SAMPAIKANLAH PESAN ANDA, UBAHLAHLAH DUNIA

Setiap Orang WAJIB BICARA, Tetapi Bukan Asal Bicara

Jadilah, MESSENGER Yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

5 Sumber Daya dan 3 Tools Yang Perlu Anda Ketahui Ketika Anda Membuat Slide Presentasi

Setelah konten presentasi Anda siapkan, maka langkah selanjutnya Anda mesti menyiapkan desain slide presentasi. Fase ini merupakan sebuah tahapan untuk membuat slide presentasi.

Dalam tahap ini, Anda perlu memvisualkan materi presentasi yang telah Anda buat. Memvisualkan apa yang akan ditempatkan pada slide presentasi akan menjadikan slide presentasi Anda benar-benar sebagai hasil dari sebuah desain.

Dalam membuat slide presentasi sesuai dengan konten presentasi yang telah Anda siapkan memerlukan elemen-elemen desain. Elemen desain tersebut mencakup di antaranya gambar, icon, warna, teks, dan lain-lain.

Untuk memudahkan Anda membuat slide presentasi, maka Anda perlu mengetahui sumber daya dan tools yang dibutuhkan. Sumber daya dan tools ini tidak saja memudahkan Anda membuat slide presentasi yang akan Anda tampilkan, tetapi juga dapat membuat slide presentasi Anda menjadi menarik.

Ada 5 sumber daya dan 3 tools yang perlu Anda ketahui dalam mendesain slide presentasi.

Mari kita bahas satu persatu kelima sumber daya dan ketiga tools tersebut.

Sumber Daya # 1 : Inspirasi

Untuk menjadi kreatif, maka Anda perlu menambah sumber inspirasi, karena inspirasi merupakan ide dari kreativitas itu sendiri. Untuk mendapatkan tambahan sumber inspirasi, maka Anda perlu membaca buku-buku atau artikel-artikel tentang desain slide presentasi, mengikuti pelatihan tentang desain slide presentasi, dan melihat website-website atau social media yang menghadirkan slide presentasi yang visual dan menarik.

Sebagai sumber inspirasi tambahan bagi Anda, maka Anda dapat melihat ide-ide slide presentasi yang menarik di :

  1. https://www.pinterest.com/
  2. https://behance.net
  3. https://freepik.com

Anda dapat menuliskan kata kunci di fitur pencariannya, misalnya slide design. Dari situ, maka Anda dapat menemukan berbagai macam ide desain slide presentasi yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi Anda dalam mendesain slide presentasi.

Sumber Daya # 2 : Gambar

Gambar merupakan sumber daya yang sangat penting, karena penggunaan gambar akan membuat slide presentasi Anda akan tampak lebih visual. Dalam menggunakan gambar, Anda perlu hati-hati. Gunakanlah gambar yang aman untuk mendesain slide presentasi Anda. Aman atau tidaknya penggunaan gambar tersebut dapat Anda lihat dari lisensinya. Jika Anda menggunakan gambar yang royalty free, maka berarti Anda harus membayar dulu baru bisa menggunakan gambar tersebut. Jika Anda ingin menggunakan gambar yang tidak berbayar, maka carilah gambar-gambar yang disediakan secara gratis.

Gambar yang dapat Anda gunakan dalam membuat slide presentasi ada dua. Pertama, Anda bisa menggunakan foto. Yang kedua, Anda dapat menggunakan vektor.

Jika Anda menggunakan gambar foto yang gratis dan aman digunakan, maka Anda dapat mencarinya di website berikut ini :

  1. https://unsplash.com/
  2. https://pixabay.com/
  3. https://www.pexels.com/

Sementara itu, jika Anda ingin menggunakan gambar vektor, maka Anda dapat mencarinya di website berikut ini :

  1. https://illustrations.co/
  2. https://www.freepik.com/
  3. https://undraw.co/illustrations

Namun, Anda mesti memperhatikan lisensinya jika Anda hendak menggunakan gambar vektor pada website di atas. Ada gambar vektor yang gratis dimana Anda mesti memberikan atribusi, akan tetapi ada gambar vektor dimana Anda perlu membelinya terlebih dahulu jika Anda ingin menggunakannya.

Sumber Daya # 3 : Icon

Icon menurut Aurora Harley, konsultan di Nielsen Norman Group seperti yang dijelaskan dalam https://www.nngroup.com/articles/icon-usability/ adalah representasi visual dari obyek, aksi atau ide. Jadi, dengan menggunakan icon pada presentasi, maka audiens Anda akan lebih mudah dan cepat memahami informasi yang ingin Anda sampaikan dibandingkan sebelum menggunakan icon

Untuk itulah, penggunaan icon dalam presentasi disarankan. Selain untuk memudahkan audiens Anda dalam menerima informasi, icon juga dapat memperindah tampilan visual pada slide presentasi Anda.

Untuk mendapatkan icon, maka Anda dapat mencarinya di website berikut ini :

  1. https://www.flaticon.com/
  2. https://thenounproject.com/
  3. https://www.iconfinder.com/

Dalam penggunaan icon pada website di atas, Anda perlu memperhatikan lisensinya. Ada icon yang free dan ada icon yang berbayar.

Sumber Daya # 4 : Warna

Warna adalah salah satu elemen desain yang perlu Anda ketahui. Karena warna sangat berpengaruh terhadap kejelasan, keindahan, dan kenyamanan audiens Anda dalam menerima pesan lewat slide presentasi.

Secara praktis ketika Anda ingin menggunakan warna dalam desain slide presentasi Anda, maka Anda dapat menggunakan tema warna (color palette) yang diambil dari website penyedia referensi warna. Beberapa website penyedia referensi warna adalah

  1. https://color.adobe.com/explore
  2. https://coolors.co/palettes/trending
  3. https://www.color-hex.com/color-palettes/

Selain itu, untuk mengetahui kombinasi warna yang dapat membantu Anda untuk menentukan apakah warnanya mempunyai kontras yang baik atau tidak, maka Anda dapat meminta bantuan aplikasi pada website. Tepatnya, Anda dapat masuk ke https://coolors.co/contrast-checker.

Sumber Daya # 5 : Font

Nancy Duarte (2008) menyebutkan bahwa font merupakan salah satu bahan baku dari slide presentasi yang hebat, selain latar belakang warna (background), warna dan gambar. Font dalam slide presentasi dapat Anda gunakan untuk menuliskan pesan yang ingin Anda sampaikan.  

Selain font bawaan yang ada di microsoft power point seperti Calibri, Times New Roman dan Arial, maka Anda dapat menggunakan font khusus seperti Gill Sans dan Caviar Dreams. Anda dapat mengunduh font khusus tersebut di website sesuai selera yang Anda inginkan. Namun, Anda mesti memperhatikan lisensinya. Ada font yang gratis dan ada juga yang berbayar.

Untuk mengunduh font sesuai kebutuhan Anda, maka Anda dapat mengunduhnya di websiste berikut ini :

  1. https://www.dafont.com/
  2. https://fonts.google.com/
  3. https://www.myfonts.com/

Tools 1 : Remove Background

Ada kalanya ketika Anda membuat slide presentasi, maka Anda hanya membutuhkan, misalnya, gambar orang dari sebuah foto yang Anda miliki. Karena itu, Anda mesti menghilangkan background dari foto tersebut yang merupakan elemen-elemen yang tidak Anda perlukan.

Jika Anda ingin menghilangkan background dari foto yang anda punyai, maka selain Anda dapat menggunakan fitur remove background yang ada di Microsoft Power Point, Anda dapat juga menggunakan aplikasi remove background yang ada di website.

Website yang dapat Anda gunakan untuk melakukan remove background adalah : https://picwish.com/

Tools 2 : Picture to Shape

Dalam hal tertentu untuk membuat slide presentasi, maka ada kalanya Anda menggunakan gambar orang yang kemudian Anda masukan gambar tertentu seperti gedung ke dalam gambar orang tersebut. Untuk itu, maka Anda perlu mengambil gambar orang tersebut dengan menggunakan aplikasi remove background, kemudian Anda ubah gambar orang tersebut menjadi shape agar Anda bisa memasukan gambar gedung ke dalam shape dengan fitur merge shape yang ada di Microsoft Power Point.

Mengubah gambar orang tersebut menjadi shape memerlukan aplikasi. Aplikasi tersebut dapat Anda gunakan ada di : https://picsvg.com/.

Tools 3 : Editable Vector

Jika Anda ingin menggunakan gambar vektor dalam slide presentasi, maka Anda tidak perlu membuat gambar vektor sendiri dengan menggunakan shape dan garis. Anda dapat menggunakan cara cerdas dengan men-download gambar vektor dari website yang menyediakan lisensi yang gratis. Misalnya, Anda dapat mendownloadnya dari https://freepik.com dan Anda akan memperoleh gambar vektor dengan format eps.

Untuk mengubah gambar vektor tersebut menjadi vektor yang dapat diedit (editable vector), maka Anda perlu menggunakan aplikasi yang namanya : https://cloudconvert.com/.

Dengan menggunakan https://cloudconvert.com/, jika Anda menggunakan Microsoft Power Point versi 2013, maka Anda perlu merubah gambar vektor dengan format eps menjadi format emf atau wmf. Sementara itu, jika Anda menggunakan Microsoft Power Point versi 2016 ke atas, maka Anda perlu mengubahnya menjadi format svg agar Anda dapat meng-edit gambar vektor tersebut.

Demikianlah, 5 sumber daya dan 3 tools yang perlu Anda ketahui ketika Anda membuat slide presentasi.

Kelima sumber daya dan ketiga tools tersebut dapat membantu memudahkan Anda untuk mendesain slide presentasi. Selain itu, sumber daya dan tools tersebut tidak saja memudahkan Anda untuk merancang slide presentasi yang akan Anda tampilkan, tetapi juga dapat membuat slide presentasi Anda menjadi menarik.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini agar postingan minggu berikutnya bisa menampilkan insight yang lebih baik. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

Tujuh Ide Slide Presentasi Bisnis

John Medina, seorang neuroscientist, seperti yang disebutkan oleh Janine Kurnoff dan Lee Lazarus (2021) mengatakan bahwa ide yang yang disampaikan dalam bentuk visual akan diproses lebih cepat dari pada ide yang sama yang disampaikan dalam bentuk tulisan atau lisan. Visual dapat memanusiakan ide-ide Anda yang memicu emosi dan perasaan. Dan, emosi bahkan lebih dari logika murni memotivasi kita untuk bertindak.

Sebaliknya, visual yang mengganggu atau membosankan seperti slide presentasi yang diisi dengan teks atau angka murni akan menumpulkan emosi kita dan memperlambat pengambilan keputusan.

Sayangnya, banyak presentasi bisnis yang kita lakukan terganggu oleh tampilan visual yang buruk. Tampilan slide tersebut banyak dipenuhi oleh teks, charts, dan bullet points.

Untuk memahami mengapa membuat tampilan slide visual yang benar sangat penting, coba tanyakan pada diri Anda satu pertanyaan ini : apa tujuan dari presentasi saya ? Bukankah untuk membantu pengambilan keputusan? Atau meyakinkan audiens Anda ? Atau memajukan percakapan bisnis ?

Visual yang jelas dan sederhana membantu ide-ide Anda diinterpretasikan dengan lebih cepat dan keputusan dibuat lebih cepat karena visual tersebut memanusiakan ide-ide Anda dan lebih menanamkan emosi dari pada mengandalkan logika murni. Sebaliknya, visual yang buruk akan memperlambat pengambilan keputusan. Dan, keputusan yang lambat mengakibatkan jalannya bisnis juga menjadi lebih lambat.

Visual yang ditampilkan sering tidak baik ketika kita kekurangan waktu atau strategi cerita untuk membimbing kita. Presenter—dapat dimengerti—selalu ingin menghemat waktu dengan menggunakan kembali slide yang ada. Kita juga sering mengumpulkan slide dari yang ada sebelumnya atau meminjam slide dari rekan kerja kita tanpa memikirkan maksud dari pesan yang coba kita komunikasikan untuk tujuan tertentu.

Kita mudah untuk menjadi korban dari visual yang buruk. Presentasi yang kita lakukan memasukkan terlalu banyak teks dan data serta sering kali menggunakan warna dan font yang tidak sesuai.

Untuk menampilkan slide presentasi bisnis, ada tujuh ide yang dapat Anda gunakan.

Mari kita bahas satu per satu ketujuh ide tersebut.

Ide # 1 : Gambar + Teks

Untuk menampilkan slide presentasi bisnis, Anda dapat menggunakan gambar yang relevan yang sesuai dengan pesan yang ingin Anda sampaikan. Angka yang diperbesar dan diberi cetak tebal (bold) akan membuat data menjadi lebih cepat dan mudah untuk diserap oleh audiens Anda. Selain itu, buatlah juga judul slide yang spesifik dan berbentuk percakapan.

Ide # 2 : Gambar + Shape + Teks

Ide yang kedua, Anda dapat menggunakan gambar, shape dan teks untuk menyampaikan pesan  bisnis dalam presentasi Anda. Gambar yang secara penuh melingkupi slide presentasi dapat Anda gunakan untuk membawa suasana hati audiens Anda terkait dengan pesan kunci dari presentasi bisnis Anda. Teks yang besar yang Anda masukan dalam shape berwarna akan membuat data Anda menjadi lebih mudah untuk dilihat. Untuk judul slide, buatlah judul slide yang ringkas, spesifik dan berbentuk percakapan.

Ide # 3 : Shape + Icon + Teks

Shape yang berwarna dan icon dapat Anda gunakan dalam presentasi bisnis Anda. Shape yang berwarna dan icon akan membantu memisahkan informasi yang membuat konten presentasi Anda mudah untuk dipahami. Disamping itu, buatlah judul presentasi Anda yang menggambarkan banyaknya informasi yang Anda tampilkan dalam shape dan icon.

Ide # 4 : Tabel + Shape + Teks

Shape dan teks berwarna yang Anda gunakan dalam presentasi bisnis Anda akan membantu memfokuskan pesan kunci dari presentasi Anda. Teks yang diperbesar membuat insight dari data yang Anda tampilkan menjadi lebih jelas. Gunakanlah judul slide yang menggambarkan insight kunci dari data yang Anda sajikan.

Ide # 5 : Diagram Batang + Shape + Icon + Teks

Dalam ide kelima ini, Anda dapat menggunakan shape yang berwarna, misalnya warna biru untuk memfokuskan data kunci. Sementara, data yang tidak ingin Anda tonjolkan, Anda menggunakan warna abu-abu, namun tetap memberikan konteks bagi pesan dari presentasi bisnis Anda. Teks yang diperbesar dengan icon yang relevan akan membuat insight dari data menjadi lebih jelas. Data yang diurutkan rangkingnya dari tertinggi ke terendah membuat data yang menjadi pesan utama menjadi menonjol. Gunakan judul slide yang menggunakan kalimat aktif yang meringkaskan insight kunci dari presentasi bisnis Anda.

Ide # 6 : Diagram Garis + Shape + Teks

Dalam menggunakan diagram garis untuk presentasi bisnis Anda, maka Anda perlu menggunakan aksis vertikal yang sederhana yang membuat sedikit gangguan dan label aksis horisontal yang besar agar mudah dilihat. Legend (ticket received dan ticket processed) yang diintegrasikan dengan diagram garis akan membuat kejelasan. Shape berwarna, misalnya abu-abu dapat Anda gunakan untuk memperkuat insight kunci dari presentasi bisnis Anda. Untuk judul slide, Anda perlu membuat judul yang meringkaskan insight kunci dari presentasi bisnis Anda.

Ide # 7 : Shape + Teks

Dalam ide ketujuh ini, untuk menampilkan pesan presentasi bisnis, Anda dapat menggunakan pendekatan yang berbeda. Jika sebelumnya Anda menggunakan tabel, digaram batang, dan diagaram garis, maka Anda dapat menggunakan pendekatan yang unik untuk menampilkan data untuk menarik perhatian audiens Anda, misalnya dengan menggunakan shape yang kecil yang menggambarkan angka yang ingin Anda jelaskan. Angka yang diperbesar akan membuat data cepat dan mudah untuk dilihat. Tambahan pula, buatlah judul presentasi Anda yang mensarikan insight kunci dari pesan presentasi bisnis Anda.

Demikianlah, tujuh ide slide presentasi bisnis.

Tidak ada ilmu yang pasti untuk memilih visual yang benar, tetapi adalah ide yang baik untuk menampilkan variasi dari berbagai elemen visual yang ada.

Jangan pernah jatuh cinta pada satu foto, charts, atau diagram. Selalu perhatikan cerita Anda terlebih dahulu, lalu pilih visual yang mendukung cerita Anda.

Selain itu, untuk membuat slide yang visual dan menarik pelajari dan kuasailah prinsip dan elemen desain slide presentasi serta fitur kreatif power point dan teknik desain slide presentasi.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini agar postingan minggu berikutnya bisa menampilkan insight yang lebih baik. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

Ketika Audiens Presentasi Anda Virtual, Maka Ada 3 Aksi Yang Perlu Anda Lakukan

Suatu ketika, Anda akhirnya melakukan pertemuan yang sangat penting pada ruangan yang penuh dengan pengambil keputusan.

Satu-satunya tempat berinteraksi adalah ruangan maya (virtual). Slide presentasi yang biasanya Anda gunakan untuk pertemuan tatap muka (face to face) sudah sangat teruji dengan baik. Sebagaimana, pebisnis yang sibuk dan berbakat, maka Anda ingin menghemat waktu. Anda bertanya-tanya. Tidak bisakah saya menyampaikan cerita dengan cara yang sama ketika saya melakukan presentasi secara virtual ?

Jawabannya tidak. Anda tidak bisa melakukan penyampaian presentasi virtual seperti presentasi tatap muka.

Presentasi yang sama yang telah Anda gunakan berkali-kali secara luring akan sangat berbeda dengan presentasi secara virtual.

Apa yang membuatnya berbeda ?

Satu hal yang mungkin dapat Anda rasakan dalam melakukan presentasi online adalah audiens Anda dapat dengan mudah tidak terlibat dengan presentasi Anda, karena adanya berbagai gangguan. Mereka bisa mengirim email, memeriksa media sosial, mengirim sms (short message service), dan lain sebagainya.

Hal tersebut bukan berita baru bagi siapa pun, karena saat ini kita hidup dalam dunia yang mudah beralih perhatian.

Nick Morgan dalam Forbes (2012) menyebutkan bahwa orang memiliki rentang perhatian yang jauh lebih pendek dalam pertemuan virtual. Sebagian besar rapat berlangsung selama satu jam. Setelah sekitar 5-10 menit dalam lingkungan virtual, maka orang cenderung mudah untuk kehilangan minat pada pertemuan virtual tersebut. Solusinya adalah membuat audiens terlibat dengan presentasi Anda.

Kurnoff dan Lazarus (2021) menyebutkan bahwa presentasi virtual adalah tarian koreografi antara cerita Anda, visual Anda, dan kehadiran Anda. Untuk dapat melakukan tarian presentasi virtual, maka Anda memerlukan tiga aksi penting.

Mari kita bahas satu per satu aksi tersebut.

Aksi # 1 : Menyiapkan Narasi Cerita Anda

Anda harus mengetahui cerita Anda ke belakang dan ke depan untuk pertemuan apa pun. Narasi yang disiapkan dengan baik yang menggunakan struktur storytelling adalah suatu keharusan.

Ada 5 elemen penting yang dapat Anda gunakan untuk melakukan presentasi bisnis dengan pendekatan storytelling. Pertama, setting. Kedua, characters. Ketiga, conflict. Keempat, big idea. Kelima, resolution.

Setting memberikan konteks bagi audiens Anda. Dalam storytelling bisnis, setting merupakan situasi bisnis yang saat ini terjadi seperti kondisi pasar atau kesehatan perusahaan secara keseluruhan.

Characters memanusiakan cerita Anda dan memasukan emosi dalam konten Anda. Characters dalam storytelling bisnis sering digambarkan sebagai partisipan dari bisnis seperti konsumen, pemasok, mitra kerja, karyawan atau stakeholders kunci. Characters tersebut dipengaruhi oleh situasi yang terjadi.

Conflict merupakan ketegangan yang sehat (healthy tension) yang menciptakan pertanyaan “mengapa” bagi audiens Anda. Conflict membuat ketegangan yang memberikan audiens Anda alasan untuk peduli dan menyelesaikannya. Satu hal yang jelas adalah bahwa semua cerita yang besar mempunyai conflict. Tanpa conflict atau ketegangan, cerita Anda tidak mempunyai momentum.

Big Idea adalah jembatan mental yang membawa audiens Anda dari “mengapa” ke “bagaimana”.  Big Idea adalah satu hal yang Anda ingin audiens Anda untuk mengingatnya, karena mereka tidak mungkin untuk mengingat semua hal. Big Idea adalah tentang apa dari cerita Anda.

Resolution mengungkapkan solusi, ide atau langkah yang Anda tawarkan untuk mengatasi conflict. Untuk seorang tenaga penjual, resolution adalah fitur dan manfaat dari produk atau solusi mereka. Untuk seorang konsultan, resolution adalah pendekatan dan kerangka waktu untuk memecahkan sebuah masalah. Untuk seorang manajer produk yang memberikan sebuah update, resolution adalah rekomendasi untuk mendorong pertumbuhan produk.

Kelima elemen tersebut dapat Anda gunakan tidak hanya untuk presentasi bisnis saja, tetapi  juga dapat Anda gunakan untuk presentasi lainnya.

Untuk memahami bagaimana penerapan dari 5 elemen di atas, mari kita lihat contoh pada industri asuransi yang diuraikan narasi ceritanya berikut ini.

“Ketika membeli atau memperbaharui asurasi (setting), konsumen (character) mempunyai banyak sumber daya pada genggamannya. 60 % bertemu atau mengunjungi seorang agen. 71 % melakukan penelitian dan membandingkan di dunia online. 80 % mendapatkan rekomendasi dari teman dan keluarga. (data memberikan konteks untuk membangun setting dari cerita).

Tetapi, jalur untuk membeli asuransi properti atau mobil menjadi kompleks (conflict). Dan, kita mempercayakan pada anak-anak konsumen kita untuk menjangkau pembeli. Metode pembelian kita yang lama tidak dapat bekerja lagi. Sumber konsumen sekarang : 45 % agen, 35 % multigenerasi, 12 % langsung, 8 % teman dan keluarga. (conflict diperbesar dengan menyajikan data).

Untuk menjangkau pembeli asuransi mendatang, kita perlu membangun relevansi selama proses pembelian mereka (big idea).

Tiga hal ini adalah bagaimana kita membangun relevansi dengan pembeli mendatang. Pertama, menyederhanakan proses pembelian oleh konsumen. Kedua, melakukan personalisasi pengalaman konsumen. Ketiga, melakukan diferensiasi penawaran produk. (resolution).”

Aksi # 2 : Membangun Interaksi Yang Direncanakan

Mengapa persiapan untuk membangun interaksi dengan audiens pada presentasi online diperlukan ? Karena presentasi di dunia maya meninggalkan gap yang cukup besar dimana bahasa tubuh alami atau percakapan biasa berada. Anda harus merekayasa hubungan yang alami dengan audiens.

Bagaimana cara menyuntikkan interaksi yang direncanakan ke dalam cerita apa pun di dalam presentasi Anda ?

Anda dapat membangun peluang yang sering untuk interaksi langsung ke dalam cerita Anda menggunakan slide penanda untuk interaksi (interactive placeholder slide).

Apa itu slide penanda untuk interaksi ?

Pada intinya, slide penanda untuk interaksi adalah slide presentasi yang mengarahkan lalu lintas virtual. Mereka secara visual menunjukkan kepada audiens Anda apa yang perlu mereka ketahui atau lakukan pada saat tertentu. Munculnya slide penanda untuk interaksi ini dalam presentasi Anda menandakan adanya jeda untuk tanya jawab, jajak pendapat singkat untuk memeriksa pemahaman audiens, diskusi dalam chat, sesi brainstorming dalam virtual whiteboard atau bahkan ruang pertemuan (breakout room) untuk latihan kelompok kecil.

Alih-alih Anda memberikan percakapan monolog yang konstan, slide penanda untuk interaksi menjamin peluang umpan balik yang berharga yang akan membantu Anda menemukan dan secara langsung memenuhi kebutuhan audiens Anda. Slide penanda untuk interaksi adalah bahan bakar interaksi untuk presentasi virtual Anda.

Berikut ini adalah beberapa contoh slide penanda untuk interaksi.

Sekarang Anda mungkin bertanya-tanya : Bagaimana slide penanda untuk interaksi yang merupakan bagian dari slide saya bisa berdampingan dengan online tools (alat online) yang yang tersedia seperti polls, whiteboard, chat, dan banyak lagi ?

Singkatnya, slide penanda untuk interaksi membantu Anda menghidupkan online tools dengan cara visual yang lebih dinamis.

Inilah cara mereka bekerja sama :

Konten presentasi Anda ditambah dengan slide penanda untuk interaksi Anda semuanya tergabung dalam satu file yang Anda bagikan atau unggah ke platform presentasi virtual. Slide penanda untuk interaksi Anda memberikan isyarat visual bagi Anda dan audiens Anda untuk memberi sinyal saat Anda akan berhenti sejenak untuk berinteraksi dan meluncurkan specific online tool (alat online tertentu).

Misalnya, jika Anda ingin memeriksa pemahaman audiens Anda menggunakan polling, maka pertama-tama Anda harus menunjukkan slide penanda untuk interaksi dan segera setelah itu, Anda meluncurkan polling dimana idealnya polling tersebut telah Anda siapkan sebelumnya. Kombinasi antara slide penanda untuk interaksi dan online tool ini akan membawa pada pengalaman virtual yang sangat interaktif yang terpandu dengan baik.

Idealnya, rencanakan interaksi setiap tiga hingga lima menit, karena audiens virtual Anda akan berhenti mengikuti presentasi Anda jika Anda melakukannya lebih lama dari itu. Ya, ini berarti Anda akan memiliki lebih banyak slide untuk presentasi virtual dari pada yang biasanya Anda lakukan saat menyampaikan presentasi tatap muka.

Aksi # 3 : Menampilkan Kehadiran Virtual Anda Yang Berdampak

Tampil dengan cerita yang dipersiapkan dengan baik termasuk isyarat visual dan verbal untuk memandu interaksi akan membuat Anda tampak lebih gesit dan responsif. Ketika di dalam presentasi Anda merasa santai, terkendali, dan percaya diri, maka hal itu pada akhirnya akan membuat kehadiran virtual Anda lebih berdampak.

Kehadiran virtual merupakan elemen yang tidak dapat diabaikan.

Apa itu kehadiran virtual ?

Kehadiran virtual adalah kemampuan Anda untuk membaca ruang virtual dan mengisi celah untuk menghindari keheningan yang canggung atau obrolan acak yang mengganggu begitu banyak pertemuan online.

Misalnya, gunakan jeda visual yang telah direncanakan sebelumnya untuk berinteraksi dengan audiens Anda. Selain itu, Anda perlu untuk tetap waspada terhadap keheningan yang lama atau respons yang tertunda. Jika Anda merasa kehilangan perhatian dari audiens Anda, maka Anda perlu membuat presentasi Anda hidup. Anda dapat memperlambat narasi Anda dan melompat dengan beberapa interaksi dadakan dari pada kehilangan perhatian audiens Anda.

Cara lain untuk meningkatkan kehadiran virtual Anda adalah dengan memperkuat secara verbal apa slide penanda untuk interaksi Anda yang tampil di layar komputer.

Mengapa ?

Karena Anda dapat menghadapi keheningan yang membuat suasana canggung saat meluncurkan polling, atau jeda untuk tanya jawab atau sejenisnya. Audiens Anda perlu waktu untuk berpikir dan memproses apa yang baru saja Anda minta untuk mereka lakukan. Karena itu, bersiaplah dengan beberapa hal yang dapat dikatakan untuk mengisi kekosongan.

Berikut ini adalah contoh-contoh yang dapat Anda terapkan.

Selama polling, maka Anda dapat mengatakan, misalnya, “Saya ingin mendengar dari Anda. Mari kita lanjutkan dan buka serta isi polling singkat ini” atau “ Apakah Anda setuju atau tidak setuju ? Tolong luangkan waktu Anda sejenak untuk mengisi polling ini. Klik tombol kirim setelah Anda mengisinya” Ketika Anda meminta umpan balik, maka Anda dapat mengatakan, misalnya, “Jika Anda ingin menanyakan sebuah pertanyaan, tekan tombol raise hand dan unmute di aplikasi online Anda. Saya sangat senang mendengarnya dari Anda”. Ketika Anda ingin melakukan diskusi di chat, maka Anda dapat mengatakan, misalnya, “Mari  ambil waktu sejenak untuk memberikan saya umpan balik yang dapat Anda sampaikan pada chat. Saya ingin mendengarnya dari Anda”. Demikianlah, 3 aksi yang perlu Anda lakukan ketika audiens presentasi Anda virtual. 

Pertama, menyiapkan narasi cerita Anda. Kedua, membangun interaksi yang direncanakan. Ketiga, menampilkan kehadiran virtual Anda yang berdampak.

Ketiga hal itu perlu dipersiapkan dengan baik oleh setiap presenter yang akan melakukan presentasi virtual yang sukses. Jika Anda datang dalam presentasi virtual yang dilengkapi dengan cerita yang solid dengan interaksi yang telah direncanakan dan menampilkan kehadiran virtual Anda yang berdampak, maka tentu Anda dapat melakukan presentasi yang berjalan lancar yang responsif bagi kebutuhan audiens Anda dari awal sampai akhir. 

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini agar postingan minggu berikutnya bisa menampilkan insight yang lebih baik. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

Cara Membuat Slide Presentasi Yang Menarik Dengan Teknik Creative Out of Bounds Effect

Untuk mendesain slide presentasi yang menarik, penggunaan gambar sangatlah diperlukan. Hal ini karena dengan menggunakan gambar, maka gagasan yang Anda sampaikan akan lebih mudah diterima oleh audiens Anda.

Gambar yang digunakan dengan tepat akan menjadi visual yang efektif untuk memperkuat pesan Anda. Selain itu, gambar yang digunakan dengan tepat akan menjadikan tampilan slide presentasi Anda menjadi lebih menarik perhatian bagi audiens Anda.

Namun, sayangnya seringkali Anda menampilkan gambar dalam slide presentasi kurang menarik, sehingga audiens Anda tidak terlalu memperhatikan apa yang Anda sampaikan. Padahal, gagasan presentasi yang Anda sampaikan sangat menarik.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mempelajari lebih dalam tentang desain slide presentasi khususnya dengan menggunakan Microsoft Power Point.

Optimasi gambar yang tepat akan menghasilkan desain slide presentasi yang maksimal.

Salah satu teknik optimasi gambar yang dapat Anda gunakan adalah teknik creative out bounds effect.

Apakah teknik creative out of bounds effect ?

Teknik creative out of bounds effect adalah teknik desain slide presentasi dimana efek dari gambar yang ditampilkan menembus batas. Menembus batas artinya foto yang ditampilkan seolah-olah keluar dari bingkai atau frame yang disajikan secara unik dan kreatif dalam perspektif 3 dimensi.

Teknik ini sering digunakan di dalam aplikasi photoshop. Tetapi, dengan menggunakan Microsoft Power Point, teknik tersebut juga dapat digunakan untuk membuat slide presentasi yang menarik.

Misalnya, Anda akan membuat slide identitas yang menampilkan foto Anda dimana ada sebagian foto Anda berada di dalam bingkai dan sebagian lagi di luar bingkai. Hasil dari slide presentasi yang dapat dibuat dengan menggunakan teknik creative out of bounds effect dapat berbentuk seperti gambar di bawah ini.

Untuk membuat slide di atas sangatlah mudah.

Mari kita ikuti langkah-langkah pembuatannya berikut ini.

Langkah # 1 : Masukan Foto  ke Dalam Slide

Untuk membuat slide identitas yang menggambarkan diri Anda sendiri sebaiknya pada slide yang kosong, maka Anda memasukan foto Anda sendiri.  Namun, untuk kebutuhan tutorial ini, maka sebagai contoh foto yang digunakan dapat Anda download dari https://www.pexels.com/photo/trendy-indian-man-in-earbuds-against-brick-wall-on-street-7129177/ dimana web tersebut menyediakan foto gratis.

Langkah # 2 : Duplikat Slide Pada Langkah # 1

Anda duplikat slide pada langkah # 1. Tujuannya adalah agar Anda bisa mempunyai dua foto. Foto yang pertama dapat Anda gunakan untuk memasukan foto tersebut ke dalam sebuah bingkai. Bingkainya bisa berbentuk shape oval. Dan foto yang kedua untuk memberikan efek seolah-olah fotonya berada di luar bingkai dimana Anda dapat menggunakan fitur remove background dan crop untuk membuatnya.

Langkah # 3 : Masukan Shape Oval ke Dalam Slide Yang Berisi Foto Pertama Pada Langkah # 2

Kemudian, Anda dapat masukan shape oval ke dalam slide yang berisi foto pertama pada langkah # 2. Tujuannya Anda memasukan shape oval tersebut adalah untuk membuat bingkai yang nantinya ada sebagian foto di dalam bingkai tersebut. Anda dapat menggeser fotonya ke sebelah kanan untuk menempatkan fotonya di sana dan di bagian sebelah kiri nantinya dapat ditempatkan teks yang relevan.

Langkah # 4 : Masukan Foto Pertama ke Dalam Shape Oval Pada Langkah # 3

Anda kemudian memasukan foto pertama ke dalam shape oval pada langkah # 3. Caranya adalah klik foto, tekan dan tahan tombol shift, klik shape oval, pilih menu shape format, pilih merge shape, dan pilih intersect. Akibatnya, foto akan masuk ke dalam shape oval.

Hasilnya seperti ditampilkan pada gambar di bawah ini.

Langkah # 5 : Buat Foto Kedua Pada Langkah # 2 Menjadi Setengah Badan

Selanjutnya, Anda ambil foto kedua pada langkah # 2 dan buat menjadi setengah badan. Caranya adalah Anda lakukan remove background dan setelah itu, Anda crop fotonya sehingga menghasilkan foto setengah badan.

Hasilnya seperti ditampilkan pada gambar di bawah ini.

Langkah # 6 : Tumpuk Foto Pertama Pada Langkah # 4 Dengan Foto Kedua Pada Langkah # 5

Kemudian, Anda tumpuk foto pertama pada langkah # 4 dengan foto kedua pada langkah # 5. Dengan melakukan hal ini, maka Anda bisa memunculkan tampilan dimana ada sebagian foto berada di dalam lingkaran dan sebagian lagi di luar lingkaran.

Langkah # 7 : Beri Warna Background Pada Slide Langkah # 6

 Anda dapat memberi warna backgroud pada slide langkah # 6. Misalnya, Anda memberikan warna coklat pada slide tersebut. Hasilnya seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Langkah # 8 : Beri Garis Tepi Pada Picture Foto Pertama Pada Slide Langkah # 7 dan Masukan Icon dan Teks

Untuk memberikan bingkai pada picture foto pertama pada slide langkah # 7, maka Anda dapat memberikan garis tepi pada picture tersebut. Caranya adalah klik picture yang berbentuk shape oval, klik fitur shape outline, pilih fitur weight, pilih 3 pt, kemudian beri warna putih.

Dan masukan icon dan teks yang relevan yang telah Anda siapkan. Hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Dengan teknik ini, selain Anda bisa membuat slide identitas, maka Anda dapat juga membuat slide lainnya seperti slide cover, slide agenda, slide pembuka, slide isi dan slide penutup dengan menggunakan gambar yang relevan yang sesuai dengan pesan yang ingin Anda sampaikan.

Demikianlah, cara membuat slide presentasi yang menarik dengan teknik creative out of bounds effect.

Dengan teknik ini, maka Anda dapat menampilkan slide presentasi dimana efek dari gambar yang ditampilkan menembus batas. Menembus batas artinya foto yang ditampilkan seolah-olah keluar dari bingkai atau frame yang disajikan secara unik dan kreatif dalam perspektif 3 dimensi.

Praktikkanlah teknik ini agar Anda dapat menguasainya dengan baik.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini agar postingan minggu berikutnya bisa menampilkan insight yang lebih baik. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

Cara Membuat Slide Presentasi Yang Menarik Dengan Teknik Creative Brush Effect

Microsoft Power Point adalah sebuah tool yang sangat ampuh yang dapat digunakan untuk membuat slide presentasi. Jika digunakan dengan benar, maka alat ini dapat mengubah slide presentasi yang membosankan menjadi lebih menarik.

Mungkin Anda berpikir bahwa Microsoft Power Point tidak memiliki alat artistik seperti Photoshop atau CorelDraw. Padahal, Microsoft Power juga memiliki fitur-fitur yang mampu menghasilkan desain slide presentasi yang artistik.

Bagaimana mungkin ?

Microsoft Power Point dapat memberikan solusi bagi Anda untuk dapat membuat slide presentasi yang menarik dengan sentuhan artistik.

Dengan bermodalkan shape, font, dan gambar, maka Microsoft Power mampu menghasilkan desain slide presentasi yang unik. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk membuatnya adalah efek sapuan kuas (brush effect).  

Namun, perlu diingat bahwa untuk membuat slide presentasi dengan efek sapuan kuas ini, maka Anda perlu menggunakan Microsoft Power Point dengan versi minimal 2013. Hal ini karena Microsoft Power Point versi 2013 memiliki fitur merge shape yang dapat digunakan untuk mengubah teks menjadi shape dan memasukan gambar ke dalam shape.

Contoh slide presentasi yang dibuat dengan teknik creative brush effect tersebut dapat digambarkan seperti tampilan di bawah ini.

Untuk membuatnya, mari kita ikuti langkah-langkah berikut ini.

Langkah # 1 : Instal Font Road Rage

Untuk mendapatkan font road rage, maka Anda dapat mengunduhnya di https://www.dafont.com/road-rage.font. Anda mesti memperhatikan lisensinya bahwa font road rage ini hanya dapat digunakan untuk penggunaan pribadi, tidak boleh digunakan untuk penggunaan komersial.

Setelah Anda mendownload dari situs font di atas, maka biasanya file yang diperoleh masih dalam bentuk RAR atau ZIP. Selanjutnya, file tersebut di-extract agar menjadi folder.

Kemudian, buka foldernya dan cari file dengan ekstensi OTF atau TTF. Selanjutnya, klik kanan pada font OTF/TTF, lalu klik install. Jangan lupa, tutup dulu semua aplikasi Microsoft Office. Lalu re-open, karena font baru muncul ketika dire-open. Dan font road rage siap digunakan.

Langkah # 2 : Masukan Font Road Rage ke Dalam Slide

Pada slide kosong, Anda klik menu Insert, pilih fitur Shape, dan pilih fitur Text Box. Kemudian, di dalam Text Box, Anda ketik huruf I dan font nya pilih road rage dengan ukuran 344 pt (poin). Hasilnya akan diperoleh seperti gambar berikut ini.

Langkah # 3 : Ubah Font Road Rage Menjadi Shape

Anda perlu mengubah font rage yang berbentuk I pada langkah # 2 di atas menjadi bentuk shape. Hal ini perlu Anda lakukan, karena kita ingin memasukan gambar ke dalam shape dengan menggunakan fitur merge shape. Dan power point hanya bisa melakukannya kalau font road rage tersebut sudah diubah menjadi bentuk shape.

Cara mengubah font road rage menjadi bentuk shape adalah sebagai berikut :

  1. Masukan shape rectangle ke dalam slide yang sudah berisi font road rage seperti pada langkah # 2 di atas. Shape rectangle tersebut perlu melingkupi seluruh font road rage tersebut.
  2. Letakkan shape rectangle di belakang font road rage dengan meng-klik kanan shape rectangle, lalu pilih fitur sent to back, dan pilih sent to back.
  3. Klik shape rectangle, tekan dan tahan tombol shift, klik font road rage, pilih shape format, pilih fitur merge shape, dan pilih fitur intersect.

Ketika Anda selesai melakukan langkah ketiga di atas, maka font road rage telah berubah menjadi shape.

Hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Sekalipun bentuknya sama dengan gambar pada langkah # 2, tetapi bentuknya sudah berubah. Bentuknya bukan font lagi, namun sudah dalam bentuk shape.

Langkah # 4 : Duplikat Shape Pada Langkah # 3 Menjadi 5 Shape Baru

Shape yang sudah dihasilkan pada langkah # 3 di atas, Anda duplikat dengan menggunakan tombol Ctrl + D menjadi 5 shape baru. Jumlah shape yang Anda duplikat tidak harus lima. Jumlah tergantung dari bentuk yang Anda inginkan. Hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 5 : Union 6 Shape Pada Langkah # 4

Setelah Anda selesai melakukan langkah # 4, maka Anda union 6 shape pada langkah # 4 tersebut. Tujuannya adalah agar Anda dapat menghasilkan satu bentuk shape baru yang nantinya bisa Anda masukan gambar.

Hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 6 : Masukan Gambar Pada Slide Hasil Langkah # 5

Pada slide hasil dari langkah # 5, Anda masukan gambar. Gambar yang Anda masukan adalah gambar yang relevan dan mempunyai resolusi yang baik yang sesuai dengan pesan yang ingin Anda sampaikan. Anda letakkan gambarnya di belakang shape yang dihasilkan pada langkah # 5.

Hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 7 : Masukan Gambar ke Dalam Shape

Dari slide pada langkah # 6 di atas, maka Anda mempunyai dua elemen desain, yaitu gambar dan shape. Anda dapat memasukan gambar ke dalam shape tersebut. Caranya adalah : klik gambar, tekan dan tahan tombol shift, klik shape, klik menu shape format, pilih fitur merge shape, dan pilih fitur intersect.

Hasilnya akan berbentuk seperti gambar di bawah ini.

Gambar pada slide di atas bentuknya sudah dalam bentuk gambar. Anda bisa memfokuskan gambarnya dengan menggunakan fitur Crop. Caranya adalah : klik gambarnya dengan menggunakan mouse sebelah kiri, pilih fitur picture format, pilih fitur Crop, dan pilih Crop. Hasilnya akan berbentuk seperti gambar di bawah ini.

Dari gambar di atas, Anda geser sedikit area berwarna gelap dengan 7 titik putih ke sebelah kiri. Untuk memfokuskan gambar, maka Anda tarik titik putih yang diujung kiri atas, kanan atas, kiri bawah atau kanan bawah ke dalam sampai Anda mendapatkan fokus gambar sesuai dengan yang Anda inginkan.

Hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 8 : Tambahkan Warna Background, Shape Frame dan 2 Garis Siku

Slide yang dihasilkan pada langkah # 7 di atas, Anda dapat menambahkah warna backgroundnya, shape frame, dan 2 garis siku. Hal ini dapat Anda lakukan untuk memperindah tampilan slide yang ingin dihasilkan.

Hasilnya dapat berbentuk seperti gambar di bawah ini.

Langkah # 9 : Masukan Teks

Sebagai langkah terakhir Anda dapat memasukan teks yang mendukung pesan yang ingin Anda sampaikan. Hasilnya dapat berbentuk seperti gambar di bawah ini.

Dengan teknik creative brush effect ini, selain Anda dapat membuat slide cover seperti contoh di atas, maka Anda juga bisa membuat slide identitas, slide agenda, slide pembuka, slide isi dan slide penutup.

Demikianlah, cara membuat slide presentasi yang menarik dengan teknik creative brush effect.

Teknik creative brush effect ini merupakan sebuah teknik kreatif yang dapat Anda gunakan untuk menghasilkan slide presentasi yang hasilnya menyerupai efek sapuas kuas. Yang Anda perlukan untuk membuatnya adalah shape, font road rage, dan gambar. 

Selain itu, Anda  juga perlu menggunakan Microsoft Power Point dengan versi minimal 2013. Hal ini karena Microsoft Power Point versi 2013 memiliki fitur merge shape yang dapat Anda gunakan untuk mengubah teks menjadi shape dan memasukan gambar ke dalam shape.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar pada postingan ini agar postingan minggu berikutnya bisa menampilkan insight yang lebih baik. Selain itu, bagikan postingan ini ke kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.