SAMPAIKANLAH PESAN ANDA, UBAHLAHLAH DUNIA

Setiap Orang WAJIB BICARA, Tetapi Bukan Asal Bicara

Jadilah, MESSENGER Yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

Dua Siasat Yang Pertama Yang Perlu Anda Lakukan Dalam Menjual Ide Anda Pada Organisasi

Menjadi pemenang dalam pertarungan politik di dalam suatu organisasi mirip dengan mencapai kemenangan dalam konteks politik yang konvensional. Dalam hal ini, Anda dapat menggalang dukungan dari berbagai divisi seperti pemasaran, penjualan, dan bidang lainnya untuk mendukung ide atau gagasan yang Anda perjuangkan. Hal ini memperlihatkan bahwa strategi membangun dukungan dari berbagai pihak internal organisasi memainkan peran penting, serupa dengan cara memenangkan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat dalam politik konvensional.

(Sell dan Moussa, 2007) menjelaskan bahwa ada gerakan politik atau siasat yang perlu Anda lakukan. Dua siasat yang pertama yang perlu Anda lakukan untuk memperjuangkan ide Anda untuk mengatasi sikap yang tidak mau berubah organisasi hingga berhasil meraih komitmen bagi ide Anda adalah sebagai berikut :

Siasat # 1 : Temukan Tema Sederhana Yang Merangkum Ide Anda

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah menemukan cara sederhana untuk merangkum dan mengkomunikasikan ide Anda. Semakin besar kelompok orang yang Anda komunikasikan sehubungan dengan ide Anda, semakin besar pula imbalan yang diperoleh jika mempunyai tema yang sederhana yang mampu menangkap esensi dari apa yang Anda inginkan. Untuk berhasil dalam gerakan politik atau siasat, maka Anda membutuhkan slogan.

(Sell dan Moussa, 2007) menyebutkan bahwa Herb Kellehr, mantan CEO Southwest Airlines menjadi bintang perusahaan dengan menciptakan budaya yang berpusat pada tema tunggal, yaitu penerbangan berbiaya rendah (low cost carrier). Dia menuntut agar setiap keputusan perusahaan harus melewati satu ujian sederhana, yaitu “apakah keputusan tersebut membantu menjaga perusahaan sebagai penerbangan berbiaya rendah ?

Keindahan dari tema yang sederhana adalah bahwa orang bisa mengingatnya, membicarakannya, dan menyampaikannya kepada orang lain dengan penjelasan yang mudah. Hal ini bisa memberikan kekuatan pada ide Anda agar mampu bertahan ketika angin tentangan politik mulai berembus.

Archie Norman, yang mengambil alih Asda Group PLC, sebuah jaringan supermarket besar di Inggris menangani kebutuhan politik ini dengan baik. Ia menciptakan kalimat sederhana dalam pidatonya, yaitu “cintailah toko-toko” yang langsung menyampaikan apa yang dia inginkan. Hal ini menjadi fokus setiap orang dan memperkuat ikatan di antara orang-orang yang siap menjadi pendukung idenya.

Siasat # 2 : Masukan Ide Anda ke Dalam Agenda Dengan Memunculkan Rasa Mendesak

Dalam setiap organisasi ada begitu banyak ide, sehingga semuanya tidak bisa tertampung di dalam agenda. Pertanyaannya adalah ide mana yang akan dipertimbangkan ?

Anda harus berupaya agar ide Anda menarik perhatian orang kepada masalah yang sedang berusaha Anda atasi. Dan tidak ada yang bekerja lebih baik dari pada memperlihatkan pada orang lain bahwa ide Anda menangani kebutuhan yang mendesak. Tenggat waktu, ancaman dari luar atau mandat dari otoritas yang lebih tinggi bisa menjadi cara yang bermanfaat untuk menjadikan ide Anda sebuah prioritas.

Jadi, setelah menyusun ide Anda dengan tema yang sederhana dan jelas, maka carilah peristiwa yang dapat membantu Anda mendapatkan penawaran politis untuk ide tersebut. Ide Anda tersebut perlu menjadi hal-hal yang akan dipertimbangkan oleh pengambil keputusan baik dari segi kemendesakan maupun kepentingannya.

Apabila ide Anda akan membantu penghematan biaya, maka inisiatif perusahaan untuk mengurangi biaya pengeluaran akan membuat prakarsa pengurangan biaya menjadi hal yang lebih menarik dan mendesak bagi bos Anda. Jika saingan Anda sedang menjadi berita dengan pengumuman besar mengenai produk baru mereka, maka Anda bisa beragumen bahwa inisiatif penghematan biaya yang Anda ajukan akan memberikan sesuatu yang nyata kepada bos Anda dan perusahaan.

Demikianlah, dua gerakan politik yang perlu Anda jalankan untuk memperjuangkan ide Anda dalam menghadapi ketidakmampuan organisasi untuk berubah hingga Anda berhasil memperoleh dukungan bagi ide tersebut.

Kunci pertama adalah membuat tema yang sederhana yang mampu merangkum kompleksitas dari ide Anda. Dengan tema yang sederhana, maka harapannya ide Anda akan mudah dipahami oleh semua orang, menjangkau dan mempengaruhi lebih banyak orang.

Selain itu, Anda juga perlu memunculkan rasa kemendesakan dari ide Anda. Mendesak untuk apa ? Untuk perubahan yang harus diperlukan. Anda perlu memberikan alasan kepada orang-orang mengapa ide Anda memerlukan perhatian dan tindakan segera. Ketika Anda berhasil menanamkan rasa mendesak ini, maka Anda dapat mengubah ide Anda menjadi gerakan yang tak terhentikan.

Jadi, cari tema yang sederhana dari ide Anda dan hadirkan ide Anda dengan rasa mendesak. Karena hanya dengan demikian, maka Anda bisa mempengaruhi masa depan yang Anda inginkan.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.

 

 

Archie Norman-Contoh Keberhasilan Mewujudkan Implementasi Ide Dalam Mengelola Politik Organisasi

Memenangkan pertarungan politik di dalam organisasi tidak berbeda dengan memenangkan pertarungan politik tradisional. Anda bisa mengumpulkan pendukung dari bagian pemasaran, penjualan, dan lain-lain untuk mendukung ide Anda.

(Sell dan Moussa, 2007) menjelaskan mengenai Archie Norman yang berhasil mewujudkan idenya dalam mengelola politik organisasi kantor.

Ceritanya pada tahun 1991 ketika Archie Norman mengambil alih Asda Group PLC, sebuah jejaring supermarket besar di Inggris yang mengalami kemunduran, dia menggenggam nasib perusahaan yang hancur di tangannya. Perusahaan itu pernah mengalami keberhasilan dalam melayani pembelanja yang sangat sadar akan nilai, tetapi keputusan tingkat tinggi yang diambil perusahaan itu telah mengantarkan perusahaan itu ke jurang kehancuran.

Beberapa pesaing yang kuat menjadi ancaman bagi pengaruh Asda Group PLC di wilayah kelas pekerja di Inggris. Serangkaian akuisisi yang tidak dilakukan dengan baik akhirnya berujung pada kerugian dan Asda Group PLC juga dibebani dengan berlapis-lapis birokrasi yang menghabiskan banyak biaya.

Para pekerja tidak lagi berani untuk memberikan saran guna meningkatkan prestasi, karena takut diberhentikan. Ketakutan itu karena mengkritik manajemen pusat akan diberhentikan oleh perusahaan. Utang jangka pendek memberikan tekanan serius pada keuangan mereka, sehingga kebangkrutan bukanlah hal yang mustahil.

Pada hari pertamanya memegang kendali perusahaan, Norman memperlihatkan tekadnya untuk mengubah budaya perusahaan yang tidak berani menyampaikan saran-saran perbaikan. Ia berupaya untuk menyampaikan tema perubahan yang jelas dan sederhana. Dalam rapat manajemen yang dilakukan pada hari pertama begitu Norman  memegang kendali perusahaan, ia mengumumkan :

“Hari ini adalah Hari Nol dalam program pemulihan kita. Kondisi kita berada dalam keadaan yang memprihatinkan. Dan kita harus berubah. Kita akan ada reorganisasi manajemen. Tujuan saya adalah mengembangkan fokus yang jelas di toko-toko, mempersingkat jalur komunikasi dan membentuk kita semua menjadi bagian dalam satu tim yang berupaya memperbaiki kondisi perusahaan. Saya menginginkan agar setiap orang dekat dengan toko. Kita harus mencintai toko-toko kita sampai mati. Itulah usaha kita”.

Para manajer yang duduk dihadapannya menyambut pidatonya Norman dengan keheningan yang dingin. Tidak ada kata-kata yang diucapkan dan tidak ada pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dari mereka. Perusahaan itu seperti ladang ranjau politik, sehingga tidak ada seorangpun yang berani bicara.

Norman telah menyampaikan pesan yang sederhana dengan rencananya mengubah perusahaan itu. Pesannya adalah mencintai toko. Dan kalimat itu menjadi seruan bagi para pendukungnya di bulan-bulan selanjutnya saat Norman bergerak untuk mengasingkan penentangnya dan meraih momentum perubahaan.

Untuk menekankan mendesaknya keadaan, Norman melakukan beberapa tindakan segera. Kurang dari satu jam setelah pidatonya, dia memberhentikan Chief Financial Officer (CFO) yang dikenal tidak bisa dipercaya yang bertanggung jawab atas keadaan keuangan perusahaan yang begitu parah. Dan dalam waktu beberapa hari berikutnya, dia mulai melaksanakan ucapannya dengan mengunjungi beberapa toko.

Apa yang didengarnya semakin menegaskan kekawatirannya. Seorang manajer mengatakan. Manajer itu telah berusaha membuat Asda Group PLC mau mendengar persoalannya di toko. Namun, pimpinan sebelumnya tidak mau mendengarkannya, sehingga dia berhenti melakukannya. Dia merasa diperlakukan seperti orang bodoh oleh pimpinannya sebelumnya. Dalam istilah politik, Norman bisa melihat bahwa kantor pusat menganggap orang-orang yang mengelola toko sebagai musuh. Dan strategi akuisisi mereka yang mahal sebagai jalan keluar.

Jadi, Norman menggarisbawahi komitmennya untuk mencintai toko dengan membongkar usaha yang diakuisi oleh Asda Group PLC, yaitu jejaring perusahaan furniture dan karpet, begitu juga perusahaan pengembangan properti. Dan ia memberhentikan orang yang telah mendalangi transaksi ini. Dalam pidato hari pertamanya begitu ia memegang kendali perusahaan yang menjelaskan tentang tindakannya tersebut, dia menegaskan kembali temanya, Tujuan saya, katanya, “adalah mengembangkan fokus yang jelas di toko-toko”.

Disamping mengunjungi sendiri toko-toko, Norman juga menjalin hubungan langsung dengan beberapa manajer toko. Dia membentuk “Sepakbola Malam Minggu Archie”, pertandingan sepakbola mingguan antara tim eksekutif seniornya dan manajer toko serta karyawan guna memperkuat ikatan Norman dengan karyawan lapangan. Hal itu ia tujukan untuk memperkuat aliansi utama untuk mendukung ide perubahan di perusahaan tersebut.

Berikutnya, Norman mendirikan sebuah prakarsa yang disebutnya “Program Pembaruan Toko”, yakni manajer-manajer toko-toko dengan kinerja paling buruk langsung bertanggungjawab kepadanya. Norman bekerja bersama para manajernya untuk mengubah operasional mereka dengan mengharuskan agar setiap inovasi yang berhasil baik itu cara baru memanggang roti maupun mencatat penjualan agar segera diikuti oleh toko-toko lain. Praktik ini, yaitu kemenangan-kemenangan kecil yang disebarluaskan menjadi terkenal dengan sebutan “Asda Best Way’. Segera, para manajer toko mulai bersaing untuk bisa memberikan kontribusi kepada toko mereka.

Hasilnya ? Dalam waktu lima tahun, jumlah pengunjung Asda Group PLC meningkat 50 persen, penjualan meningkat sepertiga kali, dan harga saham meningkat sampai empat kali. Selain itu, 120 toko telah diperbaharui dan staf kantor pusat dikurangi hingga setengahnya. Sebagaimana diungkapkan oleh pengamat manajemen bisnis, “Norman telah mengubah cara bagaimana perusahaan itu bekerja”.

Demikianlah, contoh keberhasilan mewujudkan implementasi ide dalam mengelola politik organisasi. Langkah yang dilakukan oleh Norman adalah menyampaikan idenya dengan jelas dan sederhana, yaitu mencintai toko; memunculkan rasa kemendesakan dari idenya dengan memberhentikan eksekutif yang tidak bisa dipercaya; menghasilkan kemenangan-kemenangan kecil yang menjadi cara terbaik Asda Group PLC untuk diterapkan di toko-toko lainnya; dan membentuk aliansi utama untuk memperluas basis dukungan dari ide perubahannya.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.

 

Perhatikanlah Dua Tantangan Politik Organisasi Yang Dapat Menggelincirkan Ide Anda

(Sell dan Moussa, 2007) menjelaskan bahwa untuk menutup penjualan ide Anda, maka ada dua hal yang perlu Anda perhatikan. Pertama adalah komitmen individu. Kedua adalah tantangan dari politik organisasi.

Setelah Anda berhasil menggerakkan orang, mereka akan tetap berada di dalam rencana Anda jika digerakkan oleh kekuatan lain yang sama kuatnya. Ada berita baik dan buruknya untuk hal itu.

Berita bagusnya adalah momentum organisasi bisa mengantar ide Anda sampai tahap tertentu setelah Anda berhasil menggerakkan pengambil keputusan untuk mengambil langkah nyata dan roda komitmen mulai bergulir. Sementara itu, berita tidak baiknya adalah banyak kekuatan yang sama besar yang dapat memperlambat atau menghentikan ide Anda untuk bergerak.

Oleh karena itu, ada dua hal tantangan politik organisasi yang perlu Anda yang perhatikan yang dapat mematikan ide Anda.

Tantangan Politik Organisasi # 1 : Ancaman Terhadap Kekuasaan Orang Lain

Tantangan politik yang sangat penting yang dihadapi oleh setiap ide baru adalah kemungkinan bahwa seseorang di dalam organisasi menganggap ide tersebut sebagai ancaman terhadap wilayah kekuasaannya. Dalam kasus pengembangan mesin berpendingin udara yang dikembangkan oleh pusat penelitian dan pengembangan (litbang) General Motor (GM) bahwa ide pengembangan mesin tersebut merupakan ancaman bagi otonomi divisi Chevrolet di GM. Hal ini yang luput diantisipasi oleh Kettering sebagai Kepala Litbang GM, sehingga ide pengembangan mesin berpendingin udara tidak berlanjut.

Perlu diketahui bahwa ada dua tujuan di dalam organisasi. Pertama, tujuan nyata untuk membuat organisasi itu berdiri. Kedua, tujuan untuk meningkatkan kekuasaan pengurusnya. Manusia adalah makhluk yang ego sensitif yang berupaya untuk mempertahankan kepentingan wilayah kekuasaan mereka, entah berupa ruang kerja maupun kerajaan.

Tantangan Politik Organisasi # 2 : Ancaman Terhadap Kepentingan Orang Lain

Di hadapan perlawanan organisasi, hal terpenting yang bisa dilakukan oleh penjual ide adalah meraih dan mempertahankan momentum positif untuk inisiatifnya. Hal ini lebih mudah diucapkan dari pada dilakukan, karena dalam banyak pertarungan politik orang yang kalah akan bersuara lebih keras. Mereka adalah orang-orang yang menghadapi kehilangan kekuasaan, kendali, sumber daya atau pengikut yang dipastikan akan berjuang dengan keras untuk mempertahankan status quo.

Yang mendasari fenomena ini adalah prinsip psikologis yang sangat kuat yang dijelaskan oleh berbagai penelitian ilmiah sebagai respons terhadap kekurangan (Sell dan Moussa, 2007). Orang memberikan reaksi lebih kuat pada kemungkinan rugi dibandingkan kemungkinan mendapat keuntungan. Serikat pekerja bersedia berunding untuk mendapatkan kenaikan gaji, tetapi mereka akan melakukan pemogokan kerja apabila Anda berusaha mengurangi satu jenis tunjangan. Begitu pula, unit usaha akan melakukan lobi untuk mendapatkan sumber daya baru, tetapi mereka akan berjuang seperti prajurit untuk mempertahankan sumber daya yang telah mereka miliki.

Lawan-lawan Keterring di divisi Chevrolet GM langsung bereaksi karena berurusan dengan mesin berpendingin udara yang baru dan tidak akan menyerah sampai beban itu disingkirkan. Karena hal itu akan mengganggu kepentingan mereka. Sementara itu, sudah pasti tidak ada pembeli atau pedagang yang mendesak untuk memesan mobil baru itu, karena memang belum dibuat dan orang sama sekali tidak mempunyai gambaran apa yang akan mereka peroleh dari mesin baru itu. Hal ini menciptakan pertarungan antara unit operasional GM yang paling berhasil─Chevrolet─dan kelompok litbang GM yang dipimpin oleh Kettering tanpa pendukung yang tidak mempunyai pengawasan terhadap apa yang dilakukan Chevrolet dengan ide baru Kettering tersebut.

Demikianlah, dua tantangan politik organisasi yang perlu Anda perhatikan dalam menjual ide Anda. Politik dalam organisasi bukanlah aspek selingan bagi penjual ide, tetapi aspek penting yang harus diperhatikan jika Anda tidak mau ide Anda tergelincir. Orang-orang yang terancam kekuasaan dan kepentingannya oleh adanya ide Anda akan bersuara lebih lantang dan berjuang lebih gigih untuk menghambat ide Anda, sehingga Anda tidak boleh meremehkan semangat yang dibawa oleh penentang ide Anda di dalam pertarungan politik organisasi.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.

 

 

Memenangkan Dukungan : Strategi Mendapatkan Komitmen Individu Untuk Penutupan Penjualan Ide Anda

Mendapatkan dukungan untuk ide yang Anda jual seringkali merupakan tantangan yang besar. (Sell dan Moussa, 2007) menjelaskan pelajaran penting agar berhasil dalam penjualan ide, maka Anda harus ingat Hukum Gerakan Pertama Newton, yaitu : Sesuatu yang berhenti cenderung untuk tetap berhenti, dan sesuatu yang bergerak cenderung untuk bergerak dengan kecepatan sama pada arah yang sama kecuali digerakkan oleh kekuatan luar yang tidak seimbang.

Jika kita menyingkirkan kata tidak seimbang (yang dimaksud Newton adalah kekuatan yang tidak dibatalkan oleh kekuatan sama besar yang menentangnya), maka hukum ini dapat disusun kembali menjadi Hukum Organisasi Pertama Newton, karena berlaku pada manusia seperti halnya pada benda dalam dunia nyata.

Dalam penjualan ide, Anda harus mengatasi dua masalah pokok. Pertama, sikap tidak mau berubah (inersia) yang membuat orang terus berpegang pada sesuatu yang telah terbukti. Para ilmuwan menyebut fenomena ini dengan nama : bias status quo. Perubahan membutuhkan usaha, sehingga orang-orang cenderung untuk mempertahankan status quo asalkan keadaan tersebut cukup bisa memenuhi kepentingan mereka.

Kedua, perubahan kepentingan dan prioritas yang bisa membatalkan kesepakatan yang telah dibuat jika pihak lain yang telah terlebih dahulu berjanji untuk membantu Anda. Masalah ini dapat muncul bahkan saat Anda sudah menutup penjualan dan meminta pihak lain untuk mengambil langkah komitmen tertentu.

Untuk mengatasi masalah tersebut di atas, ada beberapa strategi yang dapat Anda jalankan, yaitu :

  1. Soroti Keuntungan Nyata Dari Ide Anda. Misalnya, tunjukkan bagaimana sistem manajemen proyek baru dapat meningkatkan efisiensi waktu, mengurangi kesalahan dan memudahkan kolaborasi tim.
  2. Meminta Tindakan Nyata Untuk Menjalankan Ide Anda. Tindakan nyata yang dilakukan pihak lain bisa berupa hal sederhana seperti mengirim email kepada kelompok yang mendukung ide Anda atau sesuatu seperti menyediakan pendanaan dan sumber daya manusia untuk melaksanakan ide Anda. Apapun tindakannya, kini Anda dapat mengandalkan orang tersebut sebagai pendukung ide Anda. Tapi, ingat bahwa Anda juga perlu melibatkan orang lainnya yang secara hirarki berperan dalam menjalankan ide Anda tersebut agar ide tersebut dapat dikawal oleh mereka.
  3. Menegaskan Kembali Kepentingan Bersama. Semakin ide Anda menonjolkan kepentingan utama pihak lain, maka semakin besar kemungkinan mereka akan mendukung ide Anda sekalipun terjadi perubahan keadaan.
  4. Mendekatkan Hubungan Anda dengan Pengambil Keputusan. Hubungan Anda dengan pengambil keputusan seringkali menjadi hal yang penting dalam keputusannya berkaitan dengan komitmen yang dipegangnya. Semakin dekat hubungan Anda, semakin besar kemungkinan dia memilih ide yang Anda usulkan.
  5. Membuat Orang Berpengaruh Menjadi Pendengar Penting. Pastikan orang yang berpengaruh adalah pendengar yang memperhatikan tindakan nyatanya sesuai dengan ide Anda. Ketika prioritas berubah, kehadiran pendengar ini akan berpengaruh dalam upaya untuk mempertahankan ide Anda agar tetap berada di dalam daftar inisiatif pekerjaan.
  6. Membangun Akuntabilitas Dengan Memberikan Peran dan Batas Waktu. Berilah peran tertentu yang unik dan peran penting bagi pelaksana ide Anda kepada orang-orang. Beri mereka dorongan untuk merasa bertanggung jawab bagi keseluruhan usaha dengan memberi mereka tanggung jawab yang tidak dilakukan oleh orang lain. Setelah itu, tambahkan batas waktu bagi mereka dalam pelaksanaan ide tersebut. Pada saat prioritas lain menyela, orang tersebut akan memilih untuk tetap melaksanakan ide Anda dari pada proyek lain yang tidak mempunyai tenggat waktu yang kontribusi mereka tidak diperhatikan atau kurang penting.

Dalam mengatasi inersia, penting untuk membuktikan nilai dari ide yang Anda usulkan dan meminta tindakan nyata untuk menjalankan ide Anda. Sementara itu, dalam menghadapi perubahan kepentingan dan prioritas, kunci utamanya adalah berkomunikasi secara terbuka dan fleksibel, yaitu degan menegaskan kembali kepentingan bersama, mendekatkan hubungan Anda dengan pengambil keputusan, membuat orang berpengaruh menjadi pendengar penting, membangun akuntabilitas dengan memberikan peran dan batas waktu. Dengan cara ini, Anda dapat menangani kedua masalah tersebut dengan lebih baik, meningkatkan peluang mendapatkan dukungan dan komitmen individu untuk ide yang Anda usulkan.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.

Tiga Strategi Rahasia : Menciptakan Keterkaitan Melalui Kepentingan Bersama Dalam Penjualan Ide Anda

Di sebuah kota kecil dua orang sahabat lama, yaitu Ani dan Rudi berkumpul untuk berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka memasarkan ide. Ani, seorang pebisnis yang penuh gairah dengan ide bisnis kreatifnya yang sering kali merasa kesulitan untuk meyakinkan investor tentang potensi proyeknya. Sementara, Rudi adalah seorang akademisi yang bersemangat dengan ide-ide inovatifnya yang merasa bahwa ide-idenya belum sepenuhnya diterima di lingkungan pendidikan.

Percakapan mereka berlangsung seperti di bawah ini :

Ani : “Rudi, sepertinya ide bisnisku yang kreatif belum membuat investor terpikat. Aku terlalu fokus pada kehebatan ideku, tetapi seringkali lupa untuk memahami apa yang benar-benar mereka butuhkan.”

Rudi : “Aku merasakan hal yang serupa. Ide-ide inovatifku belum sepenuhnya diterima di dunia pendidikan. Aku cenderung ‘memborbardir’ audiensku dengan detail-detail teknis, tanpa benar-benar mengkaitkan ide-ideku dengan apa yang mereka cari.”

Dari permasalahan yang mereka alami tersebut, mereka membicarakan tiga strategi penting dalam menjual ide yang dapat kita ambil pelajarannya. Ketiga strategi tersebut adalah :

Strategi # 1 : Mendengarkan Dengan Makna : Memahami Kebutuhan Orang Lain Dengan Empati

Ani : “Apa yang bisa kita lakukan ? Bagaimana kita bisa membuat ide kita menjadi lebih menarik dan terhubung dengan kebutuhan orang lain ?”

Rudi : “Mungkin kita perlu mulai mendengar dengan lebih dalam. Sama seperti saat kita berbicara dengan teman dekat, kita harus memahami kebutuhan investor dan audiens dunia pendidikan dengan empati.”

Ani : “Aku pernah bertemu dengan seorang investor yang menolak ide bisnisku. Dia ingin lebih tahu bagaimana ideku bisa memberi solusi bagi masalah yang sedang dihadapi oleh pasar.’

Rudi : “Sama halnya, guru-guru di sekolah juga lebih menghargai ide yang bisa langsung memberikan solusi bagi tantangan dalam proses belajar mengajar.”

Mendengarkan untuk memahami kebutuhan orang dengan empati mengacu pada kemampuan kita untuk mendengarkan bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dengan upaya memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.

Hal ini melibatkan lebih dari sekadar mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh orang lain. Ini juga bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang apa yang diungkapkan oleh orang lain dengan cara mempertimbangkan perasaan dan perspektif mereka.

Strategi # 2 : Mengidetifikasi Kebutuhan Bersama : Menemukan Keselarasan Dalam Keinginan

Ani : “Jadi, kita perlu menemukan kesamaan dalam apa yang mereka butuhkan dari ide kita.”

Rudi : “Tepat ! Aku mulai melihat bahwa semua pihak ingin solusi yang praktis, mudah diimplementasikan dan memberikan dampak langsung.”

Ani : “Begitu juga dengan investor. Mereka menginginkan sesuatu yang bisa memberikan nilai bagi pasar secara langsung.”

Menemukan kebutuhan bersama untuk mendapatkan keselarasan dalam keinginan merujuk pada proses menemukan titik temu atau kesamaan dalam kebutuhan, keinginan atau tujuan antara kita dan orang lain. Ini melibatkan pencarian aspek-aspek dimana kepentingan orang lain saling bersinggungan atau saling melengkapi dengan kepentingan kita.

Strategi # 3 : Menyamakan Ide Dengan Kebutuhan Bersama : Mengolah Presentasi Ide

Ani : “Jadi, kita harus mengadaptasi cara kita menyajikan ide. Kita harus menonjolkan bagaimana ide kita memberikan solusi langsung dan memberikan nilai bagi pasar.”

Rudi : “Aku akan lebih fokus pada bagaimana ide-ideku bisa langsung memberikan manfaat dalam proses belajar mengajar, bukan hanya sekadar teknis.

Menyamakan ide dengan kebutuhan bersama untuk mengolah presentasi ide adalah tentang mengkaitkan dan menyajikan ide atau proposal kita dengan cara yang menggambarkan bagaimana ide tersebut dapat menjadi solusi atau memberikan nilai tambah bagi tujuan yang diinginkan oleh orang lain. Hal ini membantu untuk mendapatkan dukungan dan penerimaan yang lebih besar terhadap ide atau proposal yang kita ajukan kepada orang lain.

Melalui proses mendengarkan dengan lebih dalam, mengidentifikasi kebutuhan bersama dan menyamakan ide dengan kebutuhan tersebut, maka Ani dan Rudi merasakan perubahan besar dalam respon yang mereka terima ketika mereka menjual ide. Mereka menyadari bahwa bukan hanya kehebatan ide yang mereka tawarkan, tetapi juga bagaimana ide itu dapat benar-benar memenuhi kebutuhan orang lain.

Cerita Ani dan Rudi tersebut bisa memberikan perjalanan baru bagi kita dalam menjual ide kepada orang lain. Untuk sukses dalam menjual ide, maka kita perlu lebih dari sekadar ‘memborbardir’ dengan detail teknis. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu memahami dan menyentuh kepentingan bersama. Itulah rahasia yang dapat membawa ide-ide kita pada tingkat yang lebih mendalam dan efektif.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini demi kelangsungan pengembangan blog ini. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar kolega Anda dapat juga belajar dari postingan ini. Terima kasih atas bantuan yang telah Anda lakukan untuk menyebarkan postingan ini.