PRESENTER MAP

Sebuah Sistem Yang Dapat Membantu Anda Untuk Mempersiapkan KONTEN PRESENTASI Yang Menarik dan Bermanfaat Bagi Audiens Anda

4 Jenis Alur Cerita Presentasi Yang Dapat Mengubah Audiens Anda

Apakah Anda pernah mengikuti sebuah presentasi dimana Anda merasa kebingungan dan berpikir, sampai dimana sekarang ini ya ?

Apa kaitan antara slide yang baru disampaikan oleh presenter dengan slide sebelumnya ?

Sampai di akhir presentasi Anda juga masih bertanya, “Apa yang sebetulnya ingin disampaikan oleh presenter ?”

Jika Anda mengalami hal tersebut, maka besar kemungkinan presentasi yang disusun oleh presenter tidak memiliki alur cerita presentasi yang baik.

Mengapa alur cerita presentasi atau cara pengorganisasian materi dari suatu presentasi itu sangat penting ?

Karena agar pesan presentasi bisa diterima dengan baik oleh audiens Anda. Untuk itu, maka pesan tersebut harus disajikan dengan runtut dan rasional.

Audiens harus mampu memahami runtutan cara berpikir Anda dan merasa bahwa apa yang Anda sampaikan adalah rasional.

Dan Roam dalam bukunya yang berjudul Show and Tell: How Everybody Can Make Extraordinary Presentations menjelaskan bahwa ada 4 jenis alur cerita (storyline) dalam presentasi.

Mari kita bahas satu per satu 4 jenis alur cerita presentasi tersebut.

Alur Cerita # 1 : Laporan

Laporan menjelaskan data. Dengan sebuah laporan, kita mengubah informasi audiens kita.

Sebuah laporan yang biasa-biasa menyampaikan data. Laporan adalah presentasi yang paling sering kita lakukan. Mereka yang paling sering gagal.

Mengapa ?

Karena kebanyakan laporan mengatakan kepada kita apa yang kita sudah tahu, kemudian menambah sesuatu yang kita tidak tahu. Mereka ditulis untuk menghilangkan suatu kejutan. Itu yang merupakan hal yang kurang mengesankan.

Sebuah laporan yang bagus menyampaikan data menjadi lebih hidup. Ketika kita menyampaikan sebuah laporan yang tepat, maka kita menyampaikan lebih dari sekedar fakta. Kita menyampaikan laporan dalam sebuah cara yang memberikan makna, membuat data mudah diingat, dan membuat audiens kita perhatian.

Laporan perlu menyajikan data untuk memberikan wawasan dan menjadi pengingat yang baik. Cara yang sangat mudah untuk melakukannya adalah dengan menggunakan 6 cara berpikir.

6 cara berpikir adalah suatu model yang mengatakan bahwa kita dapat memecah hampir semua ide, masalah atau cerita menjadi enam mode informasi yang berbeda namun saling melengkapi, yaitu : siapa dan apa yang kita bicarakan; dimana mereka berada; kapan itu terjadi; berapa banyak; bagaimana mereka berinteraksi; dan mengapa bisa seperti ini.

6 cara berpikir adalah sebuah alat. Pikiran kita bekerja melalui 6 mode tersebut sepanjang waktu. Mereka bertindak sebagai struktur yang mendasari yang kita gunakan untuk memahami, mengenal dan mengingat hampir semua yang kita pelajari.

Setiap laporan yang bagus adalah variasi dari 6 mode alur cerita, yaitu :

  1. Why are we here ? (Mengapa kita disini) ?
  2. Who and what are we going to be talking about ? (Siapa dan apa yang akan kita bicarakan) ?
  3. Where are they located ? Where are they going ? (Dimana mereka berlokasi ? Kemana mereka akan pergi) ?
  4. When do they interact ? (Kapan mereka berinteraksi ?)
  5. How does it occur ? (Bagaimana hal itu terjadi ?)
  6. How much ? (Berapa banyak jumlahnya ?)

Alur Cerita # 2 : Penjelasan

Kebanyakan presentasi diberikan pada sebuah konferensi atau dalam kelas dimaksudkan untuk mengubah kemampuan audiens untuk menjelaskan apa yang terjadi, memberikan wawasan baru atau menunjukkan sebuah cara baru untuk melakukan sesuatu.

Presentasi yang terkait dengan penjelasan dapat berupa pelatihan, menjelaskan sebuah paper, memperkenalkan sebuah proses, seminar perbaikan diri, atau penjualan.

Penjelasan membawa kita kepada sebuah tingkat pemahaman yang baru.

Penjelasan yang bagus membawa kita kepada tingkatan baru dalam 3 cara. Pertama, setiap langkah adalah kecil. Informasi baru datang dalam potongan demi potongan dan kita tidak melanjutkannya sampai kita memahaminya.

Kedua, setiap langkah membawa kita langsung ke langkah selanjutnya. Kita mulai di sini yang membawa kita ke sana, lalu kita menambahkan itu, yang kita akhiri dengan ini.

Ketiga, setiap langkah ditandai. Kita menyediakan peta seluruh rute terlebih dahulu, kita melihat pratinjau langkah-langkahnya, dan rambu-rambu saat kita melangkah. Ketika kita mencapai ujung, kita mempunyai kemampuan baru.

Penjelasan yang baik mengikuti alur cerita langkah demi langkah, yaitu :

  1. The Lay of the Land (Gambaran keadaan). Di mana kita sekarang, ke mana akan pergi dan apa yang ada antara disini dan disana.
  2. Our roadmap (Peta jalan kita). Ini adalah rute yang akan kita ambil untuk mencapai tujuan kita.
  3. Our first step (Langkah pertama kita). Setiap perjalanan mulai dengan sebuah langkah, dan ini adalah langkah pertama kita.
  4. Our next step (Langkah kita selanjutnya). Ini adalah langkah selanjutnya … dan selanjutnya, dan seterusnya.
  5. Almost there (Hampir sampai). Kita hampir tiba disana. Mari kita lihat kembali berapa jauh kita telah melangkah.
  6. We’ve arrived (Kita telah sampai). Kita berhasil. Kita seakarang mempunyai kemampuan baru.

Alur Cerita # 3 : Pitch

Pitch suatu presentasi yang menyampaikan masalah dan solusi, tetapi membutuhkan beberapa persuasi untuk meyakinkan audiens. Dengan pitch, kita mengubah tindakan audiens kita.

Pitch membuat kita melewati rintangan.

Contoh presentasi pitch adalah pitch penjualan, meminta uang, meminta bantuan atau meluncurkan sebuah produk.

Jika kita melakukan pitch yang benar, maka kita membuat sebuah pitch dengan membangun kesamaan dengan audiens kita, menyebutkan sebuah masalah yang kita semua ketahui dan kemudian memberikan sebuah solusi yang memperbaiki, menghilangkan atau melewati masalah.

Jika pitch kita meyakinkan, maka audiens kita membeli ide kita dan menerima tindakan yang kita sarankan.

Pitch mempunyai alur cerita seperti berikut ini, yaitu :

  1. Windup. Kita mulai dengan ringkasan cepat dimana kita sekarang ini.
  2. Hurdle. Kita memperkenalkan sebuah masalah yang kita hadapi.
  3. Vision. Kita menunjukkan cara untuk mengatasi masalah tersebut.
  4. Options. Kita menghadirkan dua cara untuk mencapai visi, yaitu cara yang membosankan dan cara yang menginspirasi.
  5. Close. Kita menunjukkan mengapa opsi yang menginspirasi benar-benar merupakan pilihan satu-satunya.
  6. Fine print. Dengan audiens yang bergairah, kita menjelaskan bagaimana kita dapat membuat hal itu dapat terjadi.
  7. Hook. Kita akhiri dengan penyampaian keuntungan tambahan.

Alur Cerita # 4 : Drama

Drama membawa kita pada sebuah perjalanan. Pertama, membuat kita menangis, kemudian membuat kita tertawa. Dengan sebuah drama, kita mengubah keyakinan audiens kita.

Drama menghancurkan hati kita, lalu memperbaikinya.

Sebagian besar presentasi yang diberikan sebagai ceramah konferensi, atau TED talk dimaksudkan untuk mengubah keyakinan audiens, yaitu : untuk membantu audiens melihat dunia secara berbeda, menjadi orang yang lebih baik, memiliki kasih sayang atau pengertian yang lebih besar.

Drama adalah petualangan dan pelajaran hidup yang semuanya digabung menjadi satu. Drama adalah nenek dari semua presentasi.

Meskipun masing-masing cerita berbeda, semuanya memiliki dua kesamaan. Pertama, mereka mengatakan yang sebenarnya. Dan kedua, mereka mengatakannya menurut satu struktur klasik.

Struktur klasik dari drama yang bagus mengikuti alur cerita berikut ini, yaitu :

  1. One fine day. Mungkin segala sesuatu tidak sempurna, tetapi kita melakukan sesuatu yang baik.
  2. The Challenge. Entah dari mana muncul masalah yang tidak bisa kita abaikan.
  3. Descending crisis. Saat kita bergumul dengan masalah ini, segalanya berubah dari buruk menjadi lebih buruk sampai kita mencapai titik terendah.
  4. Rock bottom. Kita berbaring di sana menunggu akhir. Semua harapan hilang.
  5. The Discovery. Tunggu sebentar, apa ini ? Kita tiba-tiba melihat jalan keluar.
  6. The Rise. Melalui kemampuan yang kita tidak pernah tahu kita miliki, kita berjuang untuk kembali ke permukaan,
  7. The Return. Kita tidak hanya membuatnya pulang, kita menerobos ke dalam dunia yang sama sekali baru.
  8. The Lesson. Kita mendapatkan hadiah baru yang tidak akan pernah kita lupakan.

Demikianlah, 4 jenis alur cerita presentasi yang perlu Anda ketahui untuk mempersiapkan presentasi Anda. Pertama, laporan. Kedua, penjelasan. Ketiga, pitch. Keempat, drama.

Satu pemikiran tentang alur cerita presentasi adalah alur cerita mana pun yang kita pilih, maka itu berfungsi sebagai tali penuntun dari pikiran kita ke pengalaman audiens kita. Sebagai presenter, adalah tugas kita untuk menjaga agar alur cerita presentasi kita tetap pada jalurnya. Oleh karena itu, gunakanlah salah satu dari 4 jenis alur cerita di atas untuk presentasi Anda selanjutnya.

3 Aturan Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Membuat Presentasi Yang Luar Biasa

Sebagai presenter, tujuan kita adalah sederhana, yaitu membantu orang lain melihat apa yang kita lihat.

Untuk melakukan hal itu, maka kita perlu menghibur, mendidik, membujuk, memotivasi dan akhirnya mengubah audiens kita. Dengan kata lain, kita membuat dan menyampaikan sebuah laporan, penjelasan, pitching atau cerita, sehingga audiens kita melihat sesuatu seperti yang kita lihat.

Itu tampaknya sangat sederhana.

Pertanyaannya : jika presentasi itu sangat mudah, mengapa sangat sulit untuk dilakukan ?

Dan Roam yang menulis buku “Show and Tell : How Everybody Can Make Extraordinary Presentations” menjelaskan bahwa kita sulit melakukan presentasi, karena kita lupa untuk menunjukkan (show) dan menjelaskan (tell)

Dan Roam mengatakan ada 3 aturan yang perlu Anda ketahui untuk membuat presentasi yang luar biasa.

Mari kita bahas satu per satu.

Aturan # 1 : Mengatakan Yang Sebenarnya

Ketika kita mengatakan kebenaran dalam sebuah presentasi, ada 3 hal baik yang terjadi. Kita terhubung dengan audiens kita, kita menjadi bergairah, dan kita menemukan kepercayaan diri.

Pimpinlah dengan kebenaran dan hati akan mengikuti.

Apakah itu presentasi yang luar biasa ?

Presentasi yang luar biasa adalah presentasi yang dapat mengubah orang lain.

Apakah yang membuat orang berubah ?

Yang membuat orang berubah adalah kebenaran.

Tidak ada cara yang lebih cepat untuk membangun kepercayaan dengan audiens kita selain mengatakan yang sebenarnya. Dan, tidak ada cara yang lebih cepat untuk menghilangkan audiens kita selain omong kosong atau tidak benar sama sekali.

Dikatakan bahwa ada lebih dari satu jenis kebenaran.

Kepala kita berkata : saya pikir ini benar (kebenaran intelektual). Hati kita berkata : saya percaya ini benar (kebenaran emosional). Data kita mengatakan : fakta memberi tahu saya bahwa ini benar (kebenaran faktual).

Ketiga kebenaran itu hidup di dalam diri kita sepanjang waktu. Misalnya, kita mungkin melihat ini dan berkata : gelasnya setengah ….

Data mengatakan kepada saya : volume oksigen = 2 in3 dan volume air = 2 in3. Kepala saya mengetahui : gelas yang setengah penuh adalah sumber harapan. Gelas yang setengah kosong adalah sumber keputusasaan. Hati saya yakin : gelas setengah penuh.

Sebagai presenter, pertanyaan pertama yang perlu kita tanyakan kepada diri kita sendiri adalah untuk topik ini, untuk audiens, dan untuk diri saya sendiri kebenaran mana yang harus saya katakan ?

Ada sebuah cara yang sederhana untuk menjawab pertanyaan ini. Kita menyebutnya dengan Bucket Rule.

Semua presentasi terdiri dari hanya 3 elemen, yaitu ide kita, diri kita dan audiens kita.

Itu adalah 3 bucket kita. Tugas kita adalah mengaturnya. Selanjutnya, kita mengisinya dengan kebenaran kita.

Bucket # 1 adalah ide saya. Ide saya dapat berupa keyakinan, pesan, konsep, produk, pelajaran dan penemuan saya. Jika saya memiliki semua kebebasan di dunia untuk mengatakan dengan tepat apa yang saya inginkan, maka apa yang benar-benar ingin saya katakan ?

Bucket # 2 adalah diri saya. Siapa saya ? Diri saya bisa pendiam, kocak, serius, keras atau emosional. Siapa saya sebenarnya (atau siapa yang paling saya inginkan) ketika saya membagikan ide ini ? Apakah saya senang membagikannya atau sedih ? Apakah saya yakin atau tidak yakin ? Apakah saya orang yang percaya atau skeptis?

Untuk diri saya ini, apa yang paling saya inginkan agar diingat oleh audiens tentang saya ?

Bucket # 3 adalah audiens saya. Siapa mereka ? Mereka bisa pemimpin, para ahli, teman atau pengikut. Siapa orang-orang di sisi lain dari ide saya ? Apa yang membuat mereka tergerak ? Kebutuhan apa yang mereka miliki ?

Jika presentasi saya dapat mengubah mereka hanya dengan satu cara, maka apakah perubahan itu ?

Misalnya, bayangkan kita ingin memperkenalkan aplikasi media sosial baru kita kepada seorang pemodal ventura. Inilah cara kita mengatur bucket kita.

Bucket 1 adalah twitter untuk berbelanja; mode a: khusus keluarga; mode b: hanya teman; pembelian online; beli apa saja di aplikasi.

Bucket 2 adalah saya ahlinya; tapi saya tetap rendah hati; saya butuh uang mereka; saya punya pilihan lain; saya sangat menyukai produk ini.

Bucket 3 adalah investor berpengalaman; mereka telah melihat semuanya; mereka membutuhkan kemenangan baru; mereka mendukung twitter; mungkin mereka berumur 30-40-an.

Dari pemikiran cepat di atas, presentasi kita mulai terbentuk.

Ini adalah fakta yang saya akan bagikan, yaitu : twitter untuk berbelanja; pembelian online; mode a: khusus keluarga; beli apa saja di aplikasi; mode b: hanya teman.

Ini adalah apa yang saya akan katakan tentang diri saya, yaitu : saya sangat menyukai produk ini; saya ahlinya; tapi saya tetap rendah hati; saya butuh uang mereka; saya punya pilihan lain.

Ini adalah bagaimana saya akan mengemasnya untuk audiens saya, yaitu : anda investor berpengalaman; mereka telah melihat semuanya; tetapi ini bisa jadi sangat besar; ingat twitter ?; bayangkan untuk keluarga Anda.

Potongan-potongan di atas mulai bersatu, tetapi jalan di depan tetap tidak jelas. Aturan # 2 akan membantu kita memperbaikinya.

Sebagai ringkasan, mengisi bucket dengan kebenaran membantu kita untuk mengumpulkan potongan-potongan ide kita, membuat kepercayaan diri kita, dan mengenal audiens kita.

Aturan # 2 : Mengatakan Dengan Sebuah Cerita

Pimpinlah dengan sebuah cerita dan pemahaman akan mengikuti.

Ada empat jenis presentasi. Pertama, presentasi yang mengubah informasi audiens. Kedua, presentasi yang mengubah kemampuan audiens. Ketiga, presentasi yang mengubah tindakan audiens. Dan, keempat, presentasi yang mengubah keyakinan audiens.

Presentasi yang sukses dibangun oleh sebuah alur cerita yang jelas. Alur cerita adalah tulang punggung presentasi.

Mengapa ?

Alur cerita yang jelas adalah pertahanan terbaik bagi kita untuk melawan kebingungan. Alur cerita yang jelas memudahkan audiens untuk menerima dan memahami pesan kita.

100 % dari semua presentasi dapat dibangun oleh 4 alur cerita, yaitu report, explanation, pitch, drama.

Report menyampaikan fakta. Explanation mengajarkan kemampuan baru. Pitch merekomendasikan sebuah tindakan atau solusi baru. Dan, drama menginspirasi keyakinan baru atau sebuah cara untuk melihat dunia.

Esensinya adalah report menghidupkan data. Dengan sebuah laporan, kita mengubah informasi audiens. Sebuah laporan yang baik menyampaikan fakta. Sebuah laporan terbaik membuat fakta mempunyai arti yang dalam dan mudah diingat.

Explanation menunjukan kita bagaimana. Dengan sebuah explanation, kita mengubah kemampuan audiens. Sebuah explanation yang baik membawa audiens kita kepada tingkatan yang baru. Sebuah explanation yang terbaik membuat audiens mudah melakukannya.

Pitch membuat kita melewati rintangan. Dengan sebuah pitch, kita mengubah tindakan audiens kita. Sebuah pitch yang baik memberikan audiens kita sebuah solusi untuk sebuah masalah. Sebuah pitch yang terbaik membuat solusi tidak dapat ditolak.

Drama itu menghancurkan hati kita, lalu menambalnya. Dengan sebuah drama, kita mengubah keyakinan audiens kita. Sebuah drama yang bagus membuat kita merasakan perjuangan seseorang. Sebuah drama yang hebat membuat kita merasa perjuangan adalah milik kita sendiri.

Setiap alur cerita berbeda, tetapi mereka mempunyai dua hal yang sama. Pertama, mereka mempunyai awal dan akhir. Salah satu alasan banyak presentasi gagal adalah karena presentasi tidak kemana-mana. Presentasi yang bagus selalu bergerak maju.

Kedua, titik akhir selalu lebih tinggi dari titik awal. Alasan lain presentasi gagal adalah karena mereka tidak memicu perubahan apa pun. Presentasi yang bagus selalu bergerak naik.

Dengan kata lain, presentasi yang luar biasa dimulai dengan mengetahui seberapa jauh dan seberapa tinggi kita ingin membawa audiens kita.

Semua alur cerita mempunyai komponen yang sama. Alur cerita seperti makhluk hidup dan bernapas yang menggerakkan ide kita dari awal hingga akhir.

Alur cerita memiliki tulang punggung yang mendorong presentasi kita maju dan mempunyai kaki yang mendukung tulang punggung yang memberikan detail dan warna.

Alur cerita kita adalah arsitektur pesan yang mendasari presentasi (presentation’s underlying message architecture/PUMA).

PUMA mempunyai kepala (main idea), tulang punggung (main storyline), kaki (supporting ideas), dan ekor (one last hook).

Coba pikirkan PUMA sebagai bentuk dari alur cerita kita. Kita mulai dengan ide utama, kita membangun tulang punggung dari alur cerita utama, kita mendukung tulang punggung dengan rincian, dan kita akhiri dengan sebuah hook.

Aturan # 3 : Mengatakan Cerita Dengan Gambar

Pimpinlah dengan mata dan pikiran akan mengikuti.

Lebih banyak otak kita didedikasikan untuk penglihatan dari pada hal lain yang kita lakukan.

Pikiran visual kita tidak pernah tidur. Jika mata kita tidak memiliki sesuatu yang menarik untuk dilihat, maka pikiran kita akan melanglang buana.

Jika kita mempunyai sesuatu yang menarik untuk dilihat, maka pikiran kita akan fokus.

Dan apa yang paling ingin kita lihat ?

Jawabannya adalah gambar.

Menurut penelitian dalam bidang neurobiologi, jalur visual utama yang digunakan mata kita untuk memantau dunia melalui enam mode.

Ini berarti sesuatu yang sangat kuat. Untuk mengilustrasikan setiap cerita, kita perlu hanya 6 gambar.

Pertama, portrait untuk menunjukan pemain dan objek. Kedua, chart untuk menunjukan berapa banyak. Ketiga, map untuk menunjukan lokasi. Keempat, timeline untuk menunjukan urutan dalam waktu. Kelima, flowchart untuk menunjukan rantai penyebab, akibat dan pengaruh. Keenam, equation untuk menunjukan moral dari cerita.

Gambar yang ideal sesederhana kalimat yang jelas. Gambar itu memasuki mata kita dan menjelaskan sebuah cerita. Gambar itu tidak membutuhkan banyak perhatian pada dirinya sendiri.

Untuk membantu, kita harus membatasi detail, warna, bayangan, dan efek tiga dimensi. Hal itu cenderung menarik perhatian pada gambar dari pada ide.

Gambar yang ideal hanyalah inti dari sebuah ide yang langsung terlihat, dan tidak lebih.

Demikianlah, 3 aturan yang perlu Anda ketahui untuk membuat presentasi yang luar biasa.

Pertama, Mengatakan Yang Sebenarnya.

Kedua, Mengatakan Dengan Sebuah Cerita.

Ketiga, Mengatakan Cerita Dengan Gambar.

Di setiap presentasi, audiens kita menginvestasikan sebagian dari hidup mereka pada kita.

Mari kita beri mereka pertunjukan.

Pada akhirnya, presentasi adalah hal yang sederhana. Kita hanya mencoba memasukkan apa yang kita pikirkan ke dalam benak audiens kita secepat, sejelas, dan seyakin yang kita mampu.

Hadiah terbaik yang bisa kita berikan untuk diri kita sendiri adalah belajar bagaimana menunjukkan (show) dan menjelaskan (tell).

Hadiah terbaik yang bisa kita berikan pada audiens kita adalah presentasi yang luar biasa. Oleh karena itu, coba terapkan 3 aturan di atas untuk membuat presentasi yang luar biasa bagi audiens untuk presentasi Anda selanjutnya.

 

 

 

 

3 Aspek Kunci Bagaimana Anda Dapat Menyampaikan Presentasi Online Secara Meyakinkan

Masa pandemi virus corona menuntut banyak pekerjaan untuk dilakukan secara online. Tidak terkecuali presentasi. Itulah mengapa berbagai aplikasi webinar mulai masif digunakan dalam beberapa waktu belakangan ini.

Meskipun tampak lebih mudah, presentasi online tentu berbeda dengan presentasi tatap muka. Ada tantangan tersendiri ketika Anda harus menyampaikan materi presentasi secara online, karena audiens Anda dapat terdistraksi untuk melakukan pekerjaan lainnya

Sekalipun ada tantangan yang Anda hadapi, tentu Anda ingin tampil secara meyakinkan dalam melakukan presentasi online.

Ada 3 aspek kunci yang perlu Anda ketahui dalam menyampaikan presentasi online secara meyakinkan.

Mari kita bahas satu per satu 3 aspek kunci tersebut.

Aspek Kunci # 1 : Latihan Terfokus

Matt Abrahams yang merupakan seorang Professor yang mengajar di Sekolah Pascasarjana Bisnis Universitas Stanford dimana dia mengajar dua kelas yang sangat populer yang berhubungan dengan Komunikasi Strategis dan Presentasi Virtual yang Efektif menyebutkan bahwa latihan merupakan hal yang sangat penting untuk menyampaikan presentasi yang efektif.

Namun, banyak presenter tidak berlatih dengan benar. Mereka hanya berlatih secara mental atau membolak-balik slide. Pendekatan pasif yang tidak benar-benar mensimulasikan kondisi presentasi.

Untuk berlatih secara efektif, Anda juga perlu berdiri dan menyampaikan presentasi Anda. Bahkan jika Anda melakukan presentasi secara online, Anda perlu secara fisik berdiri untuk memproyeksikan presentasi Anda secara efektif. Dari pada hanya memikirkan presentasi, berdiri dan mempraktekkan pidato Anda dapat membantu Anda mengingatnya.

Secara khusus, mendengar suara Anda sendiri dan menggunakan gerakan yang relevan dan sesuai akan dapat meningkatkan daya ingat Anda di kemudian hari. Anda akan mengingat lebih banyak karena citra mental dan latihan fisik Anda menggunakan jaringan saraf yang tumpang tindih di otak Anda, meningkatkan apa yang dikenal sebagai konsolidasi memori, atau proses dimana sebuah pikiran disatukan ke dalam memori jangka panjang Anda.

Salah satu teknik yang sangat berguna adalah latihan terfokus. Latihan ini dilakukan dengan melibatkan pengambilan satu aspek presentasi Anda secara bergantian. Misalnya, dimulai dari bagian pendahuluan. Bagian pendahuluan ini Anda latih berulang kali hingga Anda menjadi sangat terbiasa dan nyaman dengannya.

Anda jangan menghafal presentasi Anda, karena menghafal presentasi bisa membuat Anda blank.

Selanjutnya, jika Anda sudah menyelesaikan latihan di bagian pendahuluan, maka Anda dapat beralih ke aspek lain dari presentasi Anda, seperti bagian isi dan penutup.

Latihan terfokus memungkinkan Anda untuk merasa tidak terlalu cemas, karena Anda tidak harus mengeluarkan upaya mental yang berharga untuk memikirkan semua aspek tertentu dari presentasi Anda sekaligus.

Selain itu, lokasi tempat Anda berlatih presentasi perlu diupayakan di tempat dimana Anda akan melakukan presentasi atau setidaknya di tempat yang serupa. Misalnya, jika Anda akan memberikan presentasi di ruangan yang besar dengan jendela besar dimana orang-orang diam dan penuh perhatian, maka Anda perlu berlatih memberikan presentasi di ruangan besar dengan jendela.

Konteks dimana Anda berlatih membantu Anda mengingat dan akan meningkatkan kepercayaan diri Anda, karena lingkungan sekitar Anda akan terasa nyaman. Saran ini juga dapat digunakan untuk presentasi melalui Web atau telekonferensi. Berlatihlah di dalam ruangan dengan teknologi yang akan Anda gunakan. Faktanya, berlatih dengan teknologi terlebih dahulu selalu merupakan ide yang bagus.

Aspek Kunci # 2 : Antisipasi Pertanyaan

Pertanyaan yang muncul dari audiens pada saat sesi tanya jawab ketika Anda melakukan presentasi merupakan sesuatu hal yang mesti Anda hadapi. Sesi ini bisa jadi merupakan sesi yang paling menegangkan bagi Anda sebagai seorang presenter.  

Kenapa ?

Karena Anda kawatir jika Anda tidak memiliki jawaban atas apa yang ditanyakan oleh audiens Anda. Selain itu, Anda juga dapat mengalami kebingungan untuk menjawabnya karena Anda tidak tahu jawabannya.

Namun, jika Anda sukses melalui sesi tanya jawab ini dengan baik, maka sesi ini akan menjadi faktor pengungkit yang dapat meningkatkan kredibilitas Anda. Ketika Anda mampu menjawab pertanyaan dengan baik, maka audiens akan semakin percaya dengan kemampuan Anda.

Untuk menghadapi sesi tanya jawab, Anda perlu melakukan perkiraan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ditanyakan oleh audiens Anda dan Anda juga perlu menyiapkan jawabannya. Dalam mempersiapkan jawaban terhadap pertanyaan yang Anda perkirakan, maka Anda dapat menggunakan Teknik PREP (position, reason, elaboration, position).

Contohnya, topik presentasi Anda tentang “meningkatkan pertumbuhan bisnis”.

Jika Anda memperkirakan audiens Anda akan menanyakan “Apakah faktor yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis untuk dekade berikutnya ?, maka bentuk jawabannya dengan menggunakan teknik PREP akan terlihat seperti berikut ini :

Position :

Strategi membangun pengalaman pelanggan menjadi faktor yang sangat penting untuk pertumbuhan bisnis setidaknya untuk dekade berikutnya.

Reason :

Banyak laporan penelitian terbaru telah mengidentifikasi bahwa pengalaman pelanggan merupakan peluang yang paling menarik untuk bisnis di tahun-tahun mendatang.

Elaboration :

Laporan Tren Pemasaran Digital oleh Econsultancy menemukan bahwa pengalaman pelanggan adalah satu-satunya peluang paling menarik untuk pertumbuhan bisnis di tahun 2019.

Position :

Meluangkan waktu untuk membangun strategi pengalaman pelanggan yang efektif adalah peluang yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Dengan demikian, Anda dapat mengembangkan citra merek yang kuat dan memberikan pengalaman luar biasa yang membedakan Anda dari pesaing.

Dengan melakukan ini, maka Anda telah mengantisipasi pelaksanaan presentasi Anda yang juga tentu dapat mengurangi kecemasan Anda dalam menghadapi presentasi yang akan Anda lakukan.

Ketika Anda melakukan presentasi dan masuk ke dalam sesi tanya jawab, ada 3 tips yang dapat Anda gunakan dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh audiens Anda.

Aspek Kunci # 3 : Persiapkan dan Kuasai Teknologi

Untuk kelancaran presentasi online Anda, maka mempersiapkan konektivitas dengan mengecek koneksi jaringan internet adalah hal yang sangat krusial yang perlu Anda lakukan. Sebelum melakukan presentasi, pastikan kualitas jaringan internet sudah memadai.

Jika ragu, lakukan pengetesan dengan melakukan video konferensi bersama tim Anda sebelum Anda benar-benar tampil pada presentasi online.

Selain jaringan internet, Anda juga perlu memeriksa kesiapan pendukung lainnya seperti earphone atau headset yang dilengkapi dengan microphone untuk menghasilkan suara yang lebih jernih. Jika Anda menggunakan laptop, maka daya baterai laptop Anda juga harus dalam kondisi terisi penuh.

Tambahan pula, untuk kelancaran presentasi online Anda, maka Anda perlu memahami perangkat lunak atau aplikasi yang Anda gunakan. Pahami berbagai fitur-fitur yang akan sangat berguna untuk mendukung presentasi online Anda. Selama presentasi online, fitur video Anda harus dinyalakan agar semua audiens bisa melihat Anda sebagai pembicara. Dengan melihat secara visual, maka materi yang disampaikan akan lebih mudah dipahami.

Demikianlah, 3 aspek kunci bagaimana Anda dapat menyampaikan presentasi online secara meyakinkan.

Pertama, Latihan Terfokus.

Kedua, Antisipasi Pertanyaan.

Ketiga, Persiapkan dan Kuasai Teknologi.

Intinya, agar presentasi online Anda terlihat meyakinkan, maka Anda harus menyiapkan semuanya dengan baik. Dengan melakukan persiapan tersebut, maka kecemasan Anda dalam menghadapi presentasi dapat berkurang. Akibatnya, kesuksesan presentasi online Anda bisa terwujud karena Anda telah memiliki keyakinan yang tinggi.

 

 

 

 

Bagaimana Cara Anda Membuat Pesan Yang Lebih Berkesan Untuk Audiens Anda Dalam Presentasi Online ?

Pandemi Virus Corona telah mendorong semua jenis organisasi untuk mengubah cara komunikasinya termasuk presentasi dari presentasi tatap muka menjadi presentasi online. Aplikasi konferensi video semakin populer dalam waktu belakangan ini dan permintaannya makin meningkat secara drastis.

Karena lingkungan presentasi online sangat berbeda dengan presentasi tatap muka, maka ada  ancaman ketidakterhubungan antara Anda sebagai presenter dengan audiens Anda.

Untuk mengatasi ancaman ini, Anda harus belajar bagaimana membuat presentasi yang berkesan (memorable).

Ada 3 cara yang dapat Anda gunakan untuk melakukan hal tersebut.

Mari kita bahas satu per satu.

Cara # 1 : Memenuhi Kebutuhan Audiens

Kebutuhan audiens merupakan faktor kunci yang perlu Anda pertimbangkan. Jika faktor ini terlewatkan, maka bisa-bisa tujuan presentasi Anda tidak tercapai.

Untuk mengetahui kebutuhan audiens, maka Anda perlu mengenali audiens Anda, sehingga Anda dapat menyesuaikan pesan presentasi yang perlu Anda sampaikan.

Anda perlu mengetahui apa yang mereka ingin dengarkan dari presentasi Anda. Cara yang paling tepat untuk mengetahui apa yang diinginkan atau dibutuhkan oleh audiens Anda adalah dengan bertanya langsung kepada mereka.

Sebagai contoh, jika Anda seorang manajer yang ingin menjelaskan perkembangan produk baru ke jajaran direksi, maka dengan bertanya kepada mereka bisa jadi ada beberapa informasi yang mereka ingin dengar seperti : mengapa produk baru tersebut layak untuk dijual ke pasar dan bagaimana cara menjualnya agar efektif dan efisien.

Sama halnya, jika Anda seorang mahasiswa yang ingin memberikan presentasi tentang tugas mata kuliah tentang rancangan sebuah mesin produksi, maka yang ingin didengar oleh dosen  Anda bisa jadi berupa informasi seperti : mengapa karya Anda layak untuk ditampilkan, apa kelebihannya dibandingkan dengan karya sejenis, dan bagaimana memproduksinya.

Anda perlu meluangkan waktu untuk mempelajari tentang siapa yang akan menjadi audiens Anda.

Ketahuilah latar belakang profesi, kisaran umur, keinginan dan harapan mereka. Dengan kata lain, kenalilah audiens Anda.

Dalam mengenali audiens Anda, maka ada dua hal yang perlu Anda lakukan.

Pertama, kenali profil demografi dan psikografis audiens Anda. Luangkanlah waktu Anda untuk mendapatkan informasi demografi mengenai audiens Anda seperti : jenis pekerjaan, rentang usia, background pendidikan, dan jenis kelamin. Dengan informasi tersebut, maka Anda akan bisa menyusun materi presentasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain informasi mengenai demografi, akan sangat membantu jika Anda bisa mendapatkan informasi psikografis dari audiens Anda seperti :

  • Apa masalah yang dihadapi oleh audiens Anda ?
  • Hal-hal apa saja yang selama ini menjadi kegelisahan dan kekawatiran mereka ?
  • Apa yang selama ini mereka inginkan ?

Jika Anda bisa merancang isi presentasi Anda sesuai dengan hal-hal di atas, maka tentunya Anda akan benar-benar bisa terhubung dengan audiens Anda. Mereka akan mengatakan bahwa Anda sebagai presenter benar-benar bisa mengerti apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan mereka.

Kedua, ketahuilah tingkat pengetahuan audiens Anda pada topik yang Anda paparkan. Jangan sampai Anda memberikan presentasi tentang hal-hal yang audiens Anda sudah ketahui dengan jelas.

Anda dapat bertanya kepada klien atau panitia yang meminta Anda untuk memberikan presentasi mengenai materi-materi yang audiens Anda sudah pernah dapatkan.

Selain itu, Anda juga perlu menyesuaikan istilah-istilah yang Anda gunakan dalam presentasi Anda. Hindari istilah-istilah yang mereka tidak kenali. Gunakan bahasa-bahasa yang mereka mudah pahami.

Cara # 2 : Menyusun Pesan Yang Terstruktur

Banyak pesan presenter tidak memiliki struktur yang jelas dan konsisten. Tidak heran jika mereka tersesat dalam presentasinya, dan jika pembicara tidak dapat mengikuti presentasinya sendiri, maka bagaimana audiens dapat mengikuti jalannya presentasi pembicara tersebut ?

Membuat peta jalan (roadmap) dalam presentasi adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk memastikan Anda dan audiens Anda dapat mengikuti presentasi Anda. Dengan menggunakan suatu struktur presentasi, maka Anda dapat lebih mudah mengingat di mana Anda berada dan ke mana Anda akan pergi. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa orang mengingat informasi terstruktur 40% lebih baik dari pada informasi tidak terstruktur.

Ada 4 komponen struktur presentasi yang dapat membuat audiens Anda memahami presentasi Anda.

Komponen pertama adalah pembukaan. Pembukaan presentasi menjadi sangat penting untuk mendapatkan perhatian dari audiens Anda sekaligus membuat Anda disukai oleh mereka sedari awal.

Bagian pembukaan ini terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama adalah attention getter. Anda dapat menggunakan cerita, data atau fakta yang mengejutkan, analogi yang menohok, atau four statement.

Bagian kedua adalah manfaat (benefit). Pada bagian ini Anda menyampaikan apa yang akan audiens dapatkan dari presentasi Anda. Dalam menyampaikannya, pastikan bahwa Anda mengucapkan dari sudut pandang audiens.

Bagian ketiga adalah roadmap. Roadmap ini berfungsi sebagai peta bagi audiens untuk mengetahui isi presentasi Anda. Tujuannya supaya mereka akan lebih mudah mengingat dan mengikuti jalannya presentasi Anda.

Komponen kedua adalah isi. Bagian ini adalah bagian utama dari presentasi Anda. Pada bagian inilah Anda menyampaikan ide dan pesan utama kepada audiens. Isi dari suatu presentasi akan terdiri dari poin-poin beserta elaborasi atau penjelasannya.

Komponen keempat adalah penutupan. Penutupan ini sama pentingnya dengan pembukaan. Penutupan presentasi yang kuat akan membuat audiens Anda ingat pesan utama presentasi Anda dan tahu bagaimana harus bertindak setelah usai presentasi.

Ada tiga bagian penutupan presentasi.

Bagian pertama, memberikan ringkasan. Ini ditujukan agar audiens Anda ingat pesan yang telah Anda sampaikan dengan melakukan repetisi atau pengulangan. Anda sampaikan poin-poin dalam komponen kedua dari presentasi Anda, yaitu isi.

Bagian kedua, menyampaikan kembali manfaat. Pada bagian ini Anda menyampaikan kembali benefit yang audiens peroleh dari presentasi Anda. Ingatkan mereka mengapa mereka perlu mendengarkan presentasi Anda seperti yang disampaikan pada bagian kedua dari pembukaan presentasi Anda.

Bagian ketiga, menutup dengan call to action. Disini, Anda menyampaikan satu hal yang menjadi langkah berikutnya yang perlu dilakukan oleh audiens Anda dari presentasi Anda. Intinya, Anda mengajak audiens Anda entah itu untuk mengubah cara berpikir atau kepercayaan mereka, meminta mereka untuk mempertimbangkan sesuatu atau mengajak mereka untuk bertindak.

Komponen keempat adalah transisi. Transisi ini berupa kalimat yang Anda gunakan untuk berpindah dari satu bagian presentasi ke bagian yang lain. Bisa jadi peralihan dari pembukaan ke isi, dari satu poin dalam isi ke poin berikutnya atau dari isi ke penutupan.

Transisi diperlukan agar presentasi Anda memiliki satu kesatuan yang utuh dan alur yang mengalir. Sebuah transisi yang efektif akan mampu membangkitkan rasa penasaran dan hasrat ingin tahu audiens untuk mendengarkan bagian presentasi Anda berikutnya.

Cara # 3 : Membuat Slide Presentasi Yang Menarik

Garr Reynolds dalam bukunya yang berjudul Presentation Zen Design : Simple Design Principles and Techniques to Enhance Your Presentations mengatakan bahwa jika ide Anda penting dan berharga untuk disebarkan, maka desain dan presentasi menjadi hal yang sangat krusial untuk digunakan. Lebih banyak orang yang mengetahui ide Anda, lebih powerfull ide Anda tersebut jadinya. Presentasi oral yang diperkuat dengan desain slide presentasi yang menarik merupakan cara yang sangat penting untuk menyebarluaskan pesan Anda.

Anda mesti membuat slide yang indah.

Memunculkan slide yang indah adalah suatu hal yang sangat penting, karena hal yang indah dapat tertanam kuat di dalam hati audiens. Sehingga, audiens akan mudah menerima pesan atau gagasan Anda.

Raihlah sisi-sisi emosional audiens Anda dengan menampilkan slide presentasi yang indah.

Slide yang indah dapat menghadirkan kegembiraan yang mampu menggerakkan mereka untuk menerima pesan atau gagasan yang Anda sampaikan.

Menurut Wharton School of Business, perpaduan antara kekuatan verbal yang disertai dengan tampilan visual akan mampu memberikan pengaruh kepada 67 % audiens.

Pertanyaannya apa ciri-ciri slide yang menimbulkan keindahan yang pada akhirnya memunculkan ketertarikan dari audiens Anda ?

Ada 3 ciri slide yang menarik.

Pertama adalah sederhana. Slide yang sederhana berarti tidak penuh dengan bullet points. Menggunakan kalimat yang ringkas dan satu slide berisi satu pesan.

Ingat, slide dengan tampilan yang sederhana itu indah. Gunakan kata kunci dan bukan kalimat panjang yang sulit dibaca.

Kedua adalah visual. Slide yang menarik memiliki kesan visual yang kuat. Artinya, slide tersebut mampu menumbuhkan semangat, mengundang pertanyaan rasa ingin tahu dan menggugah emosi audiens.

Jika Anda menggunakan gambar, maka pilihlah gambar yang relevan sesuai dengan pesan yang Anda sampaikan.

Jika Anda menggunakan diagram, maka pastikan bahwa itu mudah dipahami.

Jika Anda menggunakan grafik, maka fokuskan pada bagian penting dari data yang Anda tampilkan.

Ketiga adalah kontras. Kontras berarti menciptakan perbedaan antar elemen dalam sebuah slide. Kontras memberikan penekanan, sehingga audiens memahami bagian mana yang menjadi fokus dan mana yang tidak. Dalam menciptakan kontras, Anda dapat menggunakan warna, font dan ukuran.

Intinya dalam membuat slide presentasi, Anda perlu menghilangkan virus-virus kejelakan pada slide.

Untuk itu, Anda dapat menggunakan white space.

White space dalam desain visual itu ibaratnya seperti oksigen, yaitu sesuatu yang membuat desain seakan memiliki cukup ruang untuk bernafas.

Ruangan dalam slide presentasi tidak boleh dihabiskan dan dipenuhi oleh berbagai macam elemen.

Berikan ruang di dalam slide sebagai tempat mengekspresikan kata kunci atau kalimat ringkas dan gambar/grafik untuk menampilkan pesan Anda.

Keberadaan white space menjadikan tampilan slide presentasi Anda lebih asyik untuk dinikmati, semakin terlihat elegan desainnya, dan semakin mudah dipahami pesan visualnya.

Demikianlah, 3 cara yang dapat Anda gunakan untuk membuat pesan yang lebih berkesan bagi audiens Anda dalam presentasi online.

Pertama, memenuhi kebutuhan audiens.

Kedua, menyusun pesan yang terstruktur.

Ketiga, membuat slide presentasi yang menarik.

Akankah presentasi online menjadi kebiasaan baru ? Presentasi bisnis dan profesional tidak akan sama lagi setelah pandemi virus corona ini. Satu hal yang jelas adalah presentasi online akan meningkat, dan kita semua perlu memahami dan menerapkan 3 cara di atas untuk membuat pesan yang lebih berkesan bagi audiens kita.

 

 

 

Bagaimana Cara Anda Mengetahui Kebutuhan dan Melibatkan Audiens Pada Presentasi Online ?

Saat ini, cara kita bekerja telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Awalnya, dalam melakukan aktivitas kita melakukannya secara tatap muka.

Sekarang ini, dengan pandemi korona yang masih berlangsung telah memaksa kita untuk melakukan pekerjaan termasuk presentasi dari tatap muka menjadi online.

Tentu saja, dalam melakukan presentasi online tersebut, kita perlu mengetahui apa yang dibutuhkan oleh audiens kita.

Selain itu, karena kita tidak dapat melihat audiens kita secara langsung dan mereka juga tidak dapat melihat kita secara langsung pula, maka dalam presentasi online kita menghadapi tantangan, yaitu bagaimana kita bisa melibatkan audiens dalam presentasi online kita ?

Berita baiknya, Anda dapat menggunakan 2 cara untuk mengetahui kebutuhan dan melibatkan audiens pada presentasi online Anda.

Mari kita bahas satu per satu kedua cara tersebut.

Cara # 1 : Mulailah Dengan Why Untuk Mengetahui Kebutuhan Audiens Anda

Kebutuhan audiens merupakan faktor kunci yang perlu Anda pertimbangkan. Jika faktor ini terlewatkan, maka bisa-bisa tujuan Anda berpresentasi tidak tercapai.

Sebagai contoh, Anda hendak melakukan presentasi untuk mendapatkan pendanaan dari seorang investor. Jika dalam presentasi, Anda menghabiskan seluruh waktu presentasi hanya untuk bercerita tentang berdirinya perusahaan dan struktur organisasi perusahaan Anda, maka apakah investor akan mau berinvestasi ?

Yakin, investor tersebut tidak mau berinvestasi.

Kenapa ?

Karena apa yang Anda sampaikan tidak cukup bagi investor untuk membuat keputusan. Oleh karena itu, Anda mesti tahu apa yang diperlukan oleh investor untuk membuat keputusan. Misalnya, berapa penjualan ke depan, berapa biaya yang diperlukan, dan margin keuntungan yang akan diperoleh.

Cara yang paling tepat untuk mengetahui apa yang audiens butuhkan adalah dengan bertanya mengapa mereka mesti memberikan perhatian pada presentasi Anda—Why should your audience care about your presentation ?

Luangkanlah waktu untuk mempelajari tentang siapa yang akan menjadi audiens Anda.

Ketahui latar belakang profesi, kisaran umur, keinginan dan harapan mereka. Dengan kata lain, kenalilah audiens Anda.

David Pranata dalam bukunya Speak With Power menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui untuk mengenal audiens Anda.

Pertama, kenali profil demografi dan psikografis audiens Anda. Coba Anda luangkan waktu untuk mendapatkan informasi demografi mengenai audiens Anda seperti : jenis pekerjaan, rentang usia, background pendidikan, dan jenis kelamin. Dengan pengetahuan tersebut di tangan Anda, maka Anda akan bisa menyusun materi presentasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain informasi mengenai demografi, akan sangat membantu jika Anda bisa mendapatkan informasi psikografis dari audiens Anda seperti :

  • Apa masalah yang dihadapi oleh audiens Anda ?
  • Hal-hal apa saja yang selama ini menjadi kegelisahan dan kekawatiran mereka ?
  • Apa yang selama ini mereka inginkan ?

Jika Anda bisa merancang isi presentasi Anda sesuai dengan hal-hal di atas, maka tentunya Anda akan benar-benar bisa terhubung dengan audiens Anda. Mereka akan mengatakan bahwa Anda sebagai presenter benar-benar bisa mengerti apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan mereka.

Kedua, ketahuilah tingkat pengetahuan audiens Anda pada topik yang Anda paparkan. Jangan sampai Anda memberikan presentasi tentang hal-hal yang audiens Anda sudah ketahui dengan jelas.

Anda dapat bertanya kepada klien atau panitia yang meminta Anda untuk memberikan presentasi mengenai materi-materi yang audiens Anda sudah pernah dapatkan.

Selain itu, juga Anda perlu menyesuaikan istilah-istilah yang Anda gunakan dalam presentasi Anda. Hindari istilah-istilah yang mereka tidak kenali. Gunakan bahasa-bahasa yang mereka mudah pahami.

Cara # 2 : Gunakanlah Engagement Techniques Untuk Melibatkan Audiens Anda

Satu hal yang mungkin dapat Anda rasakan dalam melakukan presentasi online adalah audiens Anda dapat dengan mudah tidak terlibat dengan presentasi Anda, karena adanya berbagai gangguan. Mereka bisa mengirim email, memeriksa media sosial, mengirim sms, dan lain sebagainya.

Hal tersebut bukan berita baru bagi siapa pun, karena saat ini kita hidup dalam dunia yang mudah beralih perhatian.

Nick Morgan dalam Forbes (2012) menyebutkan bahwa orang memiliki rentang perhatian yang jauh lebih pendek dalam pertemuan virtual. Sebagian besar rapat berlangsung selama satu jam. Setelah sekitar 5-10 menit dalam lingkungan virtual, maka orang cenderung mudah untuk kehilangan minat pada pertemuan virtual tersebut.

Solusinya adalah membuat audiens terlibat dengan presentasi Anda.

Jika Anda benar-benar ingin konten presentasi Anda menggerakkan audiens dan menghindari ketidakterhubungan dengan audiens Anda, maka Anda dapat menggunakan apa yang disebut dengan Audience-Connecting Techniques (ACTs).

ACT membawa audiens Anda ke dalam presentasi Anda. ACT mengundang partisipasi mereka dan memberikan pemberitahuan bahwa Anda mengharapkan keterlibatan mereka.

ACT diperkenalkan oleh Matt Abrahams yang merupakan seorang Professor yang mengajar di Sekolah Pascasarjana Bisnis, Universitas Stanford dimana dia mengajar dua kelas yang sangat populer yang berhubungan dengan Komunikasi Strategis dan Presentasi Virtual yang Efektif.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan engagement techniques yang diperkenalkan oleh Diane Windingland dari Virtual Speech Coach.

Ada dua kelompok engagement techniques yang dapat Anda gunakan untuk melibatkan audiens dalam presentasi online Anda.

Pertama, engagement technique yang mudah. Teknik ini terdiri : dari menanyakan pertanyaan, menyampaikan cerita yang relevan, men-share screen, men-share video, men-share sebuah file atau link pada fitur chat, dan meminta audiens untuk menulis sesuatu pada kertas.

Kedua, engagement technique yang menantang. Teknik ini terdiri dari : memanfaatkan chat box untuk menyampaikan sesuatu kepada audiens, melakukan polling, menggunakan white board, dan menggunakan breakout room. Teknik tersebut dapat Anda gunakan ketika Anda menggunakan aplikasi Zoom pada saat Anda melakukan presentasi online.

Demikianlah, 2 cara mengetahui kebutuhan dan melibatkan audiens yang dapat Anda gunakan pada presentasi online Anda.

Pertama, mulailah dengan why untuk mengetahui kebutuhan audiens Anda.

Kedua, gunakanlah engagement techniques untuk melibatkan audiens Anda.

Gunakanlah 2 cara di atas ketika Anda melakukan presentasi online agar kebutuhan audiens Anda dapat terpenuhi dan audiens Anda dapat terlibat.

Selain itu, ketika Anda saat ini menghadapi perubahan dalam cara Anda berkomunikasi, maka prinsip yang perlu Anda pegang adalah terus berupaya untuk selalu ingin tahu bagaimana Anda selalu dapat menjadi semakin baik dalam memberikan presentasi online.

Galilah pengetahuan dan ketrampilan baru dalam melakukan presentasi online, sehingga kemampuan Anda melakukan presentasi online meningkatkan dari waktu ke waktu.