8 Aspek Penyampaian Presentasi Yang Harus Anda Perhatikan Untuk Dapat Memberikan Dampak Yang Besar Bagi Audiens Anda

Efektifnya sebuah presentasi ditentukan oleh kemampuan presenter untuk menyampaikan pesan kepada audiensnya. Tentu saja, masing-masing presenter mempunyai gayanya sendiri-sendiri yang dapat mempengaruhi cara menyampaikan presentasinya.

Disamping itu, topik presentasi juga dapat menjadi hal yang perlu diperhatikan. Cara penyampaian presentasi yang tidak sesuai dengan topik presentasi dapat mempengaruhi efektif tidaknya presentasi tersebut.

Continue reading

4 Cara Membangun Hubungan Yang Kokoh Dengan Audiens Anda

Apakah Anda memberikan presentasi kepada departemen Anda di ruang konferensi atau berbicara di depan kelompok besar orang dari podium di atas panggung, kenyataannya sebagian besar pembicara tidak mencapai sasaran. Pembicara sering kali datang dengan perasaan seolah-olah mereka bergegas membaca materi dan mereka tidak terhubung dengan audiens mereka.

Kunci untuk menyampaikan presentasi yang sukses adalah menunjukkan kepada audiens Anda bahwa Anda peduli pada mereka. Anda tentu tidak ingin pendengar melihat Anda sebagai tenaga penjualan yang hanya menawarkan produk. Naumn, Anda ingin mereka melihat Anda sebagai pemimpin yang memiliki minat yang terbaik.

Continue reading

8 Cara Menekan Tombol Perhatian Audiens Selama Anda Presentasi

Perhatian audiens Anda akan memudar seiring berjalannya waktu, kecuali Anda mengambil langkah-langkah khusus untuk membuat mereka tetap terlibat.

Michael dari Stanford University dalam tulisannya dengan judul Tips for College Educators: How to Hold Students’ Attention ? (2015) mengatakan bahwa menurut pandangan umum, rentang perhatian rata-rata dari seorang mahasiswa adalah antara 10 dan 15 menit. Periode ini bahkan lebih singkat untuk siswa yang lebih muda, sehingga guru mereka harus menggunakan cara yang berbeda untuk dapat membuat siswa kembali kepada apa yang diterangkan oleh gurunya.

Selain itu, Hartley dan Davies dalam Note Taking: A Critical Review Programmed Learning and Educational Technology” (1978) menjelaskan grafik yang menunjukkan perhatian mahasiswa selama kuliah 50 menit dimana dosen kehilangan pendengarnya seperti yang tampak pada gambar di bawah ini.

Continue reading

3 Cara Mengatasi Kekawatiran Berbicara di Depan Umum

Menurut penelitian yang dilakukan di School of Communication Studies, Universitas Tennessee Knoxville (2018), kecemasan berbicara yang dikenal dengan sebutan glossophobia pada umumnya adalah perasaan gugup, takut, dan khawatir bersamaan dengan perasaan tidak nyaman ketika berbicara di depan umum. Selain itu, Hamilton dalam bukunya yang berjudul Communicating for Results, a Guide for Business and the Professions (2008) menyatakan bahwa diperkirakan 75 % dari semua orang mengalami tingkat kecemasan/kegelisahan ketika berbicara di depan umum.

Jika tidak diatasi, maka kecemasan berbicara di depan umum dapat menyebabkan efek merugikan yang serius pada kualitas hidup seseorang, tujuan karir dan bidang lainnya. Misalnya, tujuan pendidikan yang membutuhkan berbicara di depan umum mungkin tidak dapat dicapai. Namun, tidak semua orang dengan kecemasan berbicara di depan umum tidak dapat mencapai tujuan kerja, meskipun gangguan ini dapat menjadi masalah baginya dalam mencapai tujuan karirnya.

Continue reading