixabay.com. Selain itu, Anda dapat mengambil gambar foto dari kamera digital atau kamera smartphone. Kedua adalah gambar vektor. Gambar vektor ini cocok untuk slide infografis. Anda dapat mencari gambar vektor di https://freepik.com.

Keenam, icon. Icon menurut Aurora Harley, konsultan di Nielsen Norman Group seperti yang dijelaskan dalam https://www.nngroup.com/articles/icon-usability/ adalah representasi visual dari obyek, aksi atau ide. Jadi, dengan menggunakan icon pada presentasi, maka audiens Anda akan lebih mudah dan cepat memahami informasi yang ingin Anda sampaikan sebelum menggunakan icon.  Selain itu, icon juga dapat memperindah tampilan visual pada slide presentasi Anda.

Untuk kasus slide cover yang ingin dibuat pada langkah # 1, maka elemen desain yang diperlukan dapat dijelaskan sebagai berikut.

Untuk ukuran slide, Anda bisa menggunakan ukuran 16:9. Lalu, untuk grid, Anda bisa membuatnya dengan menggunakan fitur view dan guides yang hasilnya seperti gambar di bawah ini. Eleman desain yang Anda gunakan perlu berada di dalam grid tersebut agar desain slide presentasi Anda menjadi rapi dan terlihat ada ruang kosongnya (white space).

Sementara itu, untuk tema warna dan font, Anda bisa menggunakannya seperti gambar di bawah ini.

Sedangkan untuk gambar dan icon, maka Anda dapat menggunakan gambar dan icon seperti di bawah ini dimana gambar dapat Anda temukan di www.pexels.com dan icon dapat Anda cari Microsoft Power Point versi 2019 atau https://freeicons.io/.

Langkah # 3 : Buat Slide Presentasi.

Untuk membuat slide presentasi yang menarik, maka Anda perlu menggunakan teknik kreatif desain slide presentasi. Teknik kreatif desain slide presentasi adalah langkah-langkah untuk membuat slide power point yang menarik. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan prinsip desain slide presentasi seperti visual, sederhana, CRAP (contrast, repetition, alignment, proximity), dan white space.

Untuk kasus slide cover yang ingin dibuat pada langkah # 1, misalnya Anda dapat menggunakan teknik creative merge shape. Dan fitur yang Anda gunakan adalah merge shape yang ada di Microsoft Power Point minimal versi 2013.

Di dalam fitur merge shape tersebut, Anda menggunakan fitur UNION yang Anda gunakan untuk menggabungkan beberapa bentuk shape. Dan, Anda perlu menggunakan fitur INTERSECT untuk memasukkan gambar ke dalam shape yang telah Anda gabungkan dengan fitur UNION.

Slide presentasi yang dapat Anda buat dengan menggunakan teknik creative merge shape hasilnya ditunjukkan seperti gambar di bawah ini.

Langkah membuat slide presentasi di atas dengan teknik creative merge shape adalah sebagai berikut :

  1. Masukan 9 shape rectangle seperti gambar di atas ke dalam slide baru.
  2. Gabungkan kesembilan shape dengan menggunakan fitur UNION.
  3. Masukan gambar ke dalam slide yang berisi shape yang telah di-UNION dan letakkan gambar tersebut di belakang shape yang telah di-UNION dengan menggunakan fitur send to back.
  4. Masukan gambar ke dalam shape yang telah di-UNION dengan cara klik gambar, tekan tombol shift sambil ditahan, klik shape yang telah di-UNION, pilih fitur shape format, pilih fitur merge shape, dan pilih fitur intersect.
  5. Berikan warna background hitam dengan meng-klik kanan mouse, pilih fitur format background, pilih fitur fill, pilih solid fill, dan pilih fitur color dengan warna hitam.
  6. Masukan teks dan icon.

Demikianlah, 3 langkah membuat slide presentasi yang menarik.

Pertama, siapkan konten presentasi. Kedua, siapkan elemen desain. Ketiga, buat slide presentasi.

Membuat slide presentasi yang menarik caranya sangatlah mudah. Dengan mengikuti 3 langkah di atas dan terus berlatih, maka Anda akan terampil dalam membuat slide presentasi yang menarik.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

3 Aspek Mengenai Slide Presentasi Yang Perlu Anda Ketahui

Chris Westfall (2019) menyebutkan bahwa kira-kira 35 juta presentasi Power Point disampaikan setiap hari kepada lebih dari 500 juta audiens di seluruh dunia.

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa sebagian besar slide presentasi Power Point tersebut merupakan slide presentasi yang buruk. Hal itu dikatakan oleh Guy Kawasaki, seorang pembicara, penulis dan mantan pegawai Apple. Ia mengatakan hal tersebut, karena slide presentasi yang dibuat menggunakan kalimat yang panjang-panjang, membosankan, dan tidak membuat audiens terlibat.

Bagaimana dengan slide presentasi yang Anda miliki atau yang pernah Anda buat sendiri ? Apakah slide presentasi yang Anda buat termasuk dalam kategori 95 % itu atau mungkin yang 5 % yang tampilannya menarik, mudah dipahami, dan asyik untuk dinikmati.

Mendesain slide presentasi sudah menjadi kebutuhan Anda baik bagi Anda yang bekerja di lingkungan akademis maupun di lingkungan kantor. Slide presentasi menjadi media untuk menyampaikan materi atau ide agar lebih mudah dipahami oleh audiens Anda. Jika mereka mudah memahami materi atau ide yang Anda sampaikan, maka mereka akan mudah untuk mengingat materi atau ide tersebut.

Saat ini sudah bukan zamannya lagi Anda menampilkan kalimat-kalimat yang panjang dalam slide presentasi Anda. Ide tersebut sudah usang alias kuno. Jika Anda melakukan hal itu, maka presentasi Anda menjadi membosankan.

Terkait dengan slide presentasi, maka ada 3 aspek yang perlu Anda ketahui.

Mari kita bahas satu per satu 3 aspek tersebut.

Aspek # 1 : Peran Slide Presentasi

Peran slide presentasi bukanlah sekadar alat bantu presentasi saja. Mungkin beberapa orang beranggapan demikian. Karena hanya dianggap sebagai alat bantu, maka slide presentasi kesannya dianggap remeh.

Akibatnya, slide presentasi dibuat secara asal-asalan. Slide presentasi yang dibuat hanya copy  paste (copas) materi dari Microsoft Word atau Excel. Isi slidenya penuh dengan tulisan dan data, sehingga melelahkan mata audiens yang melihatnya. Yang penting hanya memenuhi syarat bahwa untuk melakukan presentasi ada slide presentasinya.

Sekarang mindset kita tentang slide presentasi mesti diubah. Slide presentasi merupakan media partner ketika kita melakukan presentasi. Kita harus memaksimalkan partner kita (slide presentasi), agar tujuan presentasi yang kita lakukan dapat tercapai, yaitu untuk memberikan informasi atau meyakinkan audiens kita.

Sebagai media partner bagi kita, maka kita perlu menjadikan slide presentasi yang kita buat menjadi media dalam memvisualisasikan pesan yang ingin kita sampaikan dan memperkuat pesan yang hendak kita sampaikan.

Aspek # 2 : Mengapa Harus Mendesaian Slide Presentasi Yang Menarik

Slide presentasi yang Anda buat bukan hanya sekadar menggugurkan kewajiban Anda bahwa Anda telah membuat slide presentasi untuk mendukung pesan yang ingin Anda sampaikan, tetapi Anda juga mesti membuat slide presentasi yang menarik. Slide presentasi yang menarik merupakan slide presentasi yang indah dan tampilannya harmonis yang terlihat dari elemen desainnya seperti layout, gambar, icon, shape, garis, kombinasi font, dan tema warna.

Ada tiga alasan mengapa Anda harus membuat slide presentasi yang menarik.

1. Slide Presentasi Yang Menarik Membuat Audiens Mudah Menerima Gagasan Anda.

Anda yang melakukan presentasi tak ubahnya seperti seorang penjual. Seorang penjual punya satu tujuan, yaitu bagaimana barang dagangannya laku. Jika Anda menyampaikan materi pembelajaran, ide bisnis atau program pembangunan, maka Anda tentu mengginginkan bahwa apa yang Anda sampaikan diikuti oleh audiens yang mendengarkan presentasi Anda.

Dalam melakukan presentasi itu, jika Anda menampilkan slide presentasi yang menarik yang menghadirkan keindahan, maka slide presentasi Anda akan memunculkan kegembiraan bagi audiens Anda. Kegembiraan tersebut menjadi pemantik dalam mengubah perilaku audiens Anda (Andy Sukma Lubis, 2019).

Dengan kegembiraan yang ada pada audiens Anda, maka audiens Anda dengan mudah tergerak untuk mengikuti apa yang Anda sampaikan. Sehingga, audiens Anda bisa menerima materi pembelajaran, ide bisnis atau program pembangunan yang Anda utarakan.

2. Slide Presentasi Yang Menarik Membuat Audiens Anda Mudah Melihatnya.

Tampilan slide presentasi yang menarik yang merupakan slide presentasi yang indah dan visual membuat konten presentasi Anda mudah dilihat. Audiens Anda mudah melihatnya, karena slide presentasi yang Anda sajikan menyuguhkan visualisasi informasi, bukan dengan tampilan kalimat yang panjang-panjang.

Visualisasi informasi itu disajikan dengan point-point penting yang ukuran font-nya disesuaikan dengan tingkat keterbacaan oleh audiens Anda yang didukung oleh gambar yang relevan.

Dengan membuat slide presentasi yang menarik yang membuat audiens Anda mudah melihat point-point presentasi Anda, maka audiens Anda akan fokus mendengarkan elaborasi dari point-point penting tersebut.

3. Slide Presentasi Yang Menarik Membuat Audiens Anda Mudah Memahaminya.

Slide presentasi yang membosankan yang berisi kalimat yang panjang-panjang akan membuat audiens Anda tidak mudah memahami apa yang Anda sampaikan. Sebaliknya, jika slide presentasi yang Anda buat merupakan slide presentasi yang menarik yang berisi keindahan dan dengan tampilan yang harmonis, maka hal itu akan membuat otak audiens Anda menjadi tercerahkan, sehingga akan mudah memahami apa yang Anda jelaskan.

Dalam menerima pesan presentasi, audiens Anda tentu berpikir untuk memproses informasi yang Anda sampaikan. Jika audiens Anda diberikan pilihan antara tugas yang mudah (presentasi yang didukung oleh slide yang menarik) dan tugas yang sulit (presentasi dengan slide yang membosankan), maka otak audiens Anda akan memilih tugas yang mudah. Akibatnya, audiens Anda akan mudah memahami apa yang Anda sampaikan.

Berikut ini adalah 3 contoh slide presentasi yang menarik.

Aspek # 3 : Kesalahan Dalam Mendesain Slide Presentasi

Banyak orang melakukan hal yang sama dalam membuat slide presentasi yang mana hal itu merupakan sebuah kesalahan. Bisa jadi kesalahan ini terjadi, karena mereka hanya sekadar membuat slide presentasi, tetapi tidak pernah membuat slide presentasi dengan pendekatan desain. Berikut ini diuraikan 10 kesalahan dalam mendesain slide presentasi, yaitu :

1.  Konten Presentasi Yang Tidak Sistematis.

Dalam hal ini pesan presentasi yang disampaikan dalam slide presentasi tidak diuraikan secara sistematis. Dengan pesan yang tidak sistematis, maka audiens Anda seakan dipaksa untuk mencari jejak tentang apa pesan utama yang ingin disampaikan kepada mereka.

Anda hendaknya mempersiapkan terlebih dahulu konten presentasi yang Anda ingin buat slide presentasinya. Coba Anda buat cerita dari presentasi Anda mulai dari awal hingga bagian penutupnya. Dengan membuat alur cerita yang sistematis dari konten presentasi Anda, maka audiens Anda akan mudah mengikuti presentasi Anda.

2.  Teks Dengan Kalimat Yang Panjang

Slide dengan kalimat yang panjang akan membuat audiens Anda cenderung untuk membacanya. Pada titik inilah audiens Anda akan terganggu, karena audiens Anda pada saat yang bersamaan mereka akan membaca slide Anda dan juga mendengarkan apa yang Anda sampaikan. Hal ini akan membuat audiens Anda tidak fokus, karena cara kerja otak dari audiens Anda tidak mungkin melakukan dua hal dalam waktu yang bersamaan.

Karena itu, Anda mesti persingkat kalimat yang Anda tuliskan. Gunakan kata kunci yang menjadi kekuatan dalam kalimatnya. Sederhanakan pesan yang rumit untuk memberikan dampak yang tak terlupakan.

3.  Menggunakan Bullet Point.

Hindari bullet point dalam membuat slide presentasi Anda. Slide presentasi yang dibuat tanpa menggunakan bullet point akan membuat audiens Anda mudah mengingat point slide presentasi Anda.

Untuk menghindari bullet point, maka Anda bisa memilih point utama yang akan Anda tampilkan dan buang kata-kata lainnya. Dan, Anda dapat juga menambahkan icon dan gambar yang relevan yang terkait dengan point utama tersebut untuk memperindah tampilan slide presentasi Anda.

4.  Teks Berukuran Kecil.

Ukuran font yang kecil akan menjadikan pesan presentasi yang Anda tampilkan tidak mudah ditangkap oleh mata audiens Anda karena sulit terbaca. Hanya dengan memperbasar ukuran teks beberapa point, maka teks yang tertulis dalam slide presentasi akan menjadi jelas. Dan tentunya teksnya akan mudah terbaca dengan baik saat diproyeksikan.

5.  Slide Yang Tidak Visual.

Slide yang menarik adalah selain indah, slide tersebut juga memiliki kesan yang visual. Bukan slide presentasi yang dipenuhi oleh teks atau kalimat penjelasan yang sebenarnya bisa Anda utarakan sendiri.

Slide yang kuat secara visual akan mampu memunculkan emosi, rasa penasaran, dan perhatian audiens untuk mengikuti presentasi Anda sampai akhir. Dan juga mampu membuat audiens Anda untuk melakukan action terhadap apa yang Anda sampaikan.

6.  Gambar Yang Menggantung

Gambar yang menggantung adalah gambar tersebut melayang. Tampak bahwa gambar tersebut tidak terlihat natural. Hal ini sering terjadi ketika Anda telah melakukan remove background dari latar belakang sebuah obyek dari gambar. Oleh karena itu, Anda mesti memastikan bahwa gambar yang Anda tempatkan pada slide presentasi berada pada ujung slide.

7.  Gambar Memunggungi Tulisan

Ketika kita membuat slide presentasi yang berisi teks, maka seharusnya kata-kata itu keluar dari lisan kita bukan ? Teks berada pada posisi di depan, sementara gambar berada pada posisi di belakang.

Oleh karena itu, agar terlihat natural, maka letakkan teks itu di depan gambar, bukan memunggungi gambar.

8.  Warna Yang Menyakitkan Mata.

Pernahkan Anda melihat slide di bawah ini di bagian yang sebelah kiri ? Apa yang Anda rasakan ? Mata Anda akan perih melihat slide presentasi tersebut. Berbeda ketika Anda melihat slide presentasi yang sebelah kanan. Mata Anda akan enak untuk melihat slide presentasi tersebut.

Karena itu, dalam mendesain slide presentasi, maka Anda perlu menggunakan warna yang kontras. Dengan menggunakan warna yang kontras, maka mata Anda akan lebih nyaman untuk melihat slide presentasi tersebut.

9.  Obyek Slide Presentasi Asal Letak.

Obyek slide presentasi seperti gambar yang dimasukkan ke dalam slide presentasi hanya sekadar untuk memenuhi ruang kosong. Slide presentasi yang terletak pada bagian sebelah kiri tampak tidak menarik dibandingkan dengan slide presentasi yang terletak pada bagian sebelah kanan. Hal ini karena slide presentasi yang sebelah kiri penempatan obyek slide presentasi tampak tidak harmonis dibandingkan dengan penempatan obyek slide presentasi yang sebelah kanan.

10.  Animasi dan Transisi Yang Terlalu Banyak.

Jika Anda menggunakan hampir semua animasi dan transisi yang disediakan oleh Microsoft Point, maka hal itu akan membuat audiens Anda terganggu untuk menerima pesan presentasi yang Anda sampaikan.

Animasi yang tidak perlu seperti blinking text, bouncing, dan lainnya akan membuat slide presentasi Anda terlihat tidak professional. Oleh karena itu, gunakan animasi seperlunya saja agar slide presentasi anda efektif. Juga, Anda perlu menggunakan transisi yang secukupnya agar pesan presentasi Anda bisa tersampaikan.

Demikianlah, 3 aspek mengenai slide presentasi yang perlu Anda ketahui.

Pertama, Anda perlu mengetahui peran slide presentasi. Kedua, Anda perlu mengetahui mengapa harus mendesaian slide presentasi yang menarik. Ketiga, Anda perlu mengetahui kesalahan dalam mendesain sllide presentasi.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

Penerapan Grid System Untuk Mengorganisasikan Konten Presentasi Dalam Merancang Slide Presentasi Yang Menarik

Apakah Anda ingin membuat slide presentasi yang memudahkan Anda untuk menempatkan elemen desain seperti teks, gambar dan obyek lainnya ?

Apakah Anda ingin membuat slide presentasi yang tampak harmonis ?

Apakah Anda ingin membuat slide presentasi yang kelihatan indah ?

Apakah Anda ingin membuat slide yang tampilannya lebih bervariasi ?

Untuk menghasilkan slide presentasi seperti itu, bukan hasil dari suatu kebetulan, tetapi hasil dari sebuah desain yang direncanakan.

Untuk itu, Anda memerlukan sebuah sebuah tool yang dinamakan grid system, disamping Anda juga perlu mengetahui prinsip dan elemen desain serta fitur power point dan teknik kreatif dalam membuat slide presentasi.

Grid system adalah garis-garis vertikal dan horisontal yang membentuk daerah segi empat yang Anda buat pada slide presentasi Anda yang Anda gunakan untuk mengorganisasikan elemen desain slide presentasi Anda. Setiap daerah segi empat tersebut merupakan sebuah wadah untuk menempatkan elemen desain seperti blok dari teks, gambar atau obyek lainnya.

Garr Reynolds (2010) menyebutkan bahwa sebuah grid memberikan sebuah struktur untuk menempatkan elemen dan menghubungkan elemen desain untuk menghasilkan kejelasan dan keterhubungan yang lebih baik.

Ketika sebuah grid bekerja dengan baik, maka elemen dalam sebuah desain terasa seperti mereka bagian dari keseluruhan slide. Menggunakan sebuah grid dapat membantu Anda membangun sebuah hirarki yang sederhana dan jelas di antara elemen.

Menggunakan sebuah grid tidak berarti bahwa desain slide presentasi menjadi kaku dan membosankan. Malahan, Anda mempunyai kebebasan untuk menjadi kreatif dalam menyusun letak elemen desain yang ada di dalam slide presentasi Anda.

Menggunakan sebuah grid dalam desain slide presentasi memberikan Anda kemudahan dalam menyusun elemen desain dan puncaknya kebebasan yang lebih untuk bereksperimen dengan elemen tersebut dalam menyusun pesan presentasi Anda. Dengan menggunakan grid, maka desain slide presentasi Anda akan tampak jelas dan harmonis.

Selain itu, Nancy Duarte (2008) menjelaskan bahwa penggunaan grid memberikan sebuah cara yang fleksibel untuk mengorganisasikan konten slide presentasi Anda.

Menempatkan obyek di dalam grid akan menjaga posisi elemen desain, sehingga mereka tidak tampak seperti dalam posisi yang acak-acakan. Keteraturan ini membantu audiens mengidentifikasi pola konten presentasi yang disajikan.

Selain itu, grid memastikan bahwa di beberapa slide dengan tata letak yang sama, maka elemen desain akan tampak tidak melompat. Misalnya, jika ada grafik yang dibuat dalam slide yang berurutan, maka lokasi sumbu tetap konstan meskipun data berubah.

Grid juga membantu karyawan perusahaan mendesain slide presentasi dimana ribuan karyawan mengembangkan slide secara mandiri. Karyawan perusahaan mendapat manfaat dari penggunaan kembali grid yang telah dibuat.

Untuk mempercepat pengembangan presentasi Anda di masa mendatang, maka simpan grid yang telah Anda buat sebagai alat bantu. Anda dapat menyimpannya ke dalam file yang baru atau menyimpannya pada bagian paling belakang dari slide presentasi yang telah Anda buat.

Berikut ini adalah contoh dari grid system yang terdiri dari 3 kolom dan 3 baris.

Jika kita mengelaborasi lebih lanjut, maka anatomi dari grid system di atas menurut Lia Anggraini dan Kirana Nathalia (2020) dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Format.

Format adalah area dimana nantinya desain akan berada. Jika dikaitkan dengan slide presentasi, maka format ini menggambarkan ukuran slide. Jika melihat gambar di bawah ini, maka Format adalah area di dalam garis kotak hitam.

2. Margins

Margins adalah ruang negatif (white space) antara sisi luar format dan batas luar konten. Ruang kosong itu tidak harus warnanya putih.  Itu hanya sebutan saja, yang intinya adalah ruang kosong. Bisa menggunakan warna apa saja asalkan membantu memisahkan elemen yang berbeda dan kontras dengan elemen yang disorot atau elemen utama.

Margins yang lebih besar menciptakan banyak spasi. Selain itu, margins yang besar dapat membantu audiens memusatkan perhatian pada ruang positif (konten).

3. Modules (Modul)

Modules adalah unit ruang yang dibuat dari perpotongan kolom dan baris. Modules merupakan blok bangunan dasar dari grid, karena setiap elemen desain (teks, gambar atau obyek lainnya) yang sesuai masuk ke dalam modul.

4. Spatial Zone (Daerah Spasial)

Daerah spasial adalah bidang modul yang berdekatan. Setiap bidang dapat diberikan fungsi tertentu dalam desain slide presentasi. Sebagai contoh, sebuah bidang horisontal yang panjang dapat digunakan untuk menempatkan gambar horintal yang panjang. Sementera itu, sebuah bidang vertikal yang panjang dapat digunakan untuk membuat blok teks yang panjang.

5. Columns (Kolom).

Kolom adalah daerah spasial yang berbentuk vertikal.

6. Rows (Baris).

Rows adalah daerah spasial yang berbentuk horisontal.

7. Gutters.

Gutters adalah ruang yang memisahkan kolom dan baris. Dengan adanya gutters, maka  ruang kosong antara kolom dan baris akan tercipta.

Grid system yang dibuat menjadi dasar dari layout slide presentasi. Dan kotak yang ditampilkan pada grid system tersebut merupakan implementasi dari desain slide presentasi.

Kotak yang ditampilkan pada 3 gambar di bawah ini adalah contoh layout yang dibentuk dari grid system yang terdiri dari 3 kolom dan 3 baris.

Kotak yang dibuat di atas mengalami penyesuaian, tidak seperti yang dijelaskan pada konsep anatomi grid system di atas Penyesuaian tersebut dilakukan untuk menjaga tampilan slide agar menjadi indah.

Tentu saja, sesuai dengan konten yang Anda miliki, maka Anda dapat membuat berbagai macam variasi kotak pada grid system yang direncanakan, selain seperti 3 gambar di atas.

Dalam implementasinya untuk penempatan elemen desain pada 3 layout presentasi di atas, misalnya Anda dapat menempatkan teks dalam kotak yang berwarna abu-abu muda. Sementara pada kotak yang bewarna abu-abu tua, Anda dapat menempatkan gambar.

Anda perhatikan 3 contoh dari layout presentasi di atas. Setiap blok kotak dibuat untuk menempatkan teks dan gambar, maka struktur dasar dari grid system nya yang terdiri dari 3 kolom dan 3 baris tetap tidak berubah.

Untuk memberikan pemahaman dalam menerapkan grid system untuk membuat slide presentasi yang menarik, mari kita perhatikan 3 contoh berikut di bawah ini.

Contoh Penerapan Grid System # 1 :

Pada grid di atas, Anda dapat meletakkan gambar pada kotak yang berwarna abu-abu tua dan teks pada kotak yang berwarna abu-abu muda. Hasil dari penempatan elemen desain pada grid di atas menghasilkan gambar seperti di bawah ini.

Contoh Penerapan Grid System # 2 :

Pada grid di atas, Anda dapat meletakkan gambar pada kotak yang berwarna abu-abu tua. Sementara itu, teks dapat Anda letakkan pada kotak yang berwarna abu-abu muda. Hasil dari penempatan elemen desain pada grid di atas menghasilkan gambar seperti di bawah ini.

Contoh Penerapan Grid System # 3 :

Pada grid di atas, Anda dapat meletakkan gambar pada kotak yang berwarna abu-abu tua, sedangkan teks dapat Anda letakkan pada kotak yang berwarna abu-abu muda. Hasil dari penempatan elemen desain pada grid di atas menghasilkan gambar seperti di bawah ini.

Dengan menggunakan grid system untuk membuat slide presentasi Anda, maka Anda mendapatkan variasi dari penempatan elemen desain. Anda dapat membuat bermacam-macam variasi kotak untuk penempatan elemen desain. Dengan membuat hal itu, maka Anda akan menghasilkan slide presentasi yang tidak membosankan dimana Anda hanya meletakkan gambar di sebelah kiri dan teks di sebelah kanan atau sebaliknya.

Demikianlah, penerapan grid system untuk mengorganisasikan konten presentasi dalam merancang slide presentasi yang menarik.

Dengan menggunakan grid system dalam membuat slide presentasi Anda, maka hal itu akan memberikan Anda kerangka kerja yang memudahkan Anda untuk menempatkan elemen desain seperti teks, gambar dan obyek lainnya. Selain itu, Anda dapat membuat slide presentasi yang tampak harmonis. Tambahan pula, slide presentasi yang Anda buat akan terlihat indah. Dan juga Anda akan menghasilkan slide presentasi yang lebih bervariasi tampilannya.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.