3 Tips Yang Dapat Membuat Bukti Statistik Menjadi Lebih Powerful Bagi Presentasi Anda

Apakah dalam melakukan presentasi Anda ingin meyakinkan audiens yang mendengarkan presentasi Anda ?

Tentu jawaban Anda adalah ya.

Mengapa ?

Karena itulah tujuan presentasi yang Anda ingin capai. Anda ingin pesan presentasi yang Anda sampaikan mampu meyakinkan audiens Anda, misalnya untuk menerima ide-ide yang Anda sampaikan, bahkan menerima proposal Anda untuk mendapatkan pendanaan proyek yang Anda perlukan.

Untuk meyakinkan audiens tersebut, maka pesan presentasi yang Anda sampaikan perlu ditunjang oleh bukti. Bukti adalah bagian penting dari presentasi Anda. Bukti yang akan membuat presentasi Anda menarik dan persuasif.

Salah satu bukti yang dapat Anda gunakan adalah statistik. Sekalipun saya menggunakan label statistik, saya menggunakan istilah untuk memasukkan penggunaan angka dan pengukuran lainnya.

Statistik dapat membantu Anda mengatasi batasan utama cerita, yaitu bahwa cerita pada umumnya hanya menggambarkan satu peristiwa. Namun, statistik adalah hasil pengukuran banyak peristiwa dan mengagregasi hasilnya. Bagi sebagian orang, penggunaan statistik ini memiliki kredibilitas lebih.

Misalnya, dalam presentasi, Anda mempunyai pesan bahwa “memberikan pinjaman kepada orang yang tidak mampu dapat melepaskannya dari kemiskinan”.

Anda dapat mendukung pesan tersebut dengan menggunakan cerita.

Misalnya, Anda dapat menjelaskan bagaimana Soga telah dapat meningkatkan penghasilannya seperti yang dijelaskan dalam postingan saya yang lalu dengan judul 6 Langkah Membuat Cerita Untuk Mendukung Pesan Presentasi Anda Untuk Menciptakan Efek Emosi Bagi Audiens Anda.

Tetapi, cerita hanya menggambarkan pengalaman satu orang.

Jika Anda ingin mendukung bukti dari pesan presentasi bukan hanya dari satu orang, maka Anda dapat menggunakan statistik.

Anda dapat menggunakan statistik yang menunjukkan bahwa orang yang tidak mampu, misalnya, di negara berkembang yang mendapatkan pinjaman mampu meningkatkan pendapatan mereka dengan rata-rata 95%.

Penggunaan angka-angka yang spesifik tersebut dapat membuat pesan presentasi atau pernyataan Anda menjadi lebih kredibel.

Jika seorang presenter menggambarkan kinerja sebuah perusahaan, maka ia, misalnya, dapat mengatakan “Pada tahun lalu, PT Sumber Bahagia secara signifikan meningkatkan pendapatannya.”

Namun, pernyataan atau pesan presentasi tersebut akan memiliki kredibilitas yang jauh lebih besar jika presenter menggunakan angka. Presenter dapat mengatakan, “Pada tahun lalu,  PT Sumber Bahagia meningkatkan pendapatannya sebesar 38%”. 

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana Anda dapat membuat statistik menjadi bukti yang powerful bagi presentasi Anda ?

Berita baiknya, ada 3 tips yang dapat Anda gunakan.

Mari kita ulik satu per satu ketiga tips tersebut.

Tips # 1 : Gunakanlah Statistik Yang Relevan Dengan Pesan Anda

Tahan godaan untuk memasukkan semua data statistik yang telah Anda kumpulkan selama penelitian Anda.

Misalnya, point atau pesan presentasi yang Anda ingin sampaikan adalah “memberikan pinjaman kepada orang yang tidak mampu dapat melepaskannya dari kemiskinan”.

Bayangkan jika Anda mendukung point atau pesan presentasi di atas dengan mengatakan “Pinjaman.org telah mendanai total 1 juta pinjaman dengan nilai Rp 5 Trilyun dan ukuran pinjaman rata-rata adalah Rp 5 juta per orang serta pendapatan rata-rata peminjam naik sebesar 95%”.

Tentu audiens Anda akan sulit menangkap bukti untuk menjelaskan point presentasi Anda. Karena bukti yang Anda sampaikan telah dibanjiri oleh banyak data statistik.

Jadi, Anda perlu memilih statistik yang paling relevan dengan point atau pesan presentasi.

Dalam kasus point atau pesan presentasi Anda, “memberikan pinjaman kepada orang yang tidak mampu dapat melepaskannya dari kemiskinan”, maka yang paling relevan bukanlah jumlah pinjaman atau jumlah uang yang dipinjamkan, tetapi yang paling penting adalah perbedaan dalam pendapatan yang didapat dari pinjaman kepada peminjam.

Karena itu, data statistik yang dapat Anda gunakanlah adalah angka 95%.

Lebih tepatnya, Anda dapat mengatakan, “orang yang tidak mampu, misalnya, di negara berkembang yang mendapatkan pinjaman mampu meningkatkan pendapatan mereka dengan rata-rata 95%.

Tips # 2 : Kutiplah Statistik Dengan Angka Yang Tepat

Anda perlu mengutip statistik dengan angka yang tepat. Hal ini akan menciptakan kredibilitas yang lebih besar lagi.

Katakanlah Anda ingin mengutip jumlah total pinjaman yang dibuat oleh Pinjaman.org. Jauh lebih kuat untuk mengatakan, “1,3 juta pinjaman telah didanai melalui Pinjaman.org” dari pada “Lebih dari satu juta pinjaman telah didanai melalui Pinjaman.org.”

Pernyataan yang kedua adalah agak kabur dan itu bisa dianggap sebagai ucapan spontan. Akibatnya, kredibilitasnya menjadi kurang.

Tips # 3 : Sebutkanlah Sumber Statistik Yang Anda Gunakan

Anda perlu menyatakan sumber statistik Anda selama presentasi Anda. Jika Anda berbicara kepada audiens yang ilmiah atau berpengetahuan luas, mungkin sebaiknya menyertakan sumbernya. Jenis audiens ini lebih tertarik pada detail dan lebih mungkin dibujuk jika Anda mengutip sumber bukti Anda.

Tetapi, jika itu orang awam, Anda mungkin dapat menyederhanakan presentasi Anda dengan mengabaikannya. Namun, bersiaplah untuk menyebutkan sumber statistik Anda jika seseorang bertanya tentangnya.

Demikianlah, 3 tips untuk membuat statistik menjadi bukti yang lebih powerful bagi presentasi Anda.

Pertama, Gunakanlah Statistik Yang Relevan Dengan Pesan Anda

Kedua, Kutiplah Statistik Dengan Angka Yang Tepat

Ketiga, Sebutkanlah Sumber Statistik Yang Anda Gunakan

Dalam presentasi Anda, pertimbangkanlah dimana mungkin berguna untuk memiliki statistik atau angka untuk menambah kredibilitas pada pesan presentasi Anda. Jika Anda membuat klaim tentang perbaikan atau perubahan, maka menambahkan statistik akan meningkatkan kredibilitas pesan presentasi Anda.

 

Tahukah Anda 3 Manfaat Contoh Sebagai Bukti Presentasi Bagi Audiens Anda ?

Bukti adalah bagian penting dari presentasi Anda. Bukti yang akan membuat presentasi Anda menarik dan persuasif.

Mengapa Anda perlu menambahkan bukti dalam presentasi Anda ?

Presentasi yang hanya terdiri dari pernyataan-pernyataan atau pesan utama presentasi akan terasa kering dan membosankan untuk didengarkan.

Dan itu juga tidak persuasif. Bayangkan jika di pengadilan, jaksa hanya menuduh
terdakwa atas kejahatan, tetapi tidak menawarkan bukti apa pun. Hakim atau juri tidak akan pernah menghukum.

Dan itu sama dalam presentasi. Audiens Anda tidak akan dapat dibujuk berdasarkan hanya pada pesan presentasi Anda. Mereka membutuhkan bukti untuk mendukung pesan itu.

Ada lima jenis bukti yang dapat Anda gunakan dalam presentasi Anda. Kelima bukti itu adalah Contoh, Cerita, Statistik, Endorsements, dan Analogi.

Pada postingan tanggal 14 September 2020 yang lalu, saya telah menjelaskan cerita sebagai bukti yang dapat mendukung pesan presentasi Anda untuk menciptakan efek emosi bagi audiens Anda.

Pada postingan kali ini, saya akan menjelaskan 3 manfaat contoh sebagai bukti presentasi bagi audiens Anda.

Mari kita bahas satu per satu.

Manfaat # 1 : Membantu Audiens Anda Memvisualisasikan Pesan Presentasi Anda.

Misalnya, jika Anda memberikan presentasi tentang pembangkit energi dan salah satu pesan presentasi Anda adalah “Kita harus menghasilkan lebih banyak listrik melalui pembangkit energi listrik yang berkelanjutan.” Anda kemudian dapat memperkuat pesan Anda dengan memberikan contoh.  Misalnya, Anda dapat mengatakan, “kita dapat memiliki lebih banyak pembangkit energi angin angin dan panel energi surya.”

Audiens Anda dapat dengan mudah memvisualisasikan pembangkit energi angin dan panel energi surya dan memungkinkan mereka untuk dengan cepat memahami apa yang Anda maksud dengan pembangkit energi listrik yang berkelanjutan.

Manfaat # 2 : Membantu Menjelaskan Pesan Presentasi Yang Konseptual atau Abstrak.

Audiens Anda dapat menafsirkan pernyataan konseptual dengan cara yang berbeda dengan Anda. Bahkan, setiap anggota audiens mungkin memiliki interpretasi yang unik dari persepsi mereka sendiri. Dengan mengilustrasikan pesan presentasi dengan contoh, maka Anda dapat membuat audiens dapat memvisualisasikan apa yang Anda bicarakan dan memastikan bahwa Anda dan audiens Anda membayangkan hal yang sama.

Misalnya, jika Anda memiliki pesan presentasi, “Peran pemasaran adalah untuk membuat agar banyak orang tertarik dengan produk/jasa yang Anda tawarkan. Terkait dengan pesan tersebut, maka Anda dapat membantu memvisualisasikan apa yang Anda maksud dengan pemasaran melalui sebuah ilustrasi.

Misalnya, Anda dapat menjelaskan dengan memberikan contoh, “di sebuah perusahaan travel  membuat sebuah brosur yang menarik dan mendorong orang-orang untuk melakukan kontak dengan perusahaan tersebut, sehingga banyak orang-orang tertarik untuk menggunakan jasa perjalanan wisata perusahaan tersebut. Upaya yang dilakukan oleh perusahaan tersebut adalah pemasaran”.

Manfaat # 3 : Membantu Mengilustrasikan Pesan Presentasi Yang Belum Terjadi.

Contoh juga dapat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang belum terjadi dengan menggunakan contoh hipotetis. Jika Anda berbicara pada suatu pertemuan dan Anda memiliki pesan, “Kita harus membuat sistem kepemilikan bersama untuk memiliki peralatan yang besar”.

Anda dapat menggambarkan hal itu dengan contoh hipotetis. Misalnya, “kita secara bersama-sama membeli mesin pemotong dengan mengkontribusikan uang kita masing-masing dan menggunakan sistem pemesanan online untuk memesannya”. Dengan contoh tersebut, audiens Anda kemudian dapat menggambarkan seperti apa bentuk kepemilikan bersama itu.

Demikianlah, 3 manfaat contoh sebagai bukti presentasi bagi audiens Anda.

Pertama, membantu audiens Anda memvisualisasikan pesan presentasi Anda.

Kedua, membantu menjelaskan pesan presentasi yang konseptual atau abstrak.

Ketiga, membantu mengilustrasikan pesan presentasi yang belum terjadi.

Pastikan ada kesesuaian logika antara pesan presentasi atau pernyataan presentasi Anda dan jenis bukti yang Anda gunakan untuk mendukungnya. Gunakanlah contoh sebegai bukti presentasi untuk menghadapi presentasi Anda selanjutnya, jika Anda mempunyai pernyataan atau pesan presentasi yang berupa konsep, misalnya.

3 Manfaat Pertanyaan Untuk Persiapan dan Penyampaian Presentasi Bagi Anda

Kemampuan untuk mempersiapkan dan mempresentasikan ide-ide Anda dengan cara yang jelas, percaya diri, dan otentik dapat membuat perbedaan besar dalam kesuksesan bisnis dan pribadi Anda. Namun, banyak orang yang cemas dalam melakukan presentasi yang efektif.

Dari semua alat yang dapat digunakan oleh presenter untuk membuat presentasi yang efektif, maka pertanyaan adalah alat yang sangat berguna.

Pertanyaan yang digunakan dalam waktu yang tepat dapat menyelesaikan berbagai tugas komunikasi mulai dari membangun keterlibatan dengan audiens Anda hingga menenangkan kecemasan saat Anda berbicara.

Manfaatkanlah pertanyaan. Dan Anda bisa menjadi presenter yang lebih menarik dan percaya diri.

Ada 3 manfaat pertanyaan untuk persiapan dan penyampaian presentasi yang dapat Anda peroleh.

Mari kita bahas satu per satu.

Manfaat # 1 : Alat Untuk Menyiapkan Pesan Presentasi

Menggunakan pertanyaan dalam perencanaan presentasi akan membantu Anda menyusun isi atau pesan presentasi Anda dan bahkan meningkatkan penyampaian presentasi Anda.

Untuk menyusun isi presentasi tentu Anda perlu mengetahui apa yang diinginkan oleh audiens Anda.

Maka, Anda dapat menanyakan pada diri Anda sebuah pertanyaan, “Apa yang ingin didengar oleh audiens dari saya ?”

Alih-alih melihat presentasi sebagai sebuah pertunjukan, maka anggaplah presentasi itu sebagai sebuah layanan untuk memenuhi kebutuhan audiens Anda. Hal ini akan mengalihkan perhatian dari Anda kepada audiens Anda.

Cara yang paling berguna untuk fokus pada audiens Anda adalah memulai dengan menanyakan pertanyaan sederhana kepada diri sendiri: “Apa yang perlu didengar audiens dari saya?”

Hal itu tidak hanya membantu Anda menyesuaikan pesan Anda dengan audiens Anda, tetapi juga mengingatkan Anda bahwa merekalah yang menjadi sorotan. Jadi, kegunaan pertanyaan merupakan pedoman bagi Anda saat Anda mempersiapkan presentasi Anda.

Selain itu, pertanyaan dapat Anda gunakan sebagai petunjuk untuk apa yang ingin Anda katakan. Misalnya, topik presentasi Anda tentang memberikan pinjaman kepada orang yang tidak mampu. Untuk membuat isi presentasi Anda, maka Anda dapat mengajukan tiga pertanyaan yang jawabannya menjadi pesan/isi dari presentasi Anda, yaitu :

  1. Mengapa Anda perlu memberikan pinjaman kepada orang yang tidak mampu ?
  2. Apa organisasi yang dapat membantu Anda memberikan pinjaman kepada orang yang tidak mampu ?
  3. Bagaimana Anda dapat memberikan pinjaman kepada orang yang tidak mampu ?

Dengan menggunakan pertanyaan dalam menyusun pesan/isi presentasi Anda, maka ada dua hal yang dapat Anda peroleh.

Pertama, penggunaan pertanyaan memungkinkan Anda untuk merasa lebih percaya diri karena Anda tahu jawaban atas pertanyaan Anda. Dan, Anda tidak perlu lagi khawatir karena Anda tahu harus berkata apa.

Kedua, Anda akan lebih komunikatif, karena Anda hanya menjawab pertanyaan yang sudah Anda siapkan jawabannya dan penyampaian percakapan sering kali lebih diingat oleh audiens.

Manfaat # 2 : Alat Untuk Melibatkan Audiens Anda

Hubungan dengan audiens adalah karakteristik utama yang membedakan presenter yang berkesan dari presenter yang biasa. Apakah audiens berpartisipasi dengan pembicara atau hanya mendengarkan pembicara ?

Pertanyaan memberikan cara yang bagus untuk mendorong keterlibatan audiens Anda.

Pertanyaan pada dasarnya bersifat dialogis. Keduanya bersifat dua arah. Anda bertanya dan audiens Anda merespons.

Ada tiga jenis pertanyaan yang dapat Anda gunakan untuk menarik perhatian audiens Anda, yaitu :

1.Pertanyaan retoris untuk membangun intrik. Mengajukan pertanyaan kepada audiens tentang sebuah efek, bukan pertanyaan yang Anda harapkan akan mereka jawab, akan mendorong mereka untuk memikirkan masalah tersebut.

Contoh: “Apakah Anda percaya bahwa perusahaan membuat robot lebah madu untuk menyerbuki tanaman di tempat dimana lebah sedang sekarat ?”

2. Pertanyaan polling membuat audiens menjadi bagian dari point Anda. Ketika meminta audiens Anda untuk menanggapi pertanyaan Anda, maka pastikan untuk memberi isyarat bagaimana Anda ingin mereka melakukannya, misalnya, model mengangkat tangan Anda saat Anda mengajukan pertanyaan Anda. 

Contoh: “Berapa banyak dari Anda yang pernah disengat lebah madu?”

3. Pertanyaan “Bagaimana jika ?”. Tanyakan tentang kemungkinan masa depan atau masa lalu sejarah dan seperti pertanyaan retoris, Anda mungkin tidak mengharapkan respons literal, tetapi Anda pasti memfokuskan perhatian audiens pada periode waktu yang Anda gambarkan.

Contoh: “Bagaimana jika semua tanaman diserbuki oleh robot lebah madu ?” Atau, “Bagaimana jika ilmu pengetahuan modern memungkinkan sayuran hasil rekayasa genetika menghasilkan lebih banyak panen?”

Manfaat # 3 : Alat Untuk Mengingatkan Pesan Presentasi Ketika Anda Blank

Apakah Anda pernah berada di tengah-tengah presentasi yang berjalan dengan baik dan tiba-tiba pikiran Anda benar-benar kosong tentang bagian selanjutnya dari presentasi Anda ?

Saat Anda berdiri disana dan mencoba mengingat apa yang akan Anda katakan selanjutnya, Anda dapat merasakan keheningan dan kecanggungan muncul di dalam ruangan.

Perasaan tersebut benar-benar mengerikan.

Bahkan, persiapan yang baik pun tidak menjamin bahwa Anda tidak akan melupakan point yang hendak Anda sampaikan.

Untuk mengingat point yang hendak Anda sampaikan selanjutnya, maka Anda dapat mengajukan pertanyaan kepada audiens Anda.

Misalnya, “Apa yang tampaknya yang menjadi point terpenting dari yang kita bicarakan dari presentasi hari ini ?”

Sebuah pertanyaan memungkinkan Anda untuk mengumpulkan pikiran Anda dan meningkatkan kepercayaan diri Anda karena Anda tahu jawabannya. Memberikan jawaban itu akan membuat Anda kembali ke alur pembicaraan Anda.

Demikianlah, 3 manfaat pertanyaan untuk persiapan dan penyampaian presentasi bagi Anda.

Pertama, alat untuk menyiapkan pesan presentasi.

Kedua, alat untuk melibatkan audiens Anda.

Ketiga, alat untuk mengingatkan pesan presentasi ketika Anda blank.

Saat Anda menghadapi persiapan dan penyampaian presentasi yang berikutnya, maka pertimbangkan untuk menggunakan alat komunikasi, yaitu : pertanyaan. Untuk hampir semua tugas yang perlu Anda lakukan dalam presentasi, maka penggunaan pertanyaan dapat menghasilkan manfaat bagi Anda dan audiens Anda.

4 Jenis Alur Cerita Presentasi Yang Dapat Mengubah Audiens Anda

Apakah Anda pernah mengikuti sebuah presentasi dimana Anda merasa kebingungan dan berpikir, sampai dimana sekarang ini ya ?

Apa kaitan antara slide yang baru disampaikan oleh presenter dengan slide sebelumnya ?

Sampai di akhir presentasi Anda juga masih bertanya, “Apa yang sebetulnya ingin disampaikan oleh presenter ?”

Jika Anda mengalami hal tersebut, maka besar kemungkinan presentasi yang disusun oleh presenter tidak memiliki alur cerita presentasi yang baik.

Mengapa alur cerita presentasi atau cara pengorganisasian materi dari suatu presentasi itu sangat penting ?

Karena agar pesan presentasi bisa diterima dengan baik oleh audiens Anda. Untuk itu, maka pesan tersebut harus disajikan dengan runtut dan rasional.

Audiens harus mampu memahami runtutan cara berpikir Anda dan merasa bahwa apa yang Anda sampaikan adalah rasional.

Dan Roam dalam bukunya yang berjudul Show and Tell: How Everybody Can Make Extraordinary Presentations menjelaskan bahwa ada 4 jenis alur cerita (storyline) dalam presentasi.

Mari kita bahas satu per satu 4 jenis alur cerita presentasi tersebut.

Alur Cerita # 1 : Laporan

Laporan menjelaskan data. Dengan sebuah laporan, kita mengubah informasi audiens kita.

Sebuah laporan yang biasa-biasa menyampaikan data. Laporan adalah presentasi yang paling sering kita lakukan. Mereka yang paling sering gagal.

Mengapa ?

Karena kebanyakan laporan mengatakan kepada kita apa yang kita sudah tahu, kemudian menambah sesuatu yang kita tidak tahu. Mereka ditulis untuk menghilangkan suatu kejutan. Itu yang merupakan hal yang kurang mengesankan.

Sebuah laporan yang bagus menyampaikan data menjadi lebih hidup. Ketika kita menyampaikan sebuah laporan yang tepat, maka kita menyampaikan lebih dari sekedar fakta. Kita menyampaikan laporan dalam sebuah cara yang memberikan makna, membuat data mudah diingat, dan membuat audiens kita perhatian.

Laporan perlu menyajikan data untuk memberikan wawasan dan menjadi pengingat yang baik. Cara yang sangat mudah untuk melakukannya adalah dengan menggunakan 6 cara berpikir.

6 cara berpikir adalah suatu model yang mengatakan bahwa kita dapat memecah hampir semua ide, masalah atau cerita menjadi enam mode informasi yang berbeda namun saling melengkapi, yaitu : siapa dan apa yang kita bicarakan; dimana mereka berada; kapan itu terjadi; berapa banyak; bagaimana mereka berinteraksi; dan mengapa bisa seperti ini.

6 cara berpikir adalah sebuah alat. Pikiran kita bekerja melalui 6 mode tersebut sepanjang waktu. Mereka bertindak sebagai struktur yang mendasari yang kita gunakan untuk memahami, mengenal dan mengingat hampir semua yang kita pelajari.

Setiap laporan yang bagus adalah variasi dari 6 mode alur cerita, yaitu :

  1. Why are we here ? (Mengapa kita disini) ?
  2. Who and what are we going to be talking about ? (Siapa dan apa yang akan kita bicarakan) ?
  3. Where are they located ? Where are they going ? (Dimana mereka berlokasi ? Kemana mereka akan pergi) ?
  4. When do they interact ? (Kapan mereka berinteraksi ?)
  5. How does it occur ? (Bagaimana hal itu terjadi ?)
  6. How much ? (Berapa banyak jumlahnya ?)

Alur Cerita # 2 : Penjelasan

Kebanyakan presentasi diberikan pada sebuah konferensi atau dalam kelas dimaksudkan untuk mengubah kemampuan audiens untuk menjelaskan apa yang terjadi, memberikan wawasan baru atau menunjukkan sebuah cara baru untuk melakukan sesuatu.

Presentasi yang terkait dengan penjelasan dapat berupa pelatihan, menjelaskan sebuah paper, memperkenalkan sebuah proses, seminar perbaikan diri, atau penjualan.

Penjelasan membawa kita kepada sebuah tingkat pemahaman yang baru.

Penjelasan yang bagus membawa kita kepada tingkatan baru dalam 3 cara. Pertama, setiap langkah adalah kecil. Informasi baru datang dalam potongan demi potongan dan kita tidak melanjutkannya sampai kita memahaminya.

Kedua, setiap langkah membawa kita langsung ke langkah selanjutnya. Kita mulai di sini yang membawa kita ke sana, lalu kita menambahkan itu, yang kita akhiri dengan ini.

Ketiga, setiap langkah ditandai. Kita menyediakan peta seluruh rute terlebih dahulu, kita melihat pratinjau langkah-langkahnya, dan rambu-rambu saat kita melangkah. Ketika kita mencapai ujung, kita mempunyai kemampuan baru.

Penjelasan yang baik mengikuti alur cerita langkah demi langkah, yaitu :

  1. The Lay of the Land (Gambaran keadaan). Di mana kita sekarang, ke mana akan pergi dan apa yang ada antara disini dan disana.
  2. Our roadmap (Peta jalan kita). Ini adalah rute yang akan kita ambil untuk mencapai tujuan kita.
  3. Our first step (Langkah pertama kita). Setiap perjalanan mulai dengan sebuah langkah, dan ini adalah langkah pertama kita.
  4. Our next step (Langkah kita selanjutnya). Ini adalah langkah selanjutnya … dan selanjutnya, dan seterusnya.
  5. Almost there (Hampir sampai). Kita hampir tiba disana. Mari kita lihat kembali berapa jauh kita telah melangkah.
  6. We’ve arrived (Kita telah sampai). Kita berhasil. Kita seakarang mempunyai kemampuan baru.

Alur Cerita # 3 : Pitch

Pitch suatu presentasi yang menyampaikan masalah dan solusi, tetapi membutuhkan beberapa persuasi untuk meyakinkan audiens. Dengan pitch, kita mengubah tindakan audiens kita.

Pitch membuat kita melewati rintangan.

Contoh presentasi pitch adalah pitch penjualan, meminta uang, meminta bantuan atau meluncurkan sebuah produk.

Jika kita melakukan pitch yang benar, maka kita membuat sebuah pitch dengan membangun kesamaan dengan audiens kita, menyebutkan sebuah masalah yang kita semua ketahui dan kemudian memberikan sebuah solusi yang memperbaiki, menghilangkan atau melewati masalah.

Jika pitch kita meyakinkan, maka audiens kita membeli ide kita dan menerima tindakan yang kita sarankan.

Pitch mempunyai alur cerita seperti berikut ini, yaitu :

  1. Windup. Kita mulai dengan ringkasan cepat dimana kita sekarang ini.
  2. Hurdle. Kita memperkenalkan sebuah masalah yang kita hadapi.
  3. Vision. Kita menunjukkan cara untuk mengatasi masalah tersebut.
  4. Options. Kita menghadirkan dua cara untuk mencapai visi, yaitu cara yang membosankan dan cara yang menginspirasi.
  5. Close. Kita menunjukkan mengapa opsi yang menginspirasi benar-benar merupakan pilihan satu-satunya.
  6. Fine print. Dengan audiens yang bergairah, kita menjelaskan bagaimana kita dapat membuat hal itu dapat terjadi.
  7. Hook. Kita akhiri dengan penyampaian keuntungan tambahan.

Alur Cerita # 4 : Drama

Drama membawa kita pada sebuah perjalanan. Pertama, membuat kita menangis, kemudian membuat kita tertawa. Dengan sebuah drama, kita mengubah keyakinan audiens kita.

Drama menghancurkan hati kita, lalu memperbaikinya.

Sebagian besar presentasi yang diberikan sebagai ceramah konferensi, atau TED talk dimaksudkan untuk mengubah keyakinan audiens, yaitu : untuk membantu audiens melihat dunia secara berbeda, menjadi orang yang lebih baik, memiliki kasih sayang atau pengertian yang lebih besar.

Drama adalah petualangan dan pelajaran hidup yang semuanya digabung menjadi satu. Drama adalah nenek dari semua presentasi.

Meskipun masing-masing cerita berbeda, semuanya memiliki dua kesamaan. Pertama, mereka mengatakan yang sebenarnya. Dan kedua, mereka mengatakannya menurut satu struktur klasik.

Struktur klasik dari drama yang bagus mengikuti alur cerita berikut ini, yaitu :

  1. One fine day. Mungkin segala sesuatu tidak sempurna, tetapi kita melakukan sesuatu yang baik.
  2. The Challenge. Entah dari mana muncul masalah yang tidak bisa kita abaikan.
  3. Descending crisis. Saat kita bergumul dengan masalah ini, segalanya berubah dari buruk menjadi lebih buruk sampai kita mencapai titik terendah.
  4. Rock bottom. Kita berbaring di sana menunggu akhir. Semua harapan hilang.
  5. The Discovery. Tunggu sebentar, apa ini ? Kita tiba-tiba melihat jalan keluar.
  6. The Rise. Melalui kemampuan yang kita tidak pernah tahu kita miliki, kita berjuang untuk kembali ke permukaan,
  7. The Return. Kita tidak hanya membuatnya pulang, kita menerobos ke dalam dunia yang sama sekali baru.
  8. The Lesson. Kita mendapatkan hadiah baru yang tidak akan pernah kita lupakan.

Demikianlah, 4 jenis alur cerita presentasi yang perlu Anda ketahui untuk mempersiapkan presentasi Anda. Pertama, laporan. Kedua, penjelasan. Ketiga, pitch. Keempat, drama.

Satu pemikiran tentang alur cerita presentasi adalah alur cerita mana pun yang kita pilih, maka itu berfungsi sebagai tali penuntun dari pikiran kita ke pengalaman audiens kita. Sebagai presenter, adalah tugas kita untuk menjaga agar alur cerita presentasi kita tetap pada jalurnya. Oleh karena itu, gunakanlah salah satu dari 4 jenis alur cerita di atas untuk presentasi Anda selanjutnya.

3 Aturan Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Membuat Presentasi Yang Luar Biasa

Sebagai presenter, tujuan kita adalah sederhana, yaitu membantu orang lain melihat apa yang kita lihat.

Untuk melakukan hal itu, maka kita perlu menghibur, mendidik, membujuk, memotivasi dan akhirnya mengubah audiens kita. Dengan kata lain, kita membuat dan menyampaikan sebuah laporan, penjelasan, pitching atau cerita, sehingga audiens kita melihat sesuatu seperti yang kita lihat.

Itu tampaknya sangat sederhana.

Pertanyaannya : jika presentasi itu sangat mudah, mengapa sangat sulit untuk dilakukan ?

Dan Roam yang menulis buku “Show and Tell : How Everybody Can Make Extraordinary Presentations” menjelaskan bahwa kita sulit melakukan presentasi, karena kita lupa untuk menunjukkan (show) dan menjelaskan (tell)

Dan Roam mengatakan ada 3 aturan yang perlu Anda ketahui untuk membuat presentasi yang luar biasa.

Mari kita bahas satu per satu.

Aturan # 1 : Mengatakan Yang Sebenarnya

Ketika kita mengatakan kebenaran dalam sebuah presentasi, ada 3 hal baik yang terjadi. Kita terhubung dengan audiens kita, kita menjadi bergairah, dan kita menemukan kepercayaan diri.

Pimpinlah dengan kebenaran dan hati akan mengikuti.

Apakah itu presentasi yang luar biasa ?

Presentasi yang luar biasa adalah presentasi yang dapat mengubah orang lain.

Apakah yang membuat orang berubah ?

Yang membuat orang berubah adalah kebenaran.

Tidak ada cara yang lebih cepat untuk membangun kepercayaan dengan audiens kita selain mengatakan yang sebenarnya. Dan, tidak ada cara yang lebih cepat untuk menghilangkan audiens kita selain omong kosong atau tidak benar sama sekali.

Dikatakan bahwa ada lebih dari satu jenis kebenaran.

Kepala kita berkata : saya pikir ini benar (kebenaran intelektual). Hati kita berkata : saya percaya ini benar (kebenaran emosional). Data kita mengatakan : fakta memberi tahu saya bahwa ini benar (kebenaran faktual).

Ketiga kebenaran itu hidup di dalam diri kita sepanjang waktu. Misalnya, kita mungkin melihat ini dan berkata : gelasnya setengah ….

Data mengatakan kepada saya : volume oksigen = 2 in3 dan volume air = 2 in3. Kepala saya mengetahui : gelas yang setengah penuh adalah sumber harapan. Gelas yang setengah kosong adalah sumber keputusasaan. Hati saya yakin : gelas setengah penuh.

Sebagai presenter, pertanyaan pertama yang perlu kita tanyakan kepada diri kita sendiri adalah untuk topik ini, untuk audiens, dan untuk diri saya sendiri kebenaran mana yang harus saya katakan ?

Ada sebuah cara yang sederhana untuk menjawab pertanyaan ini. Kita menyebutnya dengan Bucket Rule.

Semua presentasi terdiri dari hanya 3 elemen, yaitu ide kita, diri kita dan audiens kita.

Itu adalah 3 bucket kita. Tugas kita adalah mengaturnya. Selanjutnya, kita mengisinya dengan kebenaran kita.

Bucket # 1 adalah ide saya. Ide saya dapat berupa keyakinan, pesan, konsep, produk, pelajaran dan penemuan saya. Jika saya memiliki semua kebebasan di dunia untuk mengatakan dengan tepat apa yang saya inginkan, maka apa yang benar-benar ingin saya katakan ?

Bucket # 2 adalah diri saya. Siapa saya ? Diri saya bisa pendiam, kocak, serius, keras atau emosional. Siapa saya sebenarnya (atau siapa yang paling saya inginkan) ketika saya membagikan ide ini ? Apakah saya senang membagikannya atau sedih ? Apakah saya yakin atau tidak yakin ? Apakah saya orang yang percaya atau skeptis?

Untuk diri saya ini, apa yang paling saya inginkan agar diingat oleh audiens tentang saya ?

Bucket # 3 adalah audiens saya. Siapa mereka ? Mereka bisa pemimpin, para ahli, teman atau pengikut. Siapa orang-orang di sisi lain dari ide saya ? Apa yang membuat mereka tergerak ? Kebutuhan apa yang mereka miliki ?

Jika presentasi saya dapat mengubah mereka hanya dengan satu cara, maka apakah perubahan itu ?

Misalnya, bayangkan kita ingin memperkenalkan aplikasi media sosial baru kita kepada seorang pemodal ventura. Inilah cara kita mengatur bucket kita.

Bucket 1 adalah twitter untuk berbelanja; mode a: khusus keluarga; mode b: hanya teman; pembelian online; beli apa saja di aplikasi.

Bucket 2 adalah saya ahlinya; tapi saya tetap rendah hati; saya butuh uang mereka; saya punya pilihan lain; saya sangat menyukai produk ini.

Bucket 3 adalah investor berpengalaman; mereka telah melihat semuanya; mereka membutuhkan kemenangan baru; mereka mendukung twitter; mungkin mereka berumur 30-40-an.

Dari pemikiran cepat di atas, presentasi kita mulai terbentuk.

Ini adalah fakta yang saya akan bagikan, yaitu : twitter untuk berbelanja; pembelian online; mode a: khusus keluarga; beli apa saja di aplikasi; mode b: hanya teman.

Ini adalah apa yang saya akan katakan tentang diri saya, yaitu : saya sangat menyukai produk ini; saya ahlinya; tapi saya tetap rendah hati; saya butuh uang mereka; saya punya pilihan lain.

Ini adalah bagaimana saya akan mengemasnya untuk audiens saya, yaitu : anda investor berpengalaman; mereka telah melihat semuanya; tetapi ini bisa jadi sangat besar; ingat twitter ?; bayangkan untuk keluarga Anda.

Potongan-potongan di atas mulai bersatu, tetapi jalan di depan tetap tidak jelas. Aturan # 2 akan membantu kita memperbaikinya.

Sebagai ringkasan, mengisi bucket dengan kebenaran membantu kita untuk mengumpulkan potongan-potongan ide kita, membuat kepercayaan diri kita, dan mengenal audiens kita.

Aturan # 2 : Mengatakan Dengan Sebuah Cerita

Pimpinlah dengan sebuah cerita dan pemahaman akan mengikuti.

Ada empat jenis presentasi. Pertama, presentasi yang mengubah informasi audiens. Kedua, presentasi yang mengubah kemampuan audiens. Ketiga, presentasi yang mengubah tindakan audiens. Dan, keempat, presentasi yang mengubah keyakinan audiens.

Presentasi yang sukses dibangun oleh sebuah alur cerita yang jelas. Alur cerita adalah tulang punggung presentasi.

Mengapa ?

Alur cerita yang jelas adalah pertahanan terbaik bagi kita untuk melawan kebingungan. Alur cerita yang jelas memudahkan audiens untuk menerima dan memahami pesan kita.

100 % dari semua presentasi dapat dibangun oleh 4 alur cerita, yaitu report, explanation, pitch, drama.

Report menyampaikan fakta. Explanation mengajarkan kemampuan baru. Pitch merekomendasikan sebuah tindakan atau solusi baru. Dan, drama menginspirasi keyakinan baru atau sebuah cara untuk melihat dunia.

Esensinya adalah report menghidupkan data. Dengan sebuah laporan, kita mengubah informasi audiens. Sebuah laporan yang baik menyampaikan fakta. Sebuah laporan terbaik membuat fakta mempunyai arti yang dalam dan mudah diingat.

Explanation menunjukan kita bagaimana. Dengan sebuah explanation, kita mengubah kemampuan audiens. Sebuah explanation yang baik membawa audiens kita kepada tingkatan yang baru. Sebuah explanation yang terbaik membuat audiens mudah melakukannya.

Pitch membuat kita melewati rintangan. Dengan sebuah pitch, kita mengubah tindakan audiens kita. Sebuah pitch yang baik memberikan audiens kita sebuah solusi untuk sebuah masalah. Sebuah pitch yang terbaik membuat solusi tidak dapat ditolak.

Drama itu menghancurkan hati kita, lalu menambalnya. Dengan sebuah drama, kita mengubah keyakinan audiens kita. Sebuah drama yang bagus membuat kita merasakan perjuangan seseorang. Sebuah drama yang hebat membuat kita merasa perjuangan adalah milik kita sendiri.

Setiap alur cerita berbeda, tetapi mereka mempunyai dua hal yang sama. Pertama, mereka mempunyai awal dan akhir. Salah satu alasan banyak presentasi gagal adalah karena presentasi tidak kemana-mana. Presentasi yang bagus selalu bergerak maju.

Kedua, titik akhir selalu lebih tinggi dari titik awal. Alasan lain presentasi gagal adalah karena mereka tidak memicu perubahan apa pun. Presentasi yang bagus selalu bergerak naik.

Dengan kata lain, presentasi yang luar biasa dimulai dengan mengetahui seberapa jauh dan seberapa tinggi kita ingin membawa audiens kita.

Semua alur cerita mempunyai komponen yang sama. Alur cerita seperti makhluk hidup dan bernapas yang menggerakkan ide kita dari awal hingga akhir.

Alur cerita memiliki tulang punggung yang mendorong presentasi kita maju dan mempunyai kaki yang mendukung tulang punggung yang memberikan detail dan warna.

Alur cerita kita adalah arsitektur pesan yang mendasari presentasi (presentation’s underlying message architecture/PUMA).

PUMA mempunyai kepala (main idea), tulang punggung (main storyline), kaki (supporting ideas), dan ekor (one last hook).

Coba pikirkan PUMA sebagai bentuk dari alur cerita kita. Kita mulai dengan ide utama, kita membangun tulang punggung dari alur cerita utama, kita mendukung tulang punggung dengan rincian, dan kita akhiri dengan sebuah hook.

Aturan # 3 : Mengatakan Cerita Dengan Gambar

Pimpinlah dengan mata dan pikiran akan mengikuti.

Lebih banyak otak kita didedikasikan untuk penglihatan dari pada hal lain yang kita lakukan.

Pikiran visual kita tidak pernah tidur. Jika mata kita tidak memiliki sesuatu yang menarik untuk dilihat, maka pikiran kita akan melanglang buana.

Jika kita mempunyai sesuatu yang menarik untuk dilihat, maka pikiran kita akan fokus.

Dan apa yang paling ingin kita lihat ?

Jawabannya adalah gambar.

Menurut penelitian dalam bidang neurobiologi, jalur visual utama yang digunakan mata kita untuk memantau dunia melalui enam mode.

Ini berarti sesuatu yang sangat kuat. Untuk mengilustrasikan setiap cerita, kita perlu hanya 6 gambar.

Pertama, portrait untuk menunjukan pemain dan objek. Kedua, chart untuk menunjukan berapa banyak. Ketiga, map untuk menunjukan lokasi. Keempat, timeline untuk menunjukan urutan dalam waktu. Kelima, flowchart untuk menunjukan rantai penyebab, akibat dan pengaruh. Keenam, equation untuk menunjukan moral dari cerita.

Gambar yang ideal sesederhana kalimat yang jelas. Gambar itu memasuki mata kita dan menjelaskan sebuah cerita. Gambar itu tidak membutuhkan banyak perhatian pada dirinya sendiri.

Untuk membantu, kita harus membatasi detail, warna, bayangan, dan efek tiga dimensi. Hal itu cenderung menarik perhatian pada gambar dari pada ide.

Gambar yang ideal hanyalah inti dari sebuah ide yang langsung terlihat, dan tidak lebih.

Demikianlah, 3 aturan yang perlu Anda ketahui untuk membuat presentasi yang luar biasa.

Pertama, Mengatakan Yang Sebenarnya.

Kedua, Mengatakan Dengan Sebuah Cerita.

Ketiga, Mengatakan Cerita Dengan Gambar.

Di setiap presentasi, audiens kita menginvestasikan sebagian dari hidup mereka pada kita.

Mari kita beri mereka pertunjukan.

Pada akhirnya, presentasi adalah hal yang sederhana. Kita hanya mencoba memasukkan apa yang kita pikirkan ke dalam benak audiens kita secepat, sejelas, dan seyakin yang kita mampu.

Hadiah terbaik yang bisa kita berikan untuk diri kita sendiri adalah belajar bagaimana menunjukkan (show) dan menjelaskan (tell).

Hadiah terbaik yang bisa kita berikan pada audiens kita adalah presentasi yang luar biasa. Oleh karena itu, coba terapkan 3 aturan di atas untuk membuat presentasi yang luar biasa bagi audiens untuk presentasi Anda selanjutnya.