5 Fitur Kreatif Power Point Yang Perlu Anda Ketahui

Pendapat Steve Jobs dalam buku yang ditulis oleh Carmine Galo (2015), yaitu “The Innovation Secrets of Steve Jobs” mengatakan bahwa “creativity is connecting things”. Satu hal yang membedakan orang yang kreatif dibandingkan dengan orang yang tidak kreatif adalah kemampuannya untuk menghubungkan ide dari berbagai bidang.

Dalam kaitannya untuk menghasilkan ide slide presentasi yang visual dan menarik, maka selain Anda perlu perlu mengetahui ide tentang Prinsip Desain Slide, Elemen Desain Slide, Teknik Kreatif Desain Slide, dan Sumber Inspirasi Desain Slide, maka Anda perlu juga mengetahui ide tentang Fitur Kreatif Power Point.

Jika kita ulik lebih dalam lagi, maka sebenarnya banyak sekali fitur kreatif yang tersembunyi di dalam Microsoft Power Point. Bukan hanya untuk mempercantik slide saja, tetapi fitur tersebut dapat memudahkan penggunanya untuk membuat slide presentasi yang kreatif.

Ada 5 fitur kreatif power point yang perlu Anda ketahui, yaitu :

  1. Crop
  2. Resize Image.
  3. Duplicate Shape, Align dan Distribute.
  4. Insert Shape.
  5. Merge Shape.

Mari kita bahas satu per satu fitur kreatif tersebut.

Fitur Kreatif # 1 : Crop

Dalam membuat slide presentasi di Microsoft Power Point, salah satu elemen yang paling sering kita tambahkan adalah gambar atau foto. Gambar bisa mendukung penjelasan materi yang sedang kita paparkan melalui slide, sehingga audiens yang melihat dan mendengar presentasi kita akan lebih mudah memahami isi materi yang dipaparkan.

Gambar yang sudah dimasukkan ke dalam slide presentasi kemudian bisa Anda edit langsung misalnya memotong gambar dengan fitur crop di Microsoft Power Point.

Pada gambar di bawah ini, setelah Anda memasukan gambar di power point, maka Anda dapat memotong gambar tersebut sesuai dengan yang Anda inginkan dengan mengklik gambar, fitur format picture dan fitur crop.

Kemudian, drag (geser) icon warna hitam yang muncul di tiap sudut gambar untuk menyeleksi area yang akan dipotong dan dibuang.

Misalnya, Anda menyeleksi area yang akan dibuat seperti gambar di bawah ini.

Jika sudah diseleksi klik Crop, maka gambar akan terpotong secara otomatis seperti slide di bawah ini.

Selain itu, Anda juga bisa memotong atau crop gambar di Microsoft Power Point sesuai dengan bentuk objek shape misalnya lingkaran, segi lima, segi tiga, bintang dan lain sebagainya. Langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Klik gambar yang sudah ada dalam slide lalu pilih Format/Format Picture  → Crop → Crop to Shape.
  2. Pilih bentuk shape yang akan diterapkan untuk memotong gambar.
  3. Jika sudah klik Crop, maka gambar akan terpotong sesuai dengan bentuk pola yang Anda pilih.

Disamping itu, ketika Anda menggunakan power point dan ingin menyesuaikan gambar seperti ukuran slide power point, misalnya 16 : 9, maka Anda bisa memotong gambarnya dengan menggunakan perbandingan tersebut. Langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Klik gambar yang ada dalam slide presentasi lalu ke menu Format/Format Picture → Crop → Aspect Ratio.
  2. Kemudian pilih perbandingan rasio yang ingin Anda gunakan untuk memotong gambar, misalnya 16 : 9.
  3. Gambar kemudian akan terseleksi secara otomatis berdasarkan Aspect Ratio yang dipilih. Untuk memotong gambar, klik Crop, maka gambar akan terpotong secara otomatis
  4. Setelah itu, Anda tarik ujung gambar agar memenuhi seluruh slide power point.

Fitur Kreatif # 2 : Resize Image

Power Point memiliki banyak fitur yang bisa Anda gunakan untuk mengolah gambar dalam slide presentasi. Resizing adalah mungkin salah satu fitur yang paling banyak tidak diketahui oleh banyak orang. Namun, fitur ini sangat kuat dan Anda dapat mengubah ukuran gambar untuk meningkatkan kualitas penyajian presentasi Anda.

Resize Image sangat mudah. Untuk mendapatkan gambar dengan skala yang proporsional, maka Anda dapat menekan tombol SHIFT lalu tarik ujung-ujung gambar. Kalau Anda menarik gambar dari bagian tengah kiri/kanan dan tengah atas/bawah, maka Anda bisa mendapatkan gambar yang tidak proporsional. Oleh karena itu, jangan lakukan hal tersebut.

Fitur Kreatif # 3 : Duplicate Shape, Align dan Distribute

Untuk menduplikat langsung sebuah teks, gambar atau shape yang ada pada slide presentasi, maka Anda dapat menggunakan fitur Ctrl + D.

Fitur Ctrl + D ditambah Align dan Distribute dapat Anda gunakan untuk membuat banyak kumpulan shape yang menjadi rata posisinya, simetris, berpola dan proporsional jaraknya antara satu shape dengan shape lainnya tanpa harus mengaturnya satu per satu.

Gambar berikut ini dapat dibuat dengan mengoptimalkan fitur “Ctrl+D untuk menduplikat shape-nya serta fitur Align dan Distribute untuk merapihkan susunan shape-nya.

Untuk membuat slide di atas, maka langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Masukan sebuah shape oval.
  2. Klik shape oval pada langkah 1, lalu klik Ctrl + D, tarik shape kedua ke sebelah kanan yang sejajar dengan shape pertama yang ditandai dengan garis merah di atas dan bawah. Biarkan tanda 8 bulatan putih kecil di shape kedua. Lalu, Anda klik Ctrl+D sebanyak 6 kali, sehingga total akan ada 8 shape.
  3. Anda select all ke-delapan shape, pilih format/shape format, pilih align, pilih align bottom, dan pilih distribute horizontally. Hal ini dilakukan untuk merapikan susunan shape.
  4. Kemudian, Anda group ke-delapan shape tsb.
  5. Klik ke-delapan shape, klik Ctrl+D. Bawa ke delapan shape yang kedua ke atas dan sejajarkan delapan shape kedua dan delapan shape pertama yang ditandai garis merah di kiri dan kanan. Lalu, klik Ctrl+D pada delapan shape kedua sebanyak 3 kali, sehingga secara total akan ada 5 baris yang masing-masing berisi 8 shape.
  6. Setelah itu, Anda bisa ungroup semua shape tersebut.

Aplikasi penggunaaan fitur “Ctrl + D”, Align dan Distribute dapat digunakan untuk membuat slide presentasi seperti gambar di bawah ini.

Fitur Kreatif # 4 : Insert Shape

Shape dapat digunakan untuk membuat diagram dan obyek grafis pada slide presentasi. Shape menjadi salah satu obyek grafis yang banyak disisipkan ke dalam slide untuk membuat presentasi yang menarik dan profesional.

Shape dalam power point dapat dibuat dengan menggunakan fitur insert shape yang berisi lines, rectangles, basic shape, block arrows, equation shape, flowchart, stars & banners, callouts, dan action buttons seperti yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Dengan kreatifitas yang Anda miliki, maka slide presentasi karya Anda akan tampil lebih keren walaupun hanya dengan menggunakan shape. Banyak pakar presentasi menyarankan agar kita tidak lagi mengandalkan bullet point untuk menampilkan poin-poin informasi yang kita presentasikan. Cobalah mengubah kebiasaan menggunakan bullet point dengan menampilkan poin informasi dalam bidang-bidang shape sebagai alternatif, misalnya rectangle: diagonal corners snipped. Jika hal itu Anda lakukan, maka slide presentasi Anda menjadi lebih menarik.

Fitur Kreatif # 5 : Merge Shape

Merge shape merupakan fitur ajaib yang dimiliki oleh Power Point. Dengan melakukan optimalisasi fitur ini, maka Anda dapat berkreasi dengan beragam desain slide, dari yang paling sederhana sampai yang paling kreatif.

Fitur merge shapes berfungsi untuk menggabungkan beberapa shape menjadi satu. Syarat menggunakan fitur merge shape ini mesti ada 2 atau lebih elemen yang dipilih. Ada lima pilihan menu merge shape, yaitu union, combine, fragment, intersect, dan substract.

Jika ada 2 shape yang dipilih, maka dengan menggunakan fitur merge shape hasilnya dapat dilihat seperti gambar di bawah ini.

Dengan menggunakan fitur union, maka kedua shape bergabung menjadi satu. Fitur combine menghasilkan gabungan kedua shape yang membuat irisan shape-nya hilang. Fitur fragment membuat gabungan kedua shape menjadi 3 buah shape. Fitur intersect menghasilkan gabungan kedua shape menyisakan bagian irisannya. Dan fitur subtract membuat fitur memotong bagian sebuah image.

Penerapan penggunaan fitur merge shape dalam pembuatan slide power point hasilnya dapat dilihat pada contoh gambar di bawah ini.

Demikianlah, 5 fitur kreatif power point yang perlu Anda ketahui.

Gunakanlah fitur-fitur tersebut untuk menghasilkan slide power point yang kreatif. Tidak saja Anda dapat menghasilkan slide power point yang kreatif, tetapi Anda juga dapat membuat slide power point yang indah. Selain itu, dengan menggunakan fitur-fitur tersebut, maka Anda dapat dengan mudah membuat slide power point yang menarik.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini kepada kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

 

 

 

Cara Mendesain Slide Presentasi Yang Menarik Dengan Pendekatan Isometric Design

Selalu ada tren baru dalam dunia desain. Isometric design adalah salah satu tren yang kini sedang diperbincangkan oleh banyak desainer.

Kate Rooney (2022) yang menulis tentang Design Trend Report : Isometric Design di  https://designpickle.com/creative-hub/graphic-design/design-trend-report-isometric-design/ menyebutkan bahwa desainer di seluruh dunia sedang jatuh cinta dengan isometric design ini.

Kate Rooney (2022) menyebutkan bahwa isometric design adalah cara untuk merepresentasikan obyek 3D (tiga dimensi) dengan mengikuti pengukuran yang tepat.

Mengapa perlu ukuran yang akurat ? Pasalnya, isometrik sendiri memiliki arti ukuran yang sama. Saat membuat desain dengan teknik ini, ketiga sumbu yaitu : lebar, tinggi, dan kedalaman haruslah sama.

Idealnya, ketiga sumbu tersebut harus berpotongan di sudut 120 derajat. Jadi, bisa dibilang bahwa isometric design adalah objek yang bukan berbentuk 3D yang asli karena dibuat dalam 2D (dua dimensi).

Hasil visualnya terlihat lebih menarik dan mudah dipahami oleh pengguna. Pasalnya, ada penambahan unsur kedalaman atau depth yang tidak dimiliki desain 2D.

Menurut https://kreativv.com/isometric-design/, dibandingkan desain 2D, desain isometrik punya daya tarik visual yang lebih menonjol. Nggak heran banyak banget desainer yang dibikin jatuh cinta dengan gaya desain ini.

Selain itu, keuntungan menggunakan desain isometrik dibandingkan pakai desain flat (2D) adalah:

  • Desain isometrik menambahkan kedalaman buat ikon-ikon yang ditampilkan. Tampilan mereka jadi kelihatan lebih menonjol. Beda dari desain 2D yang kelihatan flat. 
  • Keunggulan lain dari desain isometrik adalah kemampuannya untuk bisa menampilkan detail lebih jelas. Misalnya, Anda merancang desain denah gudang dari sebuah pabrik. Dengan menggunakan desain isometrik ini, maka Anda bisa menambahkan detail-detail yang bikin orang jadi lebih memahami tata lokasi denah tersebut. Beda banget dengan desain 2D yang walaupun simpel, justru bisa bikin informasi visualnya nggak sepenuhnya tersampaikan.
  • Anda juga bisa mendapatkan perspektif yang lebih menarik dari jenis desain isometrik. Beda dengan desain 2D yang membatasi pengalaman visual Anda, maka desain isometrik bisa menghadirkan gaya desain yang sederhana, tetapi tetap kelihatan lebih dinamis.

Penerapan pendekatan isometric design ini dapat Anda gunakan untuk membuat desain slide presentasi Anda. Anda dapat gunakan gambar isometrik untuk membuat slide presentasi dengan cara yang mudah.

Mari kita ikuti langkah-langkah membuat slide presentasi dengan pendekatan isometric design.

Langkah # 1 : Gunakan Gambar Isometrik Yang relevan.

Anda tidak perlu membuat gambar isometrik sendiri dengan menggunakan shape/garis. Anda dapat menggunakan cara cerdas dengan mendownload gambar isometrik dari Web yang menyediakan lisensi yang gratis.

Misalnya, Anda ingin membuat slide yang dapat menjelaskan perbaikan berkelanjutan yang dapat dilakukan di industri. Untuk itu, Anda dapat mencari gambar isometrik yang relevan, yaitu terkait pabrik.

Anda dapat mencarinya di preefik.com, namun Anda perlu memperhatikan lisensinya. Gambar isomterik tersebut free for personal and commercial purpose with attribution. Artinya, Anda dapat bebas menggunakan gambar isometrik tersebut untuk tujuan pribadi dan komersial dengan memberikan atribusi. Atribusinya perlu Anda cantumkan di slide presentasi yang Anda buat, misalnya dengan menyebutkan sumbernya yang berasal dari https://www.freepik.com/.

Gambar isometrik yang Anda download dari preefik.com ada dua pilihan, yaitu PNG atau SVG.

Jika Anda mau mengedit file tersebut dan menggunakan power point versi 2013, maka Anda pilih SVG. Untuk mengedit file tersebut di power point versi 2013, maka Anda perlu merubahnya menjadi file emf atau wmf dengan menggunakan www.cloudconvert.com. Setelah itu, Anda dapat memindahkan file gambar tersebut ke power point. Untuk menjadi gambar yang dapat diedit, maka Anda block gambar tersebut di power point dan Anda ungroup sebanyak dua kali. Hasilnya Anda dapat mengedit file tersebut. Anda dapat menghilangkan elemen yang Anda tidak perlukan dan Anda dapat mengubah warnanya.

Sementara itu, jika Anda menggunakan powerpoint versi 2019 dengan memilih file SVG dari preefik, maka Anda tinggal memindahkan file gambar tersebut ke power point. Untuk menjadi gambar yang dapat diedit, maka Anda block gambar tersebut di power point dan Anda ungroup sebanyak dua kali. Hasilnya Anda dapat mengedit file tersebut. Anda dapat menghilangkan elemen yang Anda tidak perlukan dan Anda dapat mengubah warnanya.

Langkah # 2 : Masukan Teks Terkait Yang Sudah Anda Buat.

Setelah Anda memasukkan gambar, maka Anda dapat memasukan teks yang telah Anda siapkan. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan ukuran teksnya. Dengan menggunakan golden ratio, jika body teks menggunakan ukuran font 20, maka judul slide ukurannya 1,6 (dibulatkan) x 20 = 32.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan warna font yang mesti selaras dengan warna gambar isometriknya dan juga Anda perlu memperhatikan warna background nya agar tampak kontras dengan warna gambar isometrik dan font.

Berikut ini slide presentasi yang sudah dimasukan teks yang terkait.

Demikianlah, cara mendesain slide presentasi yang menarik dengan pendekatan isometric design.

Pendekatan isometric design untuk membuat slide presentasi menawarkan jangkauan kreativitas yang lebih luas buat Anda. Tetapi, bukan berarti Anda bisa menambahkan rincian yang terlalu banyak. Soalnya, hal tersebut justru akan membuat hasil akhir slide presentasi Anda kelihatan terlalu ramai dan membingungkan. Supaya desain isometris Anda kelihatan lebih elegan, maka gunakan tipografi yang sederhana dengan pemilihan warnanya yang tepat dan juga warna background.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini kepada kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

2 Jenis Desain Slide Presentasi Yang Perlu Anda Ketahui

Slide presentasi yang Anda siapkan bukan hanya disiapkan ala kadarnya, tetapi buatlah desain slide presentasi dengan optimal dan semenarik mungkin. Lahirkan desain slide presentasi yang bukan cuma indah, tetapi juga informatif dan mudah dipahami oleh audiens Anda ketika ditampilkan. Maknai bahwa desain slide presentasi bukanlah sekadar memasukkan gambar ke dalam slide, lalu digabungkan dengan teks yang menyertainya.

Pada dasarnya, slide presentasi merupakan sebuah bentuk komunikasi. Visualisasi slide presentasi yang serampangan, tanpa desain yang mampu membangkitkan gairah pada diri audiens, dapat membuat mereka tidak semangat untuk memperhatikan presentasi Anda.

Sesungguhnya untuk membuat slide presentasi yang menarik, Anda tidak perlu menjadi ahli desain. Asalkan Anda tahu prinsip, elemen, fitur kreatif, teknik dan sumber inspirasi desain slide presentasi, maka Anda dapat menghasilkan slide presentasi yang menarik.

Jenis desain slide presentasi yang termasuk dalam kategori elemen desain slide presentasi merupakan hal yang perlu Anda ketahui untuk menghasilkan slide presentasi yang menarik.

Ada dua jenis desain slide presentasi yang dapat Anda gunakan untuk menyajikan slide presentasi yang menarik dari sudut pandang gambar yang digunakan.

Jenis Desain Slide Presentasi # 1 : Rich Design

Andy Sukma Lubis (2019) menjelaskan bahwa jenis slide presentasi ini menggunakan gambar yang sesungguhnya. Dhony Firmansyah (2021) juga menyebutkan bahwa jenis desain ini disebut juga dengan skeumorphic design. Ciri khas desain ini adalah membawa obyek sesungguhnya ke dalam bentuk visual, lengkap dengan teksturnya, bayangannya dan karakter obyek riil.

Berikut ini contoh slide presentasi yang masuk kategori rich design.

Jenis Desain Slide Presentasi # 2 : Flat Design

Dalam flat design tidak ditemukan penggunaan gambar yang sebenarnya. Semua gambar ditampilkan dalam format dua dimensi dalam bentuk vektor.

Dhonny Firmansyah (2021) menyebutkan bahwa flat design merupakan pendekatan desain minimalis yang mengutamakan fungsi, dengan ciri khas tampilan yang bersih, ruang kosong yang lebar, sudut yang tajam, warna yang cerah dan ilustrasi dua dimensi. Karena banyak menggunakan ilustrasi dan gambar yang sederhana, maka flat design lebih mudah dibuat.

Prinsip-prinsip yang digunakan dalam membuat flat design sangat bisa diterapkan untuk membuat slide presentasi. Berikut ini contoh slide presentasi yang masuk dalam kategori flat design.

Demikianlah, 2 jenis desain slide presentasi yang perlu Anda ketahui dari sudut pandang gambar yang digunakan.

Dalam praktiknya, Anda dapat menggabungkan kedua jenis desain ini dalam slide presentasi yang ditampilkannya. Misalnya, sebagian halaman slide menggunakan pendekatan rich design, sementara pada bagian halaman lain dari slide Anda menggunakan pendekatan flat design.

Jika Anda mendesain slide presentasi Anda yang sebagian slide nya dibuat dengan pendekatan rich design dan sebagian lainnya dengan pendekatan flat design, maka variasi dari slide presentasi Anda akan menjadi lebih tampak, disamping Anda bisa juga mengkombinasi elemen desain seperti tema warna, gambar, font dan teknik desain slide presentasi agar slide presentasi Anda terlihat semakin menarik.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa berikan komentar untuk postingan ini dan mohon dapat membagikan postingan ini kepada kolega Anda, agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang dan postingan menarik lainnya dapat muncul tiap hari Senin pagi.

 

 

 

4 Prinsip Mendesain Slide Presentasi Yang Menarik

 

Mustofa Thovids (2014) mengatakan bahwa menampilkan slide yang indah dan membuat audiens terpuaskan adalah hal perlu yang kita lakukan. Tentu slide yang didesain tidak asal dibuat atau sekadar menggugurkan kewajiban.

Selain itu, Andy Sukma Lubis (2019) menyebutkan bahwa ketika kita sedang mendesain slide presentasi, maka tanpa adanya prinsip hasilnya pun tak berarti.

Prinsip disini dapat diartikan pondasi yang harus diperhatikan dalam menyajikan slide presentasi yang nyaman untuk dinikmati oleh audiens Anda.

Slide presentasi yang dibangun tanpa pondasi yang kuat, maka hasilnya pun tak akan menggembirakan. Keberadaannya dan pesan yang disampaikan, tak mampu tertancam dengan kuat di benak audiens Anda yang menyaksikan tampilan slide presentasi Anda.

Prinsip dalam mendesain slide sangat penting karena prinsip tersebut ibarat sebuah kompas yang dapat menunjukkan arah untuk membuat slide yang menarik.

Karena sebagai kompas, maka prinsip mendesain slide ini adalah hal pertama yang perlu Anda ketahui sebelum Anda mengetahui elemen, fitur, dan teknik desain slide presentasi.

Ada 4 prinsip mendesain slide presentasi yang menarik yang perlu Anda ketahui.

Prinsip # 1 : Sederhana

Dalam menyampaikan presentasi, Anda harus membuat slide presentasi yang sederhana agar lebih mudah di dalam menyampaikannya serta mudah dipahami oleh audiens Anda. Karakteristik slide yang sederhana adalah menggunakan kalimat ringkas, tidak memakai bullet point dan menyajikan satu pesan satu slide.

Rona Binham (2015) menjelaskan bahwa untuk membuat slide yang sederhana tidak sulit. Tipsnya mudah dipraktekkan. Pertama, tentukan informasi yang ingin Anda sampaikan kepada audiens. Kedua, tentukan kata kunci yang mewakili informasi utama. Ketiga, buang informasi penjelas yang membuat slide menjadi rumit. Informasi tersebut dapat Anda sampaikan ketika melakukan presentasi. Keempat, apabila diperlukan carilah visual yang mendukung materi Anda.

Berikut ini contoh slide yang sederhana.

Prinsip # 2 : Visual

Anda dalam menyampaikan presentasi harus berupaya menjadi pemberi solusi bagi audiens yang hadir. Solusi itu dapat dimainkan dengan menggunakan kekuatan verbal dan visual. Yang dimaksud dengan kekuatan verbal, yaitu narasi yang Anda sampaikan, sedangkan kekuatan visual, yaitu slide presentasi yang Anda gunakan.

Oleh karena itu, dalam mendesain slide presentasi yang akan Anda tampilkan, maka Anda harus membuatnya yang dapat menggambarkan tampilan yang visual. Bukan slide presentasi yang dipenuhi teks atau kalimat penjelasan yang sebenarnya bisa Anda ungkapkan sendiri.

Slide presentasi yang Anda gunakan perlu menjadi penguat pesan terhadap apa yang Anda ucapkan dan mempermudah audiens memahami pesan yang Anda sampaikan.

Slide yang tepat dan memiliki kekuatan visual bersifat persuasif. Artinya slide tersebut dapat mempengaruhi perasaan audiens, menjadikan audiens bersemangat, berpikir, dan gembira, bahkan sampai mengambil keputusan untuk membeli produk atau jasa Anda. Apa yang tidak bisa Anda komunikasikan secara verbal dapat disampaikan dengan baik dengan slide yang visual (Mustofa Thovids, 2014).

Berikut contoh slide yang visual.

Prinsip # 3 : CRAP

Robin Williams (2018) menyebutkan bahwa prinsip CRAP ini singkatan dari contrast, repetition, alignment, proximity.

Contrast (kontras) adalah prinsip desain yang berarti perbedaan. Menerapkan prinsip kontras berarti Anda menciptakan perbedaan antar elemen dalam slide presentasi. Menciptakan kontras akan membantu audiens memperhatikan presentasi dengan cepat, dan melihat mana pesan utama dan pendukung.

Untuk menciptakan kontras secara kuat, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan, yaitu dengan mengatur warna, font dan ukuran seperti yang dijelaskan pada gambar di bawah ini.

Repetition (pengulangan) berarti menggunakan elemen yang sama untuk beberapa atau keseluruhan slide presentasi. Pengulangan akan mampu menciptakan harmoni yang tampak asyik dilihat oleh mata.

Pengulangan dalam desain visual yang ditunjukan pada slide presentasi dapat dilakukan melalui penggunaan warna background slide, melalui ukuran dan warna font, dan melalui permainan warna shape yang ada pada setiap halaman slide seperti contoh slide di bawah ini.

Pada gambar di atas, pengulangan tampak pada warna background slide, warna font dan warna shape, sehingga menampilkan kesatuan, konsistensi, dan keterpaduan yang jelas yang disajikan dalam desain slide presentasinya.

Alignment (perataan) dalam desain visual bertujuan untuk membuat tampilan desain menjadi teratur dan rapi. Teks atau penempatan gambar bukanlah sekadar ditulis dan diletakkan secara sembarangan. Kehadiran teks dan gambar dalam slide presentasi adalah hasil sebuah desain dan salah satu hal yang harus diperhatikan adalah alignment.

Dalam aplikasi power point, alignment yang baiknya untuk digunakan adalah rata kiri. tengah dan kanan seperti yang dijelaskan pada gambar di bawah ini.

Proximity berarti kedekatan. Maksudnya adalah elemen-elemen yang sama dalam desain visual slide presentasi didekatkan, sementara elemen-elemen yang berbeda diberi jarak atau dijauhkan.

Proximity ditujukan untuk mendapatkan tampilan yang lebih teratur. Mendekatkan elemen yang sama, sehingga dipandang sebagai satu kelompok yang sama seperti yang ditampilkan pada gambar di bawah ini.

Pada gambar di atas, slide sebelah kiri tidak menggunakan prinsip kedekatakan, karena tidak ada perbedaan jarak pada teks yang disajikan. Sementara itu, slide sebelah kanan menggunakan prinsip kedekatan. Judul slide dan sub judul serta nama dan jabatan si pemapar karena merupakan elemen yang sama didekatkan. Sementara itu, antara judul/sub judul dan nama/ jabatan si pemapar dijauhkan, karena merupakan elemen yang berbeda.

Prinsip 4 : White Space

Andy Sukma Lubis (2019) menyebutkan bahwa white space dalam desain visual diibaratkan seperti oksigen, yaitu sesuatu yang membuat desain seakan memiliki cukup ruang untuk bernafas. Ruangan dalam slide presentasi tidak boleh dihabiskan dan dipenuhi oleh berbagai macam elemen.

Berikan ruang sebagai tempat untuk mengekspresikan kata kunci/kalimat ringkas dan gambar untuk menampilkan pesan. Berikan spasi antar kata karena white space juga bisa berarti spasi, jarak atau ruang kosong yang ada di antara satu elemen dengan elemen lain, diantara satu kalimat ringkas dengan kalimat ringkas lain.

Berikut ini contoh slide yang memberikan white space.

Pada gambar di atas, slide sebelah kiri tidak ada white space nya, sehingga antara gambar dan teks tampak bertumpuk dan sulit untuk dilihat oleh mata audiens Anda. Sementara itu, slide sebelah kanan tampak ada white space yang bisa digunakan untuk menempatkan teks yang Anda ingin sampaikan. White space tersebut dibuat dengan menggunakan gradient shape

Demikianlah, 4 prinsip mendesain slide presentasi yang menarik.

Jika Anda menerapkan kelima prinsip tersebut dalam mendesain slide presentasi Anda, maka tampilan slide presentasi Anda akan semakin indah. Pesannya menjadi jelas dan makin mudah untuk dipahami oleh audiens Anda.

Jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, maka jangan lupa bagikan postingan ini kepada kolega Anda agar postingan ini dapat juga bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

 

 

Untuk Membuat Slide Presentasi, Maka Anda Perlu Mengetahui 3 Jenis Font

Membuat slide yang menarik selain harus berpegang teguh pada prinsip desain slide presentasi yang baik, Anda juga harus dapat mengoptimalkan elemen desain slide presentasi untuk hasil yang maksimal. Salah satu elemen tersebut adalah font.

Pemilihan font yang tepat untuk membuat slide presentasi dapat membuatnya menjadi mudah dipahami oleh audiens Anda serta menambah kualitasnya dan terlihat profesional.

Nancy Duarte (2008) menyebutkan bahwa font merupakan salah satu bahan baku dari slide yang hebat, selain latar belakang warna (background), warna dan gambar.

Selain itu, Garr Reynolds (2010) juga menjelaskan bahwa ketika memilih font untuk digunakan pada slide presentasi, maka fokuslah pada bagaimana font tersebut dapat terlihat pada layar monitor oleh audiens Anda.

Andy Sukma Lubis (2019) mengemukakan ada 3 jenis font yang dapat digunakan dalam membuat slide presentasi.

Jenis Font # 1 : Serif

Font serif disebut juga old style font. Serif berarti ada kaki halus/kecil yang biasa disebut dengan counterstroke. Atau juga dikatakan memiliki ekor yang terletak di ujung dari garis fontnya. Font jenis ini mempunyai ketebalan garis yang berbeda pada lekukan-lekukan bentuk garisnya.

Font ini dianggap sebagi font yang paling formal serta memiliki kesan klasik dan professional. Contoh font serif ini antara lain adalah Times New Roman, Ventura, Rockwell, Palatino, Garamond, dan Constantia.

Jenis Font # 2: Sans Serif

Font sans serif ini tidak mempunyai kaki-kaki kecil di ujung garisnya. Font jenis ini dikatakan sebagai modern style font. Font jenis ini memiliki karakter yang tegas dan bersifat solid. Ketebalan dari font Sans Serif ini juga konsisten.

Font ini terlihat minimalis serta memiliki kesan modern, bersahabat dan fleksibel. Contoh font Sans Serif ini antara lain adalah Helvetica, Roboto, Oswald, Lato, Impact, dan Open Sans.

Jenis Font # 3: Cursive

Font cursive ini merupakan jenis font yang lebih nampak natural dan elegan. Salah satu ciri yang mencolok dari font cursive ini adalah seperti tulisan tangan.

Contoh font Cursive ini antara lain adalah Lobster, Pacifico, Signatoria, Allura, Sacramento, dan Bakery.

Dalam penggunaan pada slide presentasi, maka font jenis Serif, Sans Serif dan Cursive bisa digunakan sebagai judul dan sub judul di setiap halaman slide serta judul dan sub judul yang muncul di halaman cover. Namun, untuk bagian keterangan atau body text, hanya jenis font Serif dan Sans Serif saja yang cocok, karena menggunakan font Cursive untuk body text akan membuat audiens Anda tidak mudah membaca pesannya.

Jika Anda ingin menggunakan satu jenis font saja, apakah bisa ? Bisa saja. Anda dapat menggunakan font family. Misalnya, Anda dapat menggunakan font Poppins. Setiap kali muncul judul atau sub judul, maka tampilan font yang digunakan adalah Poppins Extrabold. Sementara untuk semua body text/keterangannya menggunakan font Poppins Regular. Anda tinggal mainkan perbedaan ukuran besar/kecilnya font dan perbedaan ketebalannya.

Ketika Anda ingin menggunakan font untuk judul presentasi Anda, maka gunakanlah jenis font yang tinggi, tebal, gemuk dan besar seperti Anton, Oswald, dan Impact. Sementara itu, ketika Anda ingin menggunakan font untuk body text, maka gunakanlah jenis font yang mudah dibaca, nggak banyak gaya, sederhana, dan enak di mata seperti Roboto, Lato, dan Poppins.

Tambahan pula, ketika Anda ingin menggunakan dua font dalam presentasi Anda, maka Anda dapat menggunakan pasangan berikut ini untuk judul dan body text seperti : Impact + Roboto; dan League Spartan + Lato.

Sementara itu, ketika Anda mau menggunakan tiga font untuk presentasi Anda, maka Anda dapat menggunakan pasangan berikut ini untuk judul, sub judul dan body text,   seperti : Impact + Roboto + Open Sans; dan Oswald Bold + Poppins Bold + Poppins Regular.