PRESENTER MAP

Sebuah Sistem Yang Dapat Membantu Anda Untuk Mempersiapkan KONTEN PRESENTASI Yang Menarik dan Bermanfaat Bagi Audiens Anda

3 Jenis Font Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Membuat Slide Presentasi Anda

Membuat slide yang menarik selain harus berpegang teguh pada prinsip desain slide presentasi yang baik, Anda juga harus dapat mengoptimalkan elemen desain slide presentasi untuk hasil yang maksimal. Salah satu elemen tersebut adalah font.

Pemilihan font yang tepat untuk membuat slide presentasi dapat membuatnya menjadi mudah dipahami oleh audiens Anda serta menambah kualitasnya dan terlihat profesional.

Nancy Duarte (2008) menyebutkan bahwa font merupakan salah satu bahan baku dari slide yang hebat, selain latar belakang warna (background), warna dan gambar.

Selain itu, Garr Reynolds (2010) juga menjelaskan bahwa ketika memilih font untuk digunakan pada slide presentasi, maka fokuslah pada bagaimana font tersebut dapat terlihat pada layar monitor oleh audiens Anda.

Andy Sukma Lubis (2019) mengemukakan ada 3 jenis font yang dapat digunakan dalam membuat slide presentasi.

Jenis Font # 1 : Serif

Font serif disebut juga old style font. Serif berarti ada kaki halus/kecil yang biasa disebut dengan counterstroke. Atau juga dikatakan memiliki ekor yang terletak di ujung dari garis fontnya. Font jenis ini mempunyai ketebalan garis yang berbeda pada lekukan-lekukan bentuk garisnya.

Font ini dianggap sebagi font yang paling formal serta memiliki kesan klasik dan professional. Contoh font serif ini antara lain adalah Times New Roman, Ventura, Rockwell, Palatino, Garamond, dan Constantia.

Jenis Font # 2: Sans Serif

Font sans serif ini tidak mempunyai kaki-kaki kecil di ujung garisnya. Font jenis ini dikatakan sebagai modern style font. Font jenis ini memiliki karakter yang tegas dan bersifat solid. Ketebalan dari font Sans Serif ini juga konsisten.

Font ini terlihat minimalis serta memiliki kesan modern, bersahabat dan fleksibel. Contoh font Sans Serif ini antara lain adalah Helvetica, Roboto, Oswald, Lato, Impact, dan Open Sans.

Jenis Font # 3: Cursive

Font cursive ini merupakan jenis font yang lebih nampak natural dan elegan. Salah satu ciri yang mencolok dari font cursive ini adalah seperti tulisan tangan.

Contoh font Cursive ini antara lain adalah Lobster, Pacifico, Signatoria, Allura, Sacramento, dan Bakery.

Andy Sukma Lubis (2019) juga menyebutkan selain 3 jenis font tersebut ada jenis Decorative dan Dingbat. Jenis font Decorative antara lain Kust, Broken 15, sedangkan jenis font dingbat antara lain WC Rhesus.

Ketika Anda ingin membuat bentuk shape selain yang sudah tersedia di power point, misalnya membentuk paint splash shape, maka Anda bisa membuatnya dari teks yang berasal dari jenis font Dingbat dan Decorative. Mengubah teks menjadi shape dapat memperindah tampilan slide presentasi Anda.

Disamping itu, Mustofa Thovids (2014) menguraikan bahwa ada kesalahan yang sering terjadi ketika menggunakan font. Yang pertama, ukuran font terlalu kecil. Hindari menggunakan font dengan ukuran yang terlalu kecil, karena akan sulit terbaca oleh audiens Anda yang duduk di barisan paling belakang. Untuk itu, Anda perlu mencoba tampilkan slide presentasi Anda dengan menggunakan LCD projector dan lihat slide Anda tersebut dengan duduk pada barisan yang paling belakang untuk mengetahui apakah slide presentasi Anda masih dapat terbaca dengan jelas atau tidak.

Yang kedua, terlalu banyak jenis font. Dengan terlalu banyak memasukkan jenis font ke dalam slide presentasi Anda, maka akan menjadikan slide presentasi Anda lebih sulit dipahami karena terlalu ramai. Tampilan slide menjadi lebih rumit, sehingga bukannya tampak lebih menarik, tapi malah membosankan.

Solusinya berpedoman pada font rule, yaitu dua optimal dan tiga maksimal. Maksudnya, yaitu jumlah penggunaan font paling optimal dalam slide presentasi adalah dua jenis font. Sementara itu, untuk jumlah maksimalnya adalah tiga jenis font. Font rule akan menjadikan slide presentasi Anda tetap berada pada jalur yang tepat.

Disamping itu, dalam penggunaannya pada slide presentasi, maka font jenis Serif, Sans Serif dan Cursive bisa digunakan sebagai judul dan sub judul di setiap halaman slide serta judul dan sub judul yang muncul di halaman cover. Namun, untuk bagian keterangan atau body text, hanya jenis font Serif dan Sans Serif saja yang cocok, karena menggunakan font Cursive untuk body text akan membuat audiens Anda tidak mudah membaca pesannya.

Jika Anda ingin menggunakan satu jenis font saja, apakah bisa ? Bisa saja. Anda dapat menggunakan font family. Misalnya, Anda dapat menggunakan font Poppins. Setiap kali muncul judul atau sub judul, maka tampilan font yang digunakan adalah Poppins Extrabold. Sementara untuk semua body text/keterangannya menggunakan font Poppins Regular. Anda tinggal mainkan perbedaan ukuran besar/kecilnya font dan perbedaan ketebalannya. Tujuannya agar teks yang Anda tampilkan pada slide presentasi Anda terlihat kontrasnya.

Ketika Anda ingin menggunakan font untuk judul presentasi Anda, maka gunakanlah jenis font yang tinggi, tebal, gemuk dan besar seperti Anton, Oswald, Impact, League Spartan, Montserrat Black, dan Arial Black. Sementara itu, ketika Anda ingin menggunakan font untuk body text, maka gunakanlah jenis font yang mudah dibaca, nggak banyak gaya, sederhana, dan enak di mata seperti Roboto, Lato, Poppins, Verdana, Open Sans, dan Nunito.

Tambahan pula, ketika Anda ingin menggunakan dua font dalam presentasi Anda, maka Anda dapat menggunakan pasangan berikut ini untuk judul dan body text, yaitu : Impact + Roboto; League Spartan + Lato; Oswald Bold + Open Sans; Monserrat Black + Verdana; Anton + Poppins; dan Arial Black + Arial.

Sementara itu, ketika Anda mau menggunakan tiga font untuk presentasi Anda, maka Anda dapat menggunakan pasangan berikut ini untuk judul, sub judul dan body text,   yaitu : Impact + Roboto + Open Sans; Oswald Bold + Poppins Bold + Poppins Regular; dan Monserrat Black + Poppins + Nunito.

Dalam menggunakan font, Anda perlu memperhatikan lisensi dari font tersebut. Ada yang free for commercial use yang merupakan jenis lisensi yang digunakan untuk kepentingan pribadi dan tidak boleh diperjual belikan. Ada yang commercial use. Jika font yang ingin Anda unduh memiliki jenis commercial use, maka Anda harus membelinya dan setelah itu font bebas Anda gunakan.

Ada yang 100 % free. Lisensi pada font ini bebas Anda gunakan untuk tujuan komersial. Ada yang donationware yang merupakan sebuah lisensi dimana Anda bisa mendonasikan sejumlah uang kepada pemilik font sebelum memakai font buatan mereka.

Ketika Anda ingin mencari font, maka Anda dapat masuk ke Web ini https://fonts.google.com/. Google Font adalah penyedia font yang lisensinya 100 % free, sehingga baik digunakan untuk kebutuhan personal maupun komersial.

Jika Anda ingin mencari referensi terkait dengan font dalam hal membandingkan penggunaan font yang satu dengan yang lain atau mencari referensi untuk melihat perpaduan pemakaian font yang tampak selaras, maka Anda dapat masuk ke https://www.fontpair.co/

Selain itu, ada satu hal yang penting yang perlu Anda ketahui terkait dengan font, yaitu ukuran font ketika dalam slide presentasi Anda terdapat font untuk judul dan body text atau judul, sub judul dan body text.

Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan hirarki yang mana font untuk judul ukurannya lebih besar dari font body text atau font untuk judul ukurannya lebih besar dari font sub judul dan font sub judul ukurannya lebih besar dari pada font body text.

Untuk itu, Anda dapat menggunakan golden ratio. Golden ratio adalah sebuah angka yang spesial dalam matematika, yaitu bilangan irasional yang nilainya mendekati 1,618. Misalnya, Anda menggunakan body text dengan font 20, maka font sub judul adalah 1,618 x 20 = 32,36 yang dapat Anda bulatkan menjadi 32 dan font judul adalah 1,618 x 32 = 51,776 yang dapat Anda bulatkan menjadi 52.

Slide di bawah ini merupakan contoh slide dengan judul, sub judul, dan body text menggunakan font Impact untuk judul, font Roboto untuk sub judul, dan font Open Sans untuk body text yang ukuran font nya menggunakan golden ratio dengan ukuran judul = 52, ukuran sub judul = 32, ukuran body text = 20.

 

Cara Menggunakan Tema Warna Untuk Membuat Slide Presentasi Anda

Warna adalah salah satu elemen desain yang perlu Anda ketahui. Karena warna sangat berpengaruh terhadap kejelasan, keindahan, dan kenyamanan audiens Anda dalam menerima pesan lewat slide presentasi.

Garr Reynolds (2010) dalam bukunya Presentation Zen Design : Simple Design Principles and Techniques to Enhance Your Presentations menyebutkan bahwa warna merupakan stimulus visual yang sangat bermanfaat. Warna dapat digunakan untuk mendapatkan perhatian, mengarahkan mata, dan membangkitkan emosi audiens Anda.

Selain itu, Andy Sukma Lubis (2019) dalam bukunya Melukis Slide Dengan Hati : 4 Pillars Chi of Love to Design Visually Impactful Presentations mengatakan bahwa penggunaan warna pada slide presentasi sangat penting untuk ditentukan sedari awal. Salah tujuannya adalah agar slide yang Anda buat dapat memenuhi prinsip pengulangan. Pengulangan warna dalam slide presentasi akan menampilkan sebuah kesatuan, konsistensi, dan keterpaduan yang jelas. Pengulangan dalam slide presentasi akan menciptakan harmoni dan slide presentasi Anda asyik untuk dilihat.

Disamping itu, Mustofa Thovids (2014) dalam bukunya Slide Design Mastery : How to Design World Class Slide Presentations menjelaskan bahwa terkait warna ada teori dasar warna yang digambarkan dalam bentuk roda warna (color wheel). Roda warna terdiri dari atas tiga warna dasar (primer) yang mencakup warna merah, biru dan kuning. Kombinasi warna antar warna primer melahirkan warna sekunder.

Warna sekunder terdiri atas warna oranye, ungu dan hijau. Kombinasi antara warna sekunder dan warna primer melahirkan warna tersier.

Warna tersier terdiri atas warna kuning-oranye, kuning hijau, biru-hijau, biru-ungu, merah-ungu dan merah-oranye.

Jika dikaitkan dengan roda warna, setiap warna memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada kelompok warna hangat (warm) dan kelompok warna dingin (cool). Keduanya memiliki segmentasi audiens yang berbeda, karena masing-masing warna membawa sifat yang berbeda.

Warna hangat yang antara lain mencakup warna merah, oranye, dan kuning. Warna hangat sangat sesuai untuk audiens dengan rentang usia anak-anak hingga remaja yang penuh semangat dan keceriaan. Warna ini bisa digunakan dalam slide presentasi oleh guru atau dosen untuk menjelaskan sebuah mata pelajaran bagi murid atau mahasiswanya.

Sementara itu, warna dingin yang antara lain mencakup warna hijau, biru dan unggu sangat cocok untuk audiens dengan rentang usia dewasa sampai orang tua. Warna ini bisa digunakan dalam slide presentasi untuk acara forum yang resmi baik publik maupun korporat.

Selain warna hangat dan dingin, juga dikenal warna netral seperti yang dijelaskan oleh Andy Sukma Lubis (2019). Warna netral mencakup hitam, putih dan abu-abu.

Untuk menggunakan warna dalam slide presentasi Anda, maka Anda perlu memperhatikan warna latar belakang (background). Warna latar belakang yang tepat akan dapat memberikan kontras, sehingga obyek utama pada slide presentasi Anda akan terlihat lebih maksimal.

Warna latar belakang dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu dark (gelap) dan light (terang) seperti yang dikemukakan oleh Nancy Duarte (2008) dalam bukunya Slideology : The Art and Science of Creating Great Presentations. Warna latar belakang gelap karakternya cocok untuk memunculkan kesan formal; tidak mempengaruhi pencahayaan baik itu dalam kondisi gelap, redup maupun terang; tidak maksimal untuk handout; tidak maksimal untuk bayangan; cocok untuk ruangan yang luas; dan obyek terlihat bersinar.

Sementara itu, warna latar belakang terang karakternya sesuai untuk memunculkan kesan yang tidak formal; berpengaruh terhadap kondisi pencahayaan, karena bisa membangun perasaan cerah pada audiens; menerangi ruangan; maksimal untuk handout; cocok untuk ruangan yang kecil; dan tidak ada kesempatan untuk pencahayaan yang dramatis.

Dalam menerapkan konsep warna latar belakang ini, maka Anda perlu mencoba terlebih dahulu apakah warna latar belakang dan warna obyek yang ingin diletakkan di atasnya cocok. Prinsipnya sederhana. Jika Anda ingin menggunakan warna latar belakang terang, maka warna obyeknya gelap. Sedangkan, jika Anda mau menggunakan warna latar belakang gelap, maka warna obyeknya terang.

Secara praktis ketika Anda ingin menggunakan warna dalam desain slide presentasi Anda, maka Anda dapat menggunakan tema warna (color palette) yang diambil dari Web penyedia referensi warna. Beberapa Web penyedia referensi warna adalah https://color.adobe.com/explore; https://coolors.co/palettes/trending; dan https://www.color-hex.com/color-palettes/

Warna-warna tersebut nantinya bisa digunakan untuk menjadi warna latar belakang, judul, body text, shape atau garis. Web penyedia warna akan memberikan satu paket warna yang terdiri dari lima warna yang berbeda, bahkan lebih.

Untuk mengaplikasi penerapan tema warna dalam pembuatan slide presentasi Anda, mari kita perhatikan dan ikuti langkah-langkah berikut ini.

Langkah # 1 : Masuk ke Website Penyedia Tema Warna

Misalnya, Anda menggunakan https://coolors.co/palettes/popular. Anda pilih salah satu tema warna yang Anda inginkan. Kemudian, Anda klik tanda tiga titik, maka Anda akan melihat tampilan seperti di bawah ini yang ada di dalam kotak merah dengan garis putus-putus.

Ketika Anda meng-klik fitur view palette, maka Anda melihat seperti gambar di bawah ini dimana Anda melihat kode warna dari kelima warna tersebut dalam bentuk HEX, HSB, HSL,  RGB, CMYK, dan LAB.

Langkah # 2 : Masuk ke Web Yang Dapat Menentukan Kontras Warna

Untuk mengetahui kombinasi warna yang dapat membantu Anda untuk menentukan apakah warnanya mempunyai kontras yang baik atau tidak, maka Anda dapat meminta bantuan Web. Tepatnya, Anda dapat masuk ke https://coolors.co/contrast-checker seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Dengan menggunakan Web di atas, maka Anda dapat memasukan kode warna HEX dari tema warna yang Anda ingin ketahui tingkat kontrasnya.

Dari langkah # 1, Anda telah memilih tema warna yang berisi :

  1. Warna Black dengan HEX : 000000
  2. Warna Oxford Blue dengan HEX : 14213D
  3. Warna Orange Web dengan HEX : FCA311
  4. Warna Platinum dengan HEX : E5E5E5
  5. Warna White dengan HEX : FFFFFF

Dengan tema warna di atas, misalnya Anda dapat memilih warna Black sebagai warna latar belakang. Kemudian, Anda menggunakan color contrast checker untuk mengetahui kombinasi warna yang memberikan kontras yang tinggi dengan warna Black.

Hasil dari color contrast checker, maka kombinasi warna yang bagus adalah :

  1. Black (warna latar belakang) vs Orange Web dengan tingkat kontras 10,39 (very good).
  2. Black (warna latar belakang) vs Platinum dengan tingkat kontras 16,67 (super).
  3. Black (warna latar belakang) vs White dengan tingkat kontras 21 (super).

Langkah # 3 : Buatlah Slide Presentasi Dengan Kombinasi Warna Dengan Tingkat Kontras Yang Tinggi

Dari hasil color contrast checker pada langkah # 2 di atas, maka Anda dapat menggunakan empat kombinasi warna, yaitu warna Black sebagai warna latar belakang, warna Orange Web sebagai warna judul, warna White sebagai warna body text, dan warna Platinum sebagai warna shape atau garis.

Penerapan keempat kombinasi warna di atas, dapat Anda lihat pada slide presentasi di bawah ini.

Dengan repetisi warna yang Anda gunakan pada tiap slide presentasi, maka Anda dapat menciptakan harmoni dalam slide presentasi yang Anda sampaikan. Selain itu, slide presentasi yang Anda tampilkan semakin asyik untuk dinikmati oleh audiens Anda.

Demikianlah, cara menggunakan tema warna untuk membuat slide presentasi Anda.

Anda dapat menggunakan Web penyedia tema warna yang ada di internet untuk memilih tema warna yang Anda sukai. Kemudian, Anda dapat menggunakan Web color contrast checker untuk menentukan kombinasi warna yang dapat Anda gunakan dengan tingkat kontras yang tinggi. Lalu, dengan kombinasi warna tersebut, maka Anda dapat membuat slide presentasi Anda.

Gunakanlah cara ini untuk menampilkan kombinasi warna dengan tingkat kontras yang tinggi pada pembuatan slide presentasi Anda pada masa mendatang.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

3 Jenis Gambar Untuk Membuat Slide Presentasi

Garr Reynolds (2008) dalam bukunya Presentation Zen : Simple Ideas on Presentation Design and Delivery memperkenalkan istilah picture superiority effect.

Picture superiority effect menjelaskan bahwa gambar akan diingat lebih baik dari pada kata-kata terutama ketika orang-orang diberikan informasi dalam waktu yang sangat terbatas.

Menunjukkan gambar adalah satu cara yang ampuh dan alami bagi manusia untuk berkomunikasi. Kata kuncinya di sini adalah alami.

Kita terprogram untuk memahami gambar dan menggunakan gambar untuk berkomunikasi. Sepertinya ada sesuatu di dalam diri kita bahkan dari usia yang sangat muda yang mendambakan untuk menggambar atau menunjukkan ide-ide di kepala kita melalui gambar.

Selain itu, Muhammad Noer (2014) dalam bukunya Teknik Kreatif Menyajikan Presentasi Memukau menyampaikan bahwa satu gambar dapat bermakna seribu kata. Karena gambar memiliki efek visual untuk audiens, maka gambar dapat memberikan kesan yang kuat.

Karena itu, pemilihan gambar yang tepat menjadi hal yang sangat penting untuk mampu mewakili ide dan pesan yang ingin Anda sampaikan kepada audiens Anda.

Andy Sukma Lubis (2019) menjelaskan bahwa biasanya kita menggunakan “Google” untuk mencari gambar untuk slide presentasi kita.

Padahal, tidak semua gambar yang kita cari melalui Google aman untuk digunakan. Sebagian gambar yang muncul dari kata kunci yang kita tuliskan biasanya masih ada copyright-nya. Hal itu menunjukkan bahwa gambar tersebut tidak dapat kita gunakan tanpa meminta izin atau membeli terlebih dahulu copyright-nya.

Karena itu, Andy Sukma Lubis (2019) menjelaskan bahwa ada tiga jenis gambar terkait copyright yang dapat digunakan untuk mendesain slide presentasi. Gambar yang akan diuraikan mencakup gambar foto yang merupakan gambar yang diambil dari kamera digital atau smartphone; gambar vektor yang dibuat dengan aplikasi desain atau pengolah grafis; dan gambar icon yang merupakan representasi visual dari obyek, aksi atau ide.

Jenis Gambar # 1 : Koleksi Pribadi

Penggunaan jenis gambar ini merupakan cara yang paling aman untuk mendesain slide presentasi, karena memang gambar tersebut adalah milik kita.

Yang terpenting dalam menggunakan gambar koleksi pribadi untuk membuat slide presentasi adalah gambar tersebut mesti relevan dengan pesan yang hendak Anda sampaikan. Dan juga gambar tersebut perlu memiliki resolusi yang bagus untuk ditampilkan pada slide presentasi.

Penggunaan gambar koleksi pribadi menjadi penting karena secara spesifik Anda memang memerlukannya dimana gambar tersebut tidak bisa Anda peroleh dari internet, misalnya gambar untuk company profile. Tentu gambar yang perlu ditunjukkan sebaiknya menggunakan foto dari para karyawan sendiri.

Anda dapat mengambil gambar koleksi pribadi melalui smartphone Anda atau kamera yang Anda miliki. Biasanya jenis gambar ini berupa gambar foto.

Jika gambar yang Anda ambil tidak sesuai harapan, maka Anda dapat meminta bantuan seorang fotografer untuk mengambil gambar dengan beragam gaya atau aktivitas.

Jenis Gambar # 2 : Royalty Free

Orang sering beranggapan bahwa kalau royalty free berarti free royalty-nya. Padahal, tidak seperti itu memaknainya.

Arti dari royalty free adalah gambar yang Anda gunakan akan menjadi free kalau Anda telah membeli gambar tersebut terlebih dahulu.

Biasanya gambar-gambar dengan royalty free akan muncul dengan disertai tanda watermark pada tampilan gambarnya. Watermark tersebut akan hilang pada saat di-download apabila Anda telah membeli royaltinya.

Terkait harga, masing-masing website penyedia gambar ada yang menerapkan harga satuan dan ada juga harga paket untuk bisa berlangganan secara bulanan atau tahunan.

Beberapa website penyedia gambar dengan royalty free adalah https://www.shutterstock.com/; https://stockphoto.com/; dan https://id.depositphotos.com/.

Gambar yang disediakan di website tersebut mencakup gambar foto, vektor, dan icon.

Selain itu, jika Anda ingin mendapatkan gambar icon yang royalty free, maka Anda dapat juga mencarinya di https://www.flaticon.com/.

Jenis Gambar # 3 : Creative Commons

Gambar dengan status copyright Creative Commons atau disingkat CC adalah gambar yang aman untuk digunakan dan gratis.

Jika Anda ingin mencari gambar foto yang gratis dengan kualitas gambar yang bagus (gambar yang tidak pecah saat diperbesar gambarnya), bahkan banyak diantaranya tanpa perlu memberikan attribution (tanpa perlu menuliskan sumber gambarnya ketika gambarnya digunakan), maka Anda bisa mencarinya di internet.

Saat ini website penyedia gambar gratis memiliki persediaan gambar yang tidak terbatas. Anda dapat mencari gambar foto di https://pixabay.com/images/search/. Jika Anda masuk ke website tersebut, maka Anda dapat menemukan 1.494.243 free images. Selain gambar foto, di website tersebut Anda juga bisa mendapatkan gambar vektor dan icon gratis.

Disamping itu, Anda juga dapat mencari gambar foto di https://unsplash.com/images. Di website ini Anda dapat menemukan 1.000.000 lebih free images. Tambahan pula, Anda dapat mencari gambar foto di https://www.pexels.com/; https://www.pxfuel.com/; https://www.piqsels.com/; https://www.maxpixel.net/.

Anda juga dapat mengunjungi https://www.freepik.com/. Di website ini, Anda juga bisa mendapatkan gambar foto, vektor dan icon yang gratis. Tapi, Anda perlu memperhatikan lisensinya. Ada yang free untuk personal and commercial purpose, tetapi Anda perlu memberikan atribusi. Atribusi tersebut dapat Anda lakukan dengan menuliskan sumber gambarnya ketika gambarnya digunakan untuk membuat slide presentasi.

Selain itu, jika Anda menginginkan gambar vektor yang gratis, maka Anda dapat memperolehnya di https://www.vecteezy.com/; https://undraw.co/illustrations; https://www.manypixels.co/gallery; https://iradesign.io/; https://publicdomainvectors.org/.

Disamping itu, jika Anda ingin mendapatkan gambar vektor dan icon yang bisa diedit, maka Anda dapat mencarinya di https://www.svgrepo.com/. Di website ini, ada sekitar 300.000 lebih SVG vector dan icon; free for personal & commercial use; dan tidak perlu mencantum atribusi, tapi sangat mengapresiasi jika dicantumkan.

Demikianlah, 3 jenis gambar untuk membuat slide presentasi.

Dalam menggunakan gambar dari internet, pastikan Anda sudah memeriksa copyright-nya. Anda bisa menggunakan gambar yang lisensinya royalty free atau gambar yang lisensinya creative commons.

Jika Anda menggunakan gambar yang lisensinya creative commons yang sekalipun gratis, maka Anda juga perlu memperhatikan apakah atribusi diperlukan atau tidak untuk penggunaannya.

Mari kita hargai karya gambar orang lain jika Anda hendak menggunakan gambar tersebut untuk mendesain slide presentasi Anda.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cara Membuat Visualisasi Data Dengan Shape Oval

Andy Sukma Lubis (2019) menjelaskan bahwa slide presentasi power point dapat menjadi media yang tepat untuk menampilkan data menjadi lebih menarik secara visual. Slide presentasi power point yang ditampilkan bukan hanya ditujukan agar audiens mempunyai minat terhadap visualisasi yang Anda sajikan, tetapi juga  agar audiens dapat memahami pesan yang ingin disampaikan melalui penyajian datanya.

Kadang kala sering terjadi ketika membuat visualisasi data, maka kita langsung meng-copy paste data yang kita olah melalui excel, sehingga banyak informasi yang sebenarnya tidak perlu dimasukkan ke dalam slide.

Padahal, sesungguhnya kita hanya perlu memasukkan datanya saja untuk memperkuat pesan yang akan kita sampaikan. Data atau elemen data yang tidak perlu malah dapat menimbulkan gangguan bagi audiens ketika melihat slide presentasi kita seperti gridlines dan data table.

Sebelum menyajikan data, maka Anda perlu memikirkan terlebih dahulu apa pesan yang ingin Anda sampaikan kepada audiens Anda. Hal ini dikarenakan penggunaan data yang tepat harus selalu memunculkan inti sari dari apa yang ingin disampaikan. Data tanpa inti sari sangatlah tidak efektif.

Selain itu, data yang Anda tampilkan dalam slide presentasi mesti presisi. Artinya, angka yang tertera menggambarkan ukurannya. Jika data yang ditampilkan tidak presisi ukurannya, maka data tersebut tidak dapat memberikan arti.

Untuk membuat visualisasi data melalui slide presentasi power point, mari kita lihat studi kasus berikut ini.

Misalnya, Anda ingin menyampaikan penjualan forklift pada tahun 2021.

Bagian pemasaran PT Forklift Gemilang mempunyai 5 tenaga penjual, yaitu Ahmad, Andi, Rina, Bagus, dan Ayu yang mampu menjual forflift sebesar 150, 175, 225, 273, 320 buah selama periode bulan Juli sampai November 2021.

Coba Anda tampilkan visualisasi data yang menarik dan gampang dipahami oleh CEO PT Forfklift Gemilang.

Agar audiens Anda mudah untuk memahami pesan yang ingin Anda sampaikan, maka data tersebut dapat Anda sampaikan dalam bentuk shape oval.

Slide yang ingin Anda tampilkan bentuknya dapat seperti di bawah ini.

Mari kita buat slide di atas langkah demi langkah.

Langkah # 1 : Masukan Lima Shape Oval

Untuk menjalankan langkah # 1 ini, maka Anda masukan satu shape oval. Buat ukurannya presisi dengan klik shape oval, klik kanan, pilih format shape, klik fitur size & properties, isi salah satu height atau width dengan angka 3,20 cm yang mewakili angka 320 buah forklift agar ukuran shape oval sesuai dengan slide, klik lock aspect ratio, dan enter.

Untuk membuat shape oval yang kedua, klik shape oval pertama, tekan ctrl + D. Klik kanan shape oval kedua, pilih format shape, klik fitur size & properties, isi salah satu height atau width dengan angka 2,73 cm yang mewakili angka 273 buah forklift agar ukuran shape oval sesuai dengan slide, dan enter.

Untuk membuat shape oval ketiga, keempat dan kelima, lakukanlah seperti cara di atas yang ukurannya disesuaikan.

Agar tampak indah tampilannya, maka shape oval bisa Anda kombinasikan dengan shape arc setengah lingkaran dengan garis putus-putus yang hasilnya bisa terlihat seperti slide di bawah ini.

Langkah # 2 : Masukan Gambar Forfklift

Gambar forklift bisa menggunakan koleksi Anda pribadi atau mengambil gambit forklift dari pixabay.com. Hasilnya dapat Anda lihat seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 3 : Masukan Teks dan Data

Sebagai langkah terakhir, Anda dapat memasukan teks dan data sesuai dengan apa yang telah Anda rancang. Hasil slide nya dapat tampak seperti gambar di bawah ini.

Selain tampilan visualisasi data seperti di atas, Anda dapat juga melakukan 5 kreasi model desain slide presentasi lainnya.

Pertama, Anda dapat mengubah warna background. Misalnya, Anda ubah warna background menjadi hitam. Untuk membuatnya, Anda klik kanan di slide, pilih fitur format background, pilih solid fill, dan pilih color warna hitam. Kemudian, sesuaikan warna teks agar tampak kontras. Hasilnya bisa dilihat seperti slide di bawah ini.

Kedua, Anda dapat menggunakan konsep double tone. Double tone dalam konsep desain visual akan memiliki background warna gelap dan obyek lainnya cerah ataupun sebaliknya.

Untuk membuatnya, maka Anda gunakan gambar foto sebagai background yang Anda ubah warnanya dengan meng-klik gambar foto, klik format, klik fitur color, dan pilih greyscale. Kemudian, tutup seluruh gambar dengan shape rectangle, klik kanan shape rectangle, klik format shape/format, pilih solid fill, pilih color warna putih, dan pilih transparency di angka   13 %. Hasilnya dapat tampak seperti slide di bawah ini.

Ketiga, Anda dapat mengubah gambar dari slide yang dihasilkan pada langkah # 3 di atas. Anda dapat menggunakan gambar foto dan shape oval. Anda masukan gambar foto ke dalam shape oval dengan menggunakan fitur merge shape yang hasilnya bisa terlihat seperti slide di bawah ini.

Keempat, dari kreasi model 4 di atas, Anda dapat mengubah warna backgroundnya dengan warna hitam. Untuk membuatnya, Anda klik kanan di slide, pilih fitur format background, pilih solid fill, dan pilih color warna hitam. Kemudian, sesuaikan warna teks agar tampak kontras. Hasilnya bisa dilihat seperti slide di bawah ini.

Kelima, dari kreasi model 4 di atas, Anda dapat membuat konsep double tone. Untuk membuatnya, maka Anda gunakan gambar foto sebagai background yang Anda ubah warnanya dengan meng-klik gambar foto, klik format, klik fitur color, dan pilih greyscale. Kemudian, tutup seluruh gambar dengan shape rectangle, klik kanan shape rectangle, klik format shape/format, pilih solid fill, pilih color warna putih, dan pilih transparency di angka   13 %. Hasilnya dapat tampak seperti slide di bawah ini.

Demikianlah, cara membuat visualisasi data dengan shape oval.

Anda dapat membuat berbagai variasi model slide presentasi, misalnya dengan mengubah warna backgroundnya. Anda dapat membuat alternatif desain slide dengan konsep double tone. Dan Anda dapat mengubah gambar dimana gambar foto dimasukkan ke dalam shape oval dengan fitur merge shape.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

 

 

 

Cara Membuat Visualisasi Data Diagram Batang Dengan Shape Rectangle

Menurut Wharton School of Businnes seperti yang dijelaskan dalam https://neomam.com/interactive/13reasons/ menyebutkan bahwa 67 % audiens dapat dibujuk oleh presentasi verbal yang dipadukan oleh tampilan slide yang bersifat visual. Oleh karena itu, tampilan slide presentasi yang menarik secara visual menjadi hal yang sangat penting untuk Anda buat ketika Anda ingin melakukan presentasi.

Slide presentasi power point dapat menjadi media yang tepat untuk menampilkan data menjadi lebih menarik secara visual seperti yang dijelaskan oleh Andy Sukma Lubis (2019). Slide presentasi power point yang ditampilkan bukan hanya ditujukan agar audiens mempunyai minat terhadap visualisasi yang Anda sajikan, tetapi juga  agar audiens dapat memahami pesan yang ingin disampaikan melalui penyajian datanya.

Theconversation.com (2019) dalam tulisannya yang berjudul “Riset : Visualisasi Data Kesehatan Indonesia Sulit Dibaca, Apa Penyebabnya ?” juga menjelaskan bahwa visualisasi data dan informasi kesehatan sangat bermanfaat untuk kepentingan pelaporan, pengawasan, dan evaluasi kinerja program, advokasi, serta koordinasi lintas sektoral di bidang kesehatan. Visualisasi data yang akurat dalam bentuk grafik, tabel, dan peta juga akan memudahkan kerja-kerja pencegahan dan promosi kesehatan di masyarakat.

Kadang kala sering terjadi ketika kita membuat visualisasi data, maka kita langsung meng-copy paste data yang kita olah melalui excel, sehingga banyak informasi yang sebenarnya tidak perlu dimasukkan ke dalam slide.

Padahal, sebenarnya kita hanya perlu memasukkan datanya saja untuk memperkuat pesan yang akan kita utarakan. Informasi yang tidak perlu malah dapat menimbulkan gangguan bagi audiens ketika melihat slide presentasi kita seperti gridlines dan data table.

Sebelum data disajikan, maka Anda perlu memikirkan terlebih dahulu apa pesan yang ingin Anda sampaikan kepada audiens Anda. Hal ini dikarenakan penggunaan data yang tepat harus selalu memunculkan inti sari dari apa yang ingin disampaikan. Data tanpa intisari sangatlah tidak efektif.

Selain itu, data yang Anda tampilkan dalam slide presentasi mesti presisi. Artinya, angka yang tertera menggambarkan ukurannya. Jika data yang ditampilkan tidak presisi ukurannya, maka data tersebut tidak dapat memberikan arti.

Untuk membuat visualisasi data melalui slide presentasi power point, mari kita perhatikan studi kasus berikut ini.

Misalnya, Anda ingin menyampaikan pesan bahwa penjualan mobil BMW meningkat pada tahun 2021.

Data yang Anda miliki adalah data penjualan mobil sedan BMW pada bulan Juli sampai November tahun 2021 berturut-turut sebesar 50, 70, 90, 120 dan 150 buah.

Agar audiens Anda mudah untuk memahami pesan yang ingin Anda sampaikan, maka data tersebut dapat Anda sampaikan dalam bentuk diagram batang.

Slide yang ingin Anda tampilkan bentuknya dapat seperti di bawah ini.

Untuk membuat slide di atas, selain Anda dapat menggunakan menu insert chart yang ada di power point, maka Anda juga dapat menggunakan cara lain, yaitu menggunakan shape rectangle yang ada di power point.

Mari kita buat slide di atas langkah demi langkah.

Langkah # 1 : Buatlah Diagram Batang Dengan Shape Rectangle

Langkahnya diawali dengan memasukan sebuah shape rectangle. Untuk memasukkan shape rectangle tersebut, maka Anda pilih menu home, lalu pilih shape rectangle. Hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Lalu, klik kanan shape rectangle tersebut dengan mouse, sehingga hasilnya akan seperti gambar di bawah ini.

Kemudian, pilih format shape, klik size, ketik height: 5,64 cm (yang mewakili 50 buah mobil sedan BMW), dan klik lock aspect ratio, sehingga gambarnya seperti di bawah ini.

Selanjutnya, copy shape rectangle tersebut dengan menggunakan Ctrl+D, sehingga menghasilkan shape kedua.  Tarik shape kedua sejajar dengan shape yang pertama yang ditandai dengan munculnya garis merah di bagian atas dan bawah kedua shape. Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini.

Lalu, dari shape kedua dicopy dengan menggunakan Ctrl+D klik sebanyak tiga kali, sehingga hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Kemudian klik shape kedua, pilih format shape, pilih size, hilangkan tanda v lock aspect ratio, ketik height menjadi 7,90 cm yang mewakili 70 buah mobil sedan BMW ((70/50) x 5,64 cm), dan enter.  Hasilnya seperti di bawah ini.

Kemudian klik shape ketiga, pilih format shape, pilih size, hilangkan tanda v lock aspect ratio, ganti height menjadi 10,15 cm yang mewakili 90 buah mobil sedan BMW ((90/50) x 5,64 cm), dan enter.  Hasilnya seperti di bawah ini.

Selanjutnya, klik shape keempat, pilih format shape, pilih size, hilangkan tanda v lock aspect ratio, ketik height menjadi 13,54 cm yang mewakili 120 buah mobil sedan BMW ((120/50) x 5,64 cm), dan enter.  Hasilnya seperti di bawah ini.

Selanjutnya, klik shape kelima, pilih format shape, pilih size, hilangkan tanda v lock aspect ratio, ketik height menjadi 16,92 cm yang mewakili 150 buah mobil sedan BMW ((150/50) x 5,64 cm), dan enter.  Hasilnya seperti di bawah ini.

Lalu, blok semua kelima shape, klik menu format, klik align, pilih align bottom dan klik distribute horizontally, sehingga hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Kemudian, bawa ke atas kelima shape tersebut masuk ke dalam slide, sehingga hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 2 : Union Kelima Shape dengan Fitur Merge Shape

Tujuan dilakukan union dari kelima shape tersebut adalah agar kelima shape tersebut menjadi bentuk satu shape yang sudah menjadi satu kesatuan yang nantinya bisa dimasukan gambar foto.

Cara melakukan union dari kelima shape tersebut adalah :

  1. Pilih kelima shape tersebut.
  2. Klik fitur shape format/format.
  3. Pilih fitur merge shape.
  4. Klik union.

Jika Anda telah melakukan union dari kelima shape tersebut, maka Anda dapat menyesuaikan besar dan tinggi dari shape yang sudah menjadi satu kesatuan tersebut yang hasilnya ditunjukkan seperti gambar di bawah ini. Jika Anda melakukan penyesuaian, maka shape tersebut ukurannya tetap akan presisi.

Langkah # 3 : Masukan Gambar Foto ke Dalam Shape

Karena kelima shape tersebut telah menjadi bentuk shape yang sudah menjadi satu kesatuan, maka untuk memasukan gambar yang relevan Anda dapat melakukannya dengan fitur merge shape.

Caranya adalah :

  1. Masukan gambar foto yang relevan dimana letakkan gambar foto tersebut dibelakang shape. Letak shape Anda dapat pindahkan ke sebelah kanan, karena bagian kiri akan diisi dengan teks.
  2. Klik gambar foto, tekan tombol shift, klik shape, pilih fitur shape format/format, klik intersect.

Hasilnya akan tampak seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 4 : Masukan Teks dan Data

Pada langkah ini, Anda dapat memasukan teks dan data yang Anda perlukan sesuai dengan pesan yang telah Anda rencanakan.

Hasilnya dapat terlihat seperti slide di bawah ini.

Langkah # 5 : Tambahkan Satu Shape Rectangle Yang Transparan

Tambahan satu shape rectangle yang transparan ditujukan agar audiens fokus pada data penjualan tertinggi yang terjadi pada bulan November 2021. Dengan fokus pada data tersebut, maka Anda dapat membahas apa yang terjadi pada bulan November tersebut.

Hasilnya akan terlihat seperti slide di bawah ini.

Selain tampilan visualisasi data seperti di atas, Anda dapat juga melakukan 3 kreasi model desain slide presentasi lainnya.

Pertama, Anda dapat mengubah warna background. Misalnya, Anda ubah warna background menjadi hitam. Untuk membuatnya, Anda klik kanan di slide, pilih fitur format background, pilih solid fill, dan pilih color warna hitam. Kemudian, sesuaikan warna teks agar tampak kontras. Hasilnya bisa dilihat seperti slide di bawah ini.

Kedua, Anda dapat menggunakan konsep double tone. Double tone dalam konsep desain visual akan memiliki background warna gelap dan obyek lainnya cerah ataupun sebaliknya.

Untuk membuatnya, maka Anda gunakan gambar foto sebagai background yang Anda ubah warnanya dengan meng-klik gambar foto, klik format, klik fitur color, dan pilih greyscale. Kemudian, tutup seluruh gambar dengan shape rectangle, klik kanan shape rectangle, klik format shape/format, pilih solid fill, pilih color warna putih, dan pilih transparency di angka 10 %. Hasilnya dapat tampak seperti slide di bawah ini.

Ketiga, Anda dapat menambah shape frame. Variasi model slide ini merupakan pengembangan dari model slide di atas. Hasilnya ditunjukkan seperti slide di bawah ini.

Demikianlah, cara membuat visualisasi data diagram batang dengan shape rectangle.

Menampilkan visualisasi data dengan shape rectangle dapat menjadi satu alternatif yang dapat Anda lakukan selain dengan menggunakan fitur insert chart.

Dengan kreatifitas yang Anda miliki, maka Anda dapat membuat berbagai model desain slide presentasi dengan menggunakan shape rectangle.

Anda dapat mengubah warna backgroundnya. Anda dapat membuat alternatif desain slide dengan konsep double tone. Dan Anda dapat menambah shape frame.

Berlatih, berlatih dan berlatihlah untuk terus membuat visualisasi data yang menarik bagi audiens Anda. Semakin sering Anda berlatih, semakin terampil Anda dapat membuat visualisasi data yang mengesankan bagi audiens Anda.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.